cover
Contact Name
Teti Sugiarti
Contact Email
agriscience@trunojoyo.ac.id
Phone
+6285232044703
Journal Mail Official
agriscience@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture Trunojoyo University, Indonesia Jl. Raya Telang 02 Kamal Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRISCIENCE
ISSN : -     EISSN : 27457427     DOI : https://doi.org/10.21107/agriscience
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Agribusiness, Agriculture Economics, Social Science, Rural Development, Rural Sociology, Risk Management, Agriculture Extension, Financial Management, Marketing Management, Human Resource Management, Corporate Governance, Strategic Management, Entrepreneurship
Articles 237 Documents
SALURAN, MARGIN, DAN EFISIENSI PEMASARAN BEBEK PEDAGING DI KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN Fajriyah Ardillah; Fuad Hasan
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.6882

Abstract

Bebek pedaging adalah salah satu komoditas yang mempunyai pasar potensial di Kecamatan Burneh, tetapi peternak belum merasakan keuntungan dari potensi tersebut karena masalah pemasaran yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis saluran, margin dan efisiensi pemasaran bebek pedaging di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner.  Hasil analisis menunjukkan bahwa di Kecamatan Burneh ada empat saluran pemasaran bebek pedaging yaitu (1) 0-tingkat: peternak langsung menjual kekonsumen ahir (2) 1-tingkat model A: peternak menjual ke pengecer dan pengecer menjual ke konsumen ahir (3) 1-tingkat model B: peternak menjual ke pedagang pengumpul dan selanjutnya dijual ke konsumen ahir oleh pedagang pengumpul dan  (4) 2-tingkat: peternak menjual ke pedagang pengumpul, pengumpul menjual ke pengeecr dan pengecer menjual ke konsumen ahir. Magin pemasaran 1-tingkat model A dan 2-tingkat sebesar Rp.8000 dan 1-tingkat model B Rp.7500. Berdasrkan farmer’s share-nya, semua saluran pemasaran masih masuk kategori diman farmer’s share 0-tingkat 100%, 1-tingkat model A 77,1%, 1-tingkat model B 77,3%, dan 2-tingkat 77,1%.
STRUKTUR, PERILAKU DAN PENAMPILAN PASAR BERAS ORGANIK DI DESA SUMBERNGEPOH Uci Nurul Hidayati; Amanatuz Zuhriyah
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.8016

Abstract

Beras organik merupakan salah satu pangan yang disarankan dalam memenuhi gaya hidup sehat. Minat masyarakat terhadap beras organik meningkat terbukti dengan adanya peningkatan ekspor. Sumberngepoh merupakan salah satu daerah sentra beras organik yang sudah memiliki sertifikasi. Belum adanya kebijakan harga tetap dari pemerintah mengakibatkan ketidakpastian pendapatan yang diterima petani serta banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat, maka semakin rendah harga yang diperoleh petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur pasar, perilaku pasar dan penampilan pasar beras organik di Desa Sumberngepoh. Teknik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel petani yaitu metode Propotional Random Sampling sedangkan penentuan sampel pedagang menggunakan snowball sampling. Responden berjumlah 32 Petani. Metode pengumpulan data yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan Structure, Conduct, and Performance. Berdasarkan hasil penelitian, struktur pasar mengarah pada pasar oligopsoni. Perilaku pasar Terdapat dua saluran pemasaran yaitu 1) petani menjual gabah kepada pedagang pengumpul, kemudian dari pedagang pengumpul secara langsung dijual kepada konsumen. 2) Petani menjual gabah kepada pedagang pengumpul, kemudian pedagang pengumpul dititipkan kepada Apotek, lalu dari Apotek dijual secara langsung kepada konsumen. Hasil Penampilan pasar belum efisien karena share yang diperoleh petani ≤40%.
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH KOPI CABE JAMU DI KABUPATEN SUMENEP (Studi Kasus CV. Alifa Jaya, Kecamatan Bluto) Suhardi Suhardi; Slamet Subari
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.8003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Keuntungan yang diperoleh; (2) Tngkat kelayakan usaha; (3) Nilai tambah yang dihasilkan dari produksi kop cabe jamu di CV Alifa Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis biaya produksi, analisis penerimaan, analisis pendapatan, R/C Ratio, BEP dan perhitungan nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Total Biaya produksi CV Alifa Jaya yaitu sebesar Rp. 14.147.608,71 dengan penerimaan sebesar Rp. 24.000.000,00 jadi keuntungannya sebesar Rp. 9.852.391,29; (2) R/C Ratio tepung 1,70 artinya produksi kopi cabe jamu CV Alifa Jaya menguntungkan dan layak dijalankan, BEP Produksi 2,73 Jumlah Produksi (120 Kg/Bulan) dan BEP harga Rp. 11.896,74 Harga produk (Rp. 200.000/Kg) artinya usaha yang dijalankan CV Alifa Jaya layak karena jumlah produksi dan harga produk lebih dari BEP; (3) Nilai tambah yang dihasilkan CV Alifa Jaya yaitu Rp. 97.275,81/Kg, nilai tambah yang dihasilkan llebih dari 0 artinya produksi kopi cabe jamu memberikan nilai tambah
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG Lilik Maulidiya; Mardiyah Hayati
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.9183

Abstract

Pulau Mandangin merupakan Pulau yang memiliki sumber daya alam dan potensi wisata yang memukau. Pengembangan Pulau Mandangin sebagai obyek wisata alam diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Mandangin yang dihuni oleh 15.975 Jiwa dengan kepadatan penduduknya sebesar 9.628 jiwa/ Km². Potensi sumber daya alam yang dimiliki Pulau Mandangin sangat layak untuk dikembangkan, semakin baik potensi sumberdaya alam yang ada akan semakin memperkuat daya tarik wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengidentifikasi potensi sumberdaya untuk pengembangan wisata Pulau Mandangin, (2) menganalisis strategis pengembangan potensi pariwisata di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan metode Probability Sampling Responden terdiri dari 30 masyarakat Pulau Mandangin untuk mengidentifikasi potensi obyek wisata Pulau Mandangin dan 6 orang informan kunci untuk pengisian Rating pada matriks IFAS dan EFAS. Metode analisis menggunakan Analisis deskriptif dan analisis SWOT dan QSPM.  Hasil penelitian menunjukkan potensi sumberdaya di Pulau mandangin terdiri dari budaya, wisata, dan kuliner. Sedangkan strategi dalam pengembangan wisata Pulau Mandangin yaitu Menyediakan fasilitas yang lengkap dalam menanggulangi persaingan dengan wisata lain.
EFISIENSI EKONOMI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI PULAU MADURA Mohammad Wahyu Firdaus; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.7624

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis di Indonesia. Pulau Madura memiliki luas areal tanam sebesar 400.000 hektare. Petani jagung hibrida menggunakan input produksi secara tidak proporsional sehingga menyebabkan produktivitas yang rendah dan biaya usahatani tinggi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis efisiensi teknis, alokatif dan ekonomis usahatani komoditas  jagung hibrida di Pulau Madura. Penelitian dilaksanakan di Pulau Madura dengan total jumlah sampel sebanyak 60 responden. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar petani jagung varietas hibrida di Pulau Madura telah efisiensi secara teknis, tapi belum dapat mencapai tingkat efisiensi alokatif dan ekonomi dengan nilai secara berturut-turut sebesar 0,720, 0,312 dan 0,208.
ANALISIS DAYA SAING JAGUNG HIBRIDA UNGGUL MADURA MH-3 DI KABUPATEN BANGKALAN Fatihatur Rahmaniyah; Mokh. Rum
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8020

Abstract

Produksi jagung nasional mengalami tren kenaikan pada 2017 sebesar 28,9 juta ton dari produksi sebelumnya. Penambahan produksi jagung yang tidak sebanding dengan permintaan jagung, dibutuhkan impor jagung dari luar negeri. Ketergantungan impor menurunkan minat petani untuk berusahatani sehingga dibutuhkan upaya peningkatan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing jagung hibrida unggul madura MH-3 ditinjau dari keunggulan komparatif dan kompetitif di Kabupaten Bangkalan dan menganalisis pengaruh kebijakan pemerintah terhadap komoditas jagung hibrida unggul MH-3 di Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian menggunakan Policy Analysis Matrix dengan teknik pengambilan sampel jenuh (sensus) yaitu keseluruhan petani yang berusahatani jagung hibrida unggul Madura MH-3. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung hibrida unggul Madura MH-3 di Kabupaten Bangkalan berdaya saing secara komparatif dan kompetitif. Dilihat dari aspek biaya, jagung hibrida unggul madura MH-3 dapat ditingkatkan dengan memperbaiki teknologi budidaya dan meningkatkan efisiensi. Petani diuntungkan dengan kebijakan harga output sehingga penerimaan privat yang diperoleh petani lebih tinggi. Dibutuhkan adanya perluasan mitra kerja untuk memperbaiki mekanisme pasar baik input atau output, agar petani lebih bergairah untuk meningkatkan produksi jagung.
PERSEPSI DAN MINAT PETANI TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA DALAM PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PADI (Studi Kasus Desa Bilaporah Kecamatan Socah Bangkalan) Mutmainnah Mutmainnah; Teti Sugiarti
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.8008

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan Kota yang  memiliki produksi padi tertinggi sebesar 331.675 ton dan produktivitas padi sebesar 6,28 ton/ha (BPS,2018). Desa Bilaporah, Kecamatan Socah mempunyai tingkat produktivitas padi kurang baik dengan luas panen yang cukup tinggi sebesar 1.236,44/ha. Kegiatan sosialisasi dan pembagian benih tanaman refugia telah dilaksanakan oleh penyuluh pertanian sebagai pemanfaatan dalam pengendalian hama tanaman padi. Tujuan riset ini dilakukan untuk: 1) mendeskripsikan karakteristik petani, 2) menganalisis tingkat persepsi petani dan 3) menganalisis hubungan persepsi dan minat petani padi terhadap pemanfaatan tanaman refugia dalam pengendalian hama tanaman padi.  Jumlah sampel sebanyak 28 orang dengan teknik sampling jenuh (sensus). Teknis analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil riset menunjukkan bahwa karakteristik petani di Desa Bilaporah berdasarkan umur masih tergolong pada usia produktif, kemudian mayoritas tingkat pengalaman petani 30 tahun,  tingkat pendidikan responden mayoritas SD, serta sebagian besar petani tidak pernah mengikuti pelatihan pertanian. Petani di Desa Bilaporah memiliki persepsi yang positif dan baik sekali terhadap pemanfaatan tanaman refugia dalam pengendalian hama tanaman padi, hal tersebut sesuai dengan nilai yang diperoleh dari jawaban responden pada setiap indikator persepsi. Hubungan persepsi terhadap minat petani tergolong signifikan dengan arah positif serta keeratan hubungan antar variabel adalah sedang.
FAKTOR MODAL SOSIAL TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI JAGUNG LOKAL DESA GULUK GULUK KABUPATEN SUMENEP Qutsiati Utami; Isdiana Suprapti
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.7972

Abstract

Modal sosial merupakan hal yang penting di masyarakat khususnya pada petani. Modal sosial digunakan untuk saling membantu ketika berada dalam kesulitan, termasuk kesulitan untuk mempertahankan keadaan pangan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) modal sosial; (2) Ketahanan pangan; (3) pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan petani jagung lokal di Desa Guluk-guluk. Penelitian menggunakan 40 responden yang di ambil dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa faktor modal sosial yang memiliki nilai paling tinggi adalah adanya jaringan sosial, dan sebagian besar petani jagung lokal berkategori belum tahan pangan. Faktor modal sosial yang mempengaruhi ketahanan pangan adalah kerjasama, partisipasi, kepercayaan dan norma sosial.
NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN FINANSIAL PRODUK KERUPUK SAMILER PADA INDUSTRI RUMAHTANGGA “MAJU JAYA” Dewi Sunarya; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 1, No 3: Maret 2021
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i3.9760

Abstract

IRT Maju Jaya telah memproduksi kerupuk samiler dengan kapasitas produksi 100 kilogram perharinya.  Namun nilai tambah dan kelayakan usahanya belum pernah dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai tambah usaha pembuatan kerupuk samiler.  Responden dalam penelitian adalah pemilik IRT Maju Jaya. Metode analisis yang dipergunakan adalah formulasi nilai tambah Hayami, R/C, B/C, BEP produk, dan BEP Harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IRT Maju Jaya mampu menghasilkan nilai tambah perproduksi kerupuk singkong sebesar Rp. 14406.38. Hasil ini menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk samiler ini layak untuk dijadikan sebagai alternatif usaha skala rumah tangga.
KINERJA PEMASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA UNGGUL MADURA MH-3 DI KABUPATEN BANGKALAN Mozalita Nur Alizah; Mokh. Rum
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.8177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pemasaran dan strategi pengembangan jagung hibrida unggul Madura MH-3 di Kabupaten Bangkalan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja, yaitu Desa Desa Duko Tambin Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan yang merupakan pilot project pengembangan jagung hibrida unggul Madura MH-3. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan acidental sampling untuk mengetahui kinerja pemasaran, dan purposive sampling untuk mengetahui strategi pengembangan, dengan jumlah 5 responden seperti peneliti, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL) dan kelompok tani dengan teknik pengumpulan data secara primer dan sekunder. Pengukuran kinerja pemasaran dilakukan dengan pendekatan efisiensi pemasaran melalui perhitungan margin pemasaran, dan farmer’s share. Perumusan strategi pengembangan jagung hibrida unggul Madura MH-3 digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan: (1). kinerja pemasaran jagung hibrida unggul Madura MH-3 belum efisien, dan (2). prioritas strategi pengembangan jagung hibrida unggul Madura MH-3 adalah penerapan budidaya jagung secara intensif sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP).

Page 4 of 24 | Total Record : 237