cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 172 Documents
Relasi Agama dan Budaya Menurut Durkheim Sebagai Peran PAK Dewasa dalam Mengkonstruksi Pemahaman Jemaat Terhadap Tradisi Mengongkal Holi Sinaga, Rut Yesika; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2385

Abstract

Culture is a legacy of ancestors that continues to develop, but the integration of religion and culture often causes debate in a society. The Mangongkal Holi ritual of the Toba Batak tribe in North Sumatra is the subject of research in relation to the perspective of Christianity. This research aims to use Durkheim's view of the relationship between religion and culture as a tool to analyze Mangongkal Holi. In addition, the researcher offers the role of Adult Christian Religious Education as a solution regarding the integration of religion and culture in this tradition. The research shows how moral solidarity in Christianity affects the understanding and practice of the Mangongkal Holi tradition. In addition, Adult Christian Religious Education is proposed as an educational method to strengthen the community's understanding of the relationship between religion and this cultural tradition. This approach emphasizes self-direction and the desire for continuous learning as important elements in understanding the integration of religion and culture.
Teologi Publik, Pemberdayaan Ekonomi dan Kelestarian Ekologi di sekitar Danau Toba Sipayung, Parulihan; Purba, Posma; Saragih, Rice Irayuli; Banjarnahor, Cindy Yohana; Purba, Nuriani
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2407

Abstract

Riset ini bertujuan untuk meneliti potensi pengembangan ekonomi jemaat GKPS yang berdomisili di sekitar Danau Toba. Studi ini menandaskan bahwa pembangunan Danau Toba harus mempertimbangkan keseimbangan liberatif antara ekonomi, ekologi dan sumber daya manusia. Penelitian ini menemukan bahwa pelaku ekonomi mikro lokal yang tinggal di sekitar Danau Toba tidak siap dengan persaingan nasional dan global dalam konteks kemajuan Danau Toba. Tanpa pendampingan dan pelatihan intensif bagi pelaku ekonomi mikro, jemaat dan masyarakat akan menjadi penonton dan kuli dalam perkembangan Danau Toba 20 tahun mendatang. Konsep kemajuan ekonomi dan kelestarian ekologi juga tidak seimbang. Riset ini menggunakan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Studi ini mengelaborasi teori teologi publik Paul S. Chung sebagai lensa untuk menganalisis korelasi teologi, ekonomi dan ekologi bagi kemajuan masyarakat di sekitar Danau Toba. Sebagai kesimpulan riset ini menawarkan konsep dan praksis pemberdayaan ekonomi dan ekologi liberatif sebagai spirit arsitektur kemajuan Danau Toba.
Memperkenalkan Makna Perjamuan Kudus Dalam Pandangan Zwingli Nggebu, Sostenis; Setiyaningsih, Retno; Natanael, Okki; Matheos, Richard Hanny; Legi, Agustinus Hosea
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2302

Abstract

The problem of this article is the importance of believers understanding Zwingli's view of the meaning of Holy Communion. The purpose of the discussion of this article is to review the understanding of the meaning of Holy Communion according to Zwingli. The method used in this research is literature study. As a result, it reveals that the meaning of Holy Communion in Zwingli's view is to commemorate the great work of Jesus Christ on the cross as well as for people to be united in faith so that they have fellowship with the living God. When receiving the bread and wine of the Holy Communion, people are awakened by their memories of the redemptive work of Jesus Christ on the cross. They imagined that it was Christ who was crucified because of their crimes and sins. Remembering to thank Him, that their salvation is only by the grace of Jesus through His death and resurrection. Even though Christ is not physically present but His presence is received in faith. His presence is to confirm and strengthen them that as God's chosen people they must love one another and keep faith in Him. And, that according to His promise, God will come back to invite people into eternity. Problem dari artikel ini pentingnya orang percaya memahami pandangan Zwingli tentang makna Perjamuan Kudus. Mengingat bahwa pandangan Zwingli tentang makna Perjamuan Kudus terbatas diintrodusir kepada jemaat. Tujuan pembahasan dari artikel ini mengulas pemahaman makna Perjamuan Kudus menurut Zwingli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Hasilnya, mengungkapkan bahwa makna Perjamuan Kudus dalam pandangan Zwingli guna mengenang karya agung Yesus Kristus pada salib sekaligus umat dipersatukan dalam iman agar bersekutu dengan Tuhan yang hidup. Tatkala menyambut roti dan anggur Perjamuan Kudus, umat dibangkitkan ingatan mereka tentang karya penebusan Yesus Kristus pada salib. Mereka membayangkan bahwa Kistus yang tersalib karena kejahatan dan dosa mereka. Mengenang untuk bersyukur kepada-Nya, bahwa keselamatan mereka hanya oleh anugerah Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Sekalipun Kristus tidak hadir secara fisik tetapi kehadiran-Nya diterima dalam iman. Kehadiran-Nya guna meneguhkan dan menguatkan mereka bahwa sebagai umat pilihan Allah mereka mesti saling mengasihi dan tetap beriman kepada-Nya dan menantikan kedatangan-Nya kembali.
Kebebasan Tuhan: Eskatologi sebagai Creativity dalam Bingkai Teologi Proses Papayungan, Novita
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2418

Abstract

Eskatologi merupakan isu yang selalu populer sampai sekarang, karena isu ini terkait kehidupan manusia di masa setelah kehidupan di dunia dan yang terus dipertanyakan setiap manusia. Bahkan Alkitab Kristen juga menyiapkan isu mengenai esaktologi dengan symbol yang diberikan seperti dalam kitab Wahyu yang ditulis dengan angka dan binatang. Berbagai penafsiran juga muncul kehidupan manusia. Bukan hanya dari sisi Alkitab yang menjelaskan mengenai eskatologi. Tetapi dari bidang teologi tentu memiliki perspektif tersendiri seperti teologi proses. Penelitian menggunakan kajian Pustaka dengan berbagai sumber tulisan yang dikumpulkan untuk membuat karya tulis ini. Berdasarkan tinjauan teologi proses eskatologi merupakan proyeksi dari karya Tuhan bagi ciptaanNya. Sebagai proyek Yang Ilahi yang terus berproses dari masa ke masa sebagai pengalaman bagi makhluk hidup.
Menelaah Multi Wajah Teori Pembangunan dan Sintesisnya dengan Teologi Publik Mawikere, Marde Christian Stenly; Sambeta, Jenie Aurensia Clara
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2439

Abstract

This article discusses the evolution of Modernization Theory and Dependency Theory in the context of development theory, with an emphasis on their general contributions in the field of public theology. Through qualitative research, literature review, and content analysis approaches, this study focuses on the distribution of resources, inequality, and the role of theological values or religious teachings in development. The research findings indicate that development theory provides both practical and theological foundations for sustainable social change. A dialectical approach is employed to synthesize concepts from both development theory and public theology, revealing their mutual complementarity. These findings underscore the contribution of development theory in understanding the role of theological values in social development, paving the way for further research in the field of public theology. The synthesis between development theory and public theology is expected to form a strong foundation for development planning that not only focuses on material growth but also on the holistic well-being of humanity, encompassing a comprehensive transformation.                                                                                                                                
Providensi Ilahi dan Harapan Manusia: Interpretasi Pemilihan Daud sebagai Raja dalam 1 Samuel 16:1-13 Laoly, Nepho Gerson
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2382

Abstract

This research examines the theological significance of God’s Choice of David as king in 1 Samuel 16:1-13 and analyzes the relationship between divine providence and human expectation in this passage. It argues that God’s choice of David as king was not solely a matter of divine providence, but also a response to human expectations. Through literary and textual analysis, historical and cultural contextualization, and critical evaluation of existing scholarship, the research highlights themes such as the rejection of Saul, the significance of the anointing oil, and the importance of David character and upbringing. This research aims to contribute to the fields of biblical studies and theology by offering a nuanced interpretation of God’s choice of David as king in 1 Samuel 16:1-13 that considers both divine and human agency, and its broader implications for understanding God’s role in history. AbstrakPenelitian menelaah signifikansi teologis Pemilihan Tuhan atas Daud sebagai raja dan menganalisis keterkaitan providensi ilahi dan harapan manusia pada bagian ini. Pilihan Tuhan atas Daud sebagai raja bukan hanya masalah providensi ilahi, namun juga respons atas harapan manusia. Melalui analisis sastra teks, kontekstualisasi sejarah budaya, serta evaluasi kritis riset yang ada, penelitian menyoroti tema penolakan terhadap Saul, minyak pengurapan, karakter dan latar belakang Daud. Penelitian  memberikan interpretasi mendalam Pemilihan Tuhan atas Daud sebagai raja di 1 Samuel 16:1-13 , mempertimbangkan pengaruh ilahi dan manusia, implikasi luas  untuk memahami Tuhan dalam sejarah, sehingga memberikan kontribusi pada studi Alkitab dan teologi. 
Meretas Batas - Merajut Asa (Menelisik Iklim Dalam Relasi Antar Jemaat di GBKP, Menuju Transformasi Yang Menghidupkan) Ranti, Ranti
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2447

Abstract

Dinamika perjalanan spiritual gereja di era global yang terus berubah, menuntut gereja untuk responsif terhadap perubahan yang terjadi, baik dalam segi budaya, tradisi, dan model eklesiologi. Tulisan ini menyoroti tantangan yang dihadapi GBKP dalam mendorong partisipasi aktif jemaat dalam pelayanan gereja, meskipun tema pelayanan aktif telah diusung ternyata masih memiliki hambatan yang signifikan, diantaranya adalah kekakuan relasi antar jemaat dan ketegangan dengan pejabat gereja. Analisis terhadap kesenjangan ini dilakukan dengan merujuk pada prinsip partisipatif dan egaliter dalam tata aturan GBKP. Namun, pada praktiknya seringkali menunjukkan bahwa relasi struktural seringkali eksklusif dan tidak mengakomodasi perbedaan pandangan, dan menghalangi transformasi dinamis dalam komunitas gereja. Penulis mengusulkan strategi untuk mengatasi kekakuan ini, termasuk menggunakan teori retraditioning dari Diana Bass dan teori pembangunan jemaat dari Jan Hendriks, untuk mencapai transformasi struktural yang lebih inklusif dan vital dalam GBKP.
Death and Eternal Life: Sebuah Pandangan Tentang Kematian Orang Percaya untuk Menyongsong Keabadian dengan Penuh Harapan Barus, Devi Afriani; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2442

Abstract

 Kematian adalah situasi yang dihadapi semua manusia di akhir hidup mereka. Bahkan ketika ajaran Kekristenan tentang kehidupan setelah kematian telah diterima secara luas oleh umat percaya, kebanyakan orang Kristen masih sulit menerima kematian sebagai bagian dari kehidupan mereka. Beberapa umat percaya cenderung menghindari atau mempertanyakan situasi dan orang-orang yang mengasihi mereka karena ketidaksiapan mereka dalam menghadapi kematian. Orang Kristen diundang untuk menerima dan mengakui kematian sebagai fakta yang tak terelakkan, tetapi juga sebagai kenyataan yang membawa harapan bagi kebangkitan dan kehidupan abadi. Artikel ini mencoba untuk mengeksplorasi beberapa perspektif alkitabiah, dan teologis yang dapat menggarisbawahi keterkaitan antara kematian, kebangkitan dan pengharapan akan adanya kehidupan abadi. Kematian orang Kristen dapat menerangi ketika dilihat sebagai kesempurnaan dan pemenuhan umat manusia, sebagai proses transformasi kehidupan manusia, dan sebagai perjalanan umat beriman menuju keabadian bersama Allah Bapa.
Sola Scriptura Martin Luther dan Implikasinya Bagi Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Manik, Sari Boy
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2452

Abstract

Artikel ini bertujuan menelusuri implikasi ajaran Sola Scriptura bagi gereja Huria Kristen Indonesia berdasarkan rumusan konfesinya. Rumusan konfesi HKI tentunya tidak dapat dipisahkan dari pengajaran Sola Scriptura Martin Luther. Hal ini dikarenakan HKI sendiri adalah salah satu gereja Lutheran yang hidup dan berada Indonesia. Pertanyaannya sekarang adalah apakah gereja HKI menerapkan nilai-nilai yang dengan Martin Luther dalam penekanan pengajaran sola scriputura demi kehidupan spiritualitas? Bagi Luther Alkitab itu adalahdasar dari pekerjaannya dan Alkitab merupakan hal  yang pokok sepanjang kehidupan Luther. Sentralitas Alkitab membentuk kepercayaanLuther, akan semua aspek kehidupan. Melalui analisis dan dokumen-dokumen tertulis yang ada, artikel ini menemukan bahwa pengajaran sola scriptura Martin Luther memiliki implikasi dalam ajaran HKI yang mengatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran di dalam Yesus Kristus yang oleh-Nya umat manusia menerima anugerah keselamatan secara cuma-cuma.
Pentingnya Pendidikan Spiritual Anak Berkaca pada Mandat Budaya dan Shema Telaumbanua, Lisdamai
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2427

Abstract

Artikel ini menyoroti pentingnya pendidikan spiritual anak berkaca pada mandat budaya dan Shema serta menarik relevansi Shema yang merupakan kekayaan Perjanjian Lama bagi pendidikan spiritual anak masa kini. Pertama, artikel ini meninjau mandat budaya Allah dalam Kejadian 1:26-28 dan memberi landasan bahwa manusia merupakan gambar dan rupa Allah sehingga menjadi orang tua yang adalah gambar dan rupa Allah juga harus melahirkan gambar dan rupa Allah—ciptaan yang memiliki relasi personal dengan Allah dan tujuan ilahi untuk mengenal Allah. Kedua, artikel ini berkaca pada Shema untuk menarik prinsip yang masih relevan bagi praktik mendidik anak secara spiritual pada masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan melakukan kajian teologis-biblis terhadap Kejadian 1:26-28 dan mengumpulkan informasi berkaitan dengan tema-tema teologis tentang mandat budaya, pendidikan spiritual anak, konsep manusia dalam gambar dan rupa Allah. Selain itu, artikel ini melihat secara historis praktik Shema dalam budaya Israel/Yahudi, lalu menarik aplikasi yang relevan bagi orang tua Kristen masa kini.