cover
Contact Name
Chairunisa Ayu Saputri
Contact Email
jurnalmedfarm@gmail.com
Phone
+6287859041641
Journal Mail Official
jurnalmedfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 23548487     EISSN : 27159957     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDFARM merupakan terbitan dari lembaga jurnal dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo. Topik atau pembahasan dari Jurnal MEDFARM lebih terfokus pada bidang Farmasi, Obat Tradisional, Makanan, Minuman dan Kesehatan
Articles 154 Documents
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK SYZYGIUM CUMINI (L.) SKEEELS (JAMUN): LITERATUR REVIEW Immelia, Richa Putri; Kuswanti, Aprilia; Ujung, Rizky Marsada Ukur; Hidayah, Himyatul
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.272

Abstract

Diabetes mellitus (DM) terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Diabetes mellitus sering kali ditandai dengan hiperglikemia kronis. Salah satu tanaman obat yang digunakan yaitu jamblang atau jamun yang digunakan tidak hanya sebagai sumber buah-buahan, tetapi juga dalam pengobatan tradisional yaitu antidiabetes, antiinflamasi, ulcers, dan diare. Penggunaan tanaman obat berupa jamblang dapat dimanfaatkan aktivitas antidiabetes. Hal ini karena jamblang mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, karatenoid, alkaloid, dan glikosida. Ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan studi literatur yang diperoleh melalui berbagai sumber database artikel ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemik pada jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels).
Hubungan Pengetahuan Dengan Tindakan Swamedikasi Batuk Di Apotek Perintis Tegal Safitri, Maya Diki; Sari, Meliyana Perwita; Barlian, Akhmad Aniq
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.298

Abstract

Abstract Be under the supervision of pharmacists since it is a human habit that individuals often engage in to find answers to health-related issues. take appropriate action when self-medicating, people need relevant information. As an external disturbance, cough is the body's natural defense mechanism to maintain airway integrity. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of cough self-medication at Perintis Tegal Pharmacy. This study used a cross-sectional approach methodology and was descriptive and quantitative in nature. Quota sampling was used as the sample method. There were 110 respondents in the sample. The research was conducted in August and September 2023. Using SPSS version 22, a direct linear regression analysis model was used for data analysis. As an external disturbance, cough is the body's natural defense mechanism to maintain airway integrity. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of cough self-medication at Perintis Tegal Pharmacy. This study used a cross-sectional approach methodology and was descriptive and quantitative in nature. Quota sampling was used as the sample method. There were 110 respondents in the sample. The research was conducted in August and September 2023. By using SPSS version 22, a direct linear regression analysis model was used to analyze the results.Keywords: Cough, Self-medication, Knowledge, Action, Perintis Pharmacy.
PERBEDAAN KADAR VITAMIN C PADA INFUSED WATER BUAH KIWI DENGAN INFUSED WATER KOMBINASI BUAH KIWI DAN BUAH JAMBU BIJI MERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Susanti, Erna; Choirida, Alma
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.301

Abstract

Penyakit – penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri masih menduduki peringkat atas dalam urutan penyakit di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan unutk menguatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin C . Berbagai inovasi dalam mengonsumsi vitamin C sedang digencarkan seperti minuman infused water buah. Buah-buahan yang digunakan dalam pembuatan infused water memiliki kandungan vitamin C yang baik untuk menjaga imunitas tubuh. Buah kiwi dan buah jambu biji merah yang memiliki kadar vitamin C tinggi akan dikombinasikan sebagai infused water agar meningkatkan kadar vitamin C pada infused water tersebut dan kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada infused water buah kiwi dan buah jambu biji merah, serta untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar vitamin C pada infused water buah kiwi dengan infused water kombinasi buah kiwi dan buah jambu biji merah. Metode analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian didapatkan kadar rata- rata vitamin C infused water kiwi sebesar 28,54 mg/500 mL, infused water jambu biji merah sebesar 30,11mg/500mL, dan infused water kombinasi sebesar 31,08mg/500mL. Hasil dilanjutkan uji statistika menggunakan uji One Way ANOVA dengan hasil sig 0.000<0.05. Kesimpulan didapatkan kadar vitamin C pada infused water buah kiwi diperoleh sebesar 28,54 mg dan infused water buah jambu biji merah diperoleh sebesar 30,11 mg serta terdapat perbedaan kadar vitamin C yang signifikan pada infused water buah kiwi dengan infused water kombinasi buah kiwi dan buah jambu biji merah.
REVIEW: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Fitriana, Nur Fadila; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.313

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri gram positif yang termasuk bagian flora normal pada manusia ataupun hewan yang dapat menjadi patogen ketika imun seseorang sedang lemah. Penanganan penyakit infeksi yang disebabkan oleh S. aureus umumnya menggunakan antibiotik namun tingginya tingkat resistensi S. aureus terhadap berbagai antibiotik menyebabkan pengobatan menjadi sulit sehingga kini pengembangan tanaman obat banyak dilakukan sebagai alternatif pengobatan selain antibiotik. Terdapat banyak penelitian yang membuktikan potensi daun sirih hijau sebagai antibakteri salah satunya yang dilakukan oleh Lubis et al (2020) menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) konsentrasi 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat sebesar 11.875 mm. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui potensi daun sirih hijau sebagai antibakteri terhadap S. aureus. Metode pada review jurnal ini ialah narrative review melalui penelusuran pustaka (literature review) nasional ataupun internasional. Hasil review menunjukkan bahwa daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri dengan beragam diameter zona hambat yang disebabkan oleh banyak faktor. Daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus.
ANALISIS POTENSI TERJADINYA MEDICATION ERROR PADA RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT “X” KABUPATEN MALANG Hardani, Ika; Setiadi, Antonius Adji Prayitno; Wibowo, Yosi Irawati; Susanti, Erna
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.315

Abstract

Medication error adalah setiap kejadian yang menyebabkan pelayanan obat tidak tepat atau membahayakan pasien yang dapat dihindari. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi terjadinya medication error pada tahap prescribing dan transcribing pasien Rawat Jalan poli Interna, Saraf dan Anak. Penelitian dilakukan secara cross-sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder dengan melihat resep yang masuk ke Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit “X” Kabupaten Malang sejumlah 375 sampel resep pada periode bulan Juni – Agustus 2023. Dari penelitian ini didapatkan analisis kelengkapan resep yang berpotensi menjadi penyebab medication error pada tahap prescribing penulisan resep tidak jelas sebesar 7,47%, diikuti kelengkapan identitas pasien yang tidak tepat sebesar 3,74%. Sedangkan tahap transcribing adanya duplikasi obat pada penulisan resep sebesar 5,07%, diikuti adanya interaksi obat dalam penulisan resep sebesar 29,33%. Kategori Interaksi obat berdasarkan hasil keparahan interaksi obat dari 375 resep terdapat 110 resep yang memiliki interaksi obat dengan persentase sebesar 29,33%. Dari 110 resep yang teridentifikasi interaksi obat, didapatkan interaksi mayor pada 10 resep dengan persentase 9,09%, interaksi moderate pada 96 resep dengan persentase 87,27% dan interaksi minor pada 4 resep dengan persentase 3,64%. Berdasarkan data disimpulkan bahwa masih terjadi medication error pada tahap prescribing dan transcribing di Rumah Sakit “X” Kabupaten Malang
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Malassezia furfur Mursyida, Eliya; Shirleen, Senny; Hasan, Nurmaliza
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.323

Abstract

Malassezia furfur adalah jamur lipofilik yang menyebabkan penyakit Pityriasis versicolor. Pengobatan standar untuk Pityriasis versicolor umumnya melibatkan penggunaan antijamur; namun, resistensi dan efek samping telah memicu pencarian alternatif berbasis bahan alami. Kunyit (Curcuma domestica), dikenal memiliki aktivitas antijamur karena kandungan kurkuminoid dan minyak atsirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan fitokimia yang terdapat dalam kunyit, serta mengevaluasi aktivitas ekstrak kunyit terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan desain post-test only with control group menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak yang diuji adalah 5%, 10%, 15%, dan 20%, dengan ketokonazol sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Perlakuan diinkubasi selama 48 jam. Zona hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis dengan uji statistik One Way ANOVA serta uji lanjut Post hoc Bonferroni. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa kurkuminoid dan terpenoid dalam ekstrak kunyit. Uji sensitivitas menunjukkan diameter rata-rata zona hambat pada konsentrasi 20% adalah 9,67mm, 15% adalah 8,37mm, 10% adalah 6,29mm, 5% adalah 4,51mm, sedangkan kontrol positif menunjukkan zona hambat sebesar 18,35 mm dan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Analisis One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok dan dalam kelompok perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kunyit mampu menghambat pertumbuhan Malassezia furfur.
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK ZAITUN DAN BEESWAX PADA LIPBALM EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) Rasyadi, Yahdian; Fendri, Sandra Tri Juli; Rahmi, Aulia; Merwanta, Selvi
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.325

Abstract

Sebagai langkah awal dalam menghindari munculnya masalah pada bibir dapat digunakan kosmetik lipbalm. Daun kopi arabika kaya akan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Tujuan penelitian ini untuk menjadikan ekstrak etanol daun kopi arabika ke bentuk sediaan lip balm dengan variasi minyak zaitun dan beeswax sebagai basis lipbalm dan mengevaluasi fisik sediaan. Dibuat 6 formula dengan variasi minyak zaitun dan beeswax pada F1, F2, F3, F4, F5, F6 berturut-turut (10%:3%), (10%:5%), (10%:8%), (20%:3%), (20%:5%), (20%:8%). Pengamatan dilakukan terhadap organoleptis, homogenitas, suhu lebur, pH, stabilitas, dari masing-masing formula lipbalm daun kopi arabika. Semua formula lipbalm daun kopi arabika menunjukkan tekstur, warna, aroma yang baik; pH sesuai standar, sediaan homogen, stabil selama penyimpanan. Variasi basis minyak zaitun dan beeswax pada formula lipbalm ekstrak etanol daun kopi arabika (Coffea arabica L.) menghasilkan semua lipbalm dengan tekstur semi padat, warna cream muda dengan aroma essence coffea dan stabil selama penyimpanan REFERENSI Agustin Ningrum, W., Wahyu Permadi, Y., Faiqatul Himmah, F. and Ulfa, F. 2021. Uji Sediaan Lotion Nanopartikel Ekstrak Terong Belanda Sebagai Antioksidan. Ambari, Y., Hapsari, F.N.D., Ningsih, A.W., Nurrosyidah, I.H. and Sinaga, B. 2020. Studi Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Variasi Beeswax. Journal of Islamic Pharmacy 5(2), pp. 36–45. doi: 10.18860/jip.v5i2.10434. Arisanty, A., Karim, D., Daswi, D.R. and E, A.W. 2022. Formulasi Dan Stabilitas Fisik Sediaan Lip Balm Dari Buah Stroberi (Fragaria vesca L). Media Farmasi 17(2), p. 191. doi: 10.32382/mf.v17i2.2298. Cahyani, S., Rusydi Hashim, S.H. and Pramestyani, E.D. 2024. Formulasi Lip balm dan Penetapan SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Daun Mangga. Majalah Farmasetika 9(2), p. 140. doi: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.50148. ERYANI, M.C. 2022. PENGARUH VARIASI KONSENTRASI CMC-Na SEBAGAI VISCOSITY AGENT TERHADAP SIFAT FISIK SHEET MASK GEL EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L.). MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan 11(1), pp. 9–15. doi: 10.48191/medfarm.v11i1.90. Hayati, M., Nusantari, C.S. and Shinta, W. 2024. Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Lip Balm Dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) Sebagai Pelembab. INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) 7(2), p. 84. doi: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3875. Primastuti, H. 2020. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lip Balm Berbentuk Stick yang Mengandung Minyak Extra Virgin Olive Oil dengan Basis Kombinasi Cera Alba dan Carnauba Wax. Medan: Universitas Sumatera Utara. Puspitasari, A.D. 2020. KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea Arabica). Jurnal Ilmiah Teknosains 3(2). doi: 10.26877/jitek.v3i2.1598. Rasyadi, Y. 2018. FORMULASI SEDIAAN KUMUR DARI EKSTRAK DAUN SUKUN Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg. Chempublish Journal 3(2), pp. 76–84. doi: 10.22437/chp.v3i2.5767. Rasyadi, Y. 2021a. FORMULASI DAN UJI STABILITAS HANDBODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.). Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi 11(1), p. 15. doi: 10.30591/pjif.v11i1.2958. Rasyadi, Y. 2021b. FORMULASI LIP BALM EKSTRAK ETANOL BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack)) DAN UJI STABILITAS MENGGUNAKAN METODE FREEZE AND THAW. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi 10(2), p. 134. doi: 10.30591/pjif.v10i2.2505. Rasyadi, Y. 2023. FORMULASI DAN KARAKTERISASI BODY BUTTER EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L ) DENGAN COCOA, SHEA, DAN COCONUT BUTTER. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi 12(2), p. 178. doi: 10.30591/pjif.v12i2.5102. Rasyadi, Y., Agustin, D. and Gunawan, O. 2023a. FORMULASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DAN EVALUASI FISIKNYA. Jurnal Buana Farma 3(4), pp. 111–120. doi: 10.36805/jbf.v3i4.891. RASYADI, Y., NINGSIH, W., MULYA, W.P. and HANIFA, D. 2024. KASTURI ORANGE PEEL (CITRUS MICROCARPA BUNGE) ESSENTIAL OIL: CHEMICAL PROFILE, FORMULATION AS ROLL-ON AROMATHERAPY AND ITS EVALUATION. International Journal of Applied Pharmaceutics, pp. 126–131. doi: 10.22159/ijap.2024.v16s1.28. Rasyadi, Y., Sartika, D. and Fitri, N.D. 2023b. FORMULASI SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DENGAN BERBAGAI GELLING AGENT. Jurnal Insan Farmasi Indonesia 6(1), pp. 144–156. doi: 10.36387/jifi.v6i1.1373. Rasyadi, Y., Yenti, R. and Jasril, A.P. 2019. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sabun Mandi Cair Ekstrak Etanol Buah Kapulaga (Amomum compactum Sol. ex Maton). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) 16(2), p. 188. doi: 10.30595/pharmacy.v16i2.5675. Rasyadi, Y., Zaunit, M.M. and Safitri, R. 2021. Formulasi dan Karakterisasi Spray Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etil Asetat Daun Kunyit (Curcuma domestica Val). Jurnal Farmasi Higea 13(2), p. 99. doi: 10.52689/higea.v13i2.374. SIMANULLANG, G. 2023. Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Lip Balm Minyak Bekatul (Rice Bran Oil). Media Farmasi Indonesia 18(2). doi: 10.53359/mfi.v18i2.230. Tampubolon, A. 2023. FORMULASI LIP BALM EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI PELEMBAB BIBIR. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia 5(2), pp. 310–321. doi: 10.33759/jrki.v5i2.394.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG ABU (Musa paradisiaca L) SEBAGAI SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN ALAMI Indrayani, Ferna; Wirastuty, Reski Yalatri
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.330

Abstract

Antioxidants are substances that inhibit or prevent damage or destruction by oxidation by free radicals. Bananas are an alternative source of natural antioxidants that can be found every day. Bananas are high in nutrients, low in cholesterol, have high levels of vitamin B6 and vitamin C, and are versatile plants from radix to hesperidium. This study aims to determine the benefits of banana hesperidium as (Musa Paradisiaca L) which has antioxidant activity and can be used as a natural antioxidant gel preparation. Experimental laboratory research using immersion method with 70% ethanol solvent to produce extracts. Antioxidant activity testing using UV-VIS spectrophotometry with DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Quantitative assay of antioxidant activity using UV-Vis spectroscopy at a wavelength of 516 nm. The test value of the antioxidant activity of banana hesperidium extract (Musa paradisiaca L) at a concentration of 500 ppm obtained a percentage value of 0.77323%, 1000 ppm of 0.66631%, 1500 ppm of 0.56186%, 2000 ppm of 0.48570. n 2500 ppm is 0.38750. %. The lower the IC50 value of a compound, the stronger its antioxidant activity thus it can be concluded that banana hesperidium can be used as an alternative ingredient as a natural antioxidant gel preparation.
ANALISIS BERAT BADAN MENCIT (Mus musculus) KONDISI HIPERGLIKEMIK YANG DIBERIKAN SEDIAAN ORAL DAN GEL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) CHANDRA, PRA PANCA BAYU; Christian, Yulius Evan
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.306

Abstract

Tanaman okra merupakan tanaman dengan kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi terhadap aktivitas farmakologi. Aktivitas farmakologi yang diharapkan dapat memperbaiki fungsi fisiologi hewan coba yang mengalami hiperglikemik sehingga berpengaruh terhadap berat badan hewan coba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian ekstrak buah okra secara oral dan topikal terhadap berat badan mencit hiperglikemik. Sampel penelitian dikeringkan sampai menjadi serbuk, dimaserasi 5 hari dengan etanol 70% dan dipekatkan sampai kental. Mencit jantan galur Mus musculus dikondisikan hiperglikemik dengan STZ dosis 0,06 mg/gBB. Mencit dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol Non-DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 2 (kontrol DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 3 (uji I/oral CMC Na+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 4 (uji II/oral glibenclamide+gel plasebo), kelompok 5 (uji III/oral glibenclamide+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 6 (uji IV/oral ekstrak buah okra+gel plasebo), kelompok 7 (uji V/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 6%), kelompok 8 (uji VI/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 12%). Dosis glibenclamide 5 mg/KgBB, dosis ekstrak buah okra 400 mg/KgBB serta dosis CMC Na 5 mL/KgBB. Terapi diberikan 1 kali sehari (oral dan topikal) selama 15 hari terapi yang dilihat pada hari ke-0, 5, 11 dan 15. Hasil penelitian menunjukan pada terapi hari ke 0 memberikan hasil uji beda yang signifikan (P<0,05) pada semua kelompok perlakuan. Perbedaan yang tidak signifikan terjadi pada terapi hari ke 5, 11, dan 15 dengan nilai P>0.05 yang menyatakan bahwa berat badan tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada tiap kelompok perlakuan.
JAMUR ENDOFITIK BS-1 DARI BUNGA SAMBILOTO (Andrographis paniculata) PADA MEDIA PERTUMBUHAN KACANG HIJAU: SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Aisyah, Siti; Oktria, Wandi; Silvani, Mauline Adia; Riga, Riga
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.319

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata) is a medicinal plant in the Acanthaceae family. A. paniculata is known to synthesize active compounds with potent antioxidant properties that effectively hinder the activity of free radicals. Further studies of the antioxidant activity of this plant can be elaborated using its endophytic fungi. This research aims to analyze phytochemicals and measure the antioxidant activity (IC50) of the endophytic fungus BS-1 in flower of sambiloto. The results of the phytochemical screening of the ethyl acetate extract (EtOAc) of the BS-1 endophytic fungus were declared positive for containing steroid, terpenoid, phenolic and alkaloid compounds. The antioxidant test results indicated a very strong free radical inhibition ability with an IC50 value = 34.61 ppm.

Page 9 of 16 | Total Record : 154