cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 294 Documents
Pengaruh Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Daerah Endemis Malaria Kabupaten Pesawaran Dian Isti Angraini; Efriyan Imantika; Reni Zuraida; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2871

Abstract

Malnutrisi dan anemia pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang masih sulit diatasi di seluruh dunia. Malnutrisi dan anemia bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada bayi yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di daerah endemis malaria kabupaten Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di kabupaten Pesawaran pada  bulan Mei sampai November 2019.  Sampel adalah 70 orang ibu hamil yang bersedia untuk berpartisipasi dalam proses penelitian dan tidak menderita penyakit keganasan, diabetes melitus dan TBC, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data anemia ibu hamil diukur dengan pemeriksaan kadar haemoglobin darah ibu dandata status gizi diperoleh dari pengukuran lingkar lengan atas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,9% responden menderita anemia dalam kehamilan, dan 22,9% memiliki status gizi malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berpengaruh terhadap kejadian anemia ketika ibu hamil (p=0,02).Kata Kunci: anemia, ibu hamil, status gizi
Epidemiologi Fraktur Suprakondiler Humerus pada Anak di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Periode 2014 - 2019 Dendy Riansyah; Aswedi Putra
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2888

Abstract

Fraktur suprakondiler humerus merupakan fraktur siku yang paling sering terjadi pada anak. Mekanisme trauma tidak langsung (jatuh dengan lengan hiperekstensi dan telapak tangan menahan beban) merupakan penyebab tersering cidera tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari distribusi kasus dan penyebab fraktur suprakondiler humerus pada anak. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Semua kasus fraktur suprakondiler humerus pada anak yang dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung periode tahun 2014-2019, dianalisa dengan berbagai parameter epidemiologi antara lain: umur, jenis kelamin, mekanisme trauma, tempat kejadian, letak fraktur, jenis fraktur, waktu kedatangan, tatalaksana dan komplikasi. Didapatkan 58 pasien fraktur suprakondiler humerus dengan kelompok usia terbanyak 7-12 tahun (48,3%) dan rerata usia 7,45 tahun. Kasus banyak ditemukan pada laki-laki (74,1%). Mekanisme trauma tidak langsung lebih sering terjadi (86,2%) dibandingkan trauma langsung (13,8%). Jatuh dari ketinggian < 1 meter (67,2%) merupakan penyebab trauma terbanyak, di ikuti jatuh dari ketinggian > 1 meter (20,7%) dan kecelakaan lalu lintas (12,1%). Tempat kejadian tersering adalah di rumah (43,1%). Jenis fraktur tertutup sebanyak 82,8% dan letak fraktur pada ekstremitas kiri (51,7%). Sebagian besar pasien ke RS dalam waktu < 48 jam setelah trauma (53,4%) dan sisanya datang ke RS > 48 jam (46,6%). Ditemukan komplikasi berupa cidera saraf 13,8% dan cubitus varus 6,9%. Mayoritas pasien dilakukan tindakan Open Reduction Internal Fixation (93,1%). Fraktur suprakondiler humerus dapat dicegah dengan pengawasan ketat orang tua terhadap anak yang sedang bermain di rumah. Penanganan awal yang tepat dan tidak menunda ke fasilitas kesehatan dapat mengurangi risiko komplikasi.Kata kunci: anak, fraktur, suprakondiler humerus, trauma
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kesehatan Ibu dalam Masa Kehamilan dan Nifas di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Nurul Utami; Ratna Dewi Puspita Sari; Intanri Kurniati; Risti Graharti; Arif Yudho Prabowo
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2197

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Angka kematian ibu di rumah sakit di Indonesia dalam rentang tahun 2003-2008 per 100.000 kelahiran hidup, yaitu tahun 2003 sebanyak 153 orang, tahun 2004 sebanyak 956 orang, tahun 2005 sebanyak 116 orang, tahun 2006 sebanyak 237 orang dan tahun 2007 sebanyak 228 orang. Angka tersebut masih tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini. Pemberdayaan perempuan yang tak begitu baik, latar belakang pendidikan, sosial ekonomi keluarga, lingkungan masyarakat dan kebijakan juga menjadi faktor risiko AKI. Atas dasar hal tersebut, peneliti mencoba untuk mengadakan penelitian mengenai pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan nifas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional denganmetode penarikan sampel consequtive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Kebidanan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada bulan Agustus-September 2018.Kata kunci: angka kematian ibu, tingkat pengetahuan, wanita hamil
Pengaruh Ekstrak Etanol Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) Sebagai Antioksidan terhadap Kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) serta SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) Tikus Galur Sprague dawley yang Diinduksi Parasetamol Asep Sukohar; Tri Umiana Soleha; Danang Hafizfadillah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2215

Abstract

Parasetamol merupakan obat antipiretik yang bila digunakan dengan dosis lebih dari 4 g/hari dapat menyebabkan hepatotoksisitas. SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) adalah enzim hepar pada darah yang dapat dijadikan acuan kerusakan sel-sel hepar. Buah belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) memiliki senyawa antioksidan yang bersifat hepatoprotektif terhadap kerusakan sel hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol belimbing wuluh terhadap kadar SGPT serta SGOT darah tikus yang diinduksi parasetamol, serta pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanol belimbing wuluh terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus yang diinduksi parasetamol. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan desain posttest only control group design, menggunakan 30 ekor tikus galur Sprague dawley yang terbagi menjadi 5 kelompok, 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan, kelompok tersebut diberi perlakuan selama 14 hari pemberian ekstrak belimbing wuluh berbeda dosis, dan 7 hari pemberian parasetamol dosis toksik 1,8 gr dimulai dari hari ke-8. Ekstrak belimbing wuluh dosis 0,8 g/kgBB dan 1,6 g/kgBB dapat menurunkan kadar SGOT dengan rerata skor 271,2 dan 206,2. Ekstrak belimbing wuluh dengan dosis 1,6 g/kgBB juga dapat menurunkan kadar SGPT dengan rerata skor 62,8. Terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol belimbing wuluh terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus yang diinduksi parasetamol, dan terdapat pengaruh perbedaan dosis dari ekstrak belimbing wuluh hanya kepada kadar SGOT dan tidak pada kadar SGPT tikus yang diinduksi parasetamol.Kata Kunci: belimbing wuluh, parasetamol, SGOT, SGPT.
Dampak Terapi Musik pada Fungsi Kognitif Pasien dengan Demensia Dewi Nur Fiana; Annisa Cahyani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2231

Abstract

Penurunan fungsi kognitif dan memori pada pasien demensia biasanya disertai dengan perubahan perilaku dan mood, serta ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pendekatan terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan salah satunya adalah terapi musik. Terapi musik merupakan kegiatan rekreasi yang apabila dilakukan secara teratur dapat membantu menjaga kapasitas kognitif dan emosional pasien dengan demensia (PWD). Secara psikologis, musik memiliki peran penting dalam pengaturan emosi, komunikasi, dan interaksi sosial. Secara umum, musik melibatkan area otak yang sangat luas dari temporal, frontal, parietal, cerebellar, dan area otak limbik/paralimbik yang terkait dengan banyak proses perseptual, kognitif, motorik, dan emosional di otak. Intervensi dapat diberikan dengan kegiatan musik seperti bernyanyi dan mendengarkan lagu-lagu yang akrab (dikenal). Adanya hubungan saraf antara musik, emosi, dan memori dapat menjelaskan mengapa musik yang sangat akrab (dikenal) dapat membangkitkan ingatan dan emosi pasien dengan demensia. Pendekatan ini dapat dilakukan pada pelayanan primer atau secara mandiri bagi pasien guna meningkatkan kualitas hidup.Kata kunci: demensia, kognitif, terapi musik
Gangguan Perilaku Akut pada Adenoma Hipofise Fidha Rahmayani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2877

Abstract

Latar Belakang: Tumor hipofisis merupakan 10-15 % dari keseluruhan tumor intrakranial dengan gambaran histopatologis yang jinak namun tidak jarang memberikan gambaran klinis yang tidak ringan. Walaupun gangguan lapang pandang bitemporal dan hypopituitarism yang berjalan progresif merupakan gejala klinik yang khas pada tumor ini, kadang-kadang adenoma hipofisis yang besar memberikan gejala yang akut akibat adanya perdarahan atau infark. Adanya perdarahan ke dalam tumor hipofisis akan menyebabkan manifestasi klinis salah satunya adalah gangguan status mental yang akut. Kondisi ini dikenal sebagai apoplexy pituitary.Tujuan : Melaporkan kasus adenoma hipofise dengan manifestasi klinis gangguan perilaku akut. Laporan Kasus: Laki laki usia 52 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan gangguan perilaku akut.Pada pemeriksaan fisik ditemukan hemianopsi bitemporal. Hasil pemeriksaan status neurobehaviour disimpulkan hampir semua domain kognitif terganggu disertai anxietas dan depresi. Laboratorium menunjukkan peningkatan  angka leukosit. Hasil CTscan menggambarkan lesi inhomogen di intrasella bentuk membulat, batas tegas, tepi licin, dengan central nekrosis di dalamnya. Post kontras tampak rim enhancement mengarah gambaran adenom a hipofise. Kesimpulan hasil pemeriksaan histopatologi jaringan menunjukkan jaringan hipofisis sesuai dengan adenoma hipofisis dengan nekrosis perdarahan. Kesimpulan: Apoplexia hipofise adalah salah satu kondisi yang mengancam jiwa pada pasien dengan adenoma hipofise. Insiden yang sangat rendah dari komplikasi ini  dapat menghambat penegakan diagnostik dan terapeutik sehingga meningkatkan angka kematian. Gangguan perilaku akut pada kasus ini dapat menjadi salah satu manifestasi klinis dari apoplexia hipofise.Kata kunci: adenoma hipofise, apoplexia hipofise,  gangguan perilaku akut
Faktor Risiko Bronkopneumonia pada Usia di Bawah Lima Tahun yang di Rawat Inap di RSUD Dr.H.Abdoel Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2015 Fransisca T Y Sinaga
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2210

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Halini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karena infeksi saluran pernafasan akut khususnya bronkopneumonia terutama pada bayi dan balita. Salah satu satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktorrisiko yang menyebabkan terjadinya pneumonia.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko bronkopneumonia pada anak usia dibawahlima tahun yang rawat inap di Ruang Alamanda di RSUD Dr.H Abdoel Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Analitik, desainpenelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan dengan ujiChi Square dengan nilai a = 0,05. Didapatkan total balita bronkopneumonia sebanyak 158 anak. Diambil sampel 113 anak dengan hasil uji statistik univariat didapat lebih banyak balitausia 1-12 bulan yaitu 73 balita (64,6%), jenis kelamin laki-laki yaitu 66 balita (58,4%), balitadengan berat badan lahir yaitu=2500 gram 60 balita (53,2%), balita dengan imunisasi tidaklengkap yaitu98 balita (86,7%) dan balita dengan riwayat ASI tidak eksklusif sebanyak100 balita (88,5%), Hasil uji statistik bivariat ada hubungan usia balita, riwayat imunisasi,dan riwayat ASI terhadap kejadian bronkopneumonia dengan nilai p value 0,000; 0,004; 0,009 (<0,05). Terdapat hubungan antara usia, riwayat imunisasi dan riwayat ASI dengan kejadian bronkopneumonia.Kata kunci : bronkopneumonia, balita, faktor risiko
Tatalaksana Eklampsia dengan Gagal Ginjal Akut Nurul Islamy; Ade Yonata
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2226

Abstract

Eklampsia merupakan kelainan akut disebabkan hipertensi karena kehamilan atau hipertensi yang bertambah berat karena kehamilan. Eklampsia menyebabkan kegagalan multi organ dengan peningkatan tekanan darah yang mendadak dan tinggi mengakibatkan kegagalan autoregulasi aliran darah. Hampir seluruh organ penting tubuh dapat terganggu dengan berbagai derajat gangguan yang berbeda terutama glomerulus. Karakteristik histologis lesi renal pada preeklampsia/eklampsia adalah adanya endoteliasis glomerulus. Glomerulus mengalami pembesaran dengan sel-sel endotel bervakuola yang menyebabkan vasokonstriksi yang meluas, mengakibatkan terjadi gagal ginjal. Gagal ginjal akut didefinisikan sebagai suatu penurunan yang cepat dan mendadak dari fungsi ginjal. Pengelolaan komplikasi dilakukan secara konservatif sesuai dengan penyebab dan tahapan prarenal, renal atau pascarenal.Kata kunci: Eklampsia, gagal ginjal akut
Imunisasi Dasar dalam Masa Pandemi COVID-19 Nur Ayu Virginia Irawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2898

Abstract

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif. Imunisasi melindungi individu dari penyakit yang serius dan mencegah penyebaran penyakit menular. Di Indonesia, setiap bayi wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pandemi COVID-19 yang muncul pada akhir tahun 2019 lalu memberikan dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem kesehatan. Perintah untuk melakukan kegiatan dari rumah, melakukan social distancing dan mengurangi frekuensi bepergian keluar rumah berdampak pada kelangsungan pelayanan kesehatan rutin, salah satunya adalah kegiatan imunisasi dasar. Penurunan kunjungan imunisasi dasar menyebabkan jumlah anak yang mendapatkan imunisasi menurun, sehingga resiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi menjadi meningkat sehingga dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa dalam pandemi. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19 tetap harus dilaksanakan dengan penyesuaian terkait situasi penyebaran COVID-19 di tiap daerah di Indonesia.Kata kunci : COVID-19, imunisasi balita, pandemi
Perbandingan Kalkulator Prostate Cancer Prevention Trial, European Randomized Study Screening for Prostate Cancer dan Indonesian Prostate Cancer Risk dalam Memprediksi Kejadian Kanker Prostat Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2014 Exsa Hadibrata; Sungsang Rochadi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2203

Abstract

Kanker prostat merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada pria akibat kanker. Prediksi kanker prostat dapat dilakukan dengan beberapa instrumen yang telah dibuat. Instrumen tersebut berupa kalkulator resiko kanker prostat. Tujuan penelitian adalah membandingan Prostate Cancer Prevention Trial Risk Calculator (PCPT-RC), European Randomized Study of Screening for Prostate Cancer Risk Calculator (ERSPC-RC) dengan Indonesian Prostate Cancer Risk Calculator (IPCRC) pada pasien yang didiagnosis curiga Kanker Prostat di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain prospektif cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti perjalanan pasien yang didiagnosis curiga kanker Prostat, hingga pasien ditegakkan diagnosisnya melalui pemeriksaan patologi anatomi. Data dianalisa dengan analisis kurva Receiver Operating Characteristic. Dari prosedur ini kita akan mendapatkan titik potong yaitu nilai batas normal dan abnormal atau batas nilai hasil uji positif dan negatif untuk mendapat nilai titik potong yang optimal. Kemudian dilakukan perbandingan Area Under curve untuk menentukan kalkulator yang lebih baik untuk memprediksi kanker prostat. Pada penelitian ini terdapat 54 sampel. Usia rata-rata sampel adalah 68,4 ± 11,6 tahun. Nilai PSA rata-rata 33,6 ± 46,3 ng/dl. Nilai volume prostat rata-rata yaitu 56,0 ± 24,5 gr. Dari 54 sampel sebanyak 11 (20,4%) dengan hasil patologi anatomi kanker prostat. Pada pemeriksaan colok dubur sebanyak 11 (20,4%) dengan hasil abnormal. Pada receiver operator curve analisis menunjukkan area under curve pada IPCRC adalah 89,2%, pada ERPC-RC adalah 79,3%, dan pada PCPT-RC adalah 72,7. Simpulan, IPCRC memiliki kemampuan memprdiksi kanker prostat lebih baik dibandingkan dengan ERPC-RC dan PCPT-RC di RSUP Dr Sardjito.Kata kunci : PCPT-RC, ERPC-RC, IPCRC, PSA

Page 11 of 30 | Total Record : 294