cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 869 Documents
Muatan Profil Pelajar Pancasila dalam Serat Wedhatama Karya KGPAA Mangkunegara IV Pupuh Pangkur Makincoiri, Mohamad; Rianda, Agatia Mega; Satoto, Angga Bimo
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1517

Abstract

Serat Wedhatama is one of the literary works that contains moral values that are still relevant to social life and in accordance with the Profil Pelajar Pancasila. The purpose of this study is to describe the related to the Profil Pelajar Pancasila’s in the serat Wedhatama. This is a qualitative descriptive research. The data were collected by reading and note-taking method, and then analyzed by qualitative analysis method of Miles and Huberman model. The results of this study indicated that the Profil Pelajar Pancasila dimensions implied in the serat Wedhatama pupuh Pangkur was the dimensions of faith, fear of God, and noble character, especially in the sub-elements of religious, personal, and state morals. In the global diversity dimension, there was an example that corresponds to the sub-elements of communication and interaction between cultures and social justice. The sub-element of collaboration which was the part of teamworks was also shown in the serat Wedhatama. In the independent dimension there was an example of self-understanding and the situation handling aspect. In addition, there was also a sub-element of thougts reflection and decisions process as part of the critical thinking dimension. Further research on Javanese moral values as a reinforcement of the Profil Pelajar Pancasila in the other serat Wedhatama’s pupuh or other Javanese literary still needs to be conducted in order to make a contribution to the education fields and to preserve the Indonesian noble heritage.
Reinterpretasi Konsepsi Ki Hadjar Dewantara: Studi Kritis dalam Perspektif Filosofis-Pedagogis Gantina, Gantina; Herlambang, Yusuf Tri; Muhtar, Tatang
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1518

Abstract

Education plays an important role in human life as the main foundation in developing the quality of individual. Ki Hajar Dewantara's view gave rise to a comprehensive and integrated concept of education covering various aspects, such as intelligence, emotional, physical, aesthetic, social and spiritual aspects. The purpose of this study is to examine and describe Ki Hajar Dewantara's pedagogical ideas in relation to contemporary education. This study uses the Literature Study research method by examining various relevant literature sources. The results of the study state that the concept of education from Dewantara's perspective must be centered on students, emphasize freedom in learning, and be based on local moral and cultural values. In addition, Dewantara emphasizes the importance of character education and individual empowerment in order to achieve their best potential. Based on the results of the study, it can be concluded that Dewantara's view provides a solid philosophical basis for an inclusive, value-oriented, and individual and community welfare education system. This perspective remains relevant in facing the challenges of education in the modern era by balancing academic aspects and character and moral formation. This study provides valuable insights in designing more comprehensive education policies based on humanitarian values.
Efektifitas Belajar dan Menghafal melalui Media Lagu dengan Aplikasi SUNO AI pada Pelajaran Desain Grafis Heriyanto, Heriyanto; Makmur, Amelia
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1643

Abstract

Kemampuan kognitif dalam hal menghafal setiap peserta didik yang berbeda-beda di tambah rendahnya minat membaca peserta didik perlu langkah yang inovatif, kreatif dan efektif untuk mendukung kegiatan dan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa efektif pengaruh penggunaan media lagu dengan bantuan aplikasi SUNO AI terhadap kemampuan menghafal peserta didik dalam mempelajari materi desain grafis dikelas 12 DKV SMK Atisa Dipamkara. Desain penelitian yang dipilih adalah deskriptif kuantitatif dengan desain kuasi eksperiment. Teknik pengumpulan data yang dipilih pada tahap awal adalah dengan menyebar kuesioner kepada peserta didik untuk mendapatkan gambaran awal tentang peserta didik secara umum. Selanjutnya, untuk melihat perbedaan kemampuan kognitif antara kelas percobaan dan kelas kendali, dilakukan pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Sebelum analisis hipotesis, dilakukan uji prasyarat meliputi uji Normalitas dengan uji Liliefors untuk memastikan data terdistribusi normal, serta uji Homogenitas dengan uji Bartlett untuk memastikan bahwa data berasal dari populasi dengan varians yang homogen. Hasil uji Paired-Samples T-Test pada Kelas Percobaan menunjukkan bahwa P-value lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini mengkonfirmasi bahwa penggunaan media lagu dengan bantuan SUNO AI efektif dalam meningkatkan kemampuan belajar dan menghafal peserta didik di tingkat SMK.
Strategi Bimbingan Klasikal Teknik Sinema Edukasi Topeng Malangan untuk Memperkuat Sikap Asertif Siswa SMP Yuliarti, Ista; Setiyowati, Arbin Janu; Wahyuni, Fitri
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1718

Abstract

Perilaku asertif diartikan sebagai tindakan seseorang yang dengan jujur dapat menyampaikan perasaan atau emosinya melalui cara ekspresi yang diinginkannya. Perilaku asertif merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi individu yang sedang menjalani pendidikan selayaknya siswa SMP. Salah satu ciri anak usia sekolah menengah pertama (SMP) adalah memiliki emosi yang cenderung belum stabil, sehingga mereka mudah dipengaruhi oleh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian literatur terhadap layanan bimbingan klasial dan teknik sinema edukasi untuk memperkuat sikap asertif siswa. Penelitian ini berjenis penelitian SLR/Systematic literature review. Hasil kajian ditemukan sejumlah 11 artikel, dengan jabaran 5 artikel membahas mengenai layanan bimbingan klasikal untuk perilaku asertif, 2 artikel yang membahas mengenai teknik sinema edukasi untuk perilaku asertif, dan 4 artikel yang membahas nilai-nilai topeng malangan yang dapat diterapkan untuk perilaku asertif siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai-nilai dalam tarian Topeng Malangan dapat membangun individu dalam melatih kejujuran, keberanian, empati, sopan santun, tanggung jawab, dan percaya diri. Keseluruhan nilai yang terdapat pada tarian Topeng Malangan selaras dengan nilai-nilai yang terdapat pada sikap asertif yang memungkinkan terciptanya layanan bimbingan klasikal teknik sinema edukasi topeng Malangan untuk memperkuat sikap asertif. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar teoritik pada penelitian selanjutnya, karena penelitian lanjutan berbasis data masih sangat diperlukan untuk membuktikan apakah ada pengaruh terhadap perilaku asertif siswa ketika diterapkan layanan bimbingan klasikal dengan teknik sinema edukasi topeng Malangan.
Kebolehgunaan (Usability) Modul Ajar Discovery Learning Materi Bangun Datar Matematika Kelas IV Wahyuni, Nuni Sri; Kurniawan, Dede Tri; Muhtar, Tatang
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1761

Abstract

Modul ajar memiliki peran penting sebagai penopang bagi guru dalam merancang proses pembelajaran. Dalam penyusunan perangkat pembelajaran, guru memegang peranan utama. Hal ini melatih kemampuan berpikir guru untuk berinovasi dan mengembangkan modul ajar yang efektif. Kemampuan berpikir kreatif dalam matematika merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap siswa untuk menganalisis masalah matematika dari sudut pandang yang berbeda, kemudian menyelesaikannya dengan berbagai cara dan menghasilkan ide-ide kreatif yang bervariasi. Salah satu pendekatan pembelajaran yang saat ini banyak diterapkan adalah Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan atau kebolehgunaan modul ajar dengan menggunakan pendekatan Discovery Learning pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu dengan metode survey berupa kuesioner menggunakan software SmartPLS dalam pengelolaan datanya. Hasil penelitian menunjukan analisis model pengukuran dari variabel-variabel yang diuji menunjukan bahwa variabel Pembelajaran Kooperatif/Kolaboratif menunjukan nilai yang lebih tinggi dari beberapa variabel yang lainnya dan menjelaskan lebih banyak varians dari indikator-indikator lainnya.Pada diagram ini, kita dapat melihat bahwa nilai AP tertinggi,dengan nilai sekitar 0,756. Sedangkan nilai terendah adalah variabel 0,4 dari variabel-variabel yang lainnya.
Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Integrasi Kearifan Lokal dalam Proses Pembelajaran Jubaedah, Rida; Dewi, Dini Anggraeni; Istianti, Tuti
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1765

Abstract

Salah satu langkah strategis dalam penguatan karakter adalah mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Kearifan lokal mencerminkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan cinta lingkungan yang telah menjadi pedoman masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berakar pada budaya bangsa. Dengan demikian, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat menjadi jembatan untuk mengharmonisasikan tradisi dengan modernisasi di era globalisasi. Penelitian ini memanfaatkan metode studi literatur (literature review) sebagai langkah awal dalam merancang penelitian. Studi literatur dilakukan dengan mencari dan menganalisis berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal, dan publikasi lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, seperti gotong royong, kejujuran, sopan santun, dan toleransi, menjadi strategi utama untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Integrasi nilai-nilai ini dilakukan melalui kurikulum, metode pembelajaran berbasis pengalaman, dan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan kehidupan siswa.
Pengembangan Modul Literasi Digital Perlindungan Data Pribadi Berbasis Proyek untuk Menguatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Puspitasari, Anggita Dwi; Prasetya, Andreas Erwin
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1772

Abstract

The research was conducted based on the results of a needs analysis that showed the unavailability of a personal data protection digital literacy module to strengthen critical thinking skills for elementary school students. The purpose of the research was to develop a personal data protection digital literacy module to strengthen critical thinking skills for elementary school students using a project-based learning (PjBL) model. The type of research used is research and development with the ADDIE model. The research involved 5 validators and 8 grade 5 elementary students. Data analysis used qualitative and quantitative data analysis. Data collection methods were participatory and non-participatory observation, closed questionnaires, structured interviews, and tests. The results showed 1) the development of a personal data protection digital literacy module for elementary students using the ADDIE stages (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation), 2) the personal data protection digital literacy module has 'very good' quality 3) the personal data protection digital literacy module for elementary students helps students understand digital literacy and strengthen 21st century critical thinking skills.
The Influence of Instructional Leadership on the Performance of Students in South African Schools Ayanda, Ncokazi; Yaw, Agyeman Nana
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1800

Abstract

The quality of educational outcomes has emerged as a critical factor in determining the progress and success of both societies and individuals. Studies suggest that effective instructional leadership impacts learner outcomes in schools. The objective of the study is to explore the influence of instructional leadership on the performance of students in South Africa. The study employed the qualitative approach with a case study design to investigate the impact of instructional leadership on the performance of students. Purposive sampling was used to select six participants. Semi-structured interviews were adopted to gather data, and thematic analysis was utilised to identify themes and patterns that emerged from the study. The findings of the study showed that an improved school environment and positive school cultures contribute to enhanced performance of students. In addition, the study discovered that addressing the individual learning differences of students and removing barriers to learning is key to enhancing students learning. Consequently, there is a need for instructional leaders to emphasise teaching and learning, as well as establish a clear school vision to improve the learning culture and school environment. The study concluded that instructional leadership play a significant role in fostering the quality of teaching and learning practices in schools. The findings of this study imply that schools should emphasise and empower leaders with instructional leadership skills to achieve improved educational outcomes in schools.
Studi Analisis Komparasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Sekolah Dasar di Indonesia, Singapura, dan Jepang Irmayati, Irmayati; Hermansah, Hermansah; Nulhakim, Lukman; Fatimah, Atin
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1805

Abstract

Character education in elementary schools plays a crucial role in establishing the foundation of character development within formal education. Currently, character education in elementary schools has not been maximized, leading to behavioral deviations among students. Improving character education requires serious efforts, one of which is through a comparative analysis study of character education in the elementary school curriculum of Indonesia, Singapore, and Japan. This study aims to (1) analyze the implementation and impact of character education in the elementary school curriculum of Indonesia, Singapore, and Japan, and (2) examine the similarities and differences in the implementation of character education in these three countries. This research is a literature review study using a qualitative method with a comparative analysis approach to character education implementation in elementary schools in Indonesia, Singapore, and Japan. In this literature review, we analyzed 60 articles from Scopus and Google Scholar published between 2015 and 2024, along with other relevant documents. The analysis results indicate that the implementation of character education in elementary schools varies across countries, with each having its own distinctive characteristics and approaches aligned with national characteristics. The similarities in character education implementation in Indonesia, Singapore, and Japan include its integration into the curriculum, being taught through subjects, and being implemented through habituation activities or school culture. Meanwhile, the differences lie in the implementation strategies, which are adapted to the characteristics and needs of students in each country.
Pendidikan Pra Nikah sebagai Upaya Mencegah Perceraian dan Stunting di KUA Colomadu Sari, Rika; Istanto, Istanto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1818

Abstract

There are cases of divorce and stunting in Colomadu District anticipated to a deficiency of interpretation of prospective couples of prospective couples in building a good household. So this research aims to define the implementation of pre-marital education as an effort to prevent divorce and stunting at KUA Colomadu as well as obstacles in implementing premarital education at KUA Colomadu. This research uses field research with qualitative data through a sociological approach. The research location is KUA Colomadu, Karanganyar Regency, Central Java. The duration of the research took place from November 2024 to December 2024. Data sources for this research include the Head of KUA Colomadu, and officers at KUA Colomadu as well as officers at Community Health Center Colomadu 1. Data collection techniques use field data with several methods, namely interviews, observation and document study. The data analysis technique used is the data analysis technique from Miles & Huberman, namely data presentation, data reduction, and conclusions. The research results show that the implementation of pre-marital education at KUA Colomadu has been going well as evidenced by the decrease in the number of divorce cases every year in Colomadu District, while KUA Colomadu is still trying to overcome stunting in children. Obstacles in implementing premarital education at KUA Colomadu are limited funds for organizing pre-marital education, minimal awareness of prospective brides and grooms to take part in activities, and pocket books provided for prospective brides and grooms are still limited.