cover
Contact Name
Rifqi Ferry Balfas
Contact Email
jophus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jophus@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS
ISSN : -     EISSN : 27153320     DOI : 10.46772/jophus
Core Subject : Health, Science,
Jurnal JOPHUS adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Farmasi bahan alam 2. Farmasi klinik dan komunitas, 3. Farmasi Etik, 4. Manajemen Farmasi, 5. Kimia Farmasi, 6. Biologi Farmasi, 7. Fitokimia, 8. Farmasetika dan Teknologi Farmasi, 9. Mikrobiologi dan bioteknologi, 10. Farmakologi dan toksikologi, 11. Farmakokinetik
Articles 88 Documents
Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Permen Jeli dari Cangkang Telur Ayam Fitriyah; Alik Kandhita Febriani; Rifqi Ferry Balfas
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i1.1927

Abstract

Permen jeli dari cangkang telur ayam yaitu suplemen makanan yang berkalsium tinggi. Penggunaan cangkang telur ayam untuk pembuatan permen jeli karena cangkang telur ayam mempunyai kadar sebesar 98,43% kalsium karbonat (CaCO3), 0,75% Kalium Fosfat (Ca3(PO4)2 dan 0,84% Magnesium Karbonat (MgCO3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik dan hasil uji mutu sediaan permen jeli dari cangkang telur ayam. Penelitian ini menyusun data awal yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari objek yang diteliti melalui metode ekperimental kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menyajikan data hasil dari analisis ke dalam bentuk tabel dan narasi. Formulasi permen jeli dari cangkang telur ayam ras dibuat dengan variasi konsentrasi yang berbeda yaitu, FI 2 g, FII 4 g dan FIII 6 g. Penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji kadar air, uji kadar abu dan uji pH. Hasil penelitian ini menampakkan bahwa FI dengan kadar abu senilai 1,278%, kadar air 14,135% dan secara organoleptik merupakan formula terbaik. Berdasarkan hasil penelitian, permen jeli dari cangkang telur ayam pada FII dan FIII yang penyimpanannya pada suhu kamar akan menyebabkan kerusakan sensorik sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Pada uji keseragaman bobot dan uji pH tidak satupun dari Formula baik FI, FII dan FIII yang memenuhi standar mutu.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOGEL CIPROFLOXACIN Bunga Tamama Hapidzhah; Tri Yanuarto; Dewi Winni Fauziah
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1942

Abstract

Biopharmaceutical systems have deficiencies in solubility properties in gastrointestinal lumen fluids. Deficiencies in the main biopharmaceutical can reduce the rate and amount of absorbed doses in oral dosage forms. Ciprofloxacin is one of the drugs included in biopharmaceutical class 3. This study formulated ciprofloxacin into nanogel preparations with different concentrations of 0.3%, 0.4%, and 0.5%. The study conducted evaluation tests including particle size tests, polydispersity index, and physical properties tests (organoleptic, viscosity, homogeneity, pH tests). The results of this tests showed that the particle size test has a size ofapproximately 403,9 nm – 529,2 nm (qualified) poliydispersity index had a value at F1, F2 of 0,5 (qualified) at F3 0,7 (not qualified) and the physical properties test (organoleptic, viscosity, homogeneity) qualified, the pH test showed the results of the pH value in the range of 4.55 - 5.5 (qualified).
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes (L). Benth): FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN SUSPENSI EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes (L). Benth) Sri Susanti; Nurwani Purnama Aji; Betna Dewi; Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1951

Abstract

Daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) merupakan tanaman obat yang berkhasiat dan berfungsi sebagai antelmintik. Tujuan penelitian ini untuk menilai mutu fisik sediaan suspensi ekstrak daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) yang diekstraksi dengan metode maserasi. Sediaan suspensi diformulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun miana (Coleus scutellariodes (L.) Benth) (4%, 6% dan 8%). Penelitian ini dievaluasi uji sifat fisik mencakup (organoleptis, homogenitas, pH,viskositas, massa jenis). Hasil evaluasi fisik uji organoleptis (F0, F1, F2, F3) menunjukan sediaan suspensi memenuhi uji organoleptis, uji homogenitas tidak memenuhi syarat hal ini diakrenakan sediaan tidak terditribusi secara merata, uji pH (F0, F1, F2) berada pada rentang (4-6) memenuhi syarat dan pH F3 menunjukan (3,8) bersifat asam, uji viskositas suspensi memiliki rentang 336-370 cp memenuhi syarat SNI dan uji massa jenis (F0, F1, F2, F3) memiliki hasil yang baik yaitu ˃1,00 g/mL.
Analisis Faktor Kepatuhan Minum Obat Antituberkulosis Pasien Rawat Jalan Pada Layanan Kesehatan Primer : Studi Cross-sectional Di Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri Eko Yudha Prasetyo; Dyah Ayu Kusumaratni; Hariyani Hariyani; Kumala Sari Poespita Dewi Wahyuni; Dwi Evi Dian Sari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1953

Abstract

Pengobatan TB melibatkan banyak obat dan durasi terapi yang panjang. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis secara teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan prospektif pada Februari–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan metode pill count, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diidentifikasi melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% responden termasuk kategori patuh. Pengetahuan, sikap, efek samping obat, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat, sedangkan akses fasilitas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa peningkatan edukasi, konseling, dan dukungan keluarga serta tenaga kesehatan perlu dipertahankan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) fatma; Hanari fajarini; Erin nursanti; Alik kandhita febriani
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1966

Abstract

ABSTRAK Hand sanitizer merupakan sediaan antiseptik yang praktis digunakan untuk menjaga kebersihan tangan. Penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol secara berulang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Lidah buaya (Aloe vera) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan memformulasikan gel hand sanitizer berbahan dasar daging lidah buaya segar serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tiga formula yang mengandung lidah buaya konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan gel berwarna bening, homogen, dan berbau khas lidah buaya serta memenuhi persyaratan mutu fisik. Nilai pH berkisar 5,22-5,46, daya sebar 5-6 cm, dan viskositas 2.490-5.289 cPs, serta stabil selama penyimpanan 30 hari. Formula III menghasilkan zona hambat sebesar 10 mm terhadap Escherichia coli yang termasuk kategori kuat, sedangkan Formula I dan Formula II tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh formula tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian, Formula III merupakan formula terbaik karena memenuhi persyaratan mutu fisik dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Formulasi Dan Uji Mutu Lotion Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Sebagai Antioksidan windriyani; Alik Kandhita Febriani; Hanari Fajarini; Erin Nursanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1968

Abstract

Daun kelengkeng dilaporkan memiliki manfaat untuk menghambat radikal bebas, memiliki potensi untuk memproduksi asam ellagik, serta berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat lotion dari ekstrak etanol daun kelengkeng dan mengetahui uji mutu sediaan lotion terbaik serta dilakukan uji antioksidan pada sediaan terbaik. Lotion dibuat dengan variasi kosentrasi zat aktif ekstrak daun kelengkeng 0,5 gram, 1 gram, dan 1,5 gram dan dilakukan uji mutu kemudian uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji pH pada F1, F2, dan F3 memiliki pH 8 yang mana semua formulas masuk dalam rentang pH kulit. Hasil uji daya lekat F1 (2,15 detik), F2 (3,76 detik), dan F3 (2,70 detik) semua formulasi memenuhi syarat. Hasil uji daya sebar F1 (5,5 cm), F2 (5 cm), dan F3 (4,5 cm) di mana F1 dan F2 memenuhi syarat, namun F3 tidak memenuhi syarat. Pada uji viskositas diperoleh hasil pada F1 sebesar 4.698 mPa.S, sementara pada F2 5.139 mPa.S, serta F3 memiliki niali viskositas 5.811 mPa.S. Hasil uji fisik terbaik dari lotion ekstrak daun kelengkeng yaitu pada formula 2. Hasil uji antioksidan pada formula terbaik dengan hasil % inhibisi yaitu memiliki nilai 19,99%.
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU HAND AND BODY LOTION EKSTRAK BUAH TOMAT ( Solanum lypersicum L. ) BERKHASIAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aristawidya; Alik Kandhita Febriani; Erin Nursanti; Hanari Fajarini
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1975

Abstract

Kulit memiliki kemampuan alami guna menjaga kelembapan tubuh dari kondisi kering serta pengaruh radikal bebas. Namun, jumlah antioksidan alami dalam tubuh terkadang tidak cukup untuk melawan radikal bebas yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel kulit. Tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki senyawa likopen yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas. Salah satu cara pemanfaatannya yaitu dengan dibuat menjadi hand and body lotion yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit serta mengurangi masalah kulit seperti kering, bersisik, dan keriput. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis efek penggunaan ekstrak tomat sebagai komponen utama terhadap kualitas fisik serta kemampuan antioksidan pada produk lotion. Kadar ekstrak yang diterapkan meliputi 1%, 2%, dan 3% Hasil penelitian pada uji organoleptik menunjukkan bahwa semua formula memiliki bau khas oleum citri. Namun, memiliki perbedaan pada konsistensi dan warna yang dihasilkan FI agak kental (putih), FII kental (putih kecoklatan) dan FIII sangat kental (coklat muda). Uji pH, FI 6,86, FII 6,62 dan FIII 6,50. Uji homogenitas yaitu, semua formula menunjukkan sediaan homogen, tidak ada butiran kasar. Uji daya sebar yaitu, pada pada F1 diperoleh nilai 5,5 cm, FII 5,3 cm dan FIII 5 cm. Uji daya lekat pada F1 memperoleh angka 3 detik, FII 7 detik, dan FIII 5 detik. Uji viskositas pada FI menghasilkan 1.895 mPa.s sementara formula II 2.973 mPa.s dan formula III 3.779 mPa.s. Sehingga disimpulkan bahwa formula III mempunyai karakteristik yang paling baik. Hasil uji antioksidan pada formula terbaik dengan hasil % inhibisi yaitu memiliki nilai 13,99%.
Formulasi dan evaluasi sediaan body lotion dari ekstrak kulit pisang raja(Musa Paradisiace L.var Sapientum) sebagai antioksidan riska; Alik Kandhita Febriani; Hanari Fajarini; Erin Nursanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 8 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v8i1.1977

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.Var. sapientum) sebagai bahan aktif alami dalam sediaan body lotion untuk mengatasi masalah dehidrasi kulit melalui aktivitas antioksidannya. Kulit pisang raja diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan tanin yang berperan sebagai penakal radikal bebas dan pelindung sel kulit. Formulasi dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1 gr, 2 gr, dan 3 gr yang kemudian dievaluasi melalui uji fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan uji organoleptik pada konsistensi body lotion formula I, cair, formula II, yaitu kental dan formula III, yaitu sangat kental, sediaan berwarna dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda, dan aroma khas pisang. Uji pH yaitu formula I, II dan formula III dengan pH 6,86. Uji viskositas yaitu formula I dengan hasil 578 mPa.S, formula II yaitu 1.108 mPa.S dan formula III yaitu 2.853 mPa.S. Uji homogenitas yaitu formula I, II, dan formula III menunjukkan sediaan homogen, tidak ada butiran kasar dan warna merata. Uji daya lekat dengan rumus I yaitu 1,85 detik, rumus II yaitu 1,71 detik, dan rumus III yaitu 1,98 detik. Uji daya sebar dengan rumus I yaitu 5,8 cm, rumus II yaitu 5,5 cm, dan rumus III yaitu 5 cm. Uji aktivitas antioksidan pada formula III yaitu 22,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak kulit pisang raja (Musa paradisiaca L.var sapientum) yang memiliki hasil uji terbaik dari formula ketiga adalah formula III. (kata kunci : Body lotion, kulit pisang, formulasi, uji fisik)