cover
Contact Name
Zumardii
Contact Email
redaksiMAPJ@gmail.com
Phone
+6282218140922
Journal Mail Official
redaksiMAPJ@gmail.com
Editorial Address
Melayu Art and Performance Journal Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan Padangpanjang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Melayu Arts and Performance Journal
ISSN : 26560232     EISSN : 26563509     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/mapj
Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ) is the Scientific Journal focusing on the study of performing arts and visual arts, as well as the development of methods for the creation of performing arts and visual arts.
Articles 128 Documents
PERANCANGAN MOTIF BURUNG MURAI DENGAN TEKNIK ECOPRINT KOMBINASI SULAM UNTUK OUTWEAR Angga Gilang Pangestu; Ratna Endah Santoso
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2038

Abstract

Textile dyeing in this modern era, many industries use synthetic materials which will have a negative impact on the environment. To overcome this, start making textile coloring using environmentally friendly substances or even with natural dyes. One example is ecoprint. Ecoprint is widely known as a textile dyeing method using plants as a substitute for synthetic dyes. The resulting motifs are leaves, flowers, or other plant parts that can produce color. Exploration of motifs can still be developed again by processing leaves into other motifs. This design aims to create a new innovation in presenting the novelty of ecoprint motifs by processing leaves to form new motifs. This new motif will later add to the appeal of ecoprint products. The formation of this ecoprint motif can be done by taking a form that can be applied in the ecoprint technique. The shape should not be arbitrary because it can affect how the ecoprint results will be. The process of making this ecoprint needs to go through several stages that have been explained by S.P Gustami's theory, namely: exploration, design and embodiment which will lead to the design of products that have new ideas and developments from previous designs.Keywords: Ecoprint; embroidery; motif; outwear AbstrakPewarnaan tekstil pada zaman modern ini banyak industri yang menggunakan bahan sintetis yang akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut mulailah dibuat pewarnaan tekstil menggunakan zat yang ramah lingkungan atau bahkan dengan pewarnaan alam. Salah satu contohnya adalah ecoprint. Ecoprint ini sudah banyak dikenal adalah metode pewarnaan tekstil dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai pengganti zat warna sintetis. Motif yang dihasilkan adalah daun, bunga,atau bagian tumbuhan lain yang dapat menghasilkan warna. Eksplorasi motif masih dapat dikembangkan lagi dengan mengolah daun menjadi bentuk motif lain. Dalam perancangan ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru dalam menghadirkan kebaruan motif ecoprint dengan mengolah daun agar membentuk motif baru. Motif baru ini nantinya akan menambah daya tarik pada produk ecoprint. Pembentukan motif ecoprint ini dapat dilakukan dari mengambil sebuah bentuk yang dapat diaplikasikan dalam teknik ecoprint. Bentuk tidak boleh sembarangan karena dapat mempengaruhi bagaimana hasil ecoprint nanti. Proses membuat ecoprint ini perlu melewati beberapa tahapan yang sudah dijelaskan oleh teori S.P Gustami yaitu: eksplorasi, perancangan  dan perwujudan yang akan mengantarkan perancangan pada produk yang memiliki kebaruan ide dan perkembangan dari perancangan sebelumnya.Kata Kunci: Ecoprint; sulam; motif; outwear
PERKEMBANGAN TEATER MODERN BERBASIS TRADISI DI KOTA PADANGPANJANG Atika Raystifa
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2207

Abstract

Research on the development of modern theatre based tradition in Padangpanjang City, is an effort to examine how the modern theatre development is based in Padangpanjang City and what are the factors that led to modern theater based Tradition develops. The effort to do the following research begins by researching two modern theatre communities that make a tradition as a stage in the Padang city and study the factors that led to the development of modern-based theatre Traditions of the two communities. The research continued by conducting surveys to the 2 active theatre communities at this time in the city of Padangpanjang and the sources that have been watching or seeing modern theater-based performances of traditions and concluded against the responses Give the speakers. Research is written with the results of the survey in accordance with the facts. Keywords: modern theatre-based traditions, developments, city of Padangpanjang. AbstrakPenelitian terhadap perkembangan teater modern berbasis tradisi di kota Padangpanjang,merupakan upaya untuk meneliti bagaimana perkembangan teater modern berbasis tadisi dikota Padangpanjang dan apa factor-fator yang menyebabkan teater modern berbasis tradisi berkembang. Upaya untuk melakukan penelitian berikut diawali dengan meneliti dua komunitas teater modern yang menjadikan tradisi sebagai pijakannya di kota padang panjang dan melakukan kajian atas  factor-faktor yang menyebabkan perkembangan teater modern berbasis tradisi pada dua komunitas tersebut. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan survei kepada 2 komunitas teater yang aktif pada saat ini di kota Padangpanjang dan narasumber yang pernah menonton atau melihat pertunjukan teater modern berbasis tradisi dan menyimpulkan terhadap tanggapan yang di berikan para narasumber tersebut. Penelitian ditulis dengan hasil survei tersebut sesuai dengan fakta.Kata Kunci: Teater Modern berbasis tradisi; Perkembangan; Kota Padangpanjang.
DISAIN PENCIPTAAN FILM PAKASIAH BABIOLA Muhammad Ritzky Saibi
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2209

Abstract

Minang Creating the fictional film "Pakasiah Biola" departs from several parts of the film's elements, where the film, when viewed from a genre perspective, is divided into three parts, namely fiction films, documentary films, and experimental films. The choice of the fiction genre that the author makes here is because films with that genre have a very wide space in transforming ideas and space to realize the imaginative thoughts that the author gets when analyzing the script "Pakasiah Biola" either visually/cinematically or narratively. In the concept of the work of Pakasiah Biola that will be made, the artist creates a film based on Bazin's thinking, and there are 7 things that become elements of the realist film structure, which include: relatively simple stories, reallocation, real setting unprofessional actors, deep-focus, long-take and minimize editingKeywords: Pakasiah Violin; Fiction Movies; Fiction Genre.AbstrakMenciptakan film fiksi “Pakasiah Biola”, berangkat dari beberapa bagian unsur film, dimana film apabila ditinjau dari segi genre dibagi menjadi tiga bagian yaitu film fiksi, film dokumenter dan film experimental. Pilihan terhadap genre fiksi yang pengkarya lakukan disini karena dalam film dengan genre tersebut memiliki ruang yang sangat luas dalam mentransformasikan ide-ide dan ruang untuk merealisasikan pemikiran-pemikiran imajinatif yang pengkarya peroleh ketika menganalisa naskah “Pakasiah Biola” baik secara visual/cinematic ataupun secara naratif.Pada konsep garapan karya film Pakasiah Biola yang akan dibuat, pengkarya menciptakan film berdasarkan pemikiran Bazin terdapat 7 hal yang menjadi elemen struktur film realis, yang meliputi: relative simple strories, real location, real setting unprofessional actors, deep-fosus, longtake, dan minimize editingKata Kunci: Pakasiah Biola; Film Fiksi; Genre Fiksi. 
VISI DRAMATIK SOEKARNO DALAM DRAMA RAINBOW: POETRI KENTJANA BOELAN Ikhsan Satria Irianto
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2210

Abstract

This research aims to uncover the vision behind the writing and performance of the drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan. The case in question in this research is how is Soekarno's dramatic vision in the drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan? This study uses a theater history study approach with qualitative research methods. The theoretical framework chosen to answer the research questions is the concept of dramatic vision. Some of the conclusions generated from this research are through the drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan, Soekarno provides education and raises awareness and establishes communication and designs struggles to realize Indonesian independence.Keywords: Soekarno, Rainbow: Poetri Kentjana Boelan, Dramatic VisionAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap visi yang melatarbelakangi penulisan dan pementasan drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan. Kasus yang dipertanyakan dalam penelitian ini adalah bagaimana visi dramatik Soekarno dalam drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian sejarah teater dengan metode penelitian kualitatif. Kerangka teoritis yang dipilih untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah konsep visi dramatik. Beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah melalui drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan, Soekarno memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran serta menjalin komunikasi dan merancang perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan IndonesiaKata Kunci: Soekarno, Rainbow: Poetri Kentjana Boelan, Visi Dramatik  
COMPARATIVE STUDY OF LEARNING RESULTS TO DRAW PERSPECTIVE USING CULTURAL AND CONVENTIONAL PEER TEACHERS LEARNING METHODS Indra Mawan Sitepu; Sugito Sugito
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.2064

Abstract

This study aims to prove the comparison of student learning outcomes in perspective drawing using peer tutoring and conventional learning methods. The population in this study were all works of students of class X IPA (3 classes) and students of class X IPS (3 classes) and the research sample was 36 students or 72 works. In this sample, two stages of action were given, namely initial sampling with the teaching and learning process using conventional learning methods. Based on the results of the study, the first test score average was 71.43 and the second test score was 82.74. The results of the mean difference test show that the average of the second value is better than the first value. Based on the results of hypothesis testing with a significance of α = 0.5 with dk 70 obtained t table = 1.6669. So the results of hypothesis testing obtained tcount 5.52> ttable 1.6669. So Ha is accepted as well as rejected by Ho, then the conclusion is that there are significant differences in the work of perspective drawing with the peer tutor learning method.Keywords: Learning Methods ; Learning Outcomes.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbandingan hasil belajar peserta didik dalam  menggambar perspektif menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dan konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karya peserta didik  kelas X IPA (3 kelas) dan peserta didik  kelas X IPS (3 kelas) dan diperoleh  sampel  penelitian  yaitu  sebanyak 36 peserta didik atau 72 karya. Pada sampel ini diberi dua tahap tindakan yaitu pengambilan sampel awal dengan proses belajar-mengajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Berdasarkan  hasil  penelitian  diperoleh  rata-rata  nilai tes pertama sebesar 71,43 dan nilai tes kedua 82,74. Hasil uji perbedaan  rata-rata  menunjukkan bahwa rata-rata nilai kedua lebih baik dari pada nilai pertama. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan signifikansi α = 0,5 dengan dk 70 didapat ttabel = 1,6669. Jadi hasil uji hipotesis diperoleh thitung 5,52 > ttabel 1,6669. Jadi Ha diterima sekaligus ditolak Ho kemudian kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil karya menggambar perspektif dengan metode pembelajaran tutor sebaya.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Hasil Belajar.   
SALUKO TOK AKE: KOMPOSISI TARI PEREMPUAN SUKU ANAK DALAM ANTARA ADAT DAN EMANSIPASI PEREMPUAN Lucky Pesona Sari; Rasmida Rasmida; Asril Asril
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 1 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i1.2066

Abstract

The cultural phenomenon of Suku Anak Dalam especially Saluko or the rules of women in the Suku Anak Dalam, where women in Suku Anak Dalam adhere to the rules that have been built from ancestors despite sacrificing Women's Human Rights (emancipation of women), they still survive and are very obedient against the existing rules, rules for women in the Suku Anak Dalam such as: girls are prohibited from going out to the jungle, are prohibited from bathing with soap, are forbidden to learn how to read and write, may not talk to men except customary holders and their families, prohibited from using cosmetics, for women adolescents wear kemben, adult women wear clothes except when the Tomonggong is at the location of the village, this will be interpreted into a dance composition work that uses a pure type, supported by the cultivation of movements, symbols, expressions, music and artistic in order to become a whole dance composition work set in the background behind the In Sukun Anak Dalam.Keywords: Saluko Tok Ake; Anak Dalam tribe, women's emancipation; dance composition.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membahas fenomena perempuan Suku Anak Dalam di Merangin, Jambi yang terikat dengan aturan adat mereka dalam komposisi tari Saluko Tok Ake. Saluko adalah aturan-aturan adat untuk para perempuan pada Suku Anak Dalam di Merangin, Jambi  yang telah ditetapkan dan diwariskan oleh nenek moyang mereka. Aturan–aturan untuk anak perempuan itu berupa larangan seperti: dilarang keluar rimba, dilarang mandi pakai sabun, dilarang belajar baca tulis, tidak boleh berbicara dengan lelaki kecuali pemangku adat dan keluarga mereka, dilarang memakai kosmetik, dilarang memakai kemben bagi perempuan remaja, perempuan dewasa memakai baju kecuali ketika temenggung berada di lokasi perkampungan hanya memakai kodek ( bawahan ). Mereka tetap bertahan dan sangat patuh terhadap aturan-aturan adat itu. Fenomena  ini  ditafsirkan dalam perspektif emansipasi wanita yang tampak bertolak belakang seperti mengorbankan hak-hak perempuan ke dalam bentuk karya komposisi tari yang memakai tipe murni, didukung dengan penggarapan gerak, simbol, ekspresi, musik dan artistik berlatar belakang SAD.Kata Kunci: Saluko Tok Ake; Suku Anak Dalam; emansipasi wanita; komposisi tari 
ALUR DRAMATIK KESENIAN TRADISIONAL SIDALUPA DI ACEH BARAT Susandro Susandro
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.2457

Abstract

Sidalupa art, on the one hand, is a form of dance without a particular pattern or technique accompanied by serunee and rapa'i music. On the other hand, sometimes it is also made into a form of theatrical performance, marked by the presence of actors, musicians, costume makers, and directors in the process. Today, Sidalupa's art is also packaged with cinematic techniques. This article aims to describe the dramatic flow of Sidalupa art produced by the Datok Rimba and Buraq Lam Tapa art studios in West Aceh which has been produced cinematically based on the ideas of Gustav Freytag; exposition, complication, climax, resolution, and conclusion. This research approach is qualitative with descriptive-analytical method. The techniques applied are video-analysis, observation, content-analysis, literature study, and interviews. The result was that Sidalupa's artistic creation, produced by the Datok Rimba Art Studio, contained quite complex dramatic elements, as did Freytag's idea. Likewise, the chain of events presented shows a coherent series of causes and effects. Meanwhile, the work of the Buraq Lam Tapa group seems to tend to disguise stories and characters as elements that drive events. In other words, it does not contain the complex dramatic elements as stated by Freytag.Keywords: Dramatic Plot; Sidalupa Art; West Aceh.AbstrakKesenian Sidalupa, di satu sisi, ialah sebentuk tarian tanpa pola atau teknik tertentu yang diiringi musik serunee dan rapa’i. Di lain sisi, terkadang juga digarap menjadi sebentuk pertunjukan teater, ditandai dengan adanya aktor, pemusik, pembuat kostum, dan sutradara dalam proses garapannya. Dewasa ini, kesenian Sidalupa dikemas pula dengan teknik sinematik. Artikel ini bertujuan memaparkan alur dramatik kesenian Sidalupa produksi Sanggar Seni Datok Rimba dan Buraq Lam Tapa di Aceh Barat yang digarap secara sinematik berlandaskan pada gagasan Gustav Freytag; eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan konklusi. Pendekatan penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik yang diterapkan adalah video-analisis, observasi, konten-analisis, studi pustaka, dan wawancara. Hasil yang didapati ialah garapan kesenian Sidalupa produksi Sanggar Seni Datok Rimba memuat unsur dramatik yang cukup kompleks, sebagaimana gagasan Freytag. Begitu pula dengan jalinan peristiwa yang dihadirkan, menunjukkan rangkaian sebab-akibat yang runtut. Sedangkan garapan kelompok Buraq Lam Tapa, terkesan cenderung menyamarkan cerita dan tokoh sebagai unsur penggerak peristiwa. Dengan kata lain, tidak memuat unsur dramatik yang kompleks sebagaimana dikemukakan Freytag.Kata Kunci: Alur Dramatik; Kesenian Sidalupa; Aceh Barat
AKSARA INCUNG SEBAGAI IDENTITAS BATIK KERINCI Dela Puspita Riza; Sulaiman Sulaiman; Rosta Minawati
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.1690

Abstract

The Incung script is a writing system used by the Kerinci comminity. The Script of Incung as a identity in Kerinci Batik aims to identify the identity contained in the Incung Script as motif of Kerinci batik. This study use as a qualitative method with descriptive data that siscuss the data in accordance with the facts encountered in the field with aesthetic studies. Data collection done through literature study, observation, interviews and matrix of data collection. Kerinci batik have two types of batik namely, Kerinci decorative batik and Incung batik with stamp techniques. The color used in the product Kerinci batik is a type of naptol and indigosol. In addition, batik cloth Kerinci is dark inaddition, batik cloth Kerinci is bright in color. The main motif of batik Kerinci is an Incung script combined with Kerinci decorative motifs flora, fauna and heirlooms which are the identity of Kerinci.Keywords: Incung Script; Kerinci; Batik; Aesthetics; IdentityAbstrakAksara Incung merupakan sistem penulisan yang digunakan oleh masyarakat Kerinci. Aksara Incung sebagai identitas batik Kerinci bertujuan untuk mengidentifikasi identitas batik Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data deskriptif yang membahas tentang data sesuai fakta yang ditemui di lapangan, dengan kajian estetika. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan matrik pengumpulan data. Batik kerinci memiliki dua jenis batik yaitu, batik ragam hias Kerinci dan batik Incung dengan teknik batik tulis dan cap. Motif utama batik Kerinci adalah aksara Incung dikombinasi dengan ragam hias Kerinci, motif flora, fauna dan benda pusaka yang merupakan identitas Kerinci.Kata Kunci: Aksara Incung; Batik; Kerinci; Estetika; Identitas 
MELIHAT TEKS LAKON SEBAGAI MITOS: ANALISIS DRAMA DENGAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS Dede Pramayoza
Melayu Arts and Performance Journal Vol 4, No 2 (2021): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v4i2.978

Abstract

This study describes the analysis method of play text based on Claude Levi-Strauss method, which is commonly referred as Structuralism. The research method used is a qualitative method, with a literature study data collection technique, namely by studying a thesis written by Tatang Abdullah. The analytical method applied is descriptive analysis, by finding understanding through the description of the data. The analysis stages consist of: (1) descriptions of myths and myths, which are basically similar to descriptions of the plot of the drama and the journey of the characters; (2) the codification of mythical structures, which is similar to dramatic rhythm analysis; and (3) ideological identification in myth, which is similar to the search for drama themes. The result of the research shows that the play text that departs from the richness of folklore can be treated as a myth and analyzed with Levi-Strauss structuralism. This method of analysis can be an alternative in understanding a play text, which is one of the important tasks of dramaturgy.Keywords: structuralism; Levi-Strauss; play text; drama analysis; dramaturgy.Abstrak Penelitian ini menguraikan tentang metode analisis teks lakon berdasarkan cara Claude Levi-Strauss, yang lazim dinamakan sebagai Strukturalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, yakni dengan mempelajari sebuah tesis yang ditulis Tatang Abdullah. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif, dengan cara menemukan pemahaman melalui uraian data. Tahapan analisis terdiri atas: (1) deskripsi mitos dan mitema, yang pada dasarnya serupa deskripsi atas alur drama dan perjalanan karakter; (2) kodifikasi struktur mitos, yang mirip dengan analisis irama dramatik; dan (3) identifikasi ideologi dalan mitos, yang mirip dengan pencarian tema drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks lakon yang berangkat dari kekayaan folklore dapat diperlakukan sebagai sebuah mitos dan dinalisis dengan strukturalisme Levi-Strauss. Cara analisis ini dapat menjadi alternatif dalam memahami suatu teks lakon, yang merupakan salah satu tugas penting dramaturgi.Kata Kunci: strukturalisme; Levi-Strauss; teks lakon; analisis drama; dramaturgi
STRATEGI PEMBELAJARAN KESENIAN ULU AMBEK PADA MASA PANDEMI DI PARIAMAN Yulinis Yulinis
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.708

Abstract

This article discusses the ulu ambek art learning strategy during the Covid-19 pandemic in Pariaman, which faces a new problem, namely the prohibition of gathering activities. This situation is certainly very risky for every cultural unit if it is not strong in defending itself. Ulu ambek art inevitably has to try to find alternatives to learning strategies to respond to the pandemic, one of which is to try online learning by utilizing digital technology media. The results of the analysis show that online learning strategies are difficult to apply to the ulu ambek. Because, the art of ulu ambek as an important part of Pariaman culture, holds the values and perceptions of the Pariaman people, especially the value of the leadership of the penghulu. Ulu ambek art is defined as a manifestation of the abstraction of the penghulu in Pariaman, including ideas, behaviors, and results of behavior. Both values and perceptions relate to the psychological aspects of ulu ambek supporters, which are important in directing their behavior, which are difficult to internalize through online learning strategies.Keywords: pandemic; strategy; learning; Pariaman; ulu ambek AbstrakTulisan ini membicarakan tentang strategi pembelajaran kesenian ulu ambek pada masa pandemi Covid-19 di Pariaman, yang menghadapi persoalan baru yaitu dilarangnya kegiatan berkumpul. Keadaan ini tentunya sangat berisiko bagi setiap unit kebudayaan jika tidak kuat dalam mempertahankan dirinya. Seni ulu ambek mau tidak mau harus berusaha untuk menemukan alternatif dari strategi pembelajaran guna menyikapi pandemi, salah satunya adalah mencoba pembelajaran daring dengan memanfaatkan media teknologi digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pembelajaran daring sulit diterapkan atas ulu ambek. Sebab, seni ulu ambek sebagai bagian penting kebudayaan Pariaman, menyimpan nilai-nilai dan persepsi masyarakat Pariaman, terutama atas nilai kepemimpinan penghulu. Seni ulu ambek didefinisikan sebagai wujud dari abstraksi penghulu di Pariaman, mencakup gagasan, kelakuan, dan hasil kelakuan. Baik nilai-nilai maupun persepsi, berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan para pendukung ulu ambek, yang penting artinya dalam mengarahkan tingkah laku mereka, yang sulit diinternalisasikan melalui trategi pembelajaran daring.Kata Kunci: pandemi; strategi; pembelajaran; Pariaman; ulu ambek

Page 8 of 13 | Total Record : 128