cover
Contact Name
Ahmad Fatah
Contact Email
fatahkudus1@gmail.com
Phone
+6281228228123
Journal Mail Official
fatahkudus1@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kudus Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Telp. (0291) 432677 Fax. (0291) 441613 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian
ISSN : 16936019     EISSN : 24776580     DOI : 10.21043/jp
Core Subject : Religion,
Focus: Jurnal Penelitian fokus pada penyediaan artikel ilmiah sosial keagamaan berbasis pada tema-tema yang berkembang yang hadir melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope: Jurnal Penelitian mengkhususkan diri dalam studi sosial keagamaan, yang meliputi islamic studies, tarbiyah, syariah, ushuluddin, dakwah, sosiologi agama, antropologi agama, serta disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan disiplin keagamaan.
Articles 329 Documents
MENDAMBAKAN PARADIGMA KESETARAAN DALAM PERNIKAHAN (TELAAH KRITIS TERHADAP KITAB UQU>D AL-LUJJAIN) Fatah, Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 8, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i2.842

Abstract

CRAVING THE PARADIGM EQUALITY IN MARRIAGE (CRITICAL ANALYSIS OF Uqu>d al-Lujjain BOOK).Based on simple study to Uqu>d al-Lujjain book, it is known that in the Uqu>d al-Lujjain book there are a variety of  texts that emphasizes the superiority of  men in the marital relationship. It is much influenced by socio-cultural settings at that time, besides the hadith references which aren’t all saheeh and hasan, but there is a weak. The discussion in this research reveal the fundamental problem in understanding the rights and responsibilities of  husband and wife who can be classified into four things, namely the problem of  husband and wife relationship in tradition, the problem of  space in the marital relationship, situation and condition problems, as well as the problem in understanding the text of al-Qur`an and Hadith. Thus, in this paper the authors offer is continued criticism conceptually contained in Uqu>d al Lujjain with criticism of  reality in household which is particularly problematic in a relationship of husband and wife.keywords: Equality, Marriage, Family.Berdasarkan kajian yang sederhana terhadap kitab Uqu>d al-Lujjain, dapat diketahui bahwa dalam kitab Uqu>d al-Lujjain terdapat berbagai teks yang mengedepankan superioritas laki-laki dalam hubungan suami istri. Hal ini banyak diwarnai oleh setting sosial budaya pada saat itu, disamping rujukan hadis-hadis yang tidak semuanya shahih dan hasan, tetapi ada yang dhaif. Bahasan dalam peneltian ini mengungkap problem yang mendasar dalam memahami hak dan kewajiban suami istri yang dapat diklsifikasikan menjadi empat hal, yaitu problem relasi suami istri dalam tradisi, problem ruang gerak dalam hubungan suami istri, problem situasi dan kondisi, serta problem pemahaman terhadap teks al Qur`an maupun Hadis. Dengan demikian, dalam penelitian ini yang penulis tawarkan adalah melanjutkan kritik secara konseptual yang terdapat dalam Uqu>d al- Lujjain  dengan kritik terhadap realitas dalam rumah tangga yang sangat problematik dalam menjalin hubungan suami istri.kata kunci: Kesetaraan, Pernikahan,  Keluarga.
AGAMA SEBAGAI UPAYA MENGEMBALIKAN KESEHATAN MENTAL SANTRI PENDERITA SKIZOFRENIA (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Darus Syifa Wedung Demak) Rochanah, Rochanah
Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i2.6035

Abstract

Agama adalah sesuatu yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Fungsi agama adalah mengatur kehidupan manusia, termasuk mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Seberapa baiknya perilaku yang nampak dalam diri seseorang pada dasarnya adalah hasil dari ketaatannya dalam menjalankan ibadah agama. Oleh karenanya, agama memiliki peran penting dalam kehidupan setiap manusia, salah satunya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan kesehatan mental bagi mereka yang terkena gangguan dan penyakit mental, dalam hal ini adalah penderita skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan pada mental yang sudah memasuki kategori berat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatatiff deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara eksplisit, permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah; Bagaimana peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa peran agama dalam upaya mengembalikan kesehatan mental santri penderita skizofrenia di pondok pesantren Wedung Demak adalah; Pertama, agama mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, agama mengajarkan untuk melakukan ikhtiyar Ketiga, agama mengajarkan untuk tidak putus asa. Keempat, agama mengajarkan untuk bertawakkal. Kelima, agama mengajarkan untuk displin. Keenam, agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ketujuh, agama mengajarkan untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan.
MODEL PENAFSIRAN HASSAN HANAFI Prasetya, Marzuqi Agung
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v7i2.819

Abstract

THE INTERPRETATION MODEL OF HASAN HANAFI. The Qur’an speaks the language of  the world in order to be understood by everyone and there is no way for wthem to have a reason that the language of  the Qur’an is not true and the foreign literature for humans in order to understand the content and the content of  the Koran required by the study of  tafsir.The study of  the interpretation methodology is still relatively new in the intellectual treasures of  Muslims. He had made the object of  a separate study further after growing rapidly the interpretation (tafsir). It is therefore not surprising that the methodology of  the study interpretations is far behind that interpretation itself. The metodology of  interpretation can be defined as knowledge of  ways to go in reviewing and studying the Qur’an. Historically each interpretation has been using one or more method of the Kor’an interpretation. Among the interpreter is Hassan Hanafi with special type, that is Qur’anic “empirical” hermeneutics, that cpmes from humanity “empirical” reality to the formulation for social transformation necessity.Keywords: Thematic Interpretation, Hassan Hanafi, Al-Qur’an.Al-Qur’an berbicara dengan bahasa dunia supaya dapat dipahami oleh semua orang dan tidak ada jalan bagi mereka untuk beralasan bahwa bahasa Al-Qur’an adalah tidak benar dan literaturnya asing bagi  manusia. Guna memahami isi dan kandungan Al-Qur’an, dibutuhkan ilmu tafsir. Studi tentang metodologi tafsir masih terbilang baru dalam khazanah intelektual umat Islam. Metodologi tafsir baru dijadikan sebagai objek kajian tersendiri jauh setelah tafsir berkembang pesat. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika metodologi tafsir tertinggal jauh dari kajian tafsir itu sendiri. Metodologi tafsir dapat diartikan sebagai pengetahuan mengenai cara yang ditempuh dalam mengkaji dan menelaah Al-Qur’an. Secara historis, setiap penafsiran telah menggunakan satu atau lebih metode penafsiran Al-Qur’an. Di antara penafsir tersebut adalah Hassan Hanafi yang menampilkan corak penafsiran yang khas, yaitu hermeneutika “empiris” Al- Qur’an, yang berangkat dari realitas “empiris” kemanusiaan sampai pada perumusan untuk kepentingan transformasi sosial.Kata Kunci: Penafsiran Tematik, Hassan Hanafi, Al-Qur’an.
Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran (Studi Tafsir Tarbawi Karya Ahmad Munir) Hardiyati, Mikyal; Baroroh, Umi
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4921

Abstract

Abstrak :Pendidikan yang dipandang oleh masyarakat sebagai human investment. Artinya bahwa pendidikan berperan dalam proses pembangunan karakter dan intelektual sebuah bangsa. Tolak ukur sebuah bangsa yang maju salah satunya dapat dilihat dari keberhasilan pendidikannya. Pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus dan konsep yang matang sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan dalam perspektif yang berbeda yaitu perspektif Al-Quran. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi pendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran.Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnya perkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah studi tafsir tarbawi karya Ahmad Munir, sedangkan untuk data sekunder menggunakan buku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pendidikan. Dari hasil penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dan library research diperoleh informasi bahwa didalam Al-Quran terdapat beberapa istilah pendidikan antara lain tarbiyah, ta’dib, ta’lim dan tazkiyah. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentuk manusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya. Materi pendidikan terbagi kedalam 2 bidang yaitu bidang kajian-kajian keislaman dan bidang sains sosial serta eksakta.Kata Kunci : Pendidikan, tujuan pendidikan, materi pendidikan dalam perspektif Al-Quran
PEDAGANG WARUNG KELI: Studi Eko-Sosial Religius Wanita Pedagang Tradisional Di Desa Jambearum Kendal Jawa Tengah Lutfiah, Lutfiyah
Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v11i1.2240

Abstract

Women in a family have a role as a spouse, a sweetheart or a mother. Women have a right to determine and concrete a happiness either immaterial or material. In Jambearum, Kendal, Central Java, there were some women who played a role of helping her husband, by becoming a vendor, or known as warung keli. The role woman as a wife and the role for helping husband did not make them to stop becoming a religious-social being as well. This research is a qualitative descriptive which used social anthropology approach. This research aimed to determine: 1)Women who have extra job to earn a living, are tough. 2) The time management is, these women began to accomplish domestic activities after fajr until 08.00 AM, then they started to kulaan in village market before selling around. Religius social activities were conducted as best as they can, some of them were active, others were moderate and less active. 3) The contributions given by these women can not be mentioned significantly.
Pengembangan Kecerdasan Spiritual Santri: Studi terhadap Kegiatan Keagamaan di Rumah TahfizQu Deresan Putri Yogyakarta Rahmawati, Ulfah
Jurnal Penelitian Vol 10, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i1.1332

Abstract

Globalisasi, Pendidikan Karakter, dan Kearifan Lokal yang Hybrid Islam pada Orang Melayu Kalimantan Barat Kurniawan, Syamsul
Jurnal Penelitian Vol 12, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v12i2.4899

Abstract

Pada era globalisasi, seperti saat ini, di mana jati diri sebuah bangsa sedang diuji, membangun karakter menjadi sebuah kebutuhan. Hal ini menjadi alasan pentingnya pendidikan karakter diberikan tidak hanya di rumah atau sekolah, tetapi juga di masyarakat. Khususnya masyarakat, dapat menjadi pusat pendidikan karakter oleh sebab di dalam keseharian masyarakat memiliki kearifan lokal yang dapat digali sebagai basis pendidikan karakter. Seperti orang Melayu Kalimantan Barat, yang mempunyai kearifan lokal, yang masih digenggam kuat dalam keseharian mereka sebagai Melayu. Kearifan lokal yang dianut oleh orang Melayu Kalimantan Barat sangat dekat dengan Islam, mengingat keterhubungan antara identitas Melayu dan Islam. Kearifan lokal ini lahir, bertumbuh dan berkembang di kalangan orang Melayu Kalimantan Barat dan berwarnahybrid, karena terjadi perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai Islam. Di antara variannya yang dibahas dalam artikel ini, yaitu hukum adat Melayu, pantang larang, dan upacara adat.
ANALISIS MODEL FUNDRAISING DAN DISTRIBUSI DANA ZIS DI UPZ DESA WONOKETINGAL KARANGANYAR DEMAK Ridwan, Murtadho
Jurnal Penelitian Vol 10, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v10i2.1879

Abstract

The success of the collection and distribution of ZIS funds determined by the management of fundraising and distribution adopted by the institution of zakat. There are several models of fundraising and distribution of ZIS funds that can be applied in managing the ZIS funds. UPZ is one part of the organization's most end zakat according to our regulations. UPZ has the authority to collect zakat and charity donation fund. This article aims to analyze the model of fundraising and distribution of ZIS funds in UPZ Wonoketingal village, Karanganyar, Demak. The approach used is a qualitative approach to observation, interviews, and documentation as methods of data collection. When the analysis of the data used is the analysis model of Miles and Huberman. The results showed that fundraising in the UPZ Wonoketinggal village combining two models, namely direct and indirect fundraising. Indirect fundraising is used to promote the program through announcements in lectures, town hall or at the time of Jumu'ah prayer. And direct fundraising committee UPZ done by visiting the houses of citizens directly. While the distribution model of ZIS funds applied consumerist traditional models and creative productive models. Consumptive traditional models used to distribute zakat fitrah, zakat mal for the poor, and funds charitable donation. While creative productive models used for the distribution of zakat mal for gharim.
Pengilmuan Islam dan Problem Dikotomi Pendidikan Mustaqim, Muhamad
Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v9i2.1321

Abstract

THE LIVING QUR'AN: POTRET BUDAYA TAHFIZ AL-QUR'AN DI NUSANTARA Atabik, Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1346

Abstract

The Living Qur’an:  nusanTara Qur’an Tahfiz cuLTure porTraiT. The study of the living Qur’an is the study of a variety of social events related to the presence of the Qur’an or the existence of the Qur’an in certain a Moslem community. Based on it, it will seem the social response (reality) of the Moslem community to make a living and turn on the Qur’an through a continuous interaction. The living Qur’an actually originated from the Qur’an phenomena in everyday life, that is, the meaning and function of the Qur’an that real are understood and experienced by the Moslem community. among the living Qur’an found on the archipelago’s Moslem community is culturally or memorize (tahfiz) of the Qur’an. This tradition is one of the many phenomenon of Moslem in turn or present the Qur’an in everyday life by means of read through it entirely. This tradition is widespread in some indonesian islamic community, especially among the students of boarding school (santri), as a result it form an entity of local culture.

Page 5 of 33 | Total Record : 329