cover
Contact Name
Aldila Wanda Nugraha
Contact Email
aldilanugraha89@gmail.com
Phone
+6281249651421
Journal Mail Official
aldilanugraha89@gmail.com
Editorial Address
Universitas Bhinneka PGRI Jl. Mayor Sujadi Timur. No.24, Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kode pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
ISSN : -     EISSN : 27209458     DOI : doi.org/10.29100
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA menyajikan hasil penelitian yang berkenaan dengan bidang kajian fisika, kimia, biologi, dan penerapan IPA atau sains dalam pendidikan. Jurnal diterbitkan 2 kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 617 Documents
CORRELATION ANALYSIS OF LEARNING INTEREST ON STUDENTS AND SCIENCE LITERACY IN SCIENCE LEARNING Dzulkifli Nurul Huda; Rif’ati Dina Handayani; Sudarti Sudarti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9631

Abstract

Science education is a branch of education that emphasizes mastery of concepts and disciplines related to natural phenomena and plays an important role in fostering students' interest in learning and developing their science literacy. However, various findings show that students' interest in learning and science literacy are still low, highlighting the need for empirical studies that examine the relationship between these two variables. This study aims to analyze the correlation between students' interest in learning and their scientific literacy in science learning. This study used a quantitative method with a correlational approach, involving 54 seventh-grade students from SMP Negeri 4 Jember who were selected through simple random sampling. The research instruments consisted of a student learning interest questionnaire containing 8 positive and negative statements based on four indicators of student learning interest and a student science literacy test consisting of 10 multiple-choice questions. The Kolmogorov–Smirnov normality test showed that both variables were normally distributed (Sig. 0.05), allowing for further analysis using the Pearson correlation test in SPSS version 25. The results showed a strong and significant correlation between science literacy and scientific creativity, with a correlation coefficient of 0.961 and a significance value of 0.000 ( 0.05). These findings indicate that the higher the students' interest in learning, the higher their science literacy. The results of this study can be used to develop science learning that is relevant to students' lives and encourage them to ask questions and explore more actively, so that their interest in learning and science literacy will continue to grow.
SYNTHESIS OF EMPIRICAL EVIDENCE FOR THE DEVELOPMENT OF PjBL AND ETHNOSCIENCE-INTEGRATED INQUIRY LEARNING ON CRITICAL THINKING AND SCIENTIFIC LITERACY Safa Amal Hayati; Woro Sumarni; Ani Rusilowati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9801

Abstract

Science learning is often constrained by conceptual abstractions that limit the mastery of 21st-century skills. This study aims to synthesize empirical evidence related to the development of the Project-Based Learning (PjBL) model and Ethnoscience integrated Inquiry Learning. Using the Systematic Literature Review (SLR) method on 10 selected articles for the 2023-2025 period, this study analyzes the patterns and impacts of the integration of the model. The results of the analysis show a trend of shift from a manual approach to a hybrid model assisted by digital and virtual technologies. The integration of ethnoscience in PjBL and Inquisition has proven to be effective as a cognitive bridge that visualizes abstract concepts, as well as consistently improving critical thinking skills, cultural literacy, and entrepreneurship. It is concluded that the synergy between culture, constructivist pedagogy, and technology forms a strategic framework of "Eco-Technopedagogy". These findings recommend adapting a technology-supported local potential-based curriculum to produce a competent and characterful generation.
PENGEMBANGAN LAPD PjBL DENGAN UJI COBA TERBATAS UNTUK MENINGKATKAN KPS PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATERI KIMIA HIJAU Shofia Anita Karlina; Mitarlis Mitarlis
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9505

Abstract

Keterampilan proses sains termasuk potensi yang perlu dilatihkan dan dikembangkan oleh peserta didik, KPS yang sinkron pada kurikulum merdeka mengutamakan kreativitas dan keterampilan abad ke-21 yang didukung dengan hasil PISA 2018 mengungkapkan bahwa hasil dari aspek KPS peserta didik di Indonesia berada di level minimum. Lebih lanjut, kehadiran kerangka sains PISA 2023, pengembangan keterampilan proses sains menjadi semakin relevan. Upaya peningkatan KPS dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat, yakni LAPD berbasis proyek pada materi kimia berkelanjutan atau ramah lingkungan. Penelitian ini R&D yang memakai model 4D (define, design, develop, dan disseminate), namun hanya sampai tahapan pengembangan. Uji coba dijalankan di 28 peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Surabaya MIPA I yang menerima materi kimia hijau. Hasil analisa memperlihatkan jika LAPD memiliki validitas sangat tinggi (skor ≥4), kepraktisan sangat baik (rata-rata respon peserta didik 93,06% dan keterlaksanaan pembelajaran 95,47%), serta keefektifan dengan analisa melalui N-Gain score keterampilan proses sains 0,61 (kategori sedang) dan analisa uji-t berpasangan dengan SPSS 16.0 dengan hasil Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, dengan itu. memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan di KPS selama pembelajaran dengan LAPD berbasis PjBL. Demikian, LAPD berbasis PjBL dikatakan praktis, layak, dan efektif guna memberi peningkatan pada keterampilan proses sains peserta didik pada materi kimia hijau.
CORRELATION ANALYSIS OF SCIENCE LITERACY ABILITY AND SCIENTIFIC CREATIVITY IN SCIENCE LEARNING Ainassabih Liwani Syarafina; Rif’ati Dina Handayani; Sudarti Sudarti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9623

Abstract

This study examined the correlation between students’ scientific literacy and scientific creativity in science learning. A quantitative correlational design was used with 54 ninth-grade students from SMP Negeri 1 Kalisat Jember, selected through purposive sampling. Scientific literacy was measured using a pre-test assessing the ability to explain scientific phenomena, design investigations, and interpret data. Scientific creativity was measured through a questionnaire covering unusual use, real advance, technical production, scientific imagination, problem solving, creative experimentation, and science product. Data were confirmed normal using the Kolmogorov–Smirnov test, and Pearson correlation analysis was applied. The results showed a strong and significant correlation (r = 0.780, p 0.05), indicating that higher scientific literacy is associated with higher scientific creativity. Students with strong literacy skills were better at analyzing information, designing experiments, and generating creative scientific ideas. The findings suggest that contextual and inquiry-based learning approaches, including Project-Based Learning (PjBL) and STEAM integration, can effectively enhance both scientific literacy and creativity by supporting essential 21st-century skills such as critical thinking, creativity, innovation, and problem-solving.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA Dinda Mayang Adella Putri; Mitarlis Mitarlis; Jazilatur Rohmah
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i1.5754

Abstract

Berdasarkan hasil profilling melalui asesmen awal, gaya belajar peserta didik kelas VII-J, bahwa diperoleh 25 orang peserta didik yang memiliki gaya belajara visual, sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang disusun dengan menambahkan puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konten Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia melalui media puzzle yang diimplementasikan pada LKPD. Teknik penelitian yang diterapkan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action Research). Jumlah sampel yang digunakan siswa kelas VII-J SMP Negeri 2 Krian mencakup 35 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest dan posttest juga nilai N-Gain yang diperoleh pada setiap siklusnya dengan menggunakan media puzzle mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut maka kesimpulan penelitian ini adalah media puzzle efektif meningkatkan hasil belajar materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia dalam pembelajaran IPA.
ANALYZING THE STRENGTHENING OF INTERPRETATION AND EVALUATION THROUGH SCHOOL ENVIRONMENT OBSERVATION IN ELEMENTARY IPAS LEARNING Bonus Ria Pribadi; Kartika Chrysti Suryandari; Roemintoyo Roemintoyo
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.11120

Abstract

Research on strengthening critical thinking through contextual learning has rarely examined the dimensions of interpretation and evaluation as distinct constructs, particularly by using school environment observation as the primary learning strategy in elementary education. This study aimed to analyze the process of strengthening these two dimensions in ecosystem-themed IPAS learning. A qualitative approach with a single-case study design was employed. Data were collected through classroom observations, a modified analytic performance assessment rubric adapted from established critical thinking frameworks to assess the interpretation and evaluation dimensions, semi-structured interviews, and documentation. The rubric operationalized each dimension into observable behavioral indicators and was reviewed by experts prior to implementation. Improvements were identified through changes in students' performance across repeated observation activities, triangulated with interview data, classroom field notes, and students' written reports. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.The findings indicate that, in the initial phase, students tended to record only general characteristics and experienced difficulty relating observational data. Following repeated school environment observations supported by probing questions, students demonstrated substantial progress in the interpretation dimension by classifying findings based on meaningful patterns, relating soil conditions to plant health, and explaining causal relationships among observed phenomena. Improvement in the evaluation dimension was evident during group and whole-class discussions, where students progressed from expressing unsupported opinions to comparing findings across groups, assessing the credibility and adequacy of evidence, revising their arguments based on agreed criteria, and providing evidence-based justifications for their conclusions. The findings suggest that the synergy of authentic learning experiences, teacher scaffolding, and collaborative social interaction plays a central role in strengthening students' interpretation and evaluation skills within elementary IPAS learning.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN VIDEO INTERAKTIF MENGGUNAKAN CANVA UNTUK PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR Sriyono Sriyono; Siti Dewi Maharani; Suratmi Suratmi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9499

Abstract

Penelitian analisis kebutuhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi pengembangan video interaktif berbasis Canva dalam pembelajaran literasi lingkungan di SDN Sumber Agung, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian melibatkan 30 peserta didik dan 3 pendidik sebagai informan pendukung, dengan data yang diperoleh melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik memiliki preferensi tinggi terhadap media pembelajaran yang visual dan interaktif (skor pedagogik 70%, kognitif 72%, estetika dan evaluasi 100%), namun terdapat kendala teknis berupa keterbatasan akses perangkat dan internet (skor 56%). Di sisi pendidik, penggunaan media pembelajaran interaktif khususnya video interaktif terkait isu lingkungan masih terbatas dan belum optimal, meskipun pendidik menyadari pentingnya media ini dan menunjukkan minat tinggi untuk mengembangkannya. Kendala utama terletak pada keterbatasan fasilitas dan pelatihan dalam pembuatan video interaktif. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan pelatihan berkelanjutan, pengembangan video interaktif berbasis Canva merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan penguatan literasi lingkungan peserta didik secara efektif dan menarik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GERAK HARMONIK SEDERHANA Safira Nur&#039;ilma; Stepanus Sahala S.; Hamdani Hamdani
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dan motivasi belajar pada materi gerak harmonik sederhana setelah implementasi model pembelajaran somatis, auditori, visualisasi, dan intelektual (SAVI) di MAN 1 Pontianak. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dengan dua perlakuan yaitu penerapan model pembelajaran SAVI (eksperimen 1) dan model pembelajaran ekspositori (eksperimen 2). Variabel yang diukur yaitu hasil belajar dan motivasi belajar. Ada 10 soal pilihan ganda untuk hasil belajar dan 40 butir pertanyaan di lembar angket motivasi belajar yang diberikan kepada setiap peserta didik yang dijadikan sampel dari masing-masing kelas. Data dianalisis dengan independent sample t-test yang dibantu dengan program IBM SPSS Statistic 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI secara signifikan mempengaruhi hasil belajar dengan efektivitas sedang. Selain itu, diketahui model pembelajaran SAVI lebih berpengaruh secara positif terhadap hasil belajar peserta didik pada materi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.  Motivasi belajar peserta didik pada model pembelajaran SAVI secara signifikan lebih besar dibanding pada model pembelajaran ekspositori
KELAYAKAN INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF AKHIR TAHUN (ASAT) BIOLOGI SMA MELALUI ANALISIS MODEL RASCH Fauziah Azzahra; Bowo Sugiharto
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i1.8686

Abstract

Penilaian dalam dunia pendidikan merupakan hal yang penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu penilaian yang digunakan oleh guru untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam belajar adalah butir soal. Dalam menganalisis butir soal dapat menggunakan Rasch Model untuk mendapatkan hasil yang akurat dan konsisten serta tidak terbatas pada jumlah data yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui butir soal Penilaian Akhir Akhir Tahun (ASAT) Biologi siswa Sekolah Menengah Atas dengan melakukan analisis validitas, reliabilitas, dan analisis distraktor pada butir soal yang diujikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan model Rasch. Berdasarkan analisis menggunakan modal Rasch diperoleh hasil person reliability pada responden (siswa) sebesar 0,82 dengan kategori baik dan nilai sparasi 2,1 yang menunjukkan kemampuan instrumen yang baik untuk membedakan siswa pada tiga kategori kemampuan yaitu sedang, rendah, dan tinggi. Sedangkan nilai realibiltas pada butir soal menunjukkan 0,97 dengan kategori sangat baik dan nilai daya pembeda sebesar 5,79 yang menunjukkan bahwa soal tersebut memiliki daya pembeda yang baik. Dapat disimpulkan bahwa butir soal Asesmen Akhir Tahun (ASAT) yang dibuat layak untuk digunakan.
RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT, SELF-EFFICACY, AND MOTIVATION WITH BIOLOGY LEARNING OUTCOMES OF GRADE XI STUDENTS IN JENEPONTO Mutmainnah Nur Islamia; Firdaus Daud; Nurhayati B; Andi Asmawati Azis; A. Mushawwir Taiyeb
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.10447

Abstract

Family is a supporter in supporting the success of children, but based on the facts in the field, many students have low biology learning outcomes, especially in high schools in Jeneponto district. In addition, it is not uncommon to find students who drop out of school due to the rise of early marriage, which affects students' self-confidence and learning motivation, which ultimately has an impact on the achievement of student outcomes. The purpose of this study was to examine how the relationship between family support, self-efficacy, and motivation with biology learning outcomes of students, especially in class XI of State Senior High Schools in Jeneponto Regency based on correlational (ex-post facto) zoning using path analysis design. The results of these findings indicate that family support, self-efficacy, student learning motivation are included in the moderate category, and learning outcomes are included in the good category. Furthermore, from the results of hypothesis testing using path analysis, it can be concluded that there is a significant relationship between family support, self-efficacy, learning motivation with learning outcomes of class XI students of State Senior High Schools in Jeneponto Regency seen from the sig. value. 0.000 0.05, which effectively contributed 84.5% to biology learning outcomes.