cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA" : 12 Documents clear
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD dr. H Abdul Moeloek Mutiara, Hanna; Mayasari, Diana; Fattima, Eliza Techa; Saputri, Chyntia
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1899

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit sangat penting karena mempengaruhi kepuasan pasien. Mutu pelayanan kesehatan yang baik dapat menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Kepuasan pelanggan yang rendah akan berdampak terhadap menurunnya jumlah kunjungan pasien yang akan mempengaruhi profitabilitas fasilitas kesehatan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS pada ruang rawat inap penyakit dalam di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien BPJS yang dirawat di ruang rawat inap penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan jumlah sampel 60 orang menggunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ada hubungan tangible (0,013), reliability (0,027), responsiveness (0,002), assurance (0,000) dan empathy (0,003) terhadap kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Kesimpulan, terdapat hubungan yang bermakna antara tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Kata Kunci : BPJS, Kepuasan Pasien, Mutu Pelayanan
Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Gambaran Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus L.) Obes Tiwuk Susantiningsih; Evi Kurniawaty; Huzaimah Huzaimah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1905

Abstract

Obesitas masih menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Salah satu upaya untuk mengatasi obesitas adalah dengan pemberian tempe karena salah satu kandungannya, Polyunsaturated Fatty Acid(PUFA) berperan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit (Mus musculus L.) obes. Penelitian ini dilakukan menggunakan eksperimental laboratorium. Terdapat 4 kelompok perlakuan, yaitu K˗, K+, P1, dan P2 dengan lama percobaan selama 28 hari. Uji statistik yang digunakan adalah uji non parametrik, yaitu uji Kruskal˗Wallisuntuk menguji pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit (Mus musculus L.) obes dilanjutkan dengan uji Mann˗Whitney untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi hati mencit (Mus musculus L.) antar kelompok perlakuan.Hasil dari uji Kruskal˗Wallisdidapatkan p=0,000 sehingga pada K˗ tidak terlihat perlemakan hati, sedangkan pada K+ terlihat perlemakan hati (p=0,001), danpada P1 serta P2 terlihat perbaikan derajat perlemakan hati (p=0,027 dan p=0,004). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit (Mus musculus L.) obes.Kata kunci: Gambaran histopatologi hati, obesitas, tempe
Hubungan Nilai HbA1c dengan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Asep Sukohar; Airlangga Damara; Risti Graharti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1900

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. World Health Organization memperkirakan prevalensi global penderita DM akan meningkat menjadi 366 juta orang pada tahun 2030. Keadaan hperglikemia berkepanjangan pada DM berkaitan dengan risiko komplikasi ke ginjal. Salah satu faktor yang berperan adalah penurunan nilai laju filtrasi glomerulus (LFG). Laju filtrasi glomerulus dapat diukur menggunakan kadar kreatinin serum dengan menggunakan persamaan Modification of Diet in Renal Disease (MDRD).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai HbA1c dengan LFG pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif cross-sectional terhadap 32 sampel rekam medik pasien DM tipe 2 dengan nilai HbA1c dan kreatinin serum diperiksa. Data yang diambil berupa data sekunder yaitu nilai HbA1c dan kreatinin serum pada rekam medik pasien. Variabel penelitian ini yaitu penderita DM serta nilai HbA1c dan nilai LFG. Rerata nilai HbA1c pada seluruh sampel yaitu 7,76% dan rerata nilai LFG adalah 32,19 ml/min/1,73m2. Hasil uji korelasi Pearson nilai HbA1c dan LFG yaitu 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara nilai HbA1c dan LFG pada pasien DM tipe 2 yang diteliti.Kata kunci: Diabetes melitus, HbA1c, kreatinin serum, laju filtrasi glomerulus.
Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Penggunaan Obat Tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Rasmi Zakiah Oktarlina; Asnah Tarigan; Novita Carolia; Ebti Rizki Utami
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1906

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan lima besar di dunia. Tumbuhan adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional. Sebanyak 80% penduduk di negara berkembang dan 65% penduduk di negara maju memilih menggunakan obat tradisional. Sekitar 40% penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional dan 70% berada di daerah pedesaan, tetapi pengetahuan mengenai penggunaan obat tradisional masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan penggunaan obat tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan jenis cluster sampling dan alat ukur berupa kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Subjek penelitian ini adalah keluarga di Desa Nunggalrejo dengan jumlah 102 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang menggunakan obat tradisional lebih banyak (64,2%) adalah responden yang memiliki pengetahuan baik mengenai obat tradisional, sedangkan responden yang tidak menggunakan obat tradisional lebih banyak (65,7%) merupakan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik mengenai obat tradisional. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p yaitu 0,008. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan penggunaan obat tradisional.Kata Kunci : Keluarga, obat tradisional, pengetahuan.
Hubungan Status Gizi dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Universitas Lampung yang Tinggal di Asrama Rusunawa Unila Ratna Dewi Puspita; Sutyarso Sutyarso; Elvira Rossalia Kambu
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1901

Abstract

Menstruasi adalah perdarahan dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menjalankan fungsinya.Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu danmulainya menstruasi yang baru.Panjang siklus menstruasi yang normal ialah 28 hari.Keadaan status gizi wanita usia subur pada umumnya dipengaruhi oleh pola konsumsi makan, kebanyakan dari mereka konsumsi zat gizinya rendah, hal ini disebabkan oleh keterbatasan makanan atau membatasi sendiri makanannya karena faktor ingin langsing.Jenis penelitian yang di gunakan pada Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional,untuk mengetahui hubungan status gizi dengan keteratun menstruasi pada mahasiswi di asrama rusunawa unila.Penelitian ini dilakukan di Asrama rusunawa Universitas lampung dan berlangsung pada bulan juli 2017.Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Novia (2015) di SMKN 4 Yogyakarta menunjukkan bahwa sebagian remaja putri (50%) pada penelitian ini memiliki status gizi tidak normal mulai dari malnutrisi hingga obesitas.Kata kunci: Menstruasi, Status Gizi
Pengaruh Paparan Pestisida pada Masa Kehamilan terhadap Perkembangan Anak Saftarina, Fitria; Sari, Riska Permata; Sutarto, Sutarto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1904

Abstract

Pestisida merupakan bahan yang digunakan untuk mengendalikan populasi jasad yang dianggap sebagai hama yang dapat merugikan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan pestisida dapat menyebabkan terjadinya keracunan pestisida. Pestisida yang sering digunakan antara lain golongan organofosfat (OP). Akumulasi pestisida pada batas ambang tertentu, bisa menimbulkan dampak buruk pada tubuh antara lain, muncul gangguan pada otak, penyakit tumor, kanker, bahkan, pada ibu hamil bisa mengakibatkan bayi lahir cacat. Paparan OP pada masa kehamilan diketahui dapat menyebabkan gangguan terhadap perkembangan anak. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan menuju tingkat integritasi yang lebih tinggi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada perkembangan anak meliputi berbagai aspek, antara lain aspek gerakan (motorik), kecerdasan, bahasa atau komunikasi, dan aspek sosial. Paparan OP dilihat dengan pengukuran kadar metabolitnya dalam urin ibu pada masa kehamilan atau pada urin anak. Selain itu dapat pula dideteksi melalui cairan amnion dan darah tali pusat. Metabolit OP dalam urin yang dapat dideteksi antara lain kadar dialkilfosfat (DAP) dan dietilfosfat (DEP). Terdapat beberapa faktor terjadinya gangguan perkembangan anak pada ibu yang terpapar pestisida saat masa kehamilan yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD), frekuensi penyemprotan, lama paparan, pencampuran pestisida, lokasi tempat tinggal, dan penyimpanan pestisida.Kata kunci: metabolit organofosfat, perkembangan anak, pestisida
Uji Diagnostik Kecacingan antara Pemeriksaan Feses dan Pemeriksaan Kotoran Kuku pada Siswa SDN 1 Krawangsari Kecamatan Natar Lampung Selatan Betta Kurniawan; Muhammad Ricky Ramadhian; Nurul Sahana Rahmadhini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1907

Abstract

Kecacingan terjadi diawali dengan tertelannya telur atau masuknya larva yang infektif ke dalam kulit. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tertelannya telur cacing berkaitan dengan higinitas yaitu kuku yang panjang dan tidak terawat. Pemeriksaan kotoran kuku akan dibandingkan dengan pemeriksaan gold standard untuk mengetahui nilai sensitivitas pemeriksaan kotoran kuku. Penelitian ini bersifat analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 58 siswa dengan mengambil sampel feses dan kotoran kuku. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode apung dan pemeriksaan kuku dilakukan dengan metode sedimentasi. Angka kejadian kecacingan menggunakan bahan pemeriksaan feses sebesar 56% dan angka kejadian kecacingan menggunakan bahan pemeriksaan kotoran kuku sebesar 24,1%. Berdasarkan uji Mc-nemar didapatkan nilai p sebesar 0,02 yang artinya ada perbedaan yang bermakna antara pemeriksaan kotoran kuku dan pemeriksaan feses. Nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 18,2% dan 68%. Nilai duga positif sebesar 42,8% dan nilai duga negatif sebesar 43,1%. Hasil pemeriksaan kuku dengan pemeriksan feses secara statistik terdapat perbedaan. Nilai sensitivitas didapatkan rendah, sehingga pemeriksaan kotoran kuku tidak mampu disetarakan dengan pemeriksaan feses.Kata Kunci : Diagnosis, kecacingan, pemeriksaan feses, pemeriksaan kuku
Korelasi Antara Panjang Tulang Radius Dengan Tinggi Badan Pada Pria Dewasa Suku Lampung dan Suku Jawa di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Anggraeni Janar Wulan; Indhraswari Dyah W.
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1902

Abstract

Proses identifikasi forensik merupakan proses penentuan tinggi badan yang merupakan langkah utama ketika hanya sebagian tubuh yang ditemukan. Salah satu cara menentukan tinggi badan adalah dengan menggunakan panjang dari tulang panjang seperti tulang radius. Penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui hubungan panjang tulang radius dengan tinggi badan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2015 di Kecamatan Gisting, dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling yaitu consecutiv sampling dan memperoleh 88 responden untuk masing-masing suku Lampung dan suku Jawa. Rerata panjang tulang radius pada pria dewasa suku Lampung adalah 25,9 ± 1,469 (22-28) cm dan tinggi badan rerata pria dewasa suku Lampung adalah 164 ± 0,045 (156-179) cm dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0.452. Panjang radius rerata pria dewasa suku Jawa adalah 25,6 ± 1,470 (22-28) cm dan tinggi badan rerata pria dewasa suku Jawa adalah 163 ± 0,045 (151-175) cm dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,471. Dapat disimpulkan bahwa panjang tulang radius memiliki korelasi sedang dengan tinggi badan baik pada suku Lampung maupun suku Jawa.Kata kunci:Identifikasi forensik, panjang radius, tinggi badan.
Efek Antiestrogenik Tamoxifen dan Ekstrak Umbi Teki (Cyperus rotundus L.) terhadap Diameter Uterus dan Lumen Uterus Mencit (Mus musculus L.) Hendri Busman; Nuning Nurcahyan; Sutyarso Sutyarso
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1897

Abstract

Rumput teki (Cyperus rotundus L.) adalah tanaman liar yang tumbuh di berbagai tempat. Namun dalam pengobatan tradisional Tiongkok maupun India, keampuhan rumput teki telah lama diakui untuk mengatasi masalah-masalah kewanitaan dalam membantu meringankan ketidakteraturan siklus haid. Tanaman rumput teki diduga memiliki kandungan antiestrogen yang bekerja atau mengantagonis kerja estrogen dengan memodifikasi atau mengantagonis kerja estrogen, termasuk diantaranya adalah tamoxifen. Penelitian ini bertujuan membandingkan efek antiestrogen tamoxifen dengan ekstrak umbi teki pada struktur diameter uterus dan lumen uterus mencit betina (Mus musculus L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Mencit yang digunakan dikelompokan dalam 3 kelompok dengan 6 kali ulangan, sesuai dengan dosis perlakuan yaitu : Kelompok A : kontrol, diberi aquades. Kelompok B : diberi ekstrak umbi teki dengan dosis 135mg/40grBB. Kelompok C: diberi larutan obat antiestrogen tamoxifen 0,16 mg/40grBB. Adapun parameter yang diamati adalah diameter uterus dan lumen uterus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Untuk analisis data digunakan uji statistik uji One Way ANOVA dengan α = 0,05 (5%) kemudian dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari hasil analisis data didapatkan bahwa pemberian ekstrak umbi teki dan tamoxifen sama-sama menurunkan diameter uterus dan diameter lumen uterus. Hasil uji lanjut dengan BNT α = 5 % menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kontrol dengan ekstrak umbi teki dan tamoxifen pada diameter uterus dan diameter lumen uterus. Namun antara ekstrak umbi teki dan tamoxifen tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada diameter uterus dan diameter lumen uterus.Kata kunci : antiestrogen, diameter uterus, ekstrak umbi teki, , lumen uterus, tamoxifen
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas (Alpinia galangal L.Willd) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit Jantan (Mus musculus L.) yang Diinduksi oleh Monosodium Glutamat (MSG) Muhartono Muhartono; Mukhlis Imanto; Nadia Rosmalia Dewi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2018): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i1.1909

Abstract

Monosodium Glutamat (MSG) adalah garam natrium glutamat yang digunakan sebagai penambah rasa. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sekitar 77,3%. MSG dikonsumsi masyarakat Indonesia. MSG dapat membentuk radikal bebas sehingga menyebabkan kerusakan organ-organ tubuh salah satunya organ ginjal manusia. Rimpang lengkuas adalah salah satu bahan alami yang mengandung antioksidan yang dapat mecegah kerusakan organ akibat radikal bebas. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rimpang lengkuas terhadap gambaran histopatolgi ginjal mencit yang diinduksi MSG. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit (Mus Musculus L.) strain DDY. Kelompok K(-) (kontrol -) tidak diberi perlakuan; kelompok K+(kontrol +) diberikan MSG 4mg/grBB; kelompok P1 (perlakuan 1) diberikan MSG 4mg/kgBB + ekstrrak etanol rimpang lengkuas 14mg/20grBB; kelompok P2 (perlakuan 2) diberikan MSG 4mg/kgBB + ekstrrak etanol rimpang lengkuas 28mg/20grBB; kelompok P3 (perlakuan 3) diberikan MSG 4mg/kgBB + ekstrrak etanol rimpang lengkuas 56mg/20grBB. Berdasarkan hasil uji statistik One Way ANOVA didapatakan hasil yang bermakna dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Pada uji Post Hoc terlihat adanya pengaruh perlakuan terhadap penurunann degenerasi sel ginjal yang bermakna secara statistikterhadap peningkatan dosis ekstrak etanol rimpang lengkuas. Terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol rimpang lengkuas terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit yang diinduksi MSG.Kata kunci: Ekstrak lengkuas, histopatologi ginjal, monosodium glutamat

Page 1 of 2 | Total Record : 12