cover
Contact Name
Hendi Hidayat
Contact Email
hendihidayat@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6285224368212
Journal Mail Official
tsaqafatuna@stit-buntetpesantren.ac.id
Editorial Address
Jl. YLPI Buntet Pesantren Desa Mertapadakulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
ISSN : 26545322     EISSN : 26545330     DOI : https://doi.org/10.54213
Jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh STIT Buntet Pesantren Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Mei dan Oktober. Fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik pembelajaran, media dan desain pembelajaran, materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam, Manajemen Pendidikan Islam, serta Psikologi Pendidikan Islam.
Articles 140 Documents
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA Saepuloh, Aep
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2019): Strategi Pengembangan Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui metode bimbingan kelompok yang diberikan oleh konselor dalam mengembangkan konsep diri positif pada Siswa Kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang. Kedua, untuk mengetahui pengembangan konsep diri siswa Kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang sebelum dan sesudahnya adanya kegiatan bimbingan kelompok, Ketiga, untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap pengembangan konsep diri siswa Kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang. Dari populasi siswa kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang sejumlah 200 siswa, samplenya 25 % yaitu 20 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu: 1). Metode Bimbingan Kelompok yang diberikan oleh Konselor terhadap siswa SMP Sindangjawa Dukupuntang dalah metode ceramah, metode Tanya jawab, metode curah pendapat dan metode sosiomateri menunjukkan rata-rata skor 81.75 % (baik), 2). Pengembangan konsep diri siswa Kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang setelah adanya kegiatan bimbingan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk perilaku disiplin, rajin. Sopan, dan patuh sebelum adanya kegiatan bimbingan kelompok konsep diri siswa hanya mencapai rata-rata 59.75 % (kurang baik) dan setelah adanya kegiatan bimbingan kelompok konsep diri siswa terjadi perubahan peningkatan yang signifikan yaitu mencapai rata-rata skor nilai 91.1 % (sangat baik), 3). Pengaruh Bimbingan Kelompok terhadap Konsep Pengembangan Diri Siswa Kelas VIII SMP Sindangjawa Dukupuntang, berdasarkan hasil perhitungan korelasi mencapai nilai 0,686 berada pada jarak 0,600 – 0,800 dengan interpretasi tergolong cukup.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL DALAM PERSPEKTIF MAQÂSHID ASY-SYARÎ’AH Hamdi, Muhammad
Tsaqafatuna Vol 2, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhuan pokok manusia yang mampu memenuhi kebutuhan jiwanya. Bagi seorang muslim, orientasinya dalam pendidikan tidak hanya pada pendidikan untuk bertahan hidup di dunia, namun juga pendidikan yang mampu menyelamatkannya pada kehidupan berikutnya. Hukum mempelajari ilmu agama Islam bisa berbeda sesuai dengan nilai-nilai yang hendak dituju dalam mempelajarinya. Nilai-nilai inilah yang selanjutnya diistilahkan dengan “maqâshid asy-syarî’ah”. Secara bahasa, maqâshid asy-syarî’ah berarti “maksud-maksud syari’at”. Secara istilah, ia adalah memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Tingkatannya terdiri dari dharûriyyah, hâjiyyah, dan tahsîniyyah. PAI ditinjau dari maqâshid asy-syarî’ah secara umum diselenggarakan dengan maksud memelihara agama peserta didik. Maksud ini merupakan esensi paling utama. Pendidikan dengan muatan tata cara ibadah, syarat-syarat, rukun-rukun, dan lainnya yang berkaitan langsung dengan praktek ibadah tersebut adalah dharûriyyah, karena seseorang tidak mungkin melakukan ibadah dengan benar tanpa mengetahui tata cara, rukun dan syaratnya. Pendidikan adalah perantara menuju pemahaman ibadah-ibadah tersebut. Melalui pendekatan maqâshid asy-syarî’ah dengan lima esensinya, penyelenggaraan PAI di madrasah atau sekolah diharapkan mampu mencapai lima target kepada peserta didik, yaitu pembangunan ideologi, pengendalian emosi, pengembangan intelektual, pemeliharaan generasi, dan pemberdayaan ekonomi.
PERBANDINGAN METODE BANDONGAN DAN SOROGAN DALAM MEMAHAMI KITAB SAFINATUNNAJAH Aris, Aris; Syukron, Syukron
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Penguatan Pendidikan Islam: Metode, Teknologi, dan Pengembangan Karakter
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v2i1.37

Abstract

Menampilkan perkembangan pembelajaran di pesantren tentunya teramat susah, mengingat tidak adanya acuan standar baku yang dijadikan pegangan semua pondok pesantren yang ada. Artinya, tidak ada laju perkembangan keilmuan yang secara kontinyu dipakai oleh tiap-tiap pesantren. Semisal satu pondok tidak lantas mengubah dirinya untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman, mulai dengan sistem pembelajaran wetonan, lantas ada pengkelasan, terus dengan manajemen organisasi modern dan seterusnya. Karena bahkan sampai di era millenium ini, masih bisa kita temukan pondok pesantren Salafi. Dimana sang kiai (sebutan bagi orang yang alim atau ahli dalam bidang agama) mewajibkan santrinya mengikuti jamaah tarekat, menolak peralatan modern seperti alat speker, dan lain-lain. Pada awal berdirinya, pesantren merupakan media pembelajaran yang sangat simpel. Tidak ada klasifikasi kelas, tidak ada kurikulum, juga tidak ada aturan baku di dalamnya. Sebagai media pembelajaran keagamaan, tidak pemah ada kontrak atau permintaan santri kepada kiyai untuk mengkaji sebuah kitab, apalagi mengatur secara terperinci materi-materi yang hendak diajarkan. Dua model pembelajaran yang terkenal waktu itu adalah model sistem pembelajaran hofdelijk atau sistem wetonan/ bandongan nonklasikal dan sistem sorogan.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN SISWA SDIT KH.ABDURAHMAN MAHMUD CIREBON Maghfiroh, Rodiatul
Tsaqafatuna Vol 3, No 1 (2020): Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dikatakan berhasil apabila pendidikan itu mampu mewujudkan peserta didiknya menjadi manusia yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan mumpuni. Akan tetapi, pengetahuan dan keterampilan saja yang dimiliki kurang cukup. Karena disamping itu, peserta didik harus memiliki sikap religius sehingga dapat menampilkan perilaku akhlak dan moral yang terpuji dalam kehidupan sehari hari. Manusia yang hanya pintar tapi tidak memiliki akhlak yang baik maka dia akan melakukan perbuatan yang sesuai dengan keinginannya saja, meskipun merugikan orang lain. Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang bagaimana penanaman nilai-nilai keagamaan pada siswa SDIT KH.Abdurahman Mahmud dilakukan. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu memaparkan hasil penelitian dengan deskripsi kata-kata bukan dengan angka-angka. Adapun penanaman nilai-nilai keagamaan siswa yang dilaksanakan yaitu dengan: (1) Mauizhoh Hasanah (Nasehat), (2) Uswatun Hasanah (Keteladanan), (3) Attu’udiyyah (Pembiasaan), (4) Mulahadzoh Muhasyafah (Pengawasan/Perhatian intensif), dan (5) Ats Tsawaab wa al-‘Iqaab (Penghargaan dan Hukuman).
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PRAJA MUSLIM MELALUI PELATIHAN MENTAL KEROHANIAN ISLAM DI IPDN JATINANGOR SUMEDANG Maryati, Delis Sri
Tsaqafatuna Vol 1, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang internalisasi pendidikan karakter untuk Muslim sipil melalui pelatihan mental spiritual di IPDN Jatinangor. Sedangkan, tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui nilai-nilai karakter yang diinvestasikan dalam pelatihan mental spiritual di IPDN; mencari tahu alasan mengapa penanaman nilai-nilai karakter dalam IPDN melalui pelatihan mental spiritual Islam; menentukan faktor-faktor pendukung dan penghambatan internalisasi pendidikan karakter sipil untuk internalisasi pendidikan karakter sipil untuk Muslim melalui pelatihan mental spiritual di IPDN. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada 15 karakter yang ditanamkan melalui latihan mental spiritual Islam di IPDN, ada: religiouos, disiplin, toleransi, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, tanggung jawab, rasa hormat, pembacaan cinta, perawatan lingkungan, kepedulian sosial, jujur, dapat dipercaya, tabligh dan cerdas; 2) Nilai investasi dari alasan untuk karakter sipil Muslim melalui pelatihan mental spiritual, karena ada dua metode yang digunakan bahwa “di antara asuh” menerapkan prinsip silih asah, asih dan asuh dan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani; 3) Faktor pendukungnya adalah semangat dari civil to religious study, sehingga mereka disiplin dalam proses pelatihan spiritual Islam, budaya kerja sama yang tinggi dan kekeluargaan, ketersediaan mental pelatih spiritual spiritual yang kompeten, kelengkapan sarana dan prasarana kampus, mendukung pemerintah daerah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah wawasan keagamaan sipil muslim masih kurang, waktu terbatas, pelatih terbatas; 4) Dampak pendidikan karakter untuk internalisasi sipil Muslim melalui pelatihan mental spiritual Islami di IPDN Jatinangor adalah salam ketika bertemu, selalu mengikuti sholat berjamaah di Mesjid, ikut serta dalam ceramah di Mesjid, selalu membaca Al-Qur'an terputus dia sibuk, banyak muslimah yang memakai pernik di kampus, banyak sunat muslim yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis dalam upaya menyeimbangkan spiritual mereka sehingga mereka dapat lebih meningkatkan kinerjanya.
PERANAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA Saepuloh, Aep
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Penguatan Pendidikan Islam: Metode, Teknologi, dan Pengembangan Karakter
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v2i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Guru bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kepribadian Siswa Kelas X SMK Presiden Kota Cirebon. Untuk mengetahui Kepribadian Siswa maka penulis tertarik untuk meneliti tentang Guru BK dalam mengembangkan kepribadian siswa di SMK Presiden Kota Cirebon. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMK Presiden. Dari populasi siswa kelas X SMK Presiden Kota Cirebon sejumlah 85 siswa sampel 25 % dari jumlah populasi yaitu 22 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui kajian pustaka sebagai teoritisnya dan data empiris melalui studi dengan menggunakan observasi, angket, dan studi dokumentasi. Analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil angket bimbingan dan konseling yaitu 90,64 atau 90% dengan kategori Kuat, sedangkan nilai rata-rata hasil kepribadian siswa yaitu 90,64. Hal tersebut menunjukkan efektifitas pengembangan pada siswa kelas X SMK Presiden Kota Cirebon termasuk tinggi. Hubungan antara bimbingan dan konseling dan kepribadian siswa menunjukan kategori kuat dengan skor 90,09. Hasil T adalah 0,009 yang bearti signifikan antara variabel bimbingan dan konseling dan variabel kepribadian siswa karena lebih kecil dari 0,05.
STRATEGI MANAJEMEN DAN PERAN ALUMNI SEBAGAI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN Hayat, Ahmad Bahrul
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2019): Strategi Pengembangan Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v1i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan manajemenalumni, menggambarkan bagaimana strategi pelaksanaan manajemen, danmenjelaskan dampak dari pelaksanaan manajemen alumni. Penelitian inimenggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan melakukan pengumpulan datamelalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukanyaitu Analisis induktif dengan penarikan kesimpulan yang berangkat dari fakta-faktayang khusus, peristiwa yang konkret, kemudian ditarik kesimpulan secara umum, yaitudengan menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk diskriptif. Hasil penelitian iniadalah Pesantren Pembangunan Mandirancan Kabupaten Kuningan sudah melakukanpenerapan manajemen terhadap alumni dengan baik meliputi empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dalam kegiatanpengelolaan Alumni, Bentuk strategi manajemen yang dilakukan oleh pesantren denganpembekalan, pelayanan dan pemanfaatan keterlibatan alumni. Dampak pelaksanaanmanajemen dan strategi manajemen di pesantren pembangunan mempengaruhiterhadap kualitas mutu pendidikan dan kuantitas pendidikan melalui pengelolaanalumni sebagai marketing di lembaga pendidikan di lingkungan pesantrenpembangunan.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MTs DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI IN HOUSE TRAINING BERBASIS TIK Supardi, Supardi
Tsaqafatuna Vol 2, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Guru MTs. Al-Ma’mur Ciawigajah dalam menyusun perangkat pembelajaran dan menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan In-House Training berbasis TIK diharapkan semua Guru memiliki pengetahuan, pemahaman dan pengalaman yang memadai khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selain kelengkapan penunjang lainnya seperti silabus, kalender pendidikan, jadwal mengajar dan daftar nilai siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi dan dokumentasi. Dari angket diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan Guru MTs. Al-Ma’mur Ciawigajah menyatakan penting untuk memiliki perangkat pembelajaran. Pada Siklus 1 terdapat 78.53 %  Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran dan pada Siklus 2 terdapat 85.96 % Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran. Jadi ada peningkatan kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran sebesar 7.43 %.dan masing-masing Guru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM ABAD 21 achmad, fahad
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2019): Transformasi dan Dinamika Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v1i2.41

Abstract

Di abad ke 21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills). Studi ini bertujuan untuk mengkajisecara mendalam tentang paradigma pendidikan Islam abad 21. Studi ini mengadopsi penelitian kepustakaan (Library Research) dimana berisi koleksi materi yang mendalam pada satu atau beberapa subjek. Adapun subyek atau materi yang dikaji dalam studi ini adalah mengenai. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan kecakapan hidup yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Modern telah mencapai tujuannya yakni peningkatan terhadap kemandirian santri. Peningkatan kemandirian santri ditandai dengan adanya kemandirian secara emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai bahkan terbentuknya kemandirian secara ekonomi seiring dengan meningkatnya ranah kognitif (cognitive domain), ranah psikomotorik (psychomotor domain), dan ranah afektif (afective domain) santri
MANAJEMEN HUBUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI (DUDI) (Studi Jalinan Kemitraan dan Link and Match SMK Muhammadiyah Kedawung dengan Dunia Usaha dan Industri) Jabbar, Karim Abdul
Tsaqafatuna Vol 3, No 1 (2020): Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengeskplorasi manajemen hubungan dan program kerjasama antara SMK Muhammadiyah Kedawung dengan dunia usaha dan industri, (2) Mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kerjasama antara SMK Muhammadiyah Kedawung dengan dunia usaha dan industri, (3) Mengeksplorasi upaya atau solusi SMK Muhammadiyah Kedawung dalam menanggulangi faktor penghambat kerjasama dengan usaha dan industri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan di SMK Muhammadiyah Kedawung Kabupaten Cirebon. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) program pengembangan kerja sama SMK Muhammadiyah Kedawung dengan dunia usaha dan industri sudah berjalan dengan baik melalui pendekatan manajemen, namun dalam hal perencanaan yang didalamnya terdapat kegiatan analisis adalah evaluasi kegiatan yang sudah berjalan bukan merupakan analisis internal dan eksternal sekolah dengan menggunakan analisis SWOT, (2) faktor pendukung dalam manajemen hubungan sekolah dengan DUDI adalah citra SMK baik dimata DUDI karena kualitas dari peserta didik dan program yang dimiliki oleh sekolah khususnya yang ada hubungannya dengan DUDI, sarana dan prasarana sekolah memadai, sedangkan faktor penghambat adalah belum adanya keyakinan DUDI untuk menjalin kerjasama dengan SMK Muhammadiyah Kedawung, (3) upaya dari pihak sekolah adalah membangun komunikasi awal dengan DUDI dengan cara meyakinkan DUDI dengan melakukan sosialisasi profil sekolah dan promosi program kerjasama SMK Muhammadiyah Kedawung dengan menunjukkan bukti-bukti baik berupa file maupun video profil, kegiatan-kegiatan sekolah agar DUDI dapat yakin dengan kualitas yang dimiliki sekolah.

Page 3 of 14 | Total Record : 140