cover
Contact Name
Chairunisa Ayu Saputri
Contact Email
jurnalmedfarm@gmail.com
Phone
+6287859041641
Journal Mail Official
jurnalmedfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 23548487     EISSN : 27159957     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDFARM merupakan terbitan dari lembaga jurnal dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo. Topik atau pembahasan dari Jurnal MEDFARM lebih terfokus pada bidang Farmasi, Obat Tradisional, Makanan, Minuman dan Kesehatan
Articles 154 Documents
REVIEW, APLIKASI PENGHANTARAN INTRAVAGINAL BERBASIS POLIMER TERMOSENSISITIF-MUKOADHESIF PADA SEDIAAN GEL IN SITU nisa, michrun
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.331

Abstract

Gel in situ termosensitif merupakan jenis sediaan in situ gel yang berbentuk larutan kental pada suhu ruang namun berubah menjadi gel pada suhu tubuh. Polimer yang digunakan pada formulasi gel in situ memiliki karakteristik khas yakni bersifat sensitif terhadap suhu. Review artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur mengenai aplikasi penghantaran obat intravaginal berbasis polimer termosensitif-mukoadhesif pada sediaan gel in situ. Hasil review menunjukkan bahwa formulasi sediaan gel in situ termosensitif-mukoadhesif dilakukan dengan menggunakan polimer yang bersifat termosensitif. Polimer yang umum digunakan untuk formulasi sediaan ini yaitu Poloxamer 407 yang dikombinasikan dengan polimer-polimer mukoadhesif. Konsentrasi poloxamer 407 yang digunakan sebagai thermogelling agent yaitu 15% - 20% yang terbukti dapat memperpanjang waktu tinggal obat dan mempertahankan sifat thermogelling pada vagina. Poloxamer 407 sebagai polimer termosensitif dapat dikombinasikan dengan carbopol, HEC, HPMC, kitosan, natrium alginate, PEG-400, polikarbofil, poloxamer 188. Kombinasi polimer tersebut sangat efektif karena stabilitas dan sifat mekaniknya yang baik serta mampu melepaskan bahan aktif untuk mendukung sistem penghantaran obat intravaginal.
UJI IN SILICO TOKSISITAS SENYAWA DERIVAT FLAVONOID BESERTA MODIFIKASI SENYAWA BARU Listyani, Tiara Ajeng; Addawiyyah, Muniroh; Raharjo, Danang
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.336

Abstract

Obat yang menggunakan bahan alam sebagai bahan baku harus dilakukan uji terhadap efek toksisitas dari senyawa yang terkandung, sehingga dapat digunakan menjadi sediaan oral yang memenuhi persyaratan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas toksisitas pada senyawa derivat flavonoid dan rancangan senyawa baru yang memiliki prediksi profil toksisitas lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode in silico yaitu software Toxtree dengan parameter yang digunakan yaitu carcinogenicity (genetox and nongenotox) and mutagenicity rule base by ISS, cramer rules dan in vitro mutagenicity (Ames test) alert by ISS. Hasil prediksi toksisitas senyawa derivat flavonoid bersifat high III, bersifat karsinogen mutagen pada senyawa luteolin, luteolin 7 glukosidase dan rutin, tetapi senyawa afzelechin, epicatechin, epicatechin 3 gallat, quersetin tidak bersifat karsinogen mutagen. Hasil modifikasi senyawa baru luteolin 7 glukosidase dapat menurunkan toksisitas berupa termasuk kategori kelas II, tidak bersifat karsinogen dan mutagen. Kata kunci : Derivat flavonoid, In silico, Toksisitas, Toxtree, Modifikasi senyawa.
UJI ANTIOKSIDAN FORMULASI SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT EKTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM DAN BASA amaliya, riski
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.341

Abstract

Star fruit (Averrhoa bilimbi L) has antioxidant activity like its leaves. The formulation of star fruit in effervescent granule preparations is one of the attractive instant drinks to make it easier for people in Indonesia to consume star fruit. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of star fruit ethanol extract, effervescent granules of star fruit ethanol extract using the ABTS method (2,2-Azinobis 3- Ethylbenzothiazoline 6-Sulfonic Acid) and to determine the effect of variations in acid and base concentrations on the physical quality of effervescent granule preparations. Star fruit extract is obtained by maceration using a 96% ethanol solvent. This research method is an experimental research method. Starfruit effervescent granules are made with a ratio of citric acid, tratatic acid, and sodium bicarbonate consisting of formula 1 (26%:13%:32.5%), formula 2 (13%:26%:32.5%), and formula 3 (20%:10%:35.2%). The results showed that the IC50 value of ethanol extract was 26.168 μg/ml, effervescent granules had an IC50 value of 38.714 μg/ml, including having very strong antioxidant activity. The physical quality evaluation test of effervescent granules obtained optimal results, namely formulation 2, because it met all requirements.
Gambaran Penggunaan Obat Antiretroviral (ARV) Pasien Pediatri yang Menderita HIV/AIDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Tahun 2022 marsellinda, elsa
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.392

Abstract

Anak dapat tertular HIV/AIDS akibat infeksi yang dialami ibu saat hamil atau melahirkan. Selain itu, anak-anak yang mengalami pelecehan seksual juga dapat terkena HIV. Tujuan penelitian yaitu gambaran penggunaan obat antiretroviral (arv) pasien pediatri yang menderita HIV/AIDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode tahun 2022. Metode: metode observasional deskriptif, mengumpulkan data secara retrospektif. Data yang diambil berdasarkan catatan rekam medis pasien periode tahun 2022 berupa jenis kelamin, tingkat usia, dan terapi obat pasien pediatri yang menderita HIV/AIDS. Hasil penelitian: didapatkan laki-laki (50,94%) dan pasien Perempuan (49,06%), Kelompok penderita HIV/AIDS terbanyak anak usia 1 sampai 11 tahun, yakni sebanyak 26 pasien (49%), golongan obat ARV terbanyak yaitu golongan NRTI (53,54%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran penggunaan obat anti retroviral (ARV) pasien pediatri yang menderita HIV/AIDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Tahun 2022 dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antiretroviral terbanyak yaitu Duviral® (lamivudin-zidovudin) +efavirenz sebanyak 28 pasien (52,83%).
FORMULASI SEDIAAN PACTH ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) cahyani, arinda Nur; Miranti, Indira Pipit; Dewi, Iva Rinia; Susanto, Adi; ., Ma'rifah
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.417

Abstract

Demam adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh diatas normal, dikatakan demam jika suhu tubuh berada >37,5 OC. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mempunyai kandungan senyawa flavanoid yang telah dikenal memiliki efek antipiretik yang bekerja sebagai inhibitor enzim cyclooxygenase (COX) yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan patch ekstrak rimpang dan menguji efektivitasnya sebagai antipiretik. Jenis penelitian ini adalah ekperimental dengan metode variasi konsentrasi ekstrak rimpang temulawak (F1=0,45 gram; F2= 0,75 gram) serta pengujian efek antipiretik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah induksi pepton sebanyak 1 ml secara intraperitoneal pada tikus. Hasil penelitian menunjukan kedua formulasi F1 dan F2 untuk uji organoleptik memiliki warna, bau, dan bentuk yang sama (warna keorange an, bentuk transdermal, dan bau khas temulawak); untuk uji homogenitas, susut pengeringan, ketebalan patch dan uji efektivitas antipiretik patch memenuhi persyaratan. Namun pada uji ketahanan lipatan patch belum memenuhi persyaratan yaitu >200 kali lipatan. Berdasarkan hasil tersebut patch rimpang temulawak belum memenuhi syarat dibuatnya sediaan patch, dikarenakan patch belum memenuhi syarat uji ketahanan lipatan. Uji efektivitas antipiretik diperoleh pada konsentrasi F1 = 0,45 gram ekstrak rimpang temulawak memiliki efektivitas antipiretik sebesar 36,1±0,3 OC dengan presentase penurunan demam sebesar 0,28% pada menit ke-60.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Labuapi Kabupaten Lombok Barat Berdasarkan Permenkes 74 Tahun 2016 Almahera, Almahera
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.444

Abstract

Pengelolaan obat merupakan sebuah rangakaian pengendalian obat mulai dari proses seleksi, pengadaan, distribusi, hingga penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Labuapi Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data melalui observasi, telaah dokumen dan wawancara dengan apoteker. Hasil penelitian diperoleh bahwa: pengelolaan obat telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di puskesmas dengan nilai presentase 100% kesesuaian berdasarkan regulasi yang berlaku, sedangkan pada aspek perencanaan kebutuhan memperoleh hasil presentase yaitu 100 %, pada aspek penyimpanan hasil presentase yang diperoleh yaitu 91,66% dan pada pencatatan dan pelaporan hasil presentase yang diperoleh yaitu 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan obat di puskesmas Labuapi masih ada yang belum memenuhi standar pengelolaan obat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan no.74 Tahun 2016.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK PADA KONSUMEN APOTEK ”X” PONOROGO Putri, Dianita Rifqia; Setyowati, Tutut
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.448

Abstract

Antibiotics are one of the main drug options for treating infections. However, if not used wisely, it will lead to resistance effects. Until now, there have been many cases of antibiotic resistance due to improper use. This research was conducted to determine the level of patients' knowledge about the use of antibiotics before and after being given education. This study uses a pre-experimental design with a one group pretest and post-test with a measuring instrument in the form of a questionnaire. The number of samples used was 78 respondents, with data collection through purposive sampling by providing education verbally and through audiovisual media. Data analysis for statistics used the Wilcoxon test. Description of the respondents' knowledge level before health education: in the good category, there were 17 (21.8%) respondents, in the sufficient category, there were 30 (38.5%) respondents, and in the poor category, there were 31 (39.7%) respondents. After health education, the results showed that in the high category, there were 58 (74.4%) respondents, in the sufficient category, there were 19 (24.4%) respondents, and in the poor category, there was 1 (1.2%) respondent. The results of the Wilcoxon test showed a value of 0.000, indicating a p-value < 0.05, thus it can be concluded that there is an influence of health education on respondents' knowledge regarding the prudent use of antibiotics.
PENENTUAN NILAI SPF KRIM EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Iswandi, Iswandi
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.463

Abstract

Flavonoid berasal dari daun tin (Ficus Carica L.) dapat berperan sebagai tabir surya dengan cara menyerap sinar UV dikarenakan memiliki antioksidan. Antioksidan mampu mengatasi stres oksidatif pada kulit, membantu mengurangi gejala penuaan kulit, dan dapat digunakan dalam pengobatan beberapa penyakit kulit yang rentan terhadap sinar UV. Penelitian ini dirancang dalam bentuk krim untuk memudahkan pengaplikasian, tidak lengket, dan dapat dengan mudah dibersihkan dengan menggunakan air. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan ekstrak daun Tin diformulasi dalam bnetuk krim dengan mengukur nilai SPF. Penyarian ekstrak secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Variasi formulasi yang dilakukan meliputi tiga persentase, yaitu 1%, 2%, dan 3% dengan penambahan formula kontrol sebagai pembanding. Formulasi krim yang dibuat melalui penggabungan fase minyak dan fase berair, kemudian diikuti dengan homogenisasi. Pengujain mutu fisik sediaan krim ekstrak daun tin meliputi uji organoleptis, uji bebas etanol, penetapan kadar air, uji pH, uji daya sebar krim, uji daya lekat krim dan analisis bahan aktif, pengukuran SPF krim dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm interval 5nm. Hasil data dianalisis secara statistika dengan perangkat lunak SPSS. Hasil mutu fisik sediaan krim tabir surya ekstrak daun Tin memiliki hasil yang baik dan Sediaan krim Formula 1 memiliki nilai SPF 15,81 ± 0,01, Formula 2 ; 32,04 ± 0,01, dan Formula 3 ; 35,92 ± 0,01. Nilai SPF dan mutu fisik yang paling baik diantara ketiga formula adalah sediaan krim.
a literatur review IMPACT SGLT2 INHIBITORS ( Dapagliflozin and Empagliflozin) IN HEART FAILURE WITH REDUCED EJECTION FRACTION (HFrEF): a scoping review Umini, Kholistati
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.462

Abstract

Dalam Kardiologi modern, inhibitor sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT2) merupakan komponen penting dari algoritma penanganan gagal jantung (HF) dengan efek utama mencegah reabsorpsi glukosa dan memperlancar ekskresi urin. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara sistematis randomized controlled trials (RCT) yang mengkaji efektivitas terapi inhibitor SGLT2, khususnya Dapagliflozin dan Empagliflozin pada pasien reduced fraction ejection heart failure (HFrEF). Pencarian data menggunakan kata kunci heart failure , SGLT2 inhibitors, dan reduced ejection fraction pada 3 (tiga) database jurnal antara lain Pubmed/MEDLINE, JSTOR, dan Cochrane/Wiley online library dengan batasan penelitian 2 (dua) tahun terakhir. Dari total 500 artikel, setelah dilakukan ekstraksi dan analisis data, diperoleh 13 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi (full text, original text, pasien HFrEF dengan inhibitor SGLT2, dan Placebo, RCT). Inhibitor SGLT2 (Dapagliflozin dan Empagliflozin) memiliki efek mengurangi kematian kardiovaskular atau memperburuk gagal jantung sehingga secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pada pasien gagal jantung (HFrEF). Dapagliflozin mengurangi risiko kematian kardiovaskular dan memburuknya gagal jantung secara serupa pada pasien kulit hitam atau putih, seperti pada pasien dengan fibrilasi atrium (AF), meningkatkan parameter ekokardiografi, kapasitas fungsional maksimal paru-paru dan hemoglobin, dan menurunkan Asam Urat (UA), sementara Empagliflozin mampu mengurangi kematian kardiovaskular, mengurangi rawat inap gagal jantung dan mengurangi volume darah stres (SBV), menurunkan berat badan dan menurunkan laju Filtrasi Glomerulus (GFR), menurunkan Volume Sistolik Akhir Ventrikular Kiri (LVESV), Volume Diastolik Akhir Ventrikular Kiri (LVEDV) dibandingkan dengan peningkatan faktor diferensiasi pertumbuhan -15 (GDF-15) tanpa perubahan pada biomarker inflamasi hsCRP atau plasma hsTNT (penanda cedera miokard), meningkatkan eritropoesis dan menambah penggunaan zat besi dini.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIO-ECONOMIC, EATING PATTERNS AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH UNDERNUTRITION IN TODDLERS IN MERAK VILLAGE Caesaria, Fairuz Hasna; Pibriyanti, Kartika; Luthfiyah, Lulu'; Mufidah, Indahtul; Siswiyanti, Ikha
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i1.501

Abstract

Various factors such as socioeconomic conditions, dietary patterns, and exclusive breastfeeding practices contribute to the incidence of undernutrition among toddlers. A preliminary study in Merak Village recorded that approximately 21.5% of toddlers were affected by undernutrition. This study aims to explore the association between socioeconomic status, dietary patterns, and exclusive breastfeeding practices with the incidence of undernutrition among toddlers in Merak Village. A case-control design was employed, involving 50 respondents in each group, selected through purposive sampling. The sample size was determined using the Lemeshow formula. Undernutrition served as the dependent variable and was assessed based on the weight-for-age (W/A) index. sosioeconomi and exclusive breastfeeding variables using questionnaires and eating pattern using SQ-FFQ questionnaires. The data were statistically analyzed through the chi-square test and multivariate logistic regression model. The findings demonstrated significant associations between undernutrition and several variables, including family income (p = 0.012; OR = 0.316), meal frequency (p < 0.001; OR = 11.156), quantity of food intake (p < 0.001; OR = 24.571), and exclusive breastfeeding (p < 0.001; OR = 0.141). In contrast, maternal education (p = 0.288; OR = 0.566), paternal occupation (p = 0.691; OR = 1.000), and maternal occupation (p = 0.161; OR = 1.909) did not exhibit statistically significant relationships with undernutrition. Multivariate analysis further revealed that meal frequency, the amount of food intake, and exclusive breastfeeding were influential determinants of undernutrition among toddlers. Among these, exclusive breastfeeding emerged as the most dominant factor. Overall, family income, dietary practices, and breastfeeding status were identified as key risk factors contributing to undernutrition in early childhood.

Page 10 of 16 | Total Record : 154