cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Efektifitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Dalam Menurunkan Perilaku Maladaptif Siswa SMA Frinda Dewi Pertiwi; Mutiara Cahya Noviani; Erika Setyanti Kusuma Putri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4519

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat keefektivitasan REBT dalam menurunkan perilaku maladaptif siswa Kelas XI di MA AL-Huda Bomo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis quasi esperimental dengan desain The Non Equivalent Control Group. Populasi seluruh kelas XI di MA AL-Huda Bomo adalah 90 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling yakni dengan jumlah 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok kontrol dan 10 kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, penyebaran angket, dan treatment. Selain itu, analisis data yang digunakan yakni dengan Uji Independet T Test. Hasil pada penelitian ini, menunjukkan bahwa penerapan REBT terbukti efektif dalam menurunkan perilaku maladaptif dengan nilai Sig. 0.00<0.05. Keberhasilan tersebut dikarenakan responden telah menyadari kesalahannya, telah mengerti dan mampu membedakan hal rasional-irrasional, berusaha membantu dirinya sendiri untuk menurunkan perilaku tersebut dan juga mendapatkan dukungan sosial dari beberapa pihak yang ikut serta meminimalisir kasus tersebut dan dari bantuan model ABCDE dari teknik REBT. Kata kunci: rational emotive behaviour therapy (REBT), perilaku maladaptif, siswa
Konsep Diri Masa Remaja Akhir Dalam Pengambilan Keputusan Karier Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Happy Fathimatur Rosyidah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai bagaimana konsep diri pada masa remaja akhir dalam pengambilan keputusan karier siswa di SMK Negeri 4 Surabaya T.A 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research (penelitian kepustakaan). Sumber data dalam penelitian ini berasal dari buku cetak maupun elektronik, majalah, catatan, laporan ataupun jurnal dari hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah dan tujuan dari penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah konsep diri dan kematangan karier penting dimiliki siswa remaja akhir, karena saat siswa memasuki masa remaja akhir mereka memiliki keyakinan bahwa semua pencapaian ditentukan oleh usaha, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki agar siswa dapat membuat keputusan karier yang tepat untuk masa depan. Kata kunci: konsep diri, masa remaja akhir, pengambilan keputusan karier
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Perencanaan Karir Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhamad Andiyaman; Arri Handayani; Ajeng Dianasari
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4713

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukan bahwa kelas X belum memiliki perencanaan karir untuk masa depan. Selain itu, pada saat layanan perencanaan individual dilakukan, hanya terdapat 1 siswa dalam satu kelas yang mengaku sudah memiliki perencanaan karir untuk masa depan, hal ini diperkuat dengan hasil AKPD yang menunjukkan bahwa bidang pribadi yang mencapai 44,04%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap hubungan kepercayaan diri dengan perencanaan karir siswa kelas X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Accidental Sampling sebanyak 195 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perencanaan karir terhadap kepercayaan diri sebesar 44,7%, kemudian tingkat hubungan diantara kedua variabel tersebut berada dalam kategori kuat. Kesimpulan pada penelitian ini yakni adanya hubungan positif antara kepercayaan diri dengan perencanaan karir. Kata kunci: perencanaan karir, kepercayaan diri, siswa SMA
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Fiki Febrian Dwi Prasetya; Nining Dwi Astuti; Abdullah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku cyberbullying pada remaja. Sampel penelitian adalah 182 Remaja yang tercatat  di Pusat  Informasi Konseling  Remaja (PIK-R)  Kabupaten  Wonosobo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Snowball Sampling, sebanyak 182 sampel. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala cyberbullying dan skala kontrol diri. Analisis data menggunakan Analisa korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif antara kontrol diri dengan perilaku cyberbullying remaja, korelasi sebesar -0,618 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku cyberbullying, sebaliknya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku cyberbullying pada remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individu yang memiliki kontrol diri tinggi mampu mengontrol perilakunya dan berpikir sebelum bertindak untuk melakukan cyberbullying. Kata kunci: remaja, perilaku cyberbullying, kontrol diri
Profil Tingkat Self-help Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Farosi Illiyun Jauharah; Muwakhidah; Nabilla Putri Qurr'aeni; Nina Rahmawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4871

Abstract

Self-help adalah upaya seseorang dalam meningkatkan kondisi mental, emosional, fisik, seseorang itu sendiri melalui berbagai macam cara yang bisa dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-help siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa SMA dengan populasi kelas 12 yang berjumlah 450 siswa, sedangkan sampelnya adalah 45 siswa yang diperoleh dengan menggunakan metode random sampling. Instrumen dalam penelitian ini mempergunakan angket self-help yang dikembangkan oleh peneliti. Adapun teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni teknik statistik deskriptif. Hasil analisis data didapatkan bahwa sebanyak 2 siswa SMA (4,44%) berada pada kategori rendah, sebanyak 21 siswa SMA (46,66%) berada pada kategori sedang, dan sebanyak 22 siswa SMA (48,88%) berada pada kategori tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar tingkat self-help siswa SMA berada pada kategori tinggi dan memberikan gambaran bahwa diperlukannya penanganan terkait penolongan diri agar siswa SMA memiliki kesehatan secara emosional. Kata kunci: profil, self-help, siswa SMA
Urgensi Asesmen Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Tri Putri Amelia S; Marsal Yunas Muliadi Hasibuan; Jamiatul Ilmi; Wahidah Fitriani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4877

Abstract

Program BK yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tahapan tugas perkembangannya tentu akan meningkatkan kemampuan siswa untuk memiliki wawasan dan kesadaran diri untuk mengembangkan potensi pada aspek pribadi, sosial, belajar dan karir ini berdasarkan literasi yang di baca penulis.  Dalam penelitian ini menggunakan metode Literature Review (kepustakaan) yang bertujuan untuk menghimpun dan menganalisis hasil penelitian terkait urgensi asesmen BK di sekolah.  Hasil penelitian ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan penilaian (assessment) dan merumuskan program bimbingan konseling yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Konselor sekolah harus memahami urgensi asesmen BK di sekolah. Evaluasi dapat dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalitas konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen BK di sekolah memiliki kedudukan yang penting terutama dalam penyusunan program BK, pelaksanaan layanan BK dan evaluasi kinerja. Hasil penelitian banyak ditemukan konselor sekolah terburu buru dalam melakukan assessment, merumuskan program BK yang berdampak pada efektivitas, efisiensi dan capaian layanan yang diharapkan. Kata kunci: urgensi asesmen, program bimbingan dan konseling, sekolah
Urgensi Layanan Konseling Islam di Rumah Sakit Faisal Akbar Manurung; Marneva Nailul Amni; Masril
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4878

Abstract

Proses adanya layanan konseling di rumah sakit menjadi kebutuhan pasien. Berbagai masalah kesehatan yang berbeda dan jenis orang yang berbeda membutuhkan komunikasi yang nyaman untuk menerima dan memberikan layanan sebaik mungkin. Masalah kesehatan yang berbeda dan berbeda orang yang berada di dalamnya pasti membutuhkan kenyamanan batin bekerja sama untuk menerima dan memberikan pelayanan yang terbaik. Kecuali jika dilakukan dapat menimbulkan gangguan jiwa berupa stress, kecemasan, keputusasaan, yang akhirnya berujung pada depresi. Informasi Islam adalah salah satu pilihan yang tepat dalam hal efisiensi hasil layanan. Bimbingan sangat ditentukan oleh sistem kepercayaan pasien. Konseling Islami merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat agar pasien tidak cemas dan khawatir atas kondisi yang dialaminya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menerima Layanan Konseling Islami sebelum melakukan tindakan operasi sangat berpengaruh dan berhubungan dengan penurunan stres. Oleh karena itu, Konseling Islami sangat tepat diberikan kepada pasien, dalam pelayanan di dalam rumah sakit. Kata kunci: konseling islami, rumah sakit, layanan
Kompetensi Hidup Damai Pada Remaja Single Sex School Esty Noorbaiti Intani; Ilfiandra; Eka Sakti Yudha
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.4890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi hidup damai remaja single sex school  di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistika deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengungkap kompetensi hidup damai dengan skala likert. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan RASCH Model pada aplikasi Winstep. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 151 peserta didik kelas X baik laki-laki maupun perempuan di salah satu sekolah yang menerapkan sistem single sex school di Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sebanyak 24 peserta didik berada pada kategori sangat damai, 106 peserta didik berada pada kategori damai, dan 21 peserta didik berada pada kategori belum damai. Dapat disimpulkan bahwa remaja single sex school kelas X sudah berada dalam keadaan damai. Kata kunci: kompetensi hidup damai, remaja, single sex school
Analisis Penerapan Pendidikan Multikultural Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Lanny Ilyas Wijayanti; Agus Basuki; Eva Imania Eliasa
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4894

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Pendidikan multicultural yang diberikan kepada peserta didik melalui layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan yaitu literatur review, dimana semua temuan dicatat dan dipadukan baik secara teori maupun praktik dengan menggunakan analisis data secara kualitatif deskriptif, menggunakan berbagai sumber bacaan/jurnal untuk dijadikan acuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa memberikan pendidikan multicultural kepada peserta didik adalah hal yang harus dilakukan stake holder dalam satuan pendidikan, selain itu pendidikan multicultural juga dapat dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling dimana pemberi layanan adalah konselor sekolah yang memiliki kepribadian multicultural yang baik, memiliki pengetahuan multicultural yang luas, memiliki keterapilan dalam memadukan berbagai pendekatan konseling. Kesimpulannya, sebagai konselor memiliki kompetensi dasar multicultural adalah  keterampilan yang perlu dimiliki. Sehingga Pendidikan multicultural melalui layanan Bimbingan dan Konseling diberikan kepada peserta didik dengan kesempatan yang sama, berinteraksi dengan individu dari latarbelakang berbeda, mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang dunia yang kompleks  dan memperluas wawasan kebudayaan. Kata kunci: pendidikan, pendidikan multikultural, layanan bimbingan dan konseling
The Urgency of Impostor Phenomenon in Educational Institutions Mutiara Aqilla Tasya; Juntika Nurihsan; Eka Sakti Yudha; Philein Sophia Putri Dakes; Rifqi Fadhillah Farmadi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.4902

Abstract

The impostor phenomenon is a unique phenomenon that occurs in high achieving individuals. The impostor phenomenon can affect a person's psychological well-being, such as work, academics, interpersonal relationships, or the ability to achieve self-actualization. This research aims to look at the description and urgency of the impostor phenomenon among students. This research uses literature study methods in various journals, book chapters, theses such as Science Direct, Psyc Info, Sage, and Taylor & Francis, and the Online Thesis database. The results of research from 9 selected pieces of literature showed that students often experience the impostor phenomenon in the "medium" and "high" categories. The demands of the academic environment, such as high competition and self-comparison are the main triggers. High achieving students tend to feel anxious, afraid of disappointing others, and doubtful when achieving success. Therefore, there is a need for counselor action to overcome the problem of this impostor phenomenon by educating on the impact and carrying out interventions. Cognitive restructuring techniques are recommended to help overcome the impostor phenomenon problem. Keywords: impostor phenomenon, student, counseling guidance

Page 32 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue