cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 172 Documents
Hubungan Pendekatan Pastoral Konseling Logo Terapi Dengan Kebermaknaan Hidup (Self Meaning Life) Bagi Lansia Sitopu, Elisamark; Pasaribu, Andar Gunawan; Harianja, Bintahan M.
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2024

Abstract

Usia Lansia adalah usia periode terakhir dalam masa perkembangan individu. Dalam masa usia Lansia individu mengalami perubahan terutama pada penurunan kekuatan, pertumbuhan dan daya ingat. Pada masa Lansia daya ingat berkurang, sehingga muda tersinggung dan lebih sensitive. Muncul sifat kekanakkanakan dan ingin perhatian yang lebih. Lansia merasa tidak bermakna karena menurunnya fungsi tubuh, dan menurun produktivitas lansia dalam bekerja, karena dibatasi oleh energi atau kondisi energi tidak mungkin lagi bekerja seperti pada usia muda. Kemudian munculnya “sarang burung kosong (kesepian yang berlebihan) karena berkurangnya teman dan anak anak meninggalkan orang (karena pekerjaan dan berkeluarga).  Sebagai Pendapat Santrock menyarankan bahwa proses degenerasi atau regresi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor  pengembangan  harapan positif, maka dia akan merasakan puas. Ini pengantisipasian kelemahan dalam perkembangan sebelumnya dilalui dengan cara negatif, itu akan ditampilkan keragu-raguan, kemurungan, dan putus asa atas semua nilai kehidupan lansia. Pada masa lansia, memasuki masa pensiun dari aktivitas kerja, hal-hal juga merupakan faktor pemicu bagi beberapa lansia untuk mengalami gejala stresor yang sulit, karena Anda harus hidup kebiasaan yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya, sebelumnya sibuk dengan berbagai rutinitas kerja setiap hari, sekarang harus mulai membiasakan diri diri sendiri untuk tidak melakukan aktivitas, maka syaratnya adalah anak-anak yang sudah menikah, terutama yang tinggal jauh, juga membawa kesepian dan kesulitan bagi orang tua, ditinggalkan oleh pasangan, dan teman atau teman seusia, dengan kompleks bahwa perubahan iklim rutinitas lingkungan dialami oleh para lansia, ini adalah salah satu hal yang menimbulkan masalah baru pada orang tua, misalnya orang tua lebih cenderung mudah sensitif, merasa tidak diperhatikan, merasa tidak berdaya dan tidak berguna, rasakan bahwa mereka menjadi beban untuk anak-anaknya, kondisi ini juga merupakan salah satu penyebab lansia sulit untuk tidur nyenyak jadi menyebabkan insomnia. Sebagai akibat Penelitian Firdaus Mading menemukan insomnia yang paling banyak dialami, disebabkan oleh stresor dan depresi ringan di hari tua. Insomnia apakah sulit tidur atau sering terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur lagi, juga susah dalma memuliakan tidur, seperti yang dijelaskan Erliana bahwa Insomnia adalah keluhan tentang kualitas tidur yang buruk disebabkan oleh salah satu dari berikut ini: sulit tidur, sering bangun kemudian mengalami kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi dan tidur terlalu larut. Kompleksitas perubahan yang terjadi di usia tua, tentu saja membutuhkan layanan dari aspek fisik dan psikologis, salah satu layanan faktor psikologis yang dapat membantu lansia dalam menjalani pengembangan kesehatan melalui pendidikan, seperti yang dipikirkan Tasmin, Layanan bantuan dan pemberdayaan kesehatan lansia holistik komprehensif perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan. Paling sedikit meliputi fisik, psikis, spiritual dan sosial. Seperti yang dijelaskan ciri-ciri usia tua sebelumnya khas tentunya membutuhkan berbagai pendekatan khusus untuk proses Pastoral  konseling yang berbeda dengan Pastoral Konseling yang dilakukan  untuk anak-anak anak-anak. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi lansia yaitu hubungan Pendekatan edukasi Logoterapi (pendekatan agama) dengan penguatan kebermaknaan Lansia.
‘Cinta Tak Bersyarat’: Konsep Spiritualitas Sunder Warumbe dalam Film Miracle in Cell No. 7 Bonay, Grace Paradise Ana
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2573

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsep spiritualitas Sunder Warumbe atau cinta tanpa syarat yang berangkat dari pemikiran Meister Eckhart dan Dorothee Soelle, yang diintegrasikan dengan film Miracle in Cell No. 7. Film ini mengisahkan sebuah hubungan kasih yang tulus antara Dodo Rozak, yang adalah seorang ayah dengan keterbelakangan mental, dan putrinya, Kartika. Penelitian ini mencoba menguraikan beberapa tema yakni: cinta tanpa syarat, solidaritas dalam komunitas, dan resistensi terhadap ketidakadilan. Ketulusan dan keikhlasan para tokoh merupakan sebuah refleksi dari konsep Sunder Warumbe, di mana cinta diwujudkan tanpa pamrih. Penulis juga menghubungkan penderitaan dan ketabahan Dodo dengan kisah Ayub di dalam Alkitab sebagai sudut pandang teologis. Selain itu, makalah ini juga dapat menjadi kritik terhadap doktrin keagamaan yang sering memusatkan cinta dan ibadah kepada Tuhan, tidak seharusnya didasarkan pada harapan akan sebuah keuntungan materi semata. Sunder Warumbe menekankan bahwa spiritualitas tidak hanya tentang hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan keterlibatan aktif dalam memperjuangkan keadilan dengan semangat kasih.
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Pasca Kolonial: Pemahaman dan Implementasi di Kalangan Mahasiswa Sianturi, Joyanda
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pemahaman mahasiswa Institut Agama Kristen Renatus Pematang Siantar (IAK Renatus) terhadap kesetaraan gender dalam konteks pendidikan Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan perspektif pasca kolonial, penelitian ini menggali pemahaman mahasiswa mengenai kesetaraan gender serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi prinsip tersebut dalam pendidikan tinggi Kristen. Metode studi kasus diterapkan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai dinamika kesetaraan gender di IAK Renatus, melibatkan 25 mahasiswa, 10 dosen, dan 3 pimpinan institusi sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengakui pentingnya kesetaraan gender, namun persepsi mereka dipengaruhi oleh norma-norma budaya dan agama yang lebih konservatif. Beberapa mahasiswa masih menganggap kesetaraan gender bertentangan dengan peran gender tradisional. Implementasi kesetaraan gender dalam pengajaran juga menunjukkan kesenjangan, di mana beberapa dosen telah mengintegrasikan prinsip tersebut dalam materi kuliah, namun banyak juga yang belum melibatkan perspektif gender dalam pengajaran. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum berbasis gender dan pelatihan dosen untuk mendukung implementasi kesetaraan gender di IAK Renatus. Dengan demikian, diharapkan IAK Renatus dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan adil, serta mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan gender dalam pendidikan Kristen berbasis Alkitabiah.
Menggali Hikmah Kepemimpinan Mendalam dari Perumpamaan Tentang Talenta dalam Matius 25:14-30 Herman, Samuel; Lasakar, Citra Mirani
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2423

Abstract

Penelitian ini menggali hikmah mendalam yang terkandung dalam perumpamaan Talenta, dengan fokus pada aspek tanggung jawab, pelayanan, dan kesetiaan dalam kehidupan Kristiani. Dalam perumpamaan ini, Yesus mengilustrasikan tiga hamba yang diberikan talenta oleh tuannya. Kami berpendapat bahwa konteks teologis dan budaya dari perumpamaan ini secara tegas menunjukkan pentingnya memanfaatkan karunia yang diberikan Tuhan dengan setia, seiring dengan peringatan akan akibat ketidaksetiaan dan kelalaian dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implikasi mendalam dari perumpamaan ini bagi kehidupan Kristiani dan mendorong penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam pelayanan sehari-hari. Metode penelitian melibatkan analisis eksposisi teks, kajian konteks budaya dan teologis, serta penafsiran teks dengan pendekatan eksegetis. Temuan penelitian menggambarkan bahwa perumpamaan ini mengajarkan pentingnya kesetiaan dalam pelayanan dan tanggung jawab dalam memanfaatkan karunia-karunia yang diberikan Tuhan. Implikasi dari penelitian ini merangsang refleksi dan tindakan dalam kehidupan pelayanan Kristiani, mengingat urgensi pemanfaatan karunia-karunia yang diberikan untuk kemuliaan Tuhan dan kemajuan Kerajaan Sorga.
Peran Iman Kristen Mengatasi Stres dan Mengembangkan Ketahanan Mental Pada Anak Muda Lawolo, Andianus
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2259

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran iman Kristen dalam mengatasi stres dan mengembangkan ketahanan mental pada anak muda. Anak muda saat ini semakin rentan mengalami stres dan masalah kesehatan mental akibat tekanan akademik, hubungan sosial, tuntutan pekerjaan, dan faktor eksternal lainnya. Meskipun iman Kristen dianggap penting dalam menghadapi masalah tersebut, penelitian mengenai peran iman Kristen dalam konteks ini masih terbatas. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan untuk menganalisis peran iman Kristen dalam mengatasi stres dan mengembangkan ketahanan mental pada anak muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman Kristen memberikan fondasi spiritual yang kokoh, harapan, dan rasa makna dalam kehidupan anak muda. Praktik-praktik spiritual seperti doa, meditasi, dan refleksi rohani membantu mereka menghadapi stres dengan lebih baik dan memperdalam hubungan dengan Tuhan. Selain itu, nilai-nilai seperti pengampunan, pelayanan sosial, dan kasih terhadap sesama yang diajarkan oleh iman Kristen membantu anak muda membangun hubungan yang sehat dan memperoleh dukungan sosial. Iman Kristen juga memberikan panduan moral dan etika serta harapan akan kehidupan yang kekal, yang memperkuat ketahanan mental anak muda. Dengan demikian, iman Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membantu anak muda mengatasi stres dan mengembangkan ketahanan mental yang optimal.Kata Kunci: Peran Iman Kristen; Stress; Ketahanan Mental; Anak Muda
Pengaruh Kepemimpinan Gereja Terhadap Pertumbuhan dan Kematangan Rohani Jemaat Haryanti, Lilis; Duha, Sang Putra Immauel; Tulus, Jekson
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2424

Abstract

Kepemimpinan gereja yang ada saat ini sangat bervariasi. Apapun bentuk kepemimpinannya, pertumbuhan dan kematangan rohani jemaat, sangat dipengaruhi olehnya. Urgensi peran kepemimpinan gereja khususnya gembala dalam melahirkan jemaat yang bertumbuh dan dewasa rohani, menjadi rumusan masalah dalam artikel ini. Kepemimpinan gereja yang berperan sebagai motivator, fasilitator, teladan, dan perumus pemahaman teologis, memainkan peranan penting dalam pertumbuhan rohani jemaat. Para pemimpin gereja yang konsisten memenuhi peran ini dapat menciptakan lingkungan untuk pertumbuhan rohani jemaat hingga mereka mencapai kematangan rohani. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, penulis berhasil merumuskan bahwa kepemimpinan dalam gereja bukanlah sekedar melakukan fungsi koordinasi penatalayanan, tetapi juga untuk memperlengkapi jemaat agar mereka mampu melakukan pekerjaan pelayanan, baik kepada sesama orang percaya maupun kepada dunia. 
Dinamika Berteologi: Sebuah Kajian Rancang Bangun Soteriologi dan Kristologi Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia Imeldawati, Tiur; Sihombing, Warseto Freddy; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi; Pinayungan, Presman Anju
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dinamika yang terjadi dalam kehidupan bergereja dan dinamika berteologi yang terjadi dalam tubuh GSJPDI sebagai salah satu denominasi gereja di Indonesia yang merupakan aliran dari gereja pentakosta. Otonomi yang sangat kuat dimiliki oleh gereja lokal dimana para founder pendiri gereja ini telah menerima berbagai perbedaan dalam pandangan atau ajaran dan menuangkannya sebagai motto. Sifat otonomi penuh ini merupakan hal yang menjadi kekuatan namun di sisi lain bisa menjadi kelemahan dikarenakan bisa muncul beragam dinamika dalam berteologi. Sebagai contoh ada gereja lokal yang condong kepada ajaran pengagung nama Yahweh, ada yang condong kepada pengajaran mempelai, ada yang condong kepada pengajaran tabernakel dengan pola tiga ibadah pokok dan ada yang condong kepada teologi aliran pentakosta pada umumnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dinamika yang terjadi dalam berteologi dan rancang bangun teologi khususnya Kristologi dan Soteriologi yang perlu dibangun dalam wawasan teologis GSJPDI itu sendiri. Dengan metode kualitatif berupa studi pustaka dilakukan kajian teologis dan merancangkan bentuk-bentuk pelayanan yang mungkin dilakukan untuk membangun dasar teologi yang alkitabiah dalam kehidupan jemaat. Penelitian ini bermanfaat bagi jemaat lokal dan bagi penulis dan bagi studi lanjutan perihal tema sejenis. Dinamika merupakan hal yang lumrah hanya saja dinamika ini perlu disikapi dengan benar dan berdasarkan kebenaran Alkitab.
Digitalisasi Okultisme: Penyebaran Ajaran dan Ritual Virtual Melalui Platform Digital di Era Modern Hondo, Wantri; Gulo, Marinus; Bawamenewi, Wilson; Djumenta, Desima
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2572

Abstract

Digitalization has influenced various aspects of life, including the practice and dissemination of occultism. This article aims to explore how digital platforms are utilized to spread occult teachings and facilitate virtual rituals. Using a qualitative-descriptive approach, this study finds that social media, online forums, and specialized applications have become key tools in transforming occult practices. Furthermore, rituals such as tarot reading and spiritual meditation are increasingly conducted online. These findings reveal the positive and negative impacts of digitalization on the perception and practice of these beliefs.
Spiritualitas Ramah Alam: Upaya Pelestarian Alam di Kawasan Danau Toba Simangunsong, Bestian
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2567

Abstract

Kajian ini fokus pada upaya merekonstruksi spiritualitas ramah alam. Spiritualitas yang dirumuskan berdasarkan perjumpaan kreatif antara gagasan ekologis agama Malim dan Kristen. Kemunduran ekologis dan daya dukung alam disebabkan oleh tindakan eksploitatif yang dilakukan oleh manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan apresiatif inquiry. Peneliti menggali ajaran agama Malim berdimensi ekologis. Selanjutnya didialogkan dengan teologi Kristen sehingga melahirkan spiritualitas ramah alam.  Hasil penelitian ini adalah spiritualitas ramah alam mendorong umat beragama agar mensyukuri keberadaan alam semesta sebagai anugerah Allah. Danau Toba sebagai anugerah Tuhan wajib dilestarikan. Gereja bertanggung jawab untuk melakukan restorasi ekologis di kawasan Danau Toba. Keristenan dan agama Malim dapat melakukan agenda bersama demi keberlangsungan kehidupan di kawasan Danau Toba.
Gereja dan Program: Implementasi Pelayanan Pendidikan Simanjuntak, Renny Juwita; Napitu, Ulung; Tambunan, Jimmy Marshal
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2445

Abstract

Pendidikan adalah hal penting pada kehidupan manusia, sebab pendidikan akan membentuk cara berpikir hingga pada perilaku dari manusia itu sendiri. Pendidikan juga mempengaruhi karakter dan kepribadian seseorang manusia sehari-hari. Dengan pendidikan, seseorang akan menunjukkan pola kepribadiannya dalam menghadapi realitas kehidupan. Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga sekolah formal saja, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk gereja. Gereja sebagai lembaga atau organisasi umat, secara umum dipahami hanya mengurusi urusan ibadah dan ritus keagamaan saja. Tentunya pandangan tersebut semakin mempersempit bidang pelayanan dari gereja itu sendiri. Pelayanan gereja tidak dibatasi pada ruang tertentu saja, melainkan harus menyentuh dan masuk kepada semua lini dan sektor kehidupan. Pendidikan juga bagian dari pelayanan gereja.