cover
Contact Name
Yadi Mardiansyah
Contact Email
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Phone
+6281313446559
Journal Mail Official
hijai.bsa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Jl. AH Nasution 105 Cibiru Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 26211343     DOI : https://doi.org/10.15575/hijai
Core Subject : Education,
Hijai Journal is managed by Arabic Department , State Islamic University of Sunan Gunung Djati and Asosiasi Prodi Bahasa dan Sastra Arab (AP-BSA). It publishes research reports on Arabic language and Literature such as linguistics, literary studies and criticism, translation, and multidisciplinary research such as language and politics, as well as literature and psychology.
Articles 194 Documents
DEIKSIS PERSONA PERTAMA DALAM TAFSĪR SURAT AL-MULK BERBAHASA SUNDA RAUḌATUL IRFĀN FI MA’RIFATIL QUR’ĀN (Kajian Pragmatik) Zamzam Mugni Alawi; Tb. Ace Fachrullah; Abu Sufyan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.21193

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis deiksis persona pertama yang terdapat dalam surat Al-Mulk Tafsīr berbahasa Sunda Rauḍatul ‘Irfān Fī Ma’rifatil Qur’ān dan memaparkan tentang berbagai macam fungsi acuan dari setiap deiksis persona pertama yang ditemukan pada setiap data. Dalam data penelitian ini, peneliti menganalisis mengenai jenis dan fungsi acuan deiksis persona pertama sebagai objek penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan, peneliti telah menemukan penggunaan berbagai jenis deiksis persona pertama tunggal (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَحْدَهْ) dan deiksis persona pertama jamak (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ مَعَ الغَيْرِ) yang terdapat dalam surat Al-Mulk Tafsīr berbahasa Sunda Rauḍatul ‘Irfān Fī Ma’rifatil Qur’ān di antaranya mencakup lima jenis, yaitu deiksis persona pertama jamak bermakna tunggal (Aing), deiksis persona pertama jamak bermakna jamak (Abdi Sadaya), deiksis persona pertama tunggal bermakna tunggal (Kaula), dan deiksis persona pertama jamak bermakna jamak (Kaula Sarerea). Sedangkan dalam hal bentuk di antaranya mencakup deiksis persona pertama bentuk terikat ‘Muttaṣilun’ (مُتَّصِلٌ) berjumlah 15 data dan deiksis persona pertama bentuk terpisah ‘Munfaṣilun’ (مُنْفَصِلٌ) berjumlah 1 data. Adapun fungsi acuan mengacu kepada Allah berjumlah 1 acuan, kepada Nabi Muhammad berjumlah 2 acuan, kepada orang-orang Kafir berjumlah 2 acuan, dan kepada Nabi Muhammad beserta ummatnya berjumlah 2 acuan.ABSTRACTThis study aims to describe the type of first person deixis contained in the Sundanese Surah Al-Mulk Tafsr Rauḍatul 'Irfān Fī Ma'rifatil Qur'ān and describe the various reference functions of each first person deixis found in each data. In this research data, the researcher analyzes the types and functions of the first person deixis reference as the object of research. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the results of the analysis that has been carried out, researchers have found the use of various types of singular first person deixis (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ وَحْدَهْ) and plural first person deixis (الإِشَارَةُ الشَّخْصِيَّةُ لِلْمُتَكَلِّمِ مَعَ الغَيْرِ) contained in the Sundanese Surah Al-Mulk Tafsīr Rauḍatul F'Irfān. Ma'rifatil Qur'ān of which includes five types, namely the first person deixis plural singular (Aing), first person deixis plural meaning plural (Abdi Sadaya), first person deixis singular singular (Kaula), and first person deixis plural meaning plural (Kaula Sarerea). Meanwhile, in terms of form, it includes the first person deixis of the bound form 'Muttaṣilun' (مُتَّصِلٌ) totaling 15 data and the first personal deixis of the separate form 'Munfaṣilun' (مُنْفَصِلٌ) amounting to 1 data. The reference function refers to Allah in the amount of 1 reference, to the Prophet Muhammad there are 2 references, to the Kafirs there are 2 references, and to the Prophet Muhammad and his ummah there are 2 references.
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA ARAB DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARYA IRA MADAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Eva Ma'atus Syafa'ah; Nafis Azmi Amrullah; Singgih Kuswardono; Retno Purnama Irawati
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.22418

Abstract

Alih kode adalah suatu peristiwa peralihan antar kode yaitu dari satu kode ke kode lainnya dalam suatu peristiwa tutur yang terjadi antar bahasa, antar ragam-ragam, dan antar gaya-gaya dalam suatu bahasa. Sedangkan campur kode merupakan sebuah kondisi dimana penutur memasukkan unsur – unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang dipakai untuk memperluas gaya bahasa Data berupa tuturan para tokoh pada novel yang di dalam tuturan tersebut terdapat alih kode, dan campur kode bahasa Arab.  Sedangkan sumber data nya adalah dokumen tertulis yang berupa naskah (teks) sastra yaitu novel yang berjudul Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madani. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik analisis dokumen menggunakan teknik baca dan catat. Peneliti menemukan data berupa wujud alih kode, wujud campur kode, bentuk satuan bahasa alih kode, wujud campur kode, penyebab terjadinya alih kode, dan penyebab terjadinya campur kode.
KRITIK SASTRA ARAB ERA JAHILI MENURUT PERSPEKTIF MUSTAFA ABDURRAHMAN IBRAHIM Khavivah Eka Harnida; Tatik Mariyatut Tasnimah
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.17171

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menguraikan secara lebih mendalam dan terperinci tentang kritik sastra pada masa jahiliah menurut pespektif Muhammad Abdurrahman Ibrahim. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kritik sastra jahiliah muncul bersamaan dengan puisi Arab yang sering dibacakan di pasar-pasar sehingga membuat orang secara naluriah dan spontan ingin menilai baik buruknya puisi. Berdasarkan sudut pandang Mustafa Abdurrahman Ibrahim, karakteristik yang dimiliki kritik sastra jahili yaitu bersifat subjektif-impresif dan dihasilkan dari pemikiran dan kesabaran. Kritik yang subjektif meliputi aspek linguistik, makna, ‘aruḍ, dan cara penyampaian. Sedangkan kritik yang berasal dari pemikiran dan kesabaran meliputi tathqĪf dan tanqĪm, al-riwāyah wa al-talammudhah, dan al-ikhtiyār. Lima keistimewaan kritik sastra ini adalah dhawq fiṭry, spontanitas, parsial, general, dan ringkas. Prinsip yang digunakan tidak didasarkan pada aturan teknis, melainkan hanya menurut penilaian pribadi kritikus.
The concept of political struggle by Maurice Duverger in application to the novel "The Beautiful Knight" Alifatul Hidayatin; Wildana Wargadinata; Faris Maturedy
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.14905

Abstract

The purpose of this study is to describe the causes and effects of political conflict in al-Faris al-Jamil's novel based on Maurice Duverger's theory. This study uses descriptive qualitative research methods. The data in this study were obtained through the novel "al Faris al Jamil" by Ali Ahmad Baltsir. Data were collected by three techniques. Namely the listening technique and note-taking technique. The data that has been obtained must go through the validation stage. The validation process is carried out by increasing research persistence, triangulation and discussion with experts. The data analysis used by the researcher is the analysis of the Miles and Hubarman model. Namely, the presentation, reduction and formulation of data conclusions. The results of the study show that: First, the form of political conflict in this novel is the circulation of weapons, there are many wars and the use of political strategies. Second: Political conflict is caused by 2 factors: personal factors and group factors. Third: This social conflict can cause effects, both positive and negativeالملخصهدفت هذه الدراسة إلى وصف ما في رواية الفارس الجميل لعلي أحمد باكثير من الصراع السياسي. واعتمد الباحثنون في النظر إلى صور الصراع السياسي في هذه الرواية على نظرية موريس دوفيرجير. وبالتالي ارتكز الباحثون في وصف الصراع السياسي وكل ما يتعلق به من العوامل والأسباب. أما منهج البحث فاختار الباحثون منهج البحث الكيفي. وأما مصادر البيانات فهو رواية "الفارس الجميل" لعلي أحمد باكثير فحسب. وجمع الباحثون البيانات من خلال ثلاث خطوات، وهي القراءة وتسجيل ما لها تعلق بالموضوع من الصراع السياسي والترجمة. ثم تم صديق البيانات بواسطة زيادة المثابرة والتثليث والمناقشة مع الخبراء. وأما تحليل البيانات فتكون من ثلاث خطوات وهي التخفيض والعرض والاستنتاج. ولهذه الدراسة نتائج هامة حول الصراع السياسي وهي أولا، انتشار الأسلحة وحدوث كثير من المعركة واستعمال استراتيجية السياسة. ثانيا، تتفرع الأسباب المؤدية إلى الصراع السياسي إلى فرعين: الأسباب الفردية والأسباب الجماعية. ثالثا، وللصراع السياسي آثار إيجابية كانت أم سلبية. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan sebab dan pengaruh konflik politik novel al-Faris al-Jamil berdasarkan teori Maurice Duverger. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui novel “al Faris al Jamil” karya Ali Ahmad Baltsir. Data dikumpulkan dengan tiga teknik. Yaitu teknik simak dan teknik catat. Data yang telah diperoleh harus melalui tahapan  validasi. Proses validasi dilakukan dengan peningkatan ketekunan penelitian, triangulasi dan diskusi bersama para ahli. Analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu analisis model Miles dan Hubarman. Yaitu, penyajian, reduksi dan perumusan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, bentuk konflik politik dalam novel ini yaitu beredarnya senjata, banyak terjadi peperangan dan penggunaan strategi politik. Kedua: Konflik politik disebabkan karena 2 faktor: faktor pribadi dan faktor golongan. Ketiga: Konflik sosial ini dapat menyebabkan pengaruh, baik yang bersifat positif maupun negatif.
الإعجام والدلالة المجازية: قراءة في المعاجم العربية الحديثة Khadidja Mohammed Safi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.19378

Abstract

The Arabic dictionary had - and still is - a great role in preserving the Arabic language in terms and methods. The dictionary was a means of understanding what was hidden from the verses of the Noble Qur’an, as well as what was formed from the ancient texts, poetry and prose, for this, the dictionary contributes directly to memorizing and to protect the Qur’an and the words of the Arabs by documenting vocabulary. It is the failure of these dictionaries to capture all the meanings of a single word, to show the enormity of this problem when non-Arabs rely on these easy dictionaries in order to learn the Arabic language. The significance is the result of the interaction of the individual with the context, and herein lies the importance of this research; It has been noted that most modern Arabic dictionaries lack reference to the figurative (Al-majaz)significance of the word, and as it is known that the lexical meaning alone does not express the meaning of the word, but the contextual significance must be taken into account sometimes to determine the meaning of the speech. To reduce the use of Arabic words in reality, as the lexicon is intended to be the best way for the  Ajami to master Arabic as a second language, without marginalizing the suggestive connotations that can be considered a unique feature of the Arabic language compared to other languages due to the diversity of linguistic styles in it., Therefore, the method of this research will be descriptive and comparative to count the semantic deficiencies in these dictionaries; electronic ones in particular, in order to develop the Arabic dictionary in line with the era of globalization, and thus the Arabic language precedes other languages in spread by facilitating its learning.
FUNGSI SINTAKSIS MAṢDAR DALAM KITAB AL-QIRĀAH AL-RASYIDAH KARYA ‘ABDUL FATAH ṢABRI BIK DAN ALI UMAR BIK Agisniani, Khira; Jamjam, Ajang
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.17071

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis maṣdar serta fungsi sintaksisnya pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah kalimat yang mengandung maṣdar pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik. Sedangkan untuk mengumpulkan data tersebut, peneliti menggunakan teknik simak-catat. Penelitian ini menggunakan kajian sintaksis dan ilmu ṣaraf. Sintaksis sebagai alat untuk membantu peneliti mengetahui bagaimana fungsi sintaksis maṣdar, sedangkan ilmu ṣaraf sebagai alat untuk mengatahui jenis-jenis maṣdar. Hasil dari penelitian ini macam-macam maṣdar yang sering muncul pada kitab Al-Qirāah Al-rasyīdah Karya ‘Abdul Fatah Ṣobri Bik dan ‘Ali Umar Bik terdapat tiga macam yaitu, maṣdar aṣli, isim maṣdar, maṣdar ṣina’i, dan isim haiah. Sedangkan fungsi sintaksis maṣdar pada kitab ini terdapat maṣdar yang berfungsi sebagai predikat, subjek, objek, dan sebagai keterangan. Peneliti pun menemukan maṣdar qiyāsī dan maṣdar sima’ī. Fungsi sintaksis maṣdar sebagai predikat layaknya seperti fi’ilnya yaitu terdapat yang muta’addi (fi’il yang membutuhkan pada objek) dan lazim (fi’il yang tidak memerlukan objek).Kata kunci: Al-Qirāah Al-rasyīdah, maṣdar, fungsi sintaksis.
KALAM KHABARI DALAM DIALOG NOVEL YUSUF ZULAIKHA KARYA ABDURRAHMAN NURUDDIN AL-JAMI (KAJIAN ILMU MA’ANI) Munawar, Zacky Yudin; Komarudin, R. Edi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.12825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kalam khabari dan tujuan-tujuannya yang terdapat dalam dialog Novel Yusuf wa Zulaikha karya Nuruddin Abdurrahman Al-Jami. Dalam penelitian ini menggunakan metode desktriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat dalam dialog Yusuf wa Zulaikha yang kemudian disimpulkan, sedangkan kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ilmu Ma’ani. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan: (1) jenis-jenis kalam khabari terdapat dalam delapan puluh enam kalimat, yaitu ibtidai sebanyak tiga puluh tiga kalimat, ṭalabi sebanyak dua puluh delapan dan inkari sebanyak dua puluh lima kalimat, (2) tujuan-tujuan kalam khabari terdapat dalam delapan puluh enam kalimat, yaitu fāidatul khabar dua puluh tujuh kalimat, lāzimul fāidah tujuh kalimat, Al-Istirḥām sebelas satu kalimat, Iẓharuḍ Ḍu’fi tujuh kalimat, Al-Fakhr lima kalimat, Al-Hithu ‘Ala Ta’alum satu kalimat, At-Taqbih satu kalimat, Al-Madhu sembilan kalimat, At-Tahdid dua kalimat, Al-Isti’ṭaf tiga kalimat, An-Naṣihah satu kalimat, Iẓharut-Tahassur sepuluh kalimat dan Al-Ḥija’ dua kalimat.
TASYBIH DALAM ALQURAN: ANALISIS TASYBIH PADA SEGI RUKUN DALAM SURAT YUSUF Oktavia, Yola; Wardani, Rita Wilda; Muassomah, Muassomah; Muzakki, Akhmad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.18710

Abstract

ABSTRACTtasybih is part of the science of Balaghah. Tasybih is included in Bayan science which is a technique of explaining a meaning and suggestions for explaining a trait. This study aims for this study aims to (1) describe the forms of tasybih contained in Yusuf's letter, and (2) describe the faidah tasybih contained in Yusuf's letter. The results of the research that the researchers found in this study were: there was one verse from each tasybih in terms of the pillars in Yusuf's letter, namely tasybih mursal, mujmal, muakad, and baligh. By expressing each tasybih that is different and can be analyzed with the expression of tasybih. Based on the object or thing that is likened, sometimes tasybih becomes an affirmation, and sometimes tasybih has the intention to beautify something or to praise something. ABSTRAKtasybih merupakan bagian dari ilmu Balaghah. Tasybih merupakan kajian ilmu Bayan yang menjelaskan sebuah makna dan mensifati makna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memaparkan bentuk-bentuk tasybih yang ada pada surat Yusuf, dan (2) mendeskripsikan faidah tasybih yang terkandung dalam surat Yusuf. Adapun hasil penelitian yang peneliti temukan pada penelitian ini ialah: terdapat satu ayat dari masing-masing tasybih dari segi rukun dalam surat Yusuf yakni tasybih mursal, mujmal, muakad, dan baligh. Dengan mengungkapkan masing-masing tasybih yang berbeda-beda dan dapat dianalisis dengan ungkapan tasybih. Berdasarkan benda atau hal yang diserupakan adakalanya tasybih menjadi penegasan, dan adakalanya tasybih memiliki maksud memperindah sesuatu maupun memuji sesuatu.
JENIS DAN FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI IBNU SINA DALAM FILM ANIMASI AL-‘ALIM IBNU SINA Furqon, Alif Agung; Ainusyamsi, Fadlil Yani
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.13547

Abstract

Pragmatik merupakan studi tentang kebahasaan yang berfokus pada maksud tuturan yang dihasilkan atau disampaikan oleh penutur, baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini membahas tentang jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi pada tuturan Ibnu Sina dalam film animasi Ibnu Sina. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi berdasarkan kesesuaian antara struktur dan fungsi serta mengidentifikasi fungsi-fungsi tindak tutur ilokusi pada tuturan Ibnu Sina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pragmatik. Data dalam penelitian ini merupakan tuturan-tuturan Ibnu Sina. Data tersebut merupakan hasil transkripsi yaitu mengubah data audio visual menjadi bentuk tulis untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak dan catat. Sedangkan teknik analisis data peneliti menggunakan teknik padan ekstralingual dengan cara menghubung-bandingkan unsur-unsur yang berada diluar bahasa yakni konteks tuturan. Hasil penelitian ini peneliti mendapatkan lima jenis ilokusi yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif dengan fungsi pragmatis yang beragam. Berdasarkan kesesuaian antara struktur dan fungsinya terdapat tindak tutur langsung dan tidak langsung pada tuturan Ibnu Sina. Tindak tutur tidak langsung terdapat pada tindak tutur asertif, direktif dan komisif, ketika lawan tutur Ibnu Sina seseorang yang lebih dewasa darinya dan lebih tinggi kedudukannya. Seperti halnya penegasan dengan kalimat tanya, menyarankan dan menolak dengan kalimat berita.
ALIH MAKNA PUISI: TEKNIK DAN METODE PENERJEMAHAN ANTOLOGI PUISI IMAM SYAFI’I KARYA AS’AD SYAMSUL ARIFIN Gunawan, Indra; Heryani, Yani; Nurhasan, Muhammad
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v6i1.23995

Abstract

Penerjemahan literatur kesusastraan, puisi misalnya, mempunyai ciri distingtif tersendiri. Puisi Arab klasik mempunyai struktur khas serta klasifikasi khusus atas korpusnya yang mendasarkan pada kesamaaan rima akhir bait. Makna puisi terkandung dalam satu bait atau lebih. Struktur puisinya diikat oleh aturan sintaksis yang ketat, sehingga analisis siktaktik mendasar diperlukan sebagai patronasi pemaknaan puisi. Penelitian ini menerapkan teori terjemah dengan analisis sintaksis terhadap bait puisi. Tujuan penelitian ini: 1). Mendeskripsikan teknik penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. 2). Mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif; berlandaskan pendekatan ilmu penerjemahan dengan menerapkan teori teknik penerjemahan Syihabuddin dan teori metode penerjemahan Peter Newmark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 8 teknik dalam menerjemahkan puisi Imam Asy Syafi’i yaitu: Reduksi mencakup 3 pola. Eksplanasi mencakup 2 pola. Substitusi mencakup 14 pola. Transmutasi mencakup 4 pola. Ekspansi mencakup 10 pola. Transfer mencakup 11 pola Korespondensi mencakup 3 pola. Deskripsi mencakup 4 pola. Penerjemah juga menggunakan dua teknik sekaligus untuk menerjemahkan satu data yaitu: Transmutasi-Ekspansi mencakup 4 pola. Eksplanasi-Substitusi mencakup 1 pola. Metode penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemah antologi puisi Imam Syafi’I mencakup tiga metode yaitu semantis, setia dan harfiyah.

Page 7 of 20 | Total Record : 194