cover
Contact Name
Parjono
Contact Email
sparjono7@gmail.com
Phone
+62895344009448
Journal Mail Official
pssa@radenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Kantil Bulusulur Wonogiri 57615 Telp (0273) 343239
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA
ISSN : 24601144     EISSN : 2745567X     DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v8i1.383
JURNAL PENDIDIKAN, SAINS SOSIAL, DAN AGAMA is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing research articles focusses on: 1. Teaching method 2. Instructional methods 3. Instructional strategy 4. Instructional materials development 5. Experiment, survey, and teacher development 6. Religious 7. Social phenomena
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
AKULTURASI TRADISI PANCEN DAN SIKAP KEAGAMAAN UMAT BUDDHA DALAM MENDUKUNG TUMBUHNYA KARAKTER BANGSA Niken Wardani
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7423.667 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.44

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pengaruh tradisi pancen terhadap sikap keagamaan umat Buddha di Vihara Purwa Manggala, dan untuk untuk mengeutahui bagaimana tradisi pancen mendukung tumbuhnya karakter bangsa yang religious di Vihara Purwa Manggala, Dukuh Plukisan, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan case studies (studi kasus). Penelitian kasus adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi secara mendalam, mendetail, intensif, holistik, dan sistematis tentang orang, kejadian, social setting (latar sosial), atau kelompok dengan menggunakan berbagai metode dan teknik serta banyak sumber informasi untuk memahami secara efektif bagaimana orang, kejadian, latar alami (social setting) itu beroperasi atau berfungsi sesuai dengan konteksnya. Pengaruh tradisi pancen terhadap sikap keagamaan umat Buddha dukuh Plukisan adalah bahwa tradisi pancen telah menjadi jatidiri dari masyarakat umat Buddha dukuh Plukisan. Tradisi yang sudah berjalan secara turun temurun tersebut mempengaruhi sikap keagamaan masyarakat umat Buddha dukuh Plukisan sebagai suatu tatanan yang teraplikasi melalui tingkah laku, sikap dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama Buddha, karena tradisi pancen tersebut berjalan dan sejalan dengan ajaran agama Buddha yang dianut oleh umat Buddha dukuh Plukisan. Tradisi pancen mendukung tumbuhnya karakter bangsa yang religius masyarakat umat Buddah dukuh Plukisan adalah bahwa dalam melaksanakan tradisi pancen ini hal yang utama adalah adanya kepercayaan atas apa yang dilakukan. Masyarakat memilik rasa percaya bahwa melaksanakan tradisi pancen ini adalah suatu hal yang baik dan benar sesuai dengan naluri/warisan leluhur, dan juga sejalan dengan ajaran dalam agama Buddha, atau tidak bertentangan dengan ajaran agama Buddha. Selanjutnya sikap percaya tersebut didulung oleh sikap jujur dan ikhlas dalam melaksanakannya, selalu menepati janji dengan selali niteni/titen terhadap hari geblak para leluhur, dan kesetiaan terhadap eksistensi atau keberadaan para leluhur tersebut.
MANAJEMEN DIRI, KOMITMEN ORGANISASI DAN PROBLEMATIKA ANGGOTA IKMAB-UNS PADA KEGIATAN KEAGAMAAN BUDDHA DI SURAKARTA Metta Pupita Dewi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7358.451 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.45

Abstract

Manajemen diri anggota IKMAB UNS tercermin pada kemampuan anggota dalam menyelaraskan pikiran, ucapan dan perbuatan. Para anggota berlatih meditasi sebagai upaya menuntun pikiran benar. Pikiran yang dituntun secara benar akan akan membawa pada pengertian benar sehingga mendorong ucapan anggota dalam berucap benar seperti pembacaan paritta suci, mantra, dhammapada. Realisasi manajemen diri melalui tindakan yaitu berdana, atthasila, pelepasan satwa (fangshen) dan berlatih memimpin tata upacara keagamaan tradisi Mahayana (fachi) di Vihara Lotus. Komitmen organisasi dalam meningkatkan efektifikas kegiatan kegamaan Buddha tercermin pada intensitas kehadiran anggota tanpa paksaan, berseragam, tergabung dalam komunikasi grup, berbagi informasi, berbagi sarana transportasi, memupuk kebersamaan sehingga menjadi atribut kekompakkan. Beberapa anggota bersikap apatis , keyakinan (saddha) lemah, jumlah personil minim, jam kuliah padat dan keragaman aliran/sekte merupakan problematika organisasi IKMAB UNS sehingga menjadi pengahambat efektifitas kegiatan keagamaan Buddha di Kota Surakarta
PERAN PEMUKA AGAMA DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SAMPETAN KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI Jaka Sulistyana; Sukarti; Ngadat
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7359.391 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.46

Abstract

Penelitian tentang Peran Pemuka Agama dalam Membangun Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Sampetan kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali dilatar belakangi oleh keunikan wilayah Desa Sampetan sebagai salah satu desa di Boyolali yang komplit terdapat lima penganut agama. Selain itu banyak kegiatan kebersamaan dalam keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuka Agama dalam membangun toleransi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengunakan pendekatan Kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah Tokoh Lintas Agama di Desa. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis model interaktif, terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Peran para pemuka Agama sangatlah utama untuk mengkondisikan umat beragama bisa rukun: (2) Peran Pemuka agama sebagai pengendali sekaligus pengkoordinasikan untuk kerjasama dan menularkan konsep kedewasaan beragama. Berdasarkan hasil penelitian dan analisia data, maka dapat disimpulkan bahwa: Para pemuka agama sebagai salah satu faktor yang terlibat untuk mengkondisikan keterbiban dan kerukunan hidup bersama dalam perbedaan.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIF INTELEGENSI ANAK BUDDHIS MELALUI KETERAMPILAN BERTANYA DAN DISKUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI KENTENG 02 PADA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Jiyem
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7364.169 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.47

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil evaluasi dengan rata-rata pada siklus I, kelas 5 diperoleh75. Pada siklus II kelas 5 sebesar 75.20. Siklus III untuk kelas 5 adalah 79.15. Hasil observasi siswa dilakukan oleh dua obsever setiap pertemuan untuk masing-masing kelas. Rata-rata hasil observasi pada siklus I termasuk kategori kurang. Pada siklus II rata-rata hasil observasi dalam kategori cukup, siklus III meningkat dalam kategori baik. Hasil wawancara setelah 6 kali pertemuan diketahui untuk kelas 3 ada 60%) jelas dan mudah bertanya dan diskusi, kelas 4 ada 66.7%, dan kelas 5 87.5% yang memilih dengan bertanya dan diskusi. Alasan lain lebih suka dan enak dengan bertanya dan diskusi karena tidak jenuh dan tidak ngantuk saat pelajaran. Dari hasil data yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan bertanya dan diskusi dapat meningkatkan kreatif intelegensi anak Buddhis pada pendidikan agama Buddha di SD N Kenteng 02
EFEKTIVITAS MEMBACA DAN MENULIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SMP NEGERI 2 SUMOWONO Jimo
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7351.321 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.48

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator “mengajukan pertanyaan” pada siklus I siswa malu dan takut mengajukan pertanyaan, berkembang menjadi bertanya dengan menuliskan di dalam buku pada siklus II, dan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi pada siklus III. Indikator “mengidentifikasi masalah” pada siklus I tidak dilakukan karena siswa belum terbiasa, berkembang menjadi memecahkan permasalahan di masyarakat, dan menambah pengetahuan dari berbagai sudut pandang pada siklus III. Indikator “menilai fakta” pada siklus I siswa belum mengetahui yang di maksud fakta, menjadi mengetahui maksud fakta dan dapat menemukan fakta pada siklus II, dan siswa dapat mengomentari fakta secara mandiri pada siklus III. Indikator “menganalisis asumsi” pada siklus I siswa tidak mengetahui tujuan menganalisis asumsi, berkembang menjadi mengerti cara menganalisis asumsi pada siklus II, dan siswa dapat menganalisis asumsi berdasarkan fakta yang ditemukan pada siklus III. Indikator “penalaran” pada siklus I siswa kesulitan melakukan penalaran, berkembang menjadi dapat memecahkan masalah pada siklus II, dan membantu menjawab pertanyaan dari orang lain pada siklus III. Indikator “mendiskusikan masalah” pada siklus I siswa malu dan takut melakukan tanya jawab, berkembang menjadi dapat berdiskusi dengan bantuan peneliti, dan merasakan manfaat berdiskusi pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa membaca dan menulis meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Buddha di SMP Negeri 2Sumowono.
ANALISIS METODE MENGAJAR GURU AGAMA BUDDHA SMA PADA MATERI UTU NIYAMA DI KABUPATEN WONOGIRI (STUDI KASUS) Mirrah Megha Singamurti
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7359.237 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.49

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode mengajar guru agama buddha SMA yang ada di kabupaten Wonogiri dalam membentuk pengetahuan bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Wonogiri, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan pengecekan keabsahan dengan triangulasi data dan sumber, dengan mempertimbangkan derajat kepercayaan, keteralian, kebergantungan dan kepastian. Hasil penelitian ini yaitu guru dalam penyampaian materi agama buddha menggunakan berbagai cara dan teknik dalam hal ini guru menggunakan penalaran sederhana sehingga anak mudah memahami, guru juga menggunakan peta konsep pemahaman dalam menjelaskan pelajaran sehingga anak sangat mudah menangkap konsep yang dijelaskan selain itu guru juga menggunakan gambar- gambar yang mudah diingat oleh anak dalam menghafalkan point penting dalam pemahaman konsep.
DAYA TUTUR ILOKUSI DALAM PESAN WAISAK BE 2563/2019 “HATI BENAR & HATI KHAYAL” OLEH YM BHIKSU TADISA PARAMITA MAHASTHAVIRA Danang Try Purnomo
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7385.301 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.50

Abstract

Ketercapaian dalam melakukan interaksi sosial dipengaruhi oleh daya tutur yang dihasilkan partisipan. Tulisan ini mendeskripsikan daya tutur ilokusi yang terkandung dalam Pesan Waisak yang disampaikan oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthaira. Data tulisan ini diperoleh dari sumber kepustakaan, yakni majalah Harmoni edisi ke-38. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa tindak tutur asertif paling banyak digunakan dalam merealisasikan pesan Waisak tersebut. Selanjutnya, tindak tutur direktif dan deklaratif juga menjadi sarana untuk merealisasikan tujuan penutur. Sementara itu, tindak tutur ekspresif dan komisif tidak ditemukan. Perbedaan kuantitas penggunaan tindak tutur merepresentasikan fenomena alami dari peristiwa tutur sesuai dengan tujuan sosialnya.
MAKNA KERUKUNAN DAN TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM DAN AGAMA BUDDHA Dwi Maryani
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7530.411 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.51

Abstract

Kehidupan beragama tercermin dalam sikap, perilaku dan tindakan sesuai dengan nilai-nilai agama. Toleransi dan penghargaan atas pluralitas saat ini mengalami tantangan yang hebat. Kerukunan hidup beragama adalah kondisi bagi semua golongan agama bisa hidup bersama-sama secara damai tanpa mengurangi hak dan kebebasan masing - masing untuk menganut dan melaksanakan kewajiban agamanya. Kerukunan yang dimaksud bukan berarti penganut agama yang satu tidak merasa perlu atau menahan diri untuk melibatkan persoalan keagamaan dengan pihak lain, karena kebersamaan menghendaki tenggang rasa, yang benar-benar dimungkinkan jika saling memahami. Kerukunan akan bisa dicapai apabila setiap golongan agama memiliki prinsip setuju dalam perbedaan. Setuju dalam perbedaan berarti orang mau menerima dan menghormati orang lain dengan seluruh aspirasi, keyakinan, kebiasaan dan pola hidupnya, menerima dan menghormati orang lain dengan kebebasan untuk menganut keyakinan agamanya sendiri.
HUBUNGAN KORELASI ANTARA TRADISI BUDAYA TIONGHOA DENGAN AGAMA BUDDHA Kabul Praptiyono
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7389.244 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.52

Abstract

Penelitian ini mengkaji untuk mengetahui hubungan korelasi antara tradisi budaya tionghoa dengan agama buddha. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan, pengambilan data dilakukan dengan mengambil literatur serta sumber- sumber tentang tradisi budaya tionghoa serta literatur buddhis. Tahapan pelaksanaan penelitian yaitu awal tahap perencanaan, penyusunan, dan penyelesaian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tradisi budaya tionghoa sangatlah beraga,, komplek serta mempunyai nilai religius yang sangat tinggi, dimana tradisi budaya agama buddha semua bentuk mengarah kepada pencapaian kesucian. Salah satu tradisi buddhis yang memiliki nilai kesamaan dengan tradisi tionghoa yaitu dalam hal puja leluhur yang sering dalam agama buddha dikelas dengan nama ulambana.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN UMAT BUDDHA TENTANG DANA DALAM KAJIAN KITAB SUCI SUTTA PITAKA sukarti
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7376.75 KB) | DOI: 10.53565/pssa.v5i1.53

Abstract

Kurangnya pemahaman pada ajaran Buddha antara lain disebabkan oleh kurangnya intensitas pembinaan atau penyuluhan agama di vihara-vihara. Berdāna merupakan praktek yang paling mudah dalam melaksanakan ajaran Buddha, namun tidak semua umat Buddha mengetahui dan melaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep berdana dan tingkat pemahaman umat Buddha tentang dāna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Vihara Dharma Sila Magetan. Alat pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti, wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber data. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemahaman umat Buddha tentang dāna di Vihara Dharma Sila Kabupaten Magetan masih sangat kurang. Hasil wawancara di deskripsikan bahwa tingkat pemahaman umat Buddha tentang dāna masih rendah. Berdasarkan empat indikator yang diukur menyatakan bahwa tiga indikator menunjukkan hasil sangat kurang dan satu indikator menunjukkan hasil kurang. Peran para dharmaduta dan bhikkhu pembina serta tokoh umat Buddha dalam pembinaan umat sangat diperlukan, terutama untuk wilayah yang masih kurang pembinaan. Pemahaman benar terhadap ajaran Buddha sangat penting bagi umat agar dapat melaksanakan ajaran Buddha dengan benar.

Page 2 of 28 | Total Record : 280