cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
gtm_jd@yahoo.co.id
Phone
+6287861886493
Journal Mail Official
adetantri87@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Filsafat Indonesia
ISSN : 26207990     EISSN : 26207982     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal Filsafat Indonesia is a scientific journal published by LPPM Ganesha Educational University, which publishes scientific articles on the development and research in philosophy. Journal of Philosophy is published three times a year, in April, June, and September. Editorial Team Journal of Philosophy accepts manuscripts in the field of philosophy which have never been published in other media. The Editorial Team has the right to edit the text to the extent that it does not change the substance of its contents.
Articles 290 Documents
PENTINGNYA KAJIAN FUTURISTIK: PENGUJIAN REKONSTRUKSI TEORI BARU MENUJU TRANSDISIPLINER Purwati Anggraini; Suyatno; Tengsoe Tjahjono; Budinuryanta Yohanes
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.52008

Abstract

Saat ini, persoalan yang ada di tengah masyarakat begitu kompleks. Selain itu, masyarakat dunia berada di era disrupsi, yaitu era yang serba cepat dan tidak menentu. Untuk itu, persoalan yang muncul perlu dilihat dari berbagai sudut, bahkan sampai diperlukan sebuah pendekatan yang transdisipliner. Dalam rangka menjawab hal ini, diperlukan teori baru yang transdisipliner. Untuk itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya rekonstruksi teori baru yang bersifat transdisipliner. Adapun metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur. Dalam hal ini, penulis membaca beberapa literatur secara kritis, serta mengelaborasi kondisi saat ini. Agar dapat diterima di tengah masyarakat, teori baru ini perlu diuji kebenarannya. Hasilnya adalah melalui kajian ontologis, aksiologis, dan epistemologis terhadap beberapa teori yang dipergunakan dalam menjawab persoalan dihasilkan teori baru yang bersifat transdisipliner. Kajian ontologis, aksiologis, dan epistemologis dilakukan agar teori yang dihasilkan dapat dipertanggungjawaban secara ilmiah, tidak diragukan kebenarannya, dan dapat diterima masyarakat. Salah satu contohnya adalah kajian teori psikolinguistik dan pragmatik klinis yang pada akhirnya menghasilkan teori baru psikopragmatik klinis.
Representasi Komunikasi Politik Tanpa Moralitas Perspektif Filsuf Modern Niccolo Machiavelli Felisianus Efrem Jelahut; Monika Wutun; Henny L. L. Lada; Abner Paulus Raya Sanga
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.52362

Abstract

The purpose of this study was to determine the representation of political communication without morality from the perspective of the modern philosopher Niccolo Machiavelli. The focus of this research is the concept of political thought without morality by Niccolo Machiavelli. Machiavelli's concept of thought is a completely new methodology in political studies. This change does not lie in its orientation to the analysis of real political behavior because in the previous centuries Aristotle had collected factual data as a requirement for political formulation. Instead he seeks to completely separate the ethical context from political reality. This study uses a qualitative method with the type of literature study in which the researcher traces the important relevant works of the political philosopher Niccolo Machiavelli. The results of the study describe the representation of political communication in the concept of politics without morals along with the functions of the concept.
Pendekatan Konseling Viktor Frankl dan Relevansinya Bagi Pendampingan Siswa di Masa Krisis Ach. Sudrajad Nurismawan; Anisa Ultari Lisnanti; Herlin Ika Nafilasari; Budi Purwoko
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.56065

Abstract

Viktor E. Frankl meyakini bahwa kunci seseorang bisa bertahan dan menjalani hidup di masa krisis ialah mampu menemukan dan memiliki makna hidup yang baik. Akan tetapi, ketika terhimpit oleh kondisi sulit seperti hilangnya anggota keluarga akibat COVID-19, tidak semua orang bisa menemukan makna hidupnya secara tepat sehingga ia perlu dibantu secara profesional oleh seorang konselor agar mampu menemukan makna hidup yang berarti. Karenanya, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan konseling Viktor E. Frankl terkait makna hidup dan relevansinya di masa krisis saat ini (COVID-19). Menggunakan metode literature review pada berbagai sumber (artikel dan buku ilmiah) yang berkaitan dengan topik bahasan. Penelitian ini menemukan bahwa untuk membantu individu bermasalah (depresi, cemas, tidak berguna) akibat kehilangan makna hidup selama krisis COVID-19, seorang konselor dapat menggunakan konseling individu dengan pendekatan logoterapi Viktor E. Frankl dengan bantuan beberapa teknik seperti intensi paradoks, derefleksi, pertanyaan Socrates.
Konsep Pendidikan Perspektif Filsafat Humanisme dalam Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) Atika Cahya Fajriyati Nahdiyah; Sigit Prasetyo; Nidya Ferry Wulandari; Ach Chairy
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.56092

Abstract

Fokus utama pada penelitian ini ialah terkait pengkajian Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dari perspektif filosofi pendidikan humanistik. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka 2020 dari Kemendikbud, sedangkan sumber data sekunder diambil dari beberapa literatur meliputi catatan, buku, artikel, jurnal, dan referensi literatur ilmiah lainnya. Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dapat dilihat dan dianalisis menggunakan aliran humanisme. Humanisme adalah aliran filsafat pendidikan yang menekankan pada proses kognitif dan afektif dalam suatu proses pembelajaran. Teori humanisme menggabungkan kemampuan beserta peluang manusia agar mereka dapat secara mandiri memilih dan mengatur kehidupannya. Pembelajaran yang berkualitas dan pembelajaran yang bermakna dapat dicapai melalui penerapan prinsip-prinsip pembelajaran humanistik, yaitu belajar (learning), belajar mandiri, motivasi diri, mood building dan pendidikan afektif.
IMPLIKASI PRAGMATISME DALAM KEHIDUPAN MANUSIA MASA KINI: STUDI LITERATUR Joko wahyu setyono
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.41126

Abstract

Pragmatisme merupakan salah satu bagian dari ilmu filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran dapat diterima bila memberikan manfaat secara praktis dalam kehidupan manusia. Manfaat praktis dapat diperoleh bila terdapat kemudahan dalam penggunaannya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sudah memasuki revolusi industri 4.0, maka teknologi bersanding dengan data digital yang berjalan sangat cepat. Hal ini memberikan efisiensi dan efektivitas dalam berbagai kehidupan manusia. Implikasi pragmatisme dalam kehidupan manusia masa kini adalah dengan menciptakan berbagai peralatan yang mempermudah dan mempercepat pekerjaan manusia. Selain itu implikasi pragmatisme yang lain adalah dengan adanya bisnis secara online yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan didukung perkembangan teknologi komunikasi, sehingga memudahkan aktivitas jual beli secara praktis.
Studi Pengenalan Pola untuk Tulisan Tangan dalam Pandangan Teori Kuhn & Popper Reza Budiawan; Arief Ichwan; Rinaldi Munir; Dimitri Mahayana
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.41740

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi di berbagai bidang pengetahuan ilmiah. Hal ini merupakan perwujudan dari dasar filsafat modern logosentris yang identik dengan kebenaran tunggal dan absolut. Salah satunya dapat dilihat pada bidang penelitian pengenalan tulisan tangan. Sistem pengenalan tulisan tangan merupakan kemampuan komputer dalam menerjemahkan tulisan tangan menjadi bentuk digital. Terdapat paling tidak dua pendekatan yang umum diimplementasikan pada studi ini, yaitu pendekatan tradisional dan modern. Pendekatan pada studi tersebut memperlihatkan adanya perkembangan dalam penelitian yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Studi ini dilakukan untuk melihat adanya pergeseran paradigma dalam penelitian yang dilakukan. Menurut teori Kuhn, pergeseran paradigma terjadi ketika adanya pergantian sebagian atau seluruh cara pandang pada ilmu pengetahuan. Pergeseran paradigma ini dilihat dari observasi tujuh puluh publikasi yang paling banyak disitasi di bidang pengenalan tulisan tangan. Melalui pembahasan, terlihat bahwa adanya perkembangan nonkumulatif pada studi yang dilakukan. Selain itu, memperlihatkan topik penelitian pengenalan tulisan tangan yang sudah masuk ke dalam tahap anomali dalam tahap perkembangan ilmu menurut teori Thomas Kuhn.
Kajian Aksiologi Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Masa Pandemi Covid Lutfi
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.42373

Abstract

Aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan yang didapat, dan bagaimana cara mempergunakannya secara baik. salah satunya pengaplikasian teknolgi, pengaplikasian teknologi dalam kegiatan belajaran mengajar, khususnya di masa pandemik menjadi pembelajaran daring, berdampak pada penurunan minat belajar pada siswa. Penelitian ini berisi tentang kajian aksiologi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang sangat sensitif dalam pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kajian pustaka (literarur reseach) dari berbagai sumber yang bisa di dapat sebagai referensi mendalam. Referensi yang dignakan elalui penelitian studi lietratur digunakan sebagai alat utama pengkajian dilapangan.Keterbatasan interaksi antara pengajar dan peserta didik di masa pandemik menjadi sebuah persoalan lumrah dimata masyarakat. Nilai-nilai aksiologi jika dipegang teguh oleh peserta didik dan pengara makan akan mendapatkan nilai yang maksimal dalam proses pembelajaran, nilai kreatifitas dan inovasi menjadi sebuah kunci utama dalam pembelajaran secara daring
Peran Filsafat Moral dalam Memanusiakan Manusia dan Urgensinya dalam Pendidikan Helfra Durasa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.45635

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pemikiran filsafat moral Imanuel Kant dan urgensinya bagi kehidupan praktis dan pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologi dengan analisis kualitatif. Mekanisme penelitian dimulai dengan menyiapkan sumber data, pengumpulan data, tabulasi data penelitian dan analisis hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Filsafat moral Kant menekankan imperatif kategoris; apa yang baik selalu baik pada dirinya sendiri tanpa pembatasan. Moralitas didasarkan atas kehendak baik. Penilaian terhadap suatu tindakan moral itu harus didasarkan pada ukuran otonomi individu yang melaksanakan, tanpa mempertimbangkan konteks tindakan dan tujuannya. 2) Manusia sebagai pusat moralitas. Hakikat manusia sebagai persona dan otonom yang memiliki kesadaran untuk menentukan sendiri kualitas kehidupan berdasarkan atas kewajiban moral. Kewajiban moral dalam arti melaksanakan kebaikan dan menghindari kejahatan. 3) Moralitas harus dinyatakan dalam tindakan praktis yang bertolak dari imperatif kategoris Kant dalam menata kehidupan yang berkualitas di masa kini dan masa depan. 4) Pendidikan harus dilaksanakan atas dasar kewajiban moral karena pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Di dalam pendidikan manusia harus bebas mengekspresikan segala potensi dalam dirinya serta bebas bersikap kritis dan kreatif terhadap permasalahan hidup yang dihadapinya.
REALITAS KEJAHATAN DAN EKSITENSI TUHAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PROSES WHITEHEAD Siti Mustaghfiroh
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.51887

Abstract

Segala sesuatu yang dikategorikan sebagai kejahatan sudah ada sejak manusia ada di muka bumi. Pada umumnya, tindakan manusia yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan selalu dilihat atau dipahami dari sudut pandang ilmu khusus terutama dari sudut pandang ilmu hukum, ilmu psikologi dan ilmu sosial. Akan tetapi, penelitian ini akan memahami tindak kejahatan dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang ilmu filsafat. Penelitian ini akan membahas masalah kejahatan dalam kaitannya dengan eksistensi Tuhan dari sudut pandang ilmu filsafat. Dengan menggunakan pemikirian filsafat proses Whitehead, penelitian ini mencoba menguraikan dan mendamaikan masalah kejahatan dan eksistensi Tuhan secara komprehensif. Bagi teisme proses, Tuhan ibukanlah ipengada iabsolut bagi iseluruh ientitas iaktual, termasuk apa iyang idikategorikan isebagai ikejahatan, tetapi iTuhan dalam igradasinya isendiri ibertindak isebagai ipenyokong keseluruhaniketeraturan ialam, ijuga menyediakan isumber-sumber ibaru ibagi iketeraturan iitu. Kejahatan dalam hal ini dianggap sebagai suatu proses tersendiri. Adanya kejahatan di dunia ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang menggugurkan eksistensi Tuhan.
Fenomena Kaunan dalam Masyarakat Toraja Dari Perspektif Emmanuel Levinas Dody Grace Febryanto Rongrean; Pius Pandor
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53594

Abstract

The focus of this study is to see and reveal how the relationship of kaunan in Toraja society is. The author wants to see why kaunan is looked down upon in a society that basically they are human beings who think and feel. and the author also wants to see how the relationships that are built in their despised condition are. does kaunan not have uniqueness? Aren't they also unique creations? What phenomenon makes them looked down on so low? The methodology used in this study is qualitative with a phenomenological approach, namely by allowing the subject to present himself as he is without any limiting ideas. Data were obtained by reading related literature and in-depth interviews. By using the perspective of Emmanuel Levinas, it will be seen how the causal relationality is. As the findings in this paper is that the relationship is a relationship of responsibility with the concept of family as responsibility for the presence of others. In line with what Levinas said, we must be responsible for the presence of the other (the other). Kaunan is looked down upon because of the universal idea. In the encounter between kaunan and To sugi', the relationship that is built is an asymmetrical relationship.