jurnal abdimas saintika
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles
369 Documents
MANAJEMEN NYERI TEKNIK RELAKSASI GEMGAM JARI
Harmawati Harmawati;
Etri Yanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v1i1.482
Nyeri yang dialami oleh pasien merupakan rasa tidak nyaman dengan kondisi nyeri yang dirasakan baik nyeri akut maupun nyeri kronik. Kebanyakan pasien tidak tahu cara menanggulang, bila merasakan nyeri akan membeli obat atau memakan obat anti nyeri atau analgetik. Hal ini untuk jangka pendek mungkin bisa membantu pasien, akan tetapi untuk jangka panjang perlu penangganan yang lebih baik salah satunya dengan pengobatan non farmakologi seperti teknik relaksasi.yang tidak membutuhkan biaya. Manajemen nyeri non farmakologi teknik relaksasi dengan gemgam jari sangat membantu pasien seperti pasien yang mengalami nyeri dengan melakukan teknik ini.Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri.Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, simulasi dan diskusi serta kuesioner dengan 20 orang pasien dan keluarga pasien di RST Reksodiwiryo Padang.Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam manajemen nyeri.Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pasien dalam mengatasi nyeri dengan melaksanakan manajemen nyeri non farmakologi teknik gemgam jari.
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA IMPROVEMENT OF ELDERLY SLEEP QUALITY
Helena Patricia;
Emira Apriyeni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i2.807
Lanjut usia mengalami perubahan–perubahan fisik, psikososial dan spiritual dan salah satunya adalah perubahan pola tidur. Gangguan tidur banyak terjadi pada lansia dan berpengaruh pada kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada gangguan memori, depresi, dan penurunan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu relaksasi otot progresif. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Januari 2020. Kegiatan diawali dengan pengukuran kualitas tidur dengan kuesioner Pittsburg Quality of Sleep Index (PSQI), kemudian pemberian penyuluhan kesehatan dengan dua topik yaitu tentang gangguan tidur dan cara meningkatkan kualitas tidur lansia. Pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif untuk meningkatkan kualitas tidur lansia dengan cara demontrasi, dan diakhiri dengan posttest yaitu dengan pengukuran kualitas tidur masing masing lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin dengan alat ukur kuesioner Pittsburg Quality of Sleep Index (PSQI). Hasil dari kegiatan dari 16 orang lansia yang sebelum dilakukan kegiatan terdapat 6 orang yang mengalami kualitas tidur yang sangat kurang, dan 10 orang lainnya mengalami kualitas tidur yang kurang, menjadi meningkat setelah dilakukan kegiatan menjadi 7 orang dengan kualitas tidur baik dan 9 orang lainnya mengalami kualitas tidur kurang. Dapat disimpulkan adanya peningkatan kualitas tidur lansia setelah diberikan penyuluhan dan terapi relaksasi otot progresif. Di sarankan kegiatan penyuluhan dan pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif dapat terus berlanjut sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENATALAKSANAAN DEMAM KEJANG DI RUMAH DI AULA UDKP PASAR DANGUANG-DANGUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANGUANG-DANGUANG KECAMATAN GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Nurhamidah Rahman;
Rikayoni Rikayoni;
Dian Rahmi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i1.864
Demam kejang adalah bangkitnya kejang yang terjadi pada kenaikan suhu yang disebabkan oleh suatu proses ektrakranium. Kejang demam merupakan kelainan neurologist yang paling sering dijumpai pada anak, terutama pada golongan umur 6 bulan sampai 4 tahun. Hampir 3% dari anak yang berumur 5 tahun pernah menderita kejang demam.(Ngastiyah 2003).Pada saat ini masih sering kita temukan anak dengan penyakit demam yang cendrung berlanjut menjadi kejang yang di sebabkan oleh meningkatnya suhu tubuh pada anak. Demam kejang yang berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya tetapi kejang yang berlangsung lama (lebih lama 15 menit) akan meningkatkan kebutuhan oksigen yang akan berlanjut menyebabkan metabolisme otak meningkat sehingga rangkaian peristiwa ini akan menyebabkan kerusakan neuron otak selama berlangsungnya kejang yang lama (Ngastiyah,2003). Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Lima Puluh Kota tahun 2017, penyakit ISPA menduduki urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas di Kabupaten 50 kotadengan jumlah kasus 48.928 kasus. Penanganan yang tidak tepat terhadap anak dengan ISPA berdampak kepada timbulnya demam kejang. Masalah yang sering kita temui pada anak yang mengalami demam kejang adalah kurangnya pengetahuan orang tua tentang perawatan pada arak yang mengalami demam kejang, oleh karena itu sangat penting sekali kita sebagai perawat memberikan pendidikan kesehatan terutama tentang demam kejang meliputi pencegahan agar tidak kembali demam kejang berulang dan tindakan apa yg dilakukan jika anak mengalami demam kejang dirumah. (Ngastiyah,2003). Bertitik tolak dari masalah diatas penulis berminat untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang Penanganan Demam Kejang di rumah pada ibu-ibu yang mempunyai balita di wilayah kerja Puskesmas Kanagarian Danguang-Danguang Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota Payakumbuh. Solusi yang di tawarkan untuk melakukan penyuluhan ini adalah Perawatan anak demam di rumah dan Penatalaksanaan jika anak kejang di rumah. Implementasi kegiatan ini merupakan Promosi kesehatan dengan menggunakan metode penyuluhan dalam upaya peningkatan pengetahuan ibu-ibu bayi balita terhadap penanganan demam kejang pada anak di rumah.
EDUKASI TENTANG REMATIK
Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i1.648
Seiring dengan meningkatnya umur harapan hidup yang ditandai dengan banyaknya lanjut usia yang hidup ditahun 2000 yaitu sebanyak 9,99% dari 22.277.700 jiwa penduduk indonesia dan diperkirakan umur harapan hidup tersebut akan meningkat pada tahun 2020 bagi kelompok umur 65-70 tahun terjadi 11,09 % dari 29. 120.000 jiwa penduduk indonesia. Rematik merupakan penyakit yang menyerang anggota gerak, yaitu sendi, otot, tulang dan jaringan sekitar sendi. Sampai sekarang ini penyebab pasti masih belum diketahui tetapi ada yang mengatakan karena mycoplasma, virus dan sebagainya. Tujuan Kegiatan Ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Muda tentang Rematik. Metode yang digunakan ceramah/penyuluhan, simulasi, dan diskusi. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan masyarakat tentang Reumatik. Diharapkan masyarakat mampu memahami tentang Reumatik, penyebab Reumatik, tanda dan gejala Reumatik, akibat lanjut Reumatik, makanan yang tidak boleh dimakan, dan obat tradional Reumatik.
SIMULASI CTPS DAN PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 19 AIR TAWAR KOTA PADANG
Inge Angelia;
Annisa Novita Sary;
Sri Handayani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v1i1.470
Pencegahan Penyakit Kecacingan pada anak sekolah dasar merupakan programpemberantasan penyakit cacing yang diprioritaskan pada anak-anak untukmemperhatikan peningkatan perkembangan dan kualitas hidup anak. Infeksi kecacingandapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit penting lainnya seperti malaria, TBC,diare dan anemia. Pemukiman penduduk yang cukup padat dan masih ada beberapawarga yang memiliki tempat tinggal yang kumuh di Kota Padang merupakan salahpenyebab angka kejadian kecacingan masih banyak ditemukan. Salah satu sekolah yangberada di Kota Padang yaitu SDN 19 Air Tawar didapatkan kondisi geografis sekolahletaknya di pinggir pantai serta kepadatan antar penduduknya yang memungkinkanpenularan cacing dengan baik. Selain itu banyaknya anak yang bermain dan berkontaklangsung dengan tanah serta jarang memakai alas kaki, juga masih banyak pendudukyang belum mempunyai toilet dan buang air besar sebarangan yang memperburukpenularan cacing pada anak usia di SD di Air Tawar Barat. Oleh karena itu, dalamkegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi KesehatanMasyarakat diberikan simulasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan pencegahanpenyakit kecacingan bagi anak sekolah SDN 19 Air Tawar Padang. Pendidikan tentangpencegahan kecacingan melalui penyampaian materi serta simulasi CTPS di SDN 19Air Tawar dengan jumlah siswa sebanyak 76 orang. Hasil simulasi CTPS danpencegahan kecacingan dianalisis secara kualitatif (berdasarkan observasi dan hasildiskusi) menunjukkan bahwa semua peserta mendapat pengetahuan tentangpenanggulanan/pencegahan penyakit kecacingan dan terampil didalam melakukanCTPS
PENYULUHAN AKTIVITAS SELF CARE SECARA DARING PADA PENDERITA DM TIPE II
Siti Mutia Kosassy;
Rima Berlian Putri;
Adelse Prima Mulya
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i2.830
Diabetes Mellittus (DM) is a chronic disease that cannot be cured, only everyone can control and be aware of. DM also causes complications. The main chronic complications are cardiovascular disease and stroke, diabetic foot, retinopathy, and diabetic nephropathy. DM clients have an increased risk of coronary artery disease 2-4 times higher than clients without DM. This complication is the main cause of death due to diabetes, which is 65%. The risk of stroke increases 2-4 times higher in DM clients. Peripheral vascular disease can lead to ulcers and leg amputations. This service activity aims to increase public knowledge of DM and be able to find out self-care activities for DM sufferers in the Mandiangin Bukittinggi Community Health Center. The method used for counseling / lectures and online discussions is the Zoom application. This activity went well and the participants were very active in asking questions. This activity is very effective in increasing public knowledge of DM and prevention of diabetes complications through self-care activities.Keywords: Diabetes Mellitus, People, Self care activity
BERAT BADAN AKSEPTOR KB HORMONAL DENGAN AKSEPTOR KB NON HORMONAL
ratna indah sari dewi;
Etriyanti ,
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i1.518
Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang menggunakan hormon, progesterone sampai kombinasi estrogen. Kontrasepsi non hormonal adalah kontrasepsi yang tidak mengandung hormon. Kontrasepsi hormonal memiliki faktor resiko lebih besar dibandingkan akseptor non hormonal, selain itu jangka waktu penggunaan kontrasepsi juga mempengaruhi besarnya resiko terjadinya obesitas. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan berat badan akseptor KB hormonal dengan akseptor KB non hormonal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriftif komparatif dengan desain case control yang dilaksanakan di Puskesmas Desa Gedang Kota Sungai Penuh pada Juli 2016. Populasi akseptor KB yang berkunjung di Puskesmas Desa Gedang berjumlah 648 orang, dengan jumlah sampel KB non hormonal sebanyak 65 orang dan KB hormonal dengan teknik sampel simple random dengan jumlah 65 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data di olah secara komputerisasi dengan analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata berat badan akseptor KB hormonal adalah 61,34 kg. Rata-rata berat badan akseptor KB non hormonal adalah 56,18 kg. Ada perbedaan berat badan akseptor KB hormonal dengan KB non hormonal (p = 0,000), maka diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat puskesmas untuk memberikan informasi yang tepat kepada setiap calon akseptor KB, setiap penggunaan kontrasepsi baik hormonal dan maupun non hormonal sebaiknya selalu dikaji faktor resiko dan dievaluasi perkembangan berat badan dan pencegahan peningkatan berat badan yang berlebihan.
PIJAT BAYI UNTUK STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI
Rifka Putri Andayani;
Defrima Oka Surya
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 1 (2020): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i1.502
Pijat bayi adalah tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat. Pijat bayi dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat dilakukan oleh orang tua. Pijat bayi memberikan stimulasi taktil dan manipulasi pada jaringan yang memungkinkan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak yang dapat memengaruhi perkembangan bayi. Pijat bayi dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, mengurangi rasa sakit, meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur bayi. Pada hal ini perlu peningkatan pengetahuan masyarakat ibu-ibu yang memiliki bayi untuk dapat memperoleh manfaat pijat bayi dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2019 di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang. Jumlah peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari ibu-ibu yang memiliki bayi. 85% peserta aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan. Peserta mampu mendemonstrasikan cara pelaksanaan pijat bayi. 80% peserta dapat menjelaskan tentang manfaat pijat bayi, kapan saja melakukan pijat bayi dan kapan saja boleh melakukan pijat bayi serta manfaat pijat bayi untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi.
OPTIMALISASI UKS DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN DI SEKOLAH MELALUI PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR
Rikayoni Rikayoni;
Sari Setiarini;
Nurhamidah Rahman
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i2.817
Kasus gawat darurat karena kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian utama di daerah perkotaan (Arif, 2000). Pertolongan pertama pada kejadian gawat darurat dilakukan secara tepat, cepat dan bersifat sementara waktu yang diberikan pada seseorang yang menderita luka atau terserang penyakit mendadak. Pertolongan ini bisa menggunakan alat atau tanpa alat yang tersedia pada saat itu.Tujuan penting dari pertolongan pertama adalah untuk memberikan perawatan yang tepat sehingga korban dapat bertahan hidup dan mencegah kecacatan (Skeet, 2010). Implementasi kegiatan ini merupakan promosi kesehatan dengan menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi dalam upaya peningkatan pengetahuan siswa SMK II tentang penanganan bantuan hidup dasar. Solusi yang di tawarkan untuk melakukan penyuluhan ini adalah Penyuluhan tentang penanganan bantuan hidup dasar dan pelatihan keterampilan penanganan bantuan hidup dasar. Dengan terlaksananya kegiatan penyuluhan ini, hasil yang diperoleh meningkatkan pengetahuan siswa tentang optimalisasi UKS dalam penanganan kegawatdaruratan di sekolah melalui pelatihan bantuan hidup dasar dan meningkatkan keterampilan siswa tentang optimalisasi uks dalam penanganan kegawatdaruratan di sekolah melalui pelatihan bantuan hidup dasar. Kesimpulan dari pendidikan kesehatan yang dilaksanakan melalui penyuluhan tentang optimalisasi UKS dalam penanganan kegawatdaruratan di sekolah melalui pelatihan bantuan hidup dasar dan melakukan pelatihanan tentang optimalisasi uks dalam penanganan kegawatdaruratan di sekolah guna meningkatkan keterampilan siswa dalam penanganan BHD.
PENYULUHAN GEMAR MAKAN SAYUR DAN BUAH PADA SISWA SDN 18 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Sri Handayani;
Inge Angelia;
Annisa Novita Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v2i2.805
Proporsi makan sayuran di Sumatera Barat menurun dari 97% pada tahun 2007 menjadi 95% pada tahun 2013 (Riskesdas, 2013). Sama halnya dengan Pariaman konsumsi buah dan sayurnya juga masih rendah yaitu 72%. Kondisi ini sangat jauh dari harapan dikarenakan Pariaman merupakan salah satu daerah yang banyak mengahasilkan sayur dan buah dimana pada tahun 2016 pariaman memproduksi bayam sebanyak 638, 20 ton, kangkung 882, 76 ton, alpukat 537, 33 ton, semangka 1003, 74 ton, dan mangga sebanyak 429, 85 ton (BPS, 2017). SDN 18 Batang Anai merupakan salah satu Sekolah dasar di Pariaman yang memiliki 12 kelas dan 356 orang siswa. Kegiatan penyuluhan gemar makan sayur dan buah dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 29 September 2018 di SDN 18 Batang Anai berjalan dengan lancar mulai persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Semua siswa antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari benyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan siswa dimana terlihat adanya peningkatan siswa sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari koesioner pre dan post test yaitu sebesar 6, 88 point.