G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Articles
997 Documents
Hubungan Kepercayaan Diri Dan Harga Diri Dengan Kerja Keras Dalam Wasaka Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Astri Depika Putri;
Akhmad Sugianto;
Eklys Cheseda Makaria
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4903
Tujuan riset ini ialah guna mengidentifikasi hubungan kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka pada siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Metode riset menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis riset korelasional. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner skala kepercayaan diri, harga diri dan kerja keras dalam wasaka. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 138,778 > nilai Ftabel 3,04. Kesimpulan terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka. Semakin baik dan tinggi kepercayaan diri dan harga diri yang dimiliki oleh murid maka semakin baik dan tinggi pula kerja keras dalam wasaka pada siswa di SMP. Kata kunci: kepercayaan diri, harga diri, kerja keras dalam wasaka
Kontribusi Optimisme Dan Nilai Budaya Gawi Manuntung Terhadap Disiplin Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Mitha Suci Qomariah;
Akhmad Sugianto;
Sulistiyana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4904
Pentingnya menanamkan sikap optimisme dan nilai budaya gawi manuntung pada siswa, agar mampu mengikuti pembelajaran dengan disiplin serta suasana yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi optimisme dan nilai budaya gawi manuntung terhadap disiplin belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Alat pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert dengan teknik penarikan sampel jenuh, dengan jumlah sampel penelitian 130 orang siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kuala Kapuas.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 9,259 dengan probabilitas 0.000. Karena probabilitas < 0.05 Jadi, dapat disimpulkan adanya kontribusi optimisme dan nilai budaya gawi manuntung terhadap disiplin belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kuala Kapuas. Kata kunci: optimisme, gawi manuntung, disiplin belajar
Efektivitas Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMPN 33 Bekasi
Tomy Dwi Apriyanto;
Asni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4910
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas konseling Rational Emotif Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest desain. populasi terjangkau di penelitian ini ialah siswa SMPN 33 Bekasi kelas VIII.3 yang berjumlah 43 siswa dan Sampel penelitian ini sebanyak 10 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner yang digunakan dengan skala model likert. Teknik analisis data memakai perhitungan uji T Wilcoxon. Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan SPSS dii dapatkan hasil Asymp. Sig (2-Tailed) bernilai 0,005 < 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konseling kelompok dengan REBT dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa yang dapat di lihat melalui perubahan setelah di berikan layanan konseling dengan teknik REBT. Kata kunci: kepercayaan diri, REBT, konseling kelompok
Dampak Trauma Antargenerasi Pada Keluarga Veteran Perang
Izdihar Sulthonah Fauzi Rahmah;
Alfin Miftahul Khairi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4925
Penelitian ini bertujuan untuk menggali mengenai dampak trauma antargenerasi terhadap keluarga veteran Operasi Seroja Timor – Timur (Tim – Tim). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data teknik wawancara dan observasi yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi dan pedoman panduan wawancara. Uji kredibilitas member check digunakan peneliti dalam menguji keabsahan data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan dampak dari trauma antargenerasi, yaitu: rasa takut akan kehilangan dan perpisahan, rasa gelisah dan cemas, kurang kasih sayang serta perhatian dari orang tua, harga diri yang rendah, temperamental, menjadi orang yang merasa tidak enak dengan orang lain, sering memikirkan suatu hal secara berlebihan. Satu dari dua keluarga dapat memutus rantai trauma yang dialami. Hal tersebut ditandai dengan adanya kepercayaan diri yang baik, tangguh, adanya sifat ambisius yang cukup tinggi dalam suatu hal yang diinginkan, dan memiliki sikap solidaritas yang tinggi. Kata kunci: trauma antargenerasi, veteran, operasi seroja timor - timur
Analisis Perilaku Imitasi Pada Remaja Pemain Game Mobile Legends Online Di Tinjau Dari Pendekatan Kognitif Sosial
Muhammad Arsyad;
Ririanti Rachmayani Jamain;
Mursyidah J Parandrengi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4927
Terdapat fitur komunikasi pada game online Mobile Legends yang memungkinkan dapat ditiru, salah satunya berkata kasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku imitasi remaja pemain game online dalam permainan Mobile Legends berdasarkan pendekatan social kognitif Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif berdasarkan hasil survei dengan instrument menggunakan kuesioner tertutup. Subjek penelitian berjumlah 10 orang remaja berusia antara 15-17 tahun yang bermain game online Mobile Legends di Kota Jambi. Berdasarkan hasil survei secara acak didapatkan hasil bahwa 60% pada individu komunitas pemain game Mobile Legends cenderung ditemukan proses imitasi verbal yaitu berkata kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan teori kognitif sosial mampu menjelaskan terjadinya proses imitasi pada perilaku negatif yang dilakukan para pemain game online Mobile Legends, yaitu berkata kasar. Perilaku tersebut terbentuk dari proses imitasi yaitu memperhatihan, mengingat, produk dan motivasi. Kesimpulannya bahwa berkata kasar merupakan sebuah produk prilaku dari keikutsertaan dalam komunitas yang mendapatkan penguatan positif. Kata kunci: game online, mobile legends, remaja, meniru, pendekatan kognitif sosial
Psychological Well Being Pada Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Balongbendo
Lely Lailia Ningsih;
Hazim Hazim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4946
Penelitian tentang psychological well beingpada remaja sudah banyak mendapatkan perhatian dari para peneliti. Hanya saja, belum banyak yang mengulas kesejahteraan psikologis remaja yang tidak tinggal bersama keluarga inti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam psychological well beingpada remaja yang tinggal di panti asuhan Aisyiyah Balongbendo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian ini ditentukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Untuk keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Tahapan analisisnya melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subjek memiliki tingkat psychological well being yang baik yang tercermin pada lima dimensi; Hubungan positif dengan oranglain, kemandirian, penguasaan lingkungan, perkembangan diri, dan tujuan hidup. Sebaliknya, pada dimensi penerimaan diri mereka masih lemah. Kesimpulannya, pengelola panti asuhan perlu memberikan perhatian secara khusus untuk dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang berada dalam asuhannya. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, panti asuhan, remaja
Bimbingan Konseling Dan Kurikulum Merdeka Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Elida Hapni;
Novita Fitri;
Masril
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4953
Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana peran bimbingan konseling dalam menerapkan kurikulum merdeka dilingkungan SMPN 6. Penelitian merupakan jenis kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi lapangan. Adapun yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Dalam hal ini yang menjadi informan penelitian yakni tiga orang guru bimbingan konseling yang ada dilingkungan SMPN 6. Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Data yang sudah terkumpulkan dianalisis dengan cara mereduksi data dengan pengorganisasian sehingga dapat diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling ikut berperan dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah. Peran guru bimbingan dan konseling tersebut adalah: (a) sebagai konselor, (b) sebagai konsultan, (c) sebagai koordinator, (d) sebagai pengembangan kari, dan (e) sebagai asesor. Maka kesimpulan guru bimbingan konseling ikut serta berperan dalam kurikulum merdeka khususnya memfasilitasi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, pengembagan bakat, minat serte potensi yang dimiliki peserta didik. Kata kunci: bimbingan konseling, kurikulum merdeka, SMP
Countinous Schedule of Reinforcement dan Intermittent Schedule: Memilih Jadwal Reinforcement yang Efektif
Muslim Afandi;
Nail Hidaya Afandi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4959
Ketika konselor memilih reinforcement sebagai teknik dalam pengembangan dan pengubahan perilaku, maka sudah menjadi kewajiban konselor untuk mempertimbangkan jadwal pemberian reinforcer pada konseli. Pertimbangan ini dapat dilakukan setelah konselor memahami berbagai jenis penjadwalan reinforcement, untuk memahami hal tersebut maka dilakukan literature review terkait hasil-hasil penelitian penggunaan jenis jadwal reinforcement, yakni continuous schedule of reinforcement (CRF) dan intermittent schedule (INT). Data yang didapatkan dianalisis melalui 3 tahapan. Berdasarkan analisis dari 30 hasil penelitian ditemukan bahwa CRF cenderung digunakan, terutama untuk melatihkan tingkah laku baru. Idealnya, ketika tingkah laku yang appropriate kemunculannya cenderung stabil, maka analis perilaku atau konselor dapat mengubah jadwal reinforcement dari CRF menjadi INT agar nantinya appropriate behavior individu terkait dapat dimunculkan secara alami tanpa terikat pada programmed reinforcement. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan CRF tepat dipilih untuk tujuan pengajaran tingkah laku baru dan peningkatan tingkah laku positif karena mendorong proses pembelajaran lebih cepat. Kata kunci: continuous schedule of reinforcement, intermittent schedule, jadwal reinforcement
Systematic Literature Review: Efektivitas Andragogi dalam Bimbingan Konseling pada Program Konseling Sebaya Mahasiswa
Aditya Purnomo;
Hiryanto;
Agus Basuki
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4963
Mahasiswa sering mengalami berbagai tekanan dan tantangan selama masa perkuliahan sehingga menimbulkan masalah stress dan masalah mental lainnya pada diri mahasiswa. Permasalahan dari mahasiswa seharusnya dapat diselesaikan dengan menggunakan konteks bimbingan dan konseling sebaya mahasiswa yang menerapkan prinsip-prinsip andragogi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Berdasarkan hasil penelitan diatas andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa terbukti efektiv dalam menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa. Andragogi dalam bimbingan konseling pada program konseling sebaya mahasiswa dapat menjadi efektif dalam menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa dengan mengikuti pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa dewasa. Dapat disimpulkan berdasarkan kajian beberapa leiteratur bahwa konseling andragogi terbukti efektif diterapkan untuk bimbingan konseling sebaya mahasiswa. Kata kunci: andragogi, konselor sebaya, mahasiswa
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Gina Herliani Suherlin;
Mamat Supriatna;
Suherman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4968
Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden merupakan siswa kelas X SMAN Tasikmalaya yang berjumlah 591 siswa terdiri dari 180 siswa laki-laki dan 411 siswa perempuan. Selain itu, siswa yang menjadi responden berada pada masa remaja yang berusia 14 hingga 17 tahun. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kesejahteraan Psikologis terdiri dari 58 item dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukan 163 siswa berada pada skor tinggi, 427 siswa pada skor sedang, dan 1 siswa berada pada skor rendah. Sedangkan rata-rata kesejahteraan psikologis laki-laki yaitu 201 dan rata-rata kesejahteraan psikologis perempuan yaitu 200. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kesejahteraan psikologis siswa berada pada skor sedang dan laki-laki memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Gambaran kesejahteran psikologis siswa dapat menjadi acuan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, bimbingan dan konseling, siswa SMA