cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 203 Documents
Aktualisasi Budaya Organisasi Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Huda, Mualimul
Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i2.12494

Abstract

Madrasah is part of educational organizations that provide Islamic education. Madrasah continues to innovate and reform in their implementation to become educational institutions that have advantages and can compete in the midst of globalization.. One form of effort to improve teacher performance is the actualization of madrasah organizational culture, which is reflected in aspects of values and norms that are believed to be true, attitudes and behavior of madrasah residents, and all habits traditions that are internalized with educational programs in Madrasah. This study aims to describe the organizational culture of madrasah by referring to the concept of theory, descriptive analysis to improve teacher performance. The method in this reseach used an approach mixed method. Data collection techniques through questionnaires, documentation, interviews, and observation instruments. The data are presented with quantitative descriptive analysis accompanied by qualitative descriptive analysis. Respondents and informants in this research were selected through cluster sampling, which consisted of madrasah principals, teachers, and private madrasah aliyah committees in Jepara. This study describes that the achievement of madrasah organizational culture in the dimensions of values, attitudes, and habits reaches an average value in the excellent category. It is necessary to increase the collaboration indicators between teachers and appreciate the performance. There are organizational cultural values that are believed to be a form of worship and a spirit of devotion (hidmah), and prioritize education based on exemplary, habituation of religious activities and the formation of ahlakul karimah.
MODEL BIMBINGAN AGAMA ANAK JALANAN DI JALUR PANTURA Mubasyaroh Mubasyaroh
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v8i1.1344

Abstract

RELIGIOUS GUIDANCE MODEL OF STREET CHILDREN IN PANTURA, The phenomenon of street children in Indonesia is a complex social issue. In every year of their existence are constantly undergoing significant development. Their existence has raised a new round of social exploitation by making them human periphery. Street children is a reality that is continuous to be examined. Their existence was always present as a problem that no end of its roots. The reality was very complex so that demands careful handling, serious, focused and continuous. The result of this research shows that the model of religious guidance in the area of the former County of Pati use fusion model because it was implemented by TKSK (Sub-district Volunteers Welfare Labor) under the Social Service and integrated with educational activities and exercise, as well as by volunteering independently. The third model of the religious guidance of street children that is in Kudus, Pati and Rembang, the religious guidance model in Kudus implemented by volunteers independently that have a uniqueness and advantages. In addition to the hours of work done by following street children and carried out in the places where they make a living, the guidance which was held in Kudus took place in a relaxed atmosphere, and performed by the teens so that authors call it peer counseling. As for the impact of religious guidance against street children; increased understanding of their religion, but not so significantly affect behavior change and their religiosity.
Pengasuhan Disiplin Positif Islami Sebagai Upaya Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Kabupaten Sidrap Sulvinajayanti Sulvinajayanti; Adnan Achiruddin Saleh; M. Nasri Hamang
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.10241

Abstract

Kasus kekerasan pada anak masih marak terjadi khusunya yang terjadi dalam lingkup keluarga. Pelaku kekerasan berdasarkan hubungan orangtua baik suami maupun istri masih sangat tinggi persentasenya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan pengasuhan disiplin postif islami. Pengasuhan disiplin positif Islami mengarahkan orang tua melihat dibalik setiap perilaku, perasaan, dan pikiran anak sehingga orang tua mampu memahami perkembangan anak. Kekerasan disebabkan oleh persepsi yang terbangun yakni proses belajar, motivasi, dan kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah efektifitas pengasuhan disiplin positif Islami bagi orang tua sebagai upaya penurunan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sidenreng Rappang. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen yang dilakukan pada 34 orangtua yang berada dalam sebelas kecamatan di Kabupaten Sidrap. Taeknis analisis data yang digunakan adalah uji paired sample T Tes dengan desain eksperimennya yaitu pre test – post test design yaitu dengan membandingkan antara hasil pre test sebelum diberikan perlakuan dengan hasil post test setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan disiplin positif Islami efektif mengubah persepsi kekerasan orang tua terhadap anak di Kabupaten Sidrap.
Pesantren Sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia Siti Ma'rifah; Muhamad Mustaqim
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v9i2.1325

Abstract

Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran (Studi Tafsir Tarbawi Karya Ahmad Munir) Mikyal Hardiyati; Umi Baroroh
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4921

Abstract

Abstrak :Pendidikan yang dipandang oleh masyarakat sebagai human investment. Artinya bahwa pendidikan berperan dalam proses pembangunan karakter dan intelektual sebuah bangsa. Tolak ukur sebuah bangsa yang maju salah satunya dapat dilihat dari keberhasilan pendidikannya. Pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus dan konsep yang matang sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan dalam perspektif yang berbeda yaitu perspektif Al-Quran. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi pendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran.Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnya perkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah studi tafsir tarbawi karya Ahmad Munir, sedangkan untuk data sekunder menggunakan buku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Dari hasil penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dan library research diperoleh informasi bahwa didalam Al-Quran terdapat beberapa istilah pendidikan antara lain tarbiyah, ta’dib, ta’lim dan tazkiyah. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentuk manusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya. Materi pendidikan terbagi kedalam 2 bidang yaitu bidang kajian-kajian keislaman dan bidang sains sosial serta eksakta.Kata Kunci : Pendidikan, tujuan pendidikan, materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran
Reaktualisasi Manajemen Kesiswaan dalam Mempertahankan Local Wisdom (Studi Analisis di MTs Miftahul Ulum Karangmojo, Klego, Boyolali) Miftah, Muhammad
Jurnal Penelitian Vol 11, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v11i2.3169

Abstract

This paper discusses how the active role of MTs Miftahul Ulum in maintaining the local culture through structural students’ management. Students’ management is one of important aspects in educational institutions. It is because base on this, institution can map and plan the future activities in an educational institution. Basically, the students’ management discusses the planning of student, students’ organization and students’ coaching so the students’ learning process in educational institutions can be success. Management pattern used in this Madrasa always considers local culture by keeping the culture and customs that exist in the community through its superior programs. 
Implementasi Pendidikan Multikultural di Madrasah Inklusi Madrasah Aliyah Negeri Maguwoharjo Yogyakarta Jiyanto, Jiyanto; Efendi, Amirul Eko
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v10i1.1366

Abstract

Implikasi Paedagogis Alquran Surat Luqman Ayat 13-19 Tentang Materi Dasar Pendidikan Agama Islam S, Muhammad Tang; Riadi, Akhmad
Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v14i2.8139

Abstract

AbstractAl-Quran Surah Luqman Verses 13-19 has the scientific signals related to the basic material of Islamic education. This study aimed to determine the pedagogical implications about the material of Islamic education, which existed in Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This research is a qualitative descriptive/literature review based on the revelatory approach of the Al-Quran Surah Luqman Verses 13-19. This study has two types of data called the primary data from Al-Quran and the interpretation of Surah Luqman Verses 13-19. The secondary data are taken from various written sources such as papers, magazines, educational literature, and several sources which closely related to this research. The data analysis techniques are carried out by processing, categorizing, interpreting and drawing conclusions. The primary material of Islamic education in Al-Quran Surah Luqman verses 13-19 includes faith education about the prohibition of committing syiriq to Allah, the morals towards parents, and others, the worship education which concerns the command to perform prayers, the social education includes orders to love kindness, to hate the badness, and must always be patient in life. The basic material of Islamic education can be applied in family education to form the development of the spiritual, emotional, and social intelligence of the children. Keywords: Al-Quran Surah Luqman, The Basic Material of Islamic EducationAbstrakAl-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 mengandung isyarat ilmiah tentang materi pendidikan agama islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implikasi paedagogis tentang materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif/telaah kepustakaan berdasar pada pendekatan kewahyuan dari Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19. Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini yakni data primer berupa ayat Al-Quran dan kitab-kitab tafsir Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19, dan data sekunder dari berbagai sumber tertulis seperti makalah, majalah, literatur pendidikan, dan beberapa sumber pendukung yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pemrosesan, pengkategorian, penafsiran dan penarikan kesimpulan. Materi dasar pendidikan agama islam yang terkandung dalam Al-Quran Surat Luqman Ayat 13-19 meliputi materi pendidikan keimanan berupa larangan berbuat syirik kepada Allah, adab terhadap orang tua, akhlak terhadap orang lain, pendidikan ibadah yang menyangkut perintah mendirikan shalat dengan sempurna, pendidikan sosial yang meliputi perintah untuk beramar makruf nahi munkar dan perintah untuk senantiasa bersikap sabar. Materi dasar pendidikan islam tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan keluarga untuk membentuk perkembangan kecerdasan spiritual, emosional, sosial anak secara ideal. Kata Kunci:  Al-Quran Surat Luqman, Materi Dasar  Pendidikan Islam
TINDAKAN HUKUM DISKRESI DALAM KONSEP WELFARE STATE PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI NEGARA DAN HUKUM ISLAM Aristoni, Aristoni
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v8i2.834

Abstract

DISCRETIONARY LEGAL ACTION (FREIESER- MESSEN) IN THE WELFARE STATE CONCEPT: PERSPECTIVE OF STATE ADMINISTRATION LE- GAL AND ISLAMIC LAW. Regulation of  wisdom known as discretionary or ‘freiesermessen’ essentially is a legal act of government or supplies tool of  state administration. This action carried out by the agency or the officials carrying out the government affairs to be able to act on their own initiative in solving social problems. This paper is an analysis of  discretion or ‘freiesermessen’ as one of  the means to move for official or administrative departments of  the State to take action without having to be bound completely on legislation. As a result, in the ideal level, the government has the authority to make discretionary without being tied entirely to the law. But in practical terms, it does not mean that the government or officials of  the State administration can act arbitrarily, but rather an attitude that must be accounted for. In other words, despite government intervention in the lives of  citizens is indispensable in the conception of  the welfare state, but also the accountability of each government action is indispensable in a State of law that upholds the values of truth and justice. keywords: Law act, Discretion, State administration legal, Islamic Law.Peraturan  kebijaksanaan  yang  dikenal  dengan  istilah  diskresi atau freiesermessen pada hakikatnya merupakan tindakan hukum pemerintah atau alat perlengakapan administrasi Negara. Tindakan ini dilakukan oleh badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan untuk dapat bertindak atas inisiatif  sendiri dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. Tulisan ini merupakan analisis terhadap diskresi atau freiesermessen sebagai salah satu sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atau badan-badan administrasi Negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Hasilnya, pada tataran ideal, pemerintah memang diberikan kewenangan untuk membuat diskresi tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Namun pada tataran praktis, tidak berarti pemerintah atau pejabat administrasi Negara dapat bertindak semena-mena, melainkan sikap itu haruslah dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, meskipun campur tangan pemerintah dalam kehidupan warga Negara merupakan keniscayaan dalam konsepsi welfare state,   tetapi pertanggungjawaban setiap tindakan pemerintah juga merupakan keniscayaan dalam Negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.kata kunci: Tindakan hukum, Diskresi, Hukum administrasi negara, hukum Islam.
Globalisasi, Pendidikan Karakter, dan Kearifan Lokal yang Hybrid Islam pada Orang Melayu Kalimantan Barat Kurniawan, Syamsul
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4899

Abstract

Pada era globalisasi, seperti saat ini, di mana jati diri sebuah bangsa sedang diuji, membangun karakter menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini menjadi alasan pentingnya pendidikan karakter diberikan tidak hanya di rumah atau sekolah, tetapi juga di masyarakat. Khususnya masyarakat, dapat menjadi pusat pendidikan karakter oleh sebab di dalam keseharian masyarakat memiliki kearifan lokal yang dapat digali sebagai basis pendidikan karakter. Seperti orang Melayu Kalimantan Barat, yang mempunyai kearifan lokal, yang masih digenggam kuat dalam keseharian mereka sebagai Melayu. Kearifan lokal yang dianut oleh orang Melayu Kalimantan Barat sangat dekat dengan Islam, mengingat keterhubungan antara identitas Melayu dan Islam. Kearifan lokal ini lahir, bertumbuh dan berkembang di kalangan orang Melayu Kalimantan Barat dan berwarnahybrid, karena terjadi perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai Islam. Di antara variannya yang dibahas dalam artikel ini, yaitu hukum adat Melayu, pantang larang, dan upacara adat.

Page 5 of 21 | Total Record : 203