cover
Contact Name
Chairunisa Ayu Saputri
Contact Email
jurnalmedfarm@gmail.com
Phone
+6287859041641
Journal Mail Official
jurnalmedfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 23548487     EISSN : 27159957     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDFARM merupakan terbitan dari lembaga jurnal dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo. Topik atau pembahasan dari Jurnal MEDFARM lebih terfokus pada bidang Farmasi, Obat Tradisional, Makanan, Minuman dan Kesehatan
Articles 154 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA JAJANAN YANG DIJUAL DI KAMBANG IWAK KOTA PALEMBANG Lubis, Nadhira Aulia; Prasetyo, Dani; Ernia, Rima
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.232

Abstract

Jajanan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, termasuk masyarakat di kota Palembang. Jajanan yang dibeli di tempat yang kurang terjamin kebersihannya dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan karna adanya kontaminasi bakteri. Salah satu bakteri yang dapat mengkontaminasi jajanan ialah bakteri Escherichia coli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat adanya bakteri Escherichia coli pada jajanan yang dijual di lokasi Kambang Iwak Kota palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada jajanan yang terdapat di Kambang Iwak Kota Palembang. Hasil Penelitian dari 12 sampel ditemukan hasil positif pada 4 sampel menggunakan media LB, kemudian pada media EMBA diperoleh 4 isolat yang positif bakteri dan uji biokimia diketahui pada sampel D1, M1, M2, dan M3 menunjukkan hasil positif. Kesimpulan penelitian mengenai identifikasi bakteri pada jajanan yang dijual di Kambang Iwak Kota Palembang terhadap 12 sampel didapatkan terdapat 4 sampel (D1, M1, M2, dan M3) yang positif bakteri Escherichia coli. Diharapkan bagi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih tempat pembelian jajanan dan memperhatikan kebersihan penjual agar terhindar dari bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan.
PENGUJIAN ANALISIS KADAR AMONIA DALAM AIR SUNGAI DI DAERAH INDUSTRI SIER SURABAYA MENGGUNAKAN METODE FENAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Alkindi, Fawandi Fuad; Budiono, Ryanto; Al-Islami, Fikri Nur
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.234

Abstract

Amonia (NH3) adalah senyawa anorganik yang berasal dari senyawa nitrogen-hidrogen yang bersumber dari alam. Kadar amonia yang berlebihan mengakibatkan kematian pada organisme yang hidup dilingkungan tersebut berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinilai keberterimaan, dan kadar amonia dalam air sungai yang berlokasi di daerah sekitar industri SIER menurut persyaratan peraturan menteri lingkungan hidup No.03 tahun 2010. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode fenat dengan menggunakan alat spektrofotometer visible. Hasil dari penelitian ini kandungan kadar amonia pada sampel air sungai di daerah industri SIER dengan rata-rata dari ketiga titik pengambilan sampel sebesar 2,24 mg/L, hasil tersebut menunjukan bahwa kadar amonia dalam air sungai di daerah SIER memenuhi persyaratan peraturan menteri lingkungan hidup No.03 tahun 2010 (standar baku mutu air limbah bagi kawasan industri) dengan kadar maksimum untuk amonia sebesar 20 mg/L.
PENGARUH KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP OUTCOME PASIEN EMFISEMA DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA MALANG Salsabila, Dia; Salmasfattah, Novyananda; Mardianto, Rudy
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.235

Abstract

Emfisema merupakan bagian dari penyakit paru obstruktif kronik, dimana prevalensinya cenderung meningkat di Indonesia. Salah satu faktor pencetus utama emfisema adalah merokok. Laki-laki yang usianya diatas 60 tahun merupakan populasi yang paling rentan terkena emfisema. Untuk menjaga kualitas hidup pasien, maka diperlukannya kepatuhan minum obat untuk memberikan outcome yang baik bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kepatuhan minum obat dengan outcome pasien emfisema yang menjalani pengobatan secara rawat jalan di Rumah Sakit Wava Husada Malang. Metode yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dengan pendekatan secara cross-sectional, menggunakan kuesioner MMAS-8 dan data rekam medis guna untuk menggumpulkan data. Hasil dari penelitian ini terdapat 80 responden yang dijadikan sebagai ukuran sampel penelitian. Berdasarkan pengelompokan gender, penelitian menemukan 47 responden (58,75%) adalah laki-laki. Terdapat 34 reponden (42,50%) berusia diatas 70 tahun. Pada obat-obatan yang digunakan diperoleh 79 resep (23,80%) mendapatkan obat salbutamol, paling banyak obat diberikan secara peroral (81,80%), serta diberikan secara kombinasi (98,75%) dari 80 responden ada 63 responden (78,75%) yang patuh terhadap pengobatan dan terdapat 57 responden yang tidak mengalami sesak (71,25%). Hasil uji binomial test menunjukkan nilai sebesar 0,000. Penelitian ini pengaruh antara kepatuhan minum obat terhadap outcome pasien emfisema di Rumah Sakit Wava Husada Malang. Kata kunci: emfisema, outcome, kepatuhan
NUTRASEUTIKAL JELLY DRINK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR DAN RIMPANG TEMULAWAK SEBAGAI ANTI STUNTING SECARA IN VIVO Sofia, Zahrotus; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah; Suci, Panji Ratih; Khoiriyah, Misbahatul; Sebrina, Natasha Putri
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.236

Abstract

Stunting dapat diartikan sebagai kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dimasa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak yang dapat terjadi sejak proses kehamilan. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain dengan dari bahan alam seperti Daun Kelor (Moringa oleifera L) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrhiza L) yang di formulasikan dalam bentuk jelly drink sebagai nutrasetikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antistunting dari jelly drink kombinasi ekstrak daun kelor dan temulawak pada mencit dengan gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode randomized pre test post test control group design dan menggunakan 28 mencit bunting malnutrisi, dibagi menjadi 7 kelompok dengan 4 mencit/kelompok. Dalam pengobatan kelompok diberi Nutraceutical ekstrak daun kelor dengan dosis 720; 850 dan 1000 mg/hari selama 19-21hari kehamilan. Parameter yang dianalisis adalah berat badan dan tinggi badan fetus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jelly drink dengan dosis 1000mg/hari dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan fetus secara signifikan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini di simpul kan bahwa Nutraseutikal jelly drink kombinasi daun kelor dan temulawak memiliki aktivitas antistunting. Kata kunci: Malnutrisi, stunting , daun kelor, temulawak , mencit.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI CMC Na TERHADAP SIFAT FISIK MASKER GEL PEEL OFF VITAMIN C Eryani, Mikhania Christiningtyas; Maulani, Dyan; Ningsih, Anita Dwi Rahayu
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.239

Abstract

Masker wajah peel off gel merupakan salah satu jenis perawatan kulit wajah yang populer, mudah diaplikasikan dan tidak memberikan efek ketergantungan pada produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Na CMC terhadap sifat fisik masker gel peel off vitamin C. Penelitian ini menggunakan 3 formula dengan variasi konsentrasi CMC Na pada F1 3%, F2 4%, dan F3 5%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar, dan waktu pengeringan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi CMC Na mempengaruhi organoleptis bau dan tekstur, viskositas, pH, daya lekat, dispersi, serta waktu pengeringan gel namun tidak berpengaruh terhadap warna dan homogenitas gel.
HUBUNGAN ASUPAN KALSIUM DAN VITAMIN D PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12-59 BULAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG marsellinda, elsa; Ferilda, Siska
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.240

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Kalsium dan vitamin D merupakan zat gizi yang berpengaruh terhadap mineralisasi tulang. Mineralisasi tulang yang baik pada masa pertumbuhan memungkinkan pertumbuhan linear yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dan vitamin D pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-59 bulan di Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak berusia 12-59 bulan. Metode analisis data menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan berdasarkan kelompok umur, stunting tertinggi pada umur 24-35 bulan 57,14% dan terendah pada kelompok umur 48-59 bulan 7,14 %. kemudian kelompok umur tidak stunting yaitu umur 24-35 bulan 45,45 % dan terendah pada kelompok umur 48-59 bulan 9,09%. Berdasarkan asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D kategori kurang yaitu 50,00% anak stunting dan 13,64% anak tidak stunting. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D terhadap kejadian stunting (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asupan kalsium dan vitamin D memengaruhi kejadian stunting pada balita di sijunjung.
PENETAPAN KADAR AKRILAMIDA PADA NAGET AYAM DENGAN PERBEDAAN PROSES PENGOLAHAN SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Iswandi, Iswandi; Purwantari, Yuniarsih; Widyasti, Jena Hayu
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.241

Abstract

Acrylamide is a food contaminant that has the potential to cause cancer. Acrylamide is a substance that is formed due to high temperature processing of food such as frying and baking. Chicken nuggets are a popular fast food, easy to get and can be served quickly. This study aims to determine the levels of acrylamide in chicken nugget with variations in processing using frying and oven with High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Acrylamide in chicken nuggets is extracted with dichlormethane and ethanol. Measurement of acrylamide levels using High Performance Liquid Chromatography with a Supercolsil C18 column, UV detector at a wavelength of 210 nm and a flow rate of 0.5 mL/min with 85% phosphoric acid as mobile phase in acetonitrile and aquabidest (5:95). Method validation was carried out to determine linearity, accuracy, precision, LOD and LOQ. The results of the method validation were declared valid for the assay as indicated by the linearity value (r) of 0.99947, percent recovery of 97.29% and the results of the precision test obtained an RSD value of 1.36%. The LOD value was 0.3933 ppm and the LOQ was 1.1919 ppm. The results showed that acrylamide can be formed in the processing of chicken nuggets in 3 replications using the oven method with sequential levels of 0.8459 ppm; 0.7936 ppm and 0.7807 ppm. Whereas with the frying method the acrylamide content formed was 1.4591 ppm; 1.4721 ppm and 1.0554 ppm. The results of statistical analysis using the Independent Simple t test showed that there were significant differences with a significance value of 0.028 in the processing with the oven and frying methods.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIKOKIMIA SEDIAAN FACE MIST EKSTRAK KULIT JERUK SUNKIST (Citrus sinensis (L.) Osbeck) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nabila, Lintang Imtitsal
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.250

Abstract

Kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dalam sediaan face mist ekstrak etanol kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck). Kulit jeruk sunkist diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia dan dibuat dalam sediaan face mist dengan beberapa seri konsentrasi F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (2%). Sediaan diuji evaluasi fisikokimia meliputi organoleptik, homogenitas, pH, bobot jenis, viskositas, daya sebar semprot, dan waktu kering. Sediaan diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Analisis data evaluasi fisikokimia sediaan dianalisis secara deskriptif dan nilai IC50 dianalisis menggunakan Ms. Excel. Kulit jeruk sunkist mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tanin, dan triterpenoid. Seluruh formulasi face mist ekstrak kulit jeruk sunkist memenuhi syarat uji evaluasi fisik. Nilai IC50 pada F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 94,98 ppm, 67,31 ppm, dan 48,40 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa F3 memiliki aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan dengan F1 dan F2.
KARAKTERISTIK GEL-NANOLIPOSOM MINYAK ROSEMARI (Rosmarinus officinalis) UNTUK FORMULASI SEDIAAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN RAMBUT Baruna, Renno Ramadhani Ika; Ramadani, Arba Pramundita; Chabib, Lutfi
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.253

Abstract

Hair loss occurs in many people, both men and women. Rosemari (Rosemarinus officinalis) is one of the plants shown to significantly improve hair growth in alopecia patients. Nanoliposome gel can enhance the activity of bioactive agents by increasing solubility, bioavailability, stability and preventing unnecessary interactions with other molecules in cosmetic preparations. The purpose of this study was to determine the physical characteristics and stability of nanoliposome gel as a carrier of rosemary oil produced. The nanoliposome formulations were evaluated: organoleptical, particle size and zeta potential, and morphological tests. The results of the physical characteristics of nanoliposomes in the form of a slightly cloudy clear gel, semi-liquid texture and typical aromatic odor of rosemary, particle size of 210.5 nm, zeta potential of -23.2 nV, and spherical morphology. Rosemary oil nanoliposome gel preparation has good physical characteristics and stability, so it can be used as a preparation formulation for hair growth.
Analisis Optimalisasi Bahan Pangan Lokal Untuk Ketahanan Pangan Bagi Balita Stunting Program Kampung Emas loriza, sufi jihaan; Mahmudiono, Trias
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.254

Abstract

Latar belakang masalah dari penelitian berikut adalah (1) Prevalensi stunting yang tinggi, (2) Faktor Penyebab Stunting yang Kompleks karena ketidakmerataan distribusi gizi, (3) pengetahuan pengolahan pangan yang kurang tepat, (4) kurang maksimal dalam memanfaatkan sumber daya. Permasalahan menekankan kompleksitas isu Stunting dan memerlukan pendekatan yang terkoordinasi dari praktisi gizi agar masyarakat untuk mencapai perubahan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan bahan pangan lokal guna meningkatkan ketahanan pangan balita Stunting dalam Program Kampung Emas di Kelurahan Kendangsari, Surabaya. Berfokus pada permasalahan Stunting. Penelitian melibatkan metode Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) untuk memahami kondisi pangan rumah tangga dan faktor-faktor penghambat ketahanan pangan. Survei pasar memberikan dasar data penting untuk menyusun menu sehat, mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan lokal. Program ini berhasil mengatasi permasalahan dengan pendekatan komprehensif, terbukti dari hasil analisis Chi-Square yang mengidentifikasi faktor-faktor penting seperti kecukupan makanan, variasi makanan, dan perasaan ketidakamanan pangan. Penggunaan bahan pangan lokal tidak hanya mendukung gizi balita Stunting tetapi juga mempromosikan keberlanjutan pangan di tingkat lokal. Dengan berhasil mendapatkan variasi harga pangan pokok di Pasar Kendangsari. Analisis menu dalam program Kampung Emas memberikan kontribusi optimal terhadap ketahanan pangan di Kelurahan Kendangsari. Hasil penelitian ini dapat dijadikan contoh strategi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengatasi Stunting, dan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat kelurahan.

Page 8 of 16 | Total Record : 154