cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 290 Documents
Pandangan Aksiologi terhadap Geoengineering sebagai Usaha Untuk Mengatasi Pemanasan Global Hazrati Ashel
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.42467

Abstract

Penanggulangan pemanasan global merupakan salah satu tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Beberapa bencana yang disebabkan oleh pemanasan global diantaranya adalah badai, angin ribut, hujan deras, serta perubahan musim tanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan melakukan strategi geoengineering. Geoengineering adalah suatu upaya untuk memanipulasi iklim bumi guna melawan efek pemanasan global. Akan tetapi, dalam melakukan manipulasi perlu ditinjau etika, kebaikan, keburukan, hingga estetikanya. Artikel ini menyajikan tentang pandangan aksiologi terhadap geoengineering sebagai usaha mengatasi pemanasan global. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur seperti penelaahan terhadap buku-buku, literaturliteratur, dan artikel ilmiah terkait. Beberapa Lembaga terkemuka di dunia telah dan akan meneliti geoengineering dan mencari manfaat potensial dari ilmu ini. Namun, jika konsep manipulasi iklim ini disalahgunakan seperti dijadikan senjata perang dan teknologi untuk menghancurkan suatu wilayah, maka geoengineering dikatakan sudah melanggar etika sains. Oleh karena itu, kajian aksiologi terhadap strategi geoengineering menjadi penting untuk dilakukan.
Kajian Aksiologis Upacara Tribuana Manggala Bakti Suharno; Septiana Dwiputri Maharani
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.42567

Abstract

Banyak macam ritual keagamaan Buddha di Indonesia. Tribuana Manggala Bakti merupakan ritual keagamaan umat Buddha di Kulon Progo, D.IYogyakarta. TribuanaManggala Bakti bersifat religiuskultural,keterpaduan ajaran Buddha dengan kearifan lokal budaya Jawa. Upacara Tribuana Manggala Bakti mengandung banyak makna dan nilai. Tujuan penelitian untukmengungkap nilai filosofis dari upacara Tribuana Manggala Bakti dengan menggunakan perspektif nilai Max Scheler. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif analisis dengan kajian kepustakaan. Studi pustaka yang dilakukan penelitianadalah dengan pengkajian mengenai konsep dan teori yangdigunakan berdasarkan literatur yang tersedia,yaitu filsafat nilai dan Tribuana Manggala Bakti. Nilai filosofis Tribuana Manggala Bakti dalam perspektif hierarkhi nilai Max Scheler,yaitu nilai kenikmatan, vital, kerohanian atau spiritual,dan nilai kesucian atau kudus. Namun,dari keempat nilai dalam perspektif hierarki nilai Scheler, pelaksanan upacara Tribuana Manggala Bakti lebih pada nilai spiritual dan kesucian, bentuk aktivitas manusia sebagai makhluk spiritual dan religius yang dapat dilihat dari ritual puja bakti dan juga wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian alam dengan penanaman pohon, pelepasan burung dan ikan.
Panah Waktu: Sebuah Tinjauan Epistemologi Pada Entropi Marfuatun
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.42593

Abstract

Panah waktu merupakan pandangan asimetris terhadap waktu atau waktu hanya punya satu arah saja. Segala sesuatu yang telah dijalani menjadi masa lalu yang bersifat tetap dan tidak dapat diubah, serta hanya dapat diakses melalui memori atau dokumentasi yang tertulis. Penjelasan panah waktu dapat dijelaskan melalui pendekatan kimia, yaitu dengan hukum kedua termodinamika. Pada artikel ini penulis mengkaji kaitan antara panah waktu dan entropi dalam tataran epistemologi melalui pendekatan termodinamika, kosmologis, dan psikologis. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan dokumen, serta artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan hukum kedua termodinamika, waktu menuju kondisi tertentu yang bersifat tidak dapat balik dan hanya menuju masa depan. Berdasarkan pendekatan kosmologis, panah waktu dikaitkan dengan alam semesta yang mengembang seiring waktu. Pada pendekatan psikologis, panah waktu berkaitan dengan penjelasan bahwa manusia mampu mengingat masa lalu dengan baik, namun tidak mampu memprediksi masa depan dengan tepat. Ketiga pandangan panah waktu tersebut dijelaskan melalui konsep entropi bahwa dalam ruang tertutup, entropi akan selalu meningkat sehingga sangat sulit untuk kembali ke kondisi awal yang derajat entropinya lebih kecil
Konsep Diskursus Dalam Karya Michel Foucault Rahmat Kurniawan; Zubaidah
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.42940

Abstract

Konsep diskursusmenjaditopik yang tidak dapat diabaikan dalam teori sosial, dengan pekerjaan yang mencakup bidang-bidang seperti sosiologi, antropologi, filsafat kontinental, dan analisis diskursus. Ini menjadi sebuah konsep yang dibangun oleh Michel Foucault(1926–1984). diskursusdalam berbagai karyaFoucaultadalah kumpulan ide, pemikiran, dan gambar yang berkontribusi pada pembentukan gagasan suatu budaya. Sebagai seorang filsuf, Foucaultmenawarkan teori diskursus untuk mendukung argumennya. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara eksplisit dan komprehensif konsep pemikiran Michel Foucaultdari perspektif filsafat. Tujuan ini dicapai dengan memaparkan latar belakang dan beberapa pokok-pokok karya Michel Foucaulttentang diskursusterutama dalam karyanya masuk gagasan pokok, pandangan, dan nalar empirismenya melalui gagasan diskursus yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bidang filsafat. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara hermeneutika dengan duaunsur metode,yaitu verstehendan interpret. Pertama, penelitian ini menunjukkan diskursus dibentuk oleh hubungan antara keinginan dan institusi. Analisis memisahkan keduanya, kritis dan genealogis. Kedua, prosedur penguasaan dan pengendalian dibagi oleh Foucaultmenjadi tiga kategori: pengecualian, penghalusan, dan penerapan (analisis bentuk tidak menunjukkan kelimpahan, tetapi kelangkaan). Kemudian,dia memeriksa bagaimana ini bersinggungan dengan filsafat. Ketiga, tugas-tugas ini membutuhkan prinsip-prinsip metodologis: pertama, prinsip pembalikan; kedua, prinsip diskontinuitas; ketiga, prinsip kekhususan; keempat, prinsip eksterioritas. Konsep filosofis yang mendasar adalah peristiwa dan rangkaian. Diskursus menurut Foucaultharus dipahami sebagai instrumen dan efek kekuasaan, dan juga sebagai penghalang, titik perlawanan dan titik awal untuk strategi lawan.
KEBENARAN METODE NUMERIK DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI PRAGMATISME Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.45633

Abstract

Pendekatan matematika yang dikenal dapat memberikan solusi yang eksak seringkali sulit untuk diterapkan, terutama pada permasalahan yang kompleks. Metode numerik merupakan pendekatan matematika yang menjadi metode alternatif dari metode analitik. Metode numerik memiliki manfaat praktis pada perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara mengefektifkan waktu yang dibutuhkan ilmuwan dalam menyelesaikan persoalan matematis. Di sisi lain, keberadaan metode numerik menunjukkan bahwa perkembangan keilmuan tidak hanya didasarkan pada teori korespondensi, melainkan juga dengan pertimbangan manfaat praktisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis guna menganalisis metode numerik dengan sudut pandang filsafat pragmatisme. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberadaan metode numerik merupakan hasil dari pola berpikir pragmatis yang muncul di kalangan komunitas ilmiah. Adapun kesimpulan kedua menunjukkan adanya hubungan yang berbanding terbalik antara tingkat akurasi dan efektivitas dalam perhitungan pada metode numerik.
the Pengaruh Dialog Interreligius Dalam Mencegah Konflik Sosial Antar Umat Beragama Di Karang Besuki Malang Handika Fajar; Adrianus Nero; F.X Armada Riyanto
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.46927

Abstract

Fokus studi ini ialah relasi umat beragama. Studi ini menaruh perhatian pada kehidupan umat beragama. Hidup beragama di masa ini amat kontekstual untuk ditinjau. Hal ini seringkali menimbulkan berbagai kesalapahaman, terlebih dalam relasi dengan liyan. Hidup keagaaman yang ramah terhadap liyan menjadi dasar untuk keberlangsungan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat multikultural. Pada kesempatan ini penulis ingin meninjau relasi seperti apa yang sudah terjadi selama ini. Studi ini melihat sejauh mana dialog interreligius dapat mencegah konflik keagamaan yang seringkali terjadi. Metode yang digunakan dalam studi ini ialah depth interview dalam menganalisis data-data, serta secara filosofis merumuskannya dalam pemikiran Martin Buber. Temuan dari studi ini ialah hidup beragama yang ramah dalam hidup bersama dengan liyan. Penulis meninjau sikap-sikap yang saat ini dibangun untuk hidup beragama dalam situasi multikultural. Pengaruh-pengaruh dialog interreligius dalam relasi umat beragama. Model hidup beragama seperti apa yang cocok digunakan untuk jaman sekarang dalam berelasi dengan liyan.
KEPUTUSASAAN MENURUT KIERKEGAARD DALAM THE SICKNESS UNTO DEATH Imanuel Eko Anggun Sugiyono
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.47334

Abstract

Sebagai salah satu tokoh eksistensialisme, Kierkegaard menawarkan satu konsep tentang keputusasaan manusia. Konsep ini tentu berguna bagi setiap manusia yang ingin merealisasikan dirinya menjadi lebih baik. Konsep keputusasaan ini dapat membantu seseorang dalam berpikir dan mengambil refleksi tentang jati dirinya sebagai manusia yang sementara ini hidup di dunia. Bagaimana konsep ini dapat dipahami sebagai sebuah sumbangan bagi masyarakat dan bagi eksistensialisme? Apa tanggapan kritis terhadap konsep keputusasaan Kierkegaard? Paparan konsep keputusasaan dalam tulisan ini menggunakan penelitian literatur dari sumber primer. Pokok-pokok paparan coba diuraikan bagian per bagian sesuai pemikiran Kierkegaard. Selanjutnya, tanggapan atas konsep tersebut disandingkan dengan beberapa penulis lain yang telah mengulas Kierkegaard. Keputusasaan menurut Kierkegaard disebabkan kegagalan manusia menyeimbangkan unsur-unsur pokok dalam dirinya serta kegagalan untuk menghubungkan dirinya dengan Yang Abadi. Unsur-unsur antara ketakterbatasan dan keterbatasan serta kemungkinan dan keharusan jatuh pada ekstrem yang berlainan. Penolakan diri sebagai ia yang terbatas pun ambil peran dalam kegagalan manusia merealisasikan dirinya di hadapan Yang Abadi.
PERBEDAAN POLA PIKIR AL-KINDI DAN ARISTOTELES DALAM MEMAHAMI HAKIKAT TUHAN Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Bryna Azarine Rozyan
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.48958

Abstract

Logika dan ilmu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya akan terus bekerja dan menghasilkan sebuah karya-karya yang bermanfaat. Aristotelesdan Al-Kindiberhasil memberikan pemahaman dari ilmu filsafat. Aristoteles berasal dari Yunanidan Al-Kindiberasal dari Kufah, Irak. Walaupun terdapat perbedaan zaman dan cara berpikir, namun Al-Kindi tetap menghormati filsuf sebelumnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui relasipola pikir Aristotelesdengan Al-Kindimengenai hakikat Tuhan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian kepustakaan adalah sebuah metode yang tidak mengharuskan peneliti terjun langsung ke lapangan, melainkan mencaridatanya melalui karya-karya tulis ilmiah, seperti jurnal, buku,artikel,dll. Hasil dari Penelitian ini adanya relasi dalam pemikiran kedua tokoh tersebut, berawal dari mengambil sebuah pemikiran yang berbeda. Aristotelesmengambil dari gurunya, yakni Plato, sedangkan Al-Kindimempelajari karya Aristotelesuntuk disambung dengan pemikirannya,sekaligus diperbarui dengan khaskeislamannyatanpa mengubah artian aslinya. Adapun keahlian dari keduanya sangat baik dalam hal mengajar dan memberikan ilmunya kepada para pencari ilmu. Hubungan guru dan murid merupakan sebuah hubungan yang sulit diputus dan dipisahkan dikarenakan indahnya kenangan pembelajaran hidup. Kepercayaan dan pengkhianatan adalah dua hal yang memang ada sejak dahulu hingga sekarang.
Era Kecerdasan Buatan dan Dampak terhadap Martabat Manusia dalam Kajian Etis Michael Reskiantio Pabubung
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.49293

Abstract

Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah banyak sistem dalam lini kehidupan. Hal yang paling nyata adalah buramnya privasi lantaran penerapan sistem AI dalam beragam lini kehidupan, sehingga kebebasan dan hak atas hidup privat sebagai salah satu elemen dari martabat manusia melemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara etis masalah AI dalam perjumpaan dengan manusia sebagai pengembang, pengguna (dan objek) di zaman sekarang ini khususnya dampak terhadap martabat manusia. Penelitian ini adalah bagian dari keterlibatan untuk turut serta berfilsafat secara kontekstual dengan menginterupsi dan mengoreksi laju perkembangan secara etis, sekaligus mengantisipasi permasalahan-permasalahan di masa depan khususnya yang menyangkut martabat manusia. Penelitian ini menjalankan tugas pokok filsafat sebagai interuptor dan induk segala ilmu (mater scientiarum). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui analisis literatur, penulis sampai pada kesimpulan bahwa kecerdasan buatan di satu sisi telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan manusia modern. Namun, besarnya manfaat yang diberikan menyisakan sebuah tantangan besar perihal dampak terhadap martabat manusia sebagai elemen paling mendasar dalam diskusi mengenai kemanusiaan. Dalam Etika, sudah merupakan syarat mutlak bahwa manusia harus selalu menjadi tujuan dalam setiap perkembangan dan kemajuan, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Etnomatematika dalam Pandangan Aliran Filsafat Esensialisme Astuti; Jimmi Copriady; L.N. Firdaus
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.50865

Abstract

Etnomatematika merupakan suatu program yang direncanakan bertujuan untuk menekuni bagaimana peserta didik dapat memahami, mencerna, dan memakai ide matematika yang bisa menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan kegiatan keseharian mereka. Peran etnomatematika merupakan pengakuan bahwa terdapat cara yang berbeda dalam melaksanakan matematika dengan memperhatikan pengetahuan matematika secara akademik yang dikembangkan oleh masyarakat dengan melibatkan budaya yang ada. Esensialisme ialah suatu aliran filsafat yang berkontribusi,serta menghendaki terdapatnya budaya dalam pendidikan matematika. Aliran esensialisme ini berpendapat bahwa pembelajaran wajib didasarkan oleh nilai kebudayaan yang sudah terdapat dari peradaban manusia dahulunya. Filsafat esensialisme menekankan agar tidak terbentuknya proses pembelajaran yang kaku, tetapi menuju kepada kemajuan Ilmu pengetahuan yang bermakna dengan memperhatikan kebudayaan dan nilai budaya yang merupakan prinsip dalam kehidupan. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan dan implementasi filsafat pendidikan esensialisme dengan etnomatematika. Artikel ini menggunakan metode studi literatur.Data dalam penelitian inidiperoleh dari hasil riset terdahulu yang terdapat dalam buku, jurnal, serta prosiding yang mempunyai keterkaitan erat dengan judul penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa pemikiran aliran esensialisme sangat berhubungan dengan etnomatematika. Aliranesensialisme Sangat berkontribusi dalam perkembangan, serta kemajuan dalam pelaksanaan etnomatematika di sekolah.