cover
Contact Name
Anggray Duvita Wahyani
Contact Email
jigk@umus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigk@umus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhadi Setiabudi Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah Tel : (0283) 619 9000
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK)
ISSN : -     EISSN : 27160084     DOI : 10.46772/jigk
Core Subject : Health,
JIGK adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dari peneliti, akademisi, maupun praktisi, berupa hasil penelitian dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji bidang: 1. Bidang gizi klinik 2. Bidang gizi masyarakat 3. Bidang Gizi Pangan
Articles 95 Documents
Pengaruh Penambahan Minyak Sacha Inchi dan Ekstrak Bunga Telang Terhadap Kandungan Omega-3 dan Antioksidan Produk Mie Untuk Diabetes Sukma, Syalwa Destrianti Sukma; Riana, Asysyfa; Widiastuti, Yuliati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1801

Abstract

Wheat flour-based noodles have a high glycemic index and low fiber content, making them less suitable for individuals with diabetes. This study aimed to evaluate the effect of adding sacha inchi oil and butterfly pea extract on the omega-3 and antioxidant content of mocaf-based noodles. The research was conducted experimentally with three formulations: F1 (93% mocaf flour, 2% sacha inchi oil, and 5% butterfly pea extract), F2 (87% mocaf flour, 3% sacha inchi oil, and 10% butterfly pea extract), and F3 (81% mocaf flour, 4% sacha inchi oil, and 15% butterfly pea extract). Analyses included proximate tests, omega-3 levels, antioxidant activity, and organoleptic evaluations. Organoleptic data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s post hoc test to determine significant differences between formulations. Univariate results showed a significant increase in omega-3 content in F1 (p<0.05), and the highest antioxidant activity was also found in F1, with a moderate antioxidant activity value. Bivariate analysis indicated a significant relationship between the addition of functional ingredients and the improvement of nutritional content and organoleptic scores. F1 was the best formulation in terms of taste and color. It was concluded that F1 is the most optimal combination. Further studies are needed to assess glycemic index and shelf life. Keywords: Diabetes mellitus, mocaf noodles, sacha inchi oil, butterfly pea, Omega-3, antioxidant
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Zat Gizi Mikro, Dan Lila Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Puskesmas Babakan Tarogong Revida Dwi Leonita; Widiastuti, Yuliati; Irawan, Galuh
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1803

Abstract

Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang. Masalah gizi ini masih tinggi di Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Bandung, salah satunya dipengaruhi oleh asupan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), zat gizi mikro (kalsium, vitamin D), serta riwayat Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil dengan kejadian Stunting pada balita usia 6-59 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 93 balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Babakan Tarogong. Data asupan gizi makro dan mikro diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ), sedangkan riwayat Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil dicatat dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita sampel berusia 6-36 bulan (69,9%) dan berjenis kelamin laki-laki (58,1%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan protein dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan lemak dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan kalsium dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,002), asupan vitamin D dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,004), dan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,015). Puskesmas perlu mengintensifkan edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan melalui konseling posyandu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel dengan memasukkan faktor infeksi, lingkungan, dan pola asuh untuk pencegahan Stunting yang lebih komprehensif.
Pengaruh Pemberian Boiled Egg terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Anemia di SMP Baiturrahman Kota saniadji, jafna; Harun, Iriyanti; Irawan, Galuh Chandra
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1805

Abstract

Anemia in adolescent girls often occurs due to low intake of iron, vitamins, and protein, which can reduce academic performance and quality of life. Boiled eggs are an easily accessible and affordable source of iron and animal protein. This study aims to determine the effect of boiled egg consumption on hemoglobin (Hb) levels in anemic adolescent girls at SMP Plus Baiturrahman in Bandung City. The study design used a quasi-experimental two-group pretest-posttest approach with 50 female students, divided into an intervention group and a control group. The intervention group received one boiled egg daily for 14 days. The results showed that the Hb levels in the intervention group increased from 9.372 g/dL to 10.096 g/dL, while the control group decreased from 13.756 g/dL to 13.668 g/dL. The Wilcoxon test indicated a significant effect in the intervention group (p = 0.000), and the Mann-Whitney test showed a significant difference between groups (p = 0.000). Boiled eggs are effective as a simple strategy for preventing anemia in schools.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendidikan ibu, dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita Madiha, Siti Nur Zahrina; Arief, Ria Qadariah; Lusiana, Nova
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1833

Abstract

Status gizi balita menjadi salah satu indikator penting untuk menilai permasalahan gizi anak di Indonesia. Faktor pengetahuan ibu, Pendidikan ibu, serta pendapatan keluarga berperan penting dalam menentukan kecukupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga dengan status gizi balta di Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan, dipilih menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data dikumpukan melalui kuesioner untuk variabel pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan keluarga, serta menggunakan data sekunder KMS untuk berat badan dan tinggi badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,389), namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,027) dan pendapatan keluarga (p = 0,009) dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sedangkan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Balita dengan ibu berpendidikan tinggi dan pendapatan keluarga tinggi cenderung memiliki status gizi normal. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi yang disertai dengan pemberdayaan ekonomi keluarga untuk memperbaiki status gizi balita.
Hubungan Asupan Energi dengan Status Gizi Remaja Usia Sekolah di SMP MBS Wanasari ratna, diah ratnasari; Sukmaningsih, Risma; Azzahwa, Namirah
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1853

Abstract

Asupan energi merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menentukan status gizi remaja usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dengan status gizi remaja usia sekolah di SMP MBS Wanasari. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP MBS Wanasari, dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas IX D yang diambil menggunakan teknik total sampling. Asupan energi diukur menggunakan metode recall 24 jam, kemudian dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) remaja, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30% siswa dengan asupan energi cukup memiliki status gizi baik, sedangkan siswa dengan asupan energi kurang cenderung memiliki status gizi kurang. Uji analitik menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi dengan status gizi remaja di SMP MBS Wanasari. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat keterkaitan antara asupan energi terhadap status gizi siswa di SMP MBS Wanasari. Keterkaitan tersebut bisa digambarkan bahwa antara asupan energi dengan status gizi presentasenya sebesar 30% yang artinya siswa yang mengonsumsi asupan energi yang cukup memiliki peluang berstatus gizi baik dibandingkan dengan siswa yang asupan energinya kurang.

Page 10 of 10 | Total Record : 95