cover
Contact Name
Paikun
Contact Email
paikun@nusaputra.ac.id
Phone
+6285624679888
Journal Mail Official
teslink@nusaputra.ac.id
Editorial Address
Jl. Cempaka 1 No. 5 Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teslink : Teknik Sipil dan Lingkungan
Published by Universitas Nusa Putra
ISSN : 27154831     EISSN : 27156141     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini, yaitu Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Indonesia, singkatnya, TESLINK didirikan pada tahun 2019 dan dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Putra. Jurnal ini dirancang untuk mengembangkanluaskan makalah akademis dan berkualitas yang disetujui untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknik sipil dan lingkungan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan. Jurnal ini memuat semua informasi tentang teknik sipil dan lingkungan, seperti struktur, transportasi, teknik sumber daya udara , geomatika, dan lingkungan. Jurnal menerima makalah asli dari berbagai kontributor,seperti akademisi, ilmuwan, ilmuwan, peneliti dan mahasiswa dari seluruh dunia. Makalah yang akan dikirim dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan hanya abstrak dalam bahasa Inggris. The makalah disampaikan akan ditinjau Oleh setidaknya doa pengulas Tbk. Penulis yang akan mengirimkan makalah untuk download yang disediakan templat yang tersedia dan di sana
Articles 104 Documents
Analisis Kualitas Buangan Instalasi Pengolahan Limbah Cair Industri Daur Ulang Plastik Di Jawa Timur Prasetya, Rizkyka Dinda; Sitogasa, Praditya S. Ardisty
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.420

Abstract

Dampak negatif dari adanya industri adalah menurunnya kualitas lingkungan akibat Industri Daur Ulang Plastic pencemaran limbah industri. Salah satu bentuk pencemaran tersebut adalah limbah cair yang Instalasi Pengolahan seringkali dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan yang memadai. Industri daur ulang Limbah Cair (IPLC) plastik menghasilkan limbah cair dari proses crushing, air buangan dari perendaman dan pencucian bahan baku, serta air buangan dari proses pendinginan.Oleh karena itu, diperlukan adanya pengolahan limbah agar ketika akan dibuang ke badan air tidak mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis setiap parameter sehingga instalasi pengolahan air limbah tetap berfungsi mengolah air limbah yang sesuai dengan baku mutu pada Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPLC) di industri daur ulang plastik. Tahapan pengolahan limbah pada industri ini meliputi beberapa tahapan, yaitu bak screen, aerasi 1 dan 2, clarifier, dan bak bio. Badan penerima limbah cair daur ulang plastik adalah badan air yang termasuk kategori Kelas 2. Badan air Kelas 2 ini berada dalam Golongan 1. Suhu tertinggi sebesar 30℃, TSS tertinggi sebesar 43 mg/L, TDS tertinggi sebesar 613 mg/L, pH tertinggi sebesar 7,91, BOD5 tertinggi sebesar 29,5 mg/L, COD tertinggi sebesar 75,8 mg/L, kadar nitrat secara keseluruhan berada di bawah 1 mg/L, kadar nitrit secara keseluruhan berada di bawah 0,5 mg/L. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas hasil pengolahan limbah cair pada IPLC telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan pada golongan 1, sehingga dapat dikatakan aman jika dibuang ke badan air penerima. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengolahan limbah IPLC sudah efektif.
Kajian Sistem Drainase Sebagai Pengendali Genangan Air (Studi Kasus Kota Aimas Kabupaten Sorong) Ratna Musa; Ramadhani; Ali Mallombasi
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.422

Abstract

Kota Aimas merupakan sebuah wilayah di Indonesia yang sering dilanda banjir. Wilayah ini memiliki karakteristik curah hujan yang tinggi, terutama pada musim penghujan. Intensitas hujan yang besar dalam waktu singkat sering terjadi, menyebabkan volume air yang besar terakumulasi dengan cepat. Kota Aimas terletak di daerah dataran rendah. Elevasi tanah yang rendah ini menyulitkan aliran air untuk mengalir ke arah sungai-sungai besar, sehingga air cenderung menggenang. Banyak area pemukiman di Kota Aimas dibangun di lokasi yang cekung atau lebih rendah dari daerah sekitarnya. Kondisi ini menjadikan pemukiman tersebut sebagai titik berkumpulnya air saat terjadi hujan lebat. Saat hujan deras turun, air dengan cepat menggenangi daerah-daerah rendah dan cekung, terutama di area pemukiman. Sistem drainase yang ada sering kali tidak mampu menampung debit air yang besar dalam waktu singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting serta cara mengoptimalkan sistem drainase agar dapat berfungsi sebagai pengendali genangan di Kota Aimas Kabupaten Sorong. Metode perhitungan analisis curah hujan yang direncanakan menggunakan Metode Log Pearson Tipe III dengan menggunakan rata – rata curah hujan harian maksimum dengan cara rata – rata aljabar. Untuk perhitungan debit rencana menggunakan Metode Rasional sedangkan untuk analisis hidrolik menggunakan rumus kontinuitas. Hasil penelitian ini menunjukkan analisa Q saluran yang paling tinggi yaitu pada segmen 1; 1.438 m3/detik dan saluran yang paling rendah yaitu pada segmen 7; 0.135 m3/detik. Dimana kondisi pada segmen 1, 4, dan 7 sudah tidak dapat menampung. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya adalah perubahan dimensi saluran dan pembuatan sumur resapan.
Efektivitas Kinerja Wastewater Treatment Plant (WWTP) Industri Pengolahan Kopi Dalam Menurunkan Beban Pencemar Bina Wijayanti, Sri Utami; Muhammad Abdus Salam Jawwad
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.431

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri pengolah kopi memiliki karakteristik Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), keasaman, bau dan warna yang sangat tinggi, jika dibuang langsung ke badan air maka dapat berdampak negatif bagi kehidupan organisme di perairan sekitar industri. PT. X merupakan industri pengolahan kopi yang memiliki Wastewater Treatment Plant (WWTP) dalam mengolah limbah hasil produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas WWTP dalam menurunkan beban pencemar untuk parameter COD, TSS, dan pH dengan menghitung efisiensi removal. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi removal pada WWTP PT.X dalam menurunkan kadar COD dan TSS secara berturut-turut adalah 98,55% dan 97,55%, sedangkan untuk pH ternetralisir dengan baik dari 4,32 ke 7,23. Hal tersebut menunjukkan bahwa WWTP yang dimiliki PT. X sudah sangat efisien dalam menurunkan beban pencemar.
Analisis Penggunaan Tiang Pancang Sebagai Alternatif Pondasi Pada Jembatan Wai Lapu Ambon Pattiserlihun, Frits; Abraham Kalalimbong; Mansye Ronal Ayal
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.485

Abstract

Setiap pondasi harus mampu memikul beban melebihi batas keselamatan yang direncanakan, di samping mampu menopang beban optimum yang dapat dicapai. Dengan mempertimbangkan data investigasi, analisis dukungan Yayasan telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang dengan arus tiang pancang. Tiga alternatif variasi diameter 0.4 m, 0.5 m dan 0.6 m direncanakan untuk perhitungan ulang tiang pancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang dengan yang digunakan saat ini. Untuk analisis daya dukung ultimitQu metode Mayerhoff pada tiang pancang dengan diameter 0.4 m, 0.5 m, 0.6 cm diperoleh hasil sebesar 5816.144 kN, 6133.8 kN, 11508.83 kN. Dalam hal tiang pancang tunggal diperoleh, tiang-tiang tersebut segera dipasang pada ketinggian 0.05)1 m, 0.056 m, 0.08 m dan dalam kasus tiang pancang kelompok masing-masing tercapai 0.24m, 0.11m, 0.14m. Gaya lateral untuk tiang berdiameter 0.4 m mendapat defleksi sebesar 0.0007 m, untuk tiang berdiameter 0.5 m mendapat defleksi sebesar 0.002 m, dan untuk tiang berdiameter 0.6 m mendapat defleksi sebesar 0.004 m.
Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Mengunakan Agregat Kasar Sungai Bila Sebagai Material Campuran Beton Sudirman, Zulkifli; Rahmawati; Hamsyah
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.493

Abstract

Sungai menghasilkan agregat dengan karakteristik yang berbeda, khususnya Kabupaten Sidenreng Rappang. Agregat kasar Sungai Bila mempunyai deposit material cukup melimpah, sumber dekat dan terjangkau dari pemukiman masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk megindentifikasi pengaruh variasi komposisi agregat kasar Sungai Bila terhadap kuat tekan beton dengan menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil peneltian menunjukkan bahwa agregat berukuran lebih besar menunjukkan performa yang lebih baik dalam hal peningkatan kuat tekan beton seiring dengan waktu. Pada periode pengujian 7 hingga 28 hari, agregat ukuran 2-3 mencapai peningkatan kuat tekan yang lebih signifikan dibandingkan dengan agregat ukuran 1-2, dan terdapat hubungan positif antara ukuran agregat dan kekuatan tarik belah beton. Peningkatan kekuatan sebesar 0,888 MPa dari Agregat 1-2 ke Agregat 2-3 menunjukkan bahwa agregat berukuran lebih besar berkontribusi pada peningkatan kekuatan tarik belah.
Analisis Pemilihan Metode Erection Girder Menggunakan Crawler Crane dan Launcher Berdasarkan Waktu Dan Biaya Rizkianto, Handi; Fitri Nugraheni
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.494

Abstract

Metode kerja merupakan salah satu bagian yang harus dipilih dalam mengerjakan suatu pekerjaan, pemilihan metode kerja akan berdampak pada : tenaga kerja yang dibutuhkan,tahapan pekerjaan, waktu pekerjaan dan juga biaya pekerjaan. sehingga perlu ada kajian terlebih dahulu untuk menentukan pemilihan metode kerja yang paling efisien dari segi waktu dan biaya berdasarkan kondisi dan permasalahan dilapangan terhadap pelaksanaan pekerjaan erection girder. Pekerjaan erection girder pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 (Seksi 1) jumlahnya mencapai 1.080 girder, sehingga KATA KUNCI Jalan Tol Jalan layang Erection Girder Crawler crane Launcher membutuhkan kajian yang komprehensif dalam menentukan metode kerja setiap bentang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pemilihan metode kerja yang paling efisien dari segi waktu dan biaya terhadap pelaksanaan pekerjaan erection girder. Metode yang digunakan adalahh dengan pendekatan kualitatif. Metode ini diharapkan dapat menghasilkan uraian yang mendalam dari suatu kondisi tertentu, untuk melakukan perencanaan agar lebih optimal dalam menggunakan sumberdaya. Hasil dari analisis menunjukan bahwa prosentae kriteria yang dihasilkan adalah sebagai berikut : jalan akses (11%), feeding point (31%), radius pekerjaan (34%), kondisi lingkungan (7%), serta resiko pekerjaan (17%). Sehingga setelah dilakukan analisis berdasarkan kondisi dilapangan menunjukan pekerjaan erection girder menggunakan launcher berjumlah 55 span dengan jumlah girder 529 unit serta biaya Rp. 30.837.600.00. Sedangkan pekerjaan erection girder menggunakan crawler crane berjumlah 58 span dengan jumlah girder 551 unit, serta biaya Rp. 24.679.000.000. Pekerjaan erection girder terakhir pada minggu ke-189 (periode 22 desember – 28 desember ) 2025.
Pengaruh Campuran Abu Sekam Padi dan Fly Ash Terhadap Kualitas Bata Merah Ditinjau dari Nilai Kuat Tekan dan Penyerapan Air Haswiah Taswing; Hamka; Hamsyah
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.496

Abstract

Bata merah adalah salah satu unsur bangunan dalam pembuatan konstruksi bangunan. Bata merah terbuat dari tanah liat ditambah air dengan atau tanpa bahan campuran lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran abu sekam padi dan fly ash terhadap kuat tekan dan penyerapan air pada bata merah. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium struktur dan bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil dari penelitian yang didapatkan untuk pengujian kuat tekan dan penyerapan air dengan campuran abu sekam padi dan fly ash. Pada pengujian kuat tekan campuran abu sekam padi diperoleh nilai tertinggi dengan rata-rata pada variasi 10% sebesar 1,58 Mpa, untuk campuran fly ash terdapat nilai tertinggi dengan rata-rata dengan variasi 15% sebesar 3,43 Mpa, untuk campuran ASP+FA terdapat nilai tertinggi dengan rata-rata pada variasi 10% sebesar 3,36 Mpa. Sedangkan presentase penyerapan air pada bata merah dengan campuran abu sekam padi variasi 0% didapatkan 17,01%, variasi 5% didapatkan 18,97%, variasi 10% didapatkan 18,97%, dan variasi 15% didapatkan 19,39. Campuran Fly ash variasi 0% didapatkan 17,01%, variasi 5% didapatkan 16,19%, variasi 10% didapatkan 16,61% dan variasi 15% didapatkan 14,10% dan campuran ASP+FA variasi 0% didapatkan 17,01%, variasi 5% didapatkan 18,33%, variasi 10% didapatkan 25,55% dan variasi 15% didapatkan 10,29%.
The Effect of 40%, 45% and 50% Fly Ash Subtitution in Self-Compacting Concrete (SCC) on the Setting Time, Porosity, and Compressive Strength Parameters with Sulfuric Acid Resistance Adnan, Fachrul Rozy; Adji Putra Abriantoro
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.508

Abstract

Concrete often faces significant challenges in aggressive environments, such as those with high sulfate concentrations. This study aims to evaluate the impact of fly ash substitution on the properties of self-compacting concrete (SCC). The use of fly ash as a supplementary cementitious material has been extensively researched to enhance concrete performance. Fly ash, a byproduct of coal combustion in power plants (PLTU), has considerable potential as a cement replacement in concrete mixtures. In this study, four variations of fly ash content were examined in SCC mixtures with substitution levels of 0%, 40%, 45%, and 50%. A total of 40 cylindrical specimens, each measuring 20x10 cm, were analyzed to assess the effects of fly ash on various performance parameters of SCC, after curing for 28 days and subsequent immersion in a 2% sulfuric acid solution for 21 days. The results indicate that the inclusion of fly ash significantly retards the setting time of SCC, particularly at the 50% substitution level, where the initial setting time increased by 171% and the final setting time by 108%. Additionally, flowability improved by 23%, porosity was reduced by up to 53%, and the compressive strength and acid resistance of SCC were enhanced by 81% compared to conventional SCC without fly ash. Overall, this study demonstrates that fly ash substitution in SCC not only improves flowability and reduces porosity but also significantly enhances the strength and durability of concrete in aggressive environments, making it an effective solution for the development of durable and high-performance concrete.
The Analysis Implementation of the Construction Safety Management System in the Buffer Area Development Project at Sunda Kelapa Port Sendy; Manlian Ronald A. Simanjuntak
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.517

Abstract

Proyek-proyek pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung area pelabuhan, melibatkan banyak tenaga kerja dan risiko yang tinggi. Maka dari itu perlu untuk mengetahui berapa tingkat persentase implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di Pelabuhan Sunda Kelapa, serta bagaimana implementasi SMKK pada Proyek Pembangunan Buffer Area Di Pelabuhan Sunda Kelapa. Implementasi SMKK diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dalam pekerjaan dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Kuesioner dirancang untuk menghasilkan data kuantitatif yang dapat diukur secara objektif dan dianalisis secara statistik. Penggunaan skala penilaian dalam kuesioner diambil dari lampiran form terhadap penerapan SMKK pada pelaksanaan konstruksi, yang memungkinkan responden menilai pernyataan pada skala yang berurutan dan menghasilkan data yang dapat diinterpretasikan secara statistik tanpa membuat perbandingan dengan variabel lain. Menurut Klasifikasi Tingkat Penerapan SMKK, proyek Pembangunan Buffer Area di Pelabuhan Sunda Kelapa dikategorikan sebagai "Memuaskan". Implementasi yang memuaskan ini mencerminkan komitmen proyek terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi, meskipun masih ada aspek yang perlu di tingkatkan agar mencapai tingkat penerapan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa proyek ini telah dikelola dengan baik, dan semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat terhadap penerapan SMKK. Ini merupakan indikasi positif bagi keberhasilan proyek dan keselamatan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Analisis Faktor Penyebab dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Pada Kontraktor di Kabupaten Sleman Anikusuma, Lioba Evita
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.554

Abstract

Dalam proyek konstruksi, sering terjadi perselisihan akibat kontrak konstruksi antara pihak-pihak yang terkait dan pemangku kepentingan. Perselisihan ini dapat mengakibatkan sengketa konstruksi. Penelitian ini mengkaji faktor sengketa dan pemilihan alternatif penyelesaian sengketa yang terjadi pada perusahaan konstruksi, terkhusus Kontraktor di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner pada 33 responden dari tujuh kontraktor lokal yang berada di Kabupaten Sleman. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Analisis data dilakukan dengan melakukan pemetaan responden dan pengujian variabel dari data variabel hasil studi literatur. Dari kerangka variabel akan dilakukan analisis kelayakan dari data responden. Hasil dari KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) ≥ 0,5 dan Bartlett’s Test of Sphercity ≤ 0,05 menunjukkan validitas suatu faktor. Faktor akan diuji dan dieliminasi hingga memenuhi nilai KMO dan Bartlett’s Test. Hasil kemudian dirotasi komponen matriknya dan didapatkan nilai Eigen. Dari nilai tersebut akan dinamakan faktor terbentuk berdasarkan klasifikasi dan kesamaan antar faktor. Dari hasil penelitian, faktor penyebab utama sengketa konstruksi adalah sengketa dipengaruhi faktor mutu dan progres pekerjaan, permasalahan dari pihak pengguna jasa, permasalahan kontrak pada masa konstruksi, dan permasalahan tidak terprediksi. Hasil analisis alternatif penyelesaian konstruksi menghasilkan dua faktor, yaitu faktor peran pihak lain dan solusi non-Litigasi.

Page 9 of 11 | Total Record : 104