cover
Contact Name
Rifqi Ferry Balfas
Contact Email
jophus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jophus@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS
ISSN : -     EISSN : 27153320     DOI : 10.46772/jophus
Core Subject : Health, Science,
Jurnal JOPHUS adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Farmasi bahan alam 2. Farmasi klinik dan komunitas, 3. Farmasi Etik, 4. Manajemen Farmasi, 5. Kimia Farmasi, 6. Biologi Farmasi, 7. Fitokimia, 8. Farmasetika dan Teknologi Farmasi, 9. Mikrobiologi dan bioteknologi, 10. Farmakologi dan toksikologi, 11. Farmakokinetik
Articles 81 Documents
Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Lotion Whitening Yang Beredar Di Kota Pekalongan Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (Hplc) citra_dinda Wardany; Achmad Vandian Nur; Urmatul Waznah; Khusna santika rahmasari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i1.811

Abstract

Lotion whitening mengandung bahan aktif yang digunakan sebagai pemutih kulit termasuk bahan aktif yang berbahaya seperti hidrokuinon. Hidrokuinon (C6H4O2) merupakan senyawa organik aromatik golongan fenol yang bekerja menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam penggelapan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan hidrokuinon dalam sampel lotion pemutih dan mengetahui kadar hidrokuinon yang telah diatur oleh BPOM RI No. 18 Tahun 2015 yaitu <2%. Sampel yang dipilih adalah lotion whitening yang beredar di Kota Pekalongan sebanyak 10 yang didapat secara offline. Penelitian dilakukan kualitatif menggunakan uji organoleptis, uji warna, serta uji kromatografi lapis tipis dengan fase gerak n-heksan dan aseton (3:2), sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase gerak metanol dan aquabides (55:45). Hasil yang diperoleh pada uji organoleptis menunjukkan bahwa hampir semua lotion memiliki bentuk kental, berwarna putih dan beraroma wangi. Pada uji warna didapatkan hasil warna hijau pekat dan uji KLT diperoleh nilai Rf sampel D dan standar hidrokuinon yang sama yaitu 0,625 cm, sehingga hasil yang diperoleh pada sampel D Kadar hidrokuinon sebanyak 7,80 % dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut melebihi kadar hidrokuinon yaitu < 2% yang telah diatur oleh BPOM RI.
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR KLORIN (CI2) DALAM BERAS PUTIH (Oryza Sativa L.) YANG DIJUAL DI PASAR KENDAL DENGAN METODE ARGENTOMETRI: Identifikasi Dan Penetapan Kadar Klorin (Ci2) Dalam Beras Putih (Oryza Sativa L.) Yang Dijual Di Pasar Kendal Dengan Metode Argentometri UTAMI, Rose Malinda Andamari Wahyu Utami; Melani Dewi; Nita Fajaryanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1423

Abstract

ABSTRAK Permasalahan manipulasi mutu beras sering dilakukan oleh pedagang curang seperti penyemprotan zat aromatik dan pemakaian bahan pemutih seperti klorin (Cl2). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033/Menkes/Per/IX/2012, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutih yang diperbolehkan. Dipilihnya beras putih (Oryza Sativa L.) sebagai sampel penelitian karena beras putih (Oryza Sativa L.) merupakan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal mengandung klorin (Cl2) dengan metode argentometri dan berapakah kadar klorin pada beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal dengan metode argentometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi argentometri dengan teknik Simpel Random Sampling. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pendekatan kualitatatif dan kuantitatif. Data kadar klorin dianalisa melalui prosedur uji univariat (analisa deskriptif). Hasil penelitian yang diperoleh dari enam sampel beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal menunjukkan bahwa 3 sampel beras curah yang diteliti terdapat 2 sampel beras yang positif mengandung klorin dengan 66,6932 mg/L dan 71,0087 mg/L. Serta pada 3 sampel beras kemasan terdapat 1 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 55,7085 mg/L, sedangkan pada 3 sampel lainnya tidak mengandung klorin.
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR KLORIN (CI2) DALAM BERAS PUTIH (Oryza Sativa L.) YANG DIJUAL DI PASAR KENDAL DENGAN METODE ARGENTOMETRI: Identifikasi Dan Penetapan Kadar Klorin (CI2) Dalam Beras Putih (Oryza Sativa L.) Yang Dijual Di Pasar Kendal Dengan Metode Argentometri Safitri, Fifit; Dewi, Melani; Fajaryanti, Nita
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1424

Abstract

Permasalahan manipulasi mutu beras sering dilakukan oleh pedagang curang seperti penyemprotan zat aromatik dan pemakaian bahan pemutih seperti klorin (Cl2). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033/Menkes/Per/IX/2012, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutih yang diperbolehkan. Dipilihnya beras putih (Oryza Sativa L.) sebagai sampel penelitian karena beras putih (Oryza Sativa L.) merupakan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal mengandung klorin (Cl2) dengan metode argentometri dan berapakah kadar klorin pada beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal dengan metode argentometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi argentometri dengan teknik Simpel Random Sampling. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pendekatan kualitatatif dan kuantitatif. Data kadar klorin dianalisa melalui prosedur uji univariat (analisa deskriptif). Hasil penelitian yang diperoleh dari enam sampel beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal menunjukkan bahwa 3 sampel beras curah yang diteliti terdapat 2 sampel beras yang positif mengandung klorin dengan 66,6932 mg/L dan 71,0087 mg/L. Serta pada 3 sampel beras kemasan terdapat 1 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 55,7085 mg/L, sedangkan pada 3 sampel lainnya tidak mengandung klorin.
UJI UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK INFUSA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON: Uji Aktifitas Antipiretik Infusa Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Yang Diinduksi Pepton Khairunnisa, Mutiara Hasna; Fajaryanti, Nita; Wahyu Utami, Rose Malinda Andamari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1425

Abstract

Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa flavonoid memiliki banyak manfaat seperti antipiretik, analgetik, dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antipiretik infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Hewan uji yang digunakan sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok pemberian infus. Setiap mencit diinduksi dengan pepton dosis 1ml/KgBB secara subkutan. Pengukuran suhu dilakukan sebelum induksi, 30 menit setelah pemberian induksi dan setiap 30 menit sampai menit ke-120. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA (Analysis of Variance) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun belimbing wuluh memiliki aktivitas yang sebanding dengan kontrol positif parasetamol dalam menurunkan demam dan hasil data anova p<0,05. Kesimpulannya infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan (Mus Musculus).
UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LIP CREAM DENGAN PEWARNA ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.): Uji Sifat Fisik Sediaan Lip Cream Dengan Pewarna Alami Dari Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Hanita Christiandari; Anggraeni, Ulfy Ratna; Hernawan, Jarot Yogi Hernawan
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1396

Abstract

Lip cream adalah pewarna bibir yang digunakan untuk melembabkan bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Penambahan zat warna merupakan faktor yang sangat penting dalam sediaan warna lip cream. Zat warna dapat memberikan daya tarik pada penglihatan dan dapat membangkitkan minat (selera). Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik yaitu organoleptis, homogenitas, daya lekat, dan daya sebar pada sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan bobot 0%, 6%, 8%, dan 10%, adapun variabel terikatnya adalah sifat fisik sediaan lip cream yang meliputi organoleptis, homogenitas, daya lekat, dan daya sebar. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menghasilkan sediaan lip cream pada F0 berwarna kuning bening, F1 berwarna coklat muda agak merah muda, F2 berwarna coklat agak merah, dan F3 berwarna coklat kemerahan. Lip cream memiliki susunan yang homogen, tekstur lembek, setengah padat serta beraroma vanila. Nilai daya lekat F0 4,16 detik, F1 4,80 detik, F2 4,92 detik, dan F3 5,16 detik. Nilai daya sebar F0 6,5 cm, F1 6,4 cm, F2 6,0 cm, dan F3 5,4 cm. Sediaan lip cream dengan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat fisik organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar yang baik dan memenuhi syarat uji lip cream. Kata kunci : Lip cream, Kulit buah manggis, Sifat Fisik
FORMULASI DAN UJI MUTU SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.): Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Sinta Nur Fauziyah; Rifqi Ferry Balfas; Alik Kandhita Febriani
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1518

Abstract

Sediaan dalam bentuk gel yang dipakai sebagai perawatan kulit wajah yang mudah diaplikasikan salah satunya masker gel peel off. Perkembangan sel bakteri mampu dihambat oleh daun pepaya karena mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi terbaik dan pemeriksaan mutu sediaan yang berbahan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.). Metode yang dipakai yaitu eksperimental secara deskriptif. Konsentrasi sediaan F1 1 gr, F2 3 gr dan F3 5 gr. Uji mutu sediaan meliputi pemeriksaan organoleptik, uji kecepatan pengeringan, pH, homogenitas, daya lekat dan daya sebar. Pemeriksaan organoleptik pada formula 1 yaitu warna hijau kecoklatan, formula 2 dan formula 3 yaitu hijau kehitaman, aroma khas ekstrak dan bentuk gel. Uji homogenitas formula 1, formula 2 dan formula 3 homogen. Uji daya lekat, pemeriksaan pH, daya sebar dan kecepatan kering memenuhi syarat sediaan. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa formula terbaik yaitu pada sediaan F3 yang ditambahkan ekstrak daun pepaya sejumlah 5 gr dan uji mutu ketiga formulasi memenuhi persyaratan sediaan.
FORMULASI DAN UJI MUTU SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.): Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Salep Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Siti Nur Azizah; Rifqi Ferry Balfas; Alik Kandhita Febriani
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1523

Abstract

Salep merupakan formulasi semi padat juga mudah diaplikasikan sehingga dapat digunakan menjadi obat luar. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antioksidan dan antiseptik yang berperan untuk penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan terbaik dan hasil uji mutu sediaan salep dari daun pepaya (Carica papaya L.). Metode yang digunakan eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti. Konsentrasi sediaan F1 1 gr, F2 1,5 gr dan F3 2 gr. Uji mutu sediaan salep meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat. Hasil uji homogenitas F1, F2 dan F3 homogen. Hasil uji Ph, uji daya lekat, dan uji daya sebar ketiga formula memenuhi nilai syarat nilai sediaan salep. Kesimpulan formula terbaik yaitu pada sediaan salep dengan formula penambahan ekstrak daun pepaya sebanyak 2 gr. Hasil uji mutu yang dilakukan ketiga formula memenuhi syarat nilai sediaan salep.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG SUNSCREEN PADA REMAJA DI DESA BULUSARI: Gambaran Pengetahuan Tentang Sunscreen pada Remaja Di Desa Bulusari Dinda Ana Rizky; Fajarini, Hanari; Balfas, Rifqi Ferry
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1526

Abstract

Sunscreen merupakan kosmetik pelindung kulit yang memilik peran penting dalam menjaga kesehatan kulit, mengingat aktifitas sehari-hari sebagian besar yang kita lakukan di luar rumah yang cenderung terpapar sinar matahari. Berdasarkan pengamatan awal peneliti di Desa Bulusari banyak remaja yang melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang sunscreen pada remaja di Desa Bulusari. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan sampelnya berdasarkan metode snowball sampling, metode pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mengikut sertakan remaja di Desa Bulusari yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 20 responden. Hasil rekapitulasi skor ini menunjukan rata-rata sebesar 83,3%. Sehingga disimpulkan bahwa pengetahuan tentang sunscreen pada remaja di Desa Bulusari adalah baik.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS PEMARON: Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Puskesmas Pemaron triadindauswatunkhasanah; Fajarini, Hanari; Rifqi Ferry Balfas
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1528

Abstract

Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik dinilai rasional jika diberikan dengan indikasi, dosis, lama pemberian, pilihan jenis, dan yang lainnya. Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan salah satu penyebab terjadinya medication error. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu sebuah metode yang menekankan pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat sebuah permasalahan, dengan menggunakan instrument penelitian yang berupa rekam medis yang diambil pada Bulan November Tahun 2023 sebanyak 18 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan dan kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas Pemaron Brebes berdasarkan tepat pasien, tepat dosis, tepat rute, dan mewaspadai efek samping di Puskesmas Pemaron Brebes masing-masing sebesar 100%, sedangkan tepat indikasi sebesar 83,33%, dan tepat obat sebesar 66,66%.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN PASARBATANG TENTANG PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL: Gambaran Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Pasarbatang Tentang Penggunaan Obat Tradisional Chumayroh, Chumayroh; Fajarini, Hanari; Balfas, Rifqi Ferry
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i01.1533

Abstract

Jumlah pengobatan tradisional saat ini semakin meningkat karena efek samping yang relatife kecil. Sejauh ini masyarakat menganggap bahwa pengobatan menggunakan obat herbal lebih aman dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Masyarakat  juga percaya bahwa obat herbal memiliki efek samping yang relatif lebih rendah, namun bukan berarti tidak ada laporan tentang reaksi merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pada masyarakat tentang penggunaan obat tradisional. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan penentuan sampel berdasarkan metode sowball sampling, metode pengumpulan data melalui observasi, wawancaran dan dokumentasi. Penelitian ini mengikut sertakan masyarakat Kelurahan Pasarbatang yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 50 responden. Hasil rekapitulasi skor menunjukkan rata-rata sebesar 79,9%. Sehingga disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional di Kelurahan Pasarbatang adalah baik.