cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 224 Documents
Membangun Karakter Melalui Aksara Seni Budaya Lokal JAMILIN SIRAIT
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i2.43

Abstract

Dorongan untuk mengarahkan pendidikan pada upaya pembentukan karakter tentu tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang terjadi di negeri ini. Degradasi moral yang terlihat dari meningkatnya tindak kekerasan, kriminalitas, korupsi, kecabulan, dan tindakan lainnya dalamkehidupan sehari-hari sudah sangat nyata dan meresahkan. Melalui Pendidikan karakter diharapkan masyarakat kita memiliki karakter unggul.Ada dua hal yang diharapkan dapat membawa kita kepada pembangunan karakter dan peradaban, yaitu seni budaya lokal dan perdamaian. Kedua bidang ini bisa diterjemahkan dengan “budaya lokal” dan “agama”. Dalam konteks keberagamaan, ada empat perbedaan pendekatan, yaitu literal, simbolis, statis, dan dinamis. Konflik antar agama sering terjadi disebabkan oleh keempat faktor ini. Seharusnya relevan dengan asumsi dasar pluralitas, adanya saling ketergantungan hubungan di antara hal-hal yang berbeda menjadi keutamaan. Konsekuensi logisnya, pluralitas mengacu pada adanya kebersamaan yang utuh dan bersifat mengikat. Pluralitas bukan untuk pluralitas itu sendiri, tetapi meniscayakan kita – umat beragama – untuk meluaskan cakrawala berpikir dan bertindak melampaui domain dan batas-batas primordialistik menuju pemahaman yang integral-komprehensif dalam beragama.
Pendidikan Hak Asasi Manusia dan Strategi Pembangunan Perdamaian Hafid Abbas
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i2.46

Abstract

HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagi makhluk Tuhan Yang Mahaesa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 ayat 1 UU No 39/1999). Pendidikan HAM bisa berkontribusi untuk pendidikan perdamaian. Pengembangan kurikulum pendidikan HAM di jenjang pendidikan dasar dan menengah pada hakikatnya dapat diperkenalkan secara integratif. Artinya, Pendidikan HAM diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang terkait. Di SD dan SMP misalnya terdapat sejumlah mata pelajaran yang secara ontologis keilmuan mempunyai common grounds yang sama dengan Pendidikan HAM, seperti Pendidikan Agama, Pancasila, IPS, dan lain sebagainya. Selain pendekatan integratif, Pendidikan HAM di SD dan SMP dapat pula diperkenalkan secara tematik. Artinya, Pendidikan HAM diintegrasikan ke dalam tema-tema terkait di seluruh substansi mata pelajaran dan bahan bacaan yang ada. Misalnya dalam Biologi pada pembahasan konsep saling ketergantungan, dan Ilmu Alam dalam pembahasan Hukum Kekekalan Energi, dan IPS pada topik Penawaran dan Permintaan, dan lain sebagainya.
Aksara Perdamaian Melalui Pendidikan Masyarakat NFN ABEEDNEGO
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i2.48

Abstract

Sebagai bangsa yang multikultural, sudah barang tentu kita dapat menghindari diri dari konflik. Namun, kenyataannya membuktikan bahwa hampir setiap hari media massa memberitakan berbagai konflik dan tindak kekerasan. Memang telah begitu banyak upaya dilakukan oleh berbagai kalangan untuk menyelesaikan konflik, seperti pemerintah, tokoh agama, pendidik, tokoh masyarakat, LSM, bahkan masyarakat umum. Dari pengamatan kami, upaya perdamaian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak tersebut memang mampu menyelesaikan konflik namun tidak sampai memecahkan akar persoalannya. Karena itu, tulisan ini mengajukan alternatif penyelesaian konflik dengan cara mengusahakan kerjasama kemitraan antara berbagai pihak dan memberikan ruang partisipasi yang besar kepada masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam usaha menyelesaikan konflik itu sendiri. Partisipasi masyarakat secara aktif diawali dengan pendidikan yang utuh tentang konflik dan perdamaian sehingga upaya-upaya masyarakat tersebut terarah, sistematis, dan tuntas.
Kepemimpinan Pemuda dan “Sekolah Perdamaian“ M.P. LALU MALAPUI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i2.49

Abstract

Al-Quran mewasiatkan pada manusia sebuah peringatan ; Hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah.. (QS. An. Nisa: 9). Ayat ini merupakan peringatan bagi generasi tua, para pemimpin ummat dan bangsa untuk memperhatikan amanah pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang yang kuat : kuat aqidah, ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup (life skills), akhlak, fisik dan ekonomi. Allah juga menjadikan hidup sebagai kesempatan untuk berlomba-lomba melakukan yang terbaik, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al_Mulk: 2 ; “Dialah Allah yang menjadikan Mati dan hidup untuk menguji siapa diantara kamu yang paling baik ‘Amalnya“ dan dibagian lain Juga ditegaskan misi sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil Ardh).Generasi yang kuat yang harus dipersiapkan itu adalah pemuda, harapan bangsa, pewaris amanah perjuangan dan penerus cita-cita luhur bangsa menuju Indonesia yang adil dan makmur, mencerdaskan bangsanya dan memerangi segala bentuk penindasan dan ketidakadilan, mencintai perdamain. Pemuda sebagai aset memiliki potensi kreatif dan kepemimpinan yang niscaya harus dikembangkan. Termasuk dikembangkan untuk berkontribusi mengembangkan Aksara Perdamaian yang meliputi : wacana, wicara, wisesa dan wibawa (Yulaelawati, 2010). Kedamain, adalah prasyarat, kondisi dinamis yang memungkinkan optimal dan efektifnya upaya pengembangan potensi pemuda dan pada sisi lain kedamain sekaligus juga menjadi muara akhir dari seluruh aktivitas mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter dan kemampuan kepemimpinan yang dipersyarat oleh masyarakat dan bangsa menghadapi masa depan yang semakin kompleks
Pendidikan Karakter ELLA YULAELAWATI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.51

Abstract

Pendidikan Karakter Sebagai Pendidikan Otak TAUFIQ PASIAK
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.52

Abstract

Riset mutakhir di bidang neurosains menemukan sejumlah besar bukti tentang hubungan tak terpisahkan antara otak dan perilaku manusia. Dengan istrumen Positron Emission Tomography (PET) diketahui adanya 6 sistem otak (brain system) yang secara bersama-sama dan terpadu meregulasi semua perilaku manusia. Enam sistem ini berperanan penting juga terhadap pengaturan kognisi, emosi dan perilaku motorik manusia. Karakter, yang merupakan akumulasi dari kinerja seluruh bagian otak dengan spesifikasinya masing-masing, merupakan produk dari interkoneksi dan interdependensi bagian-bagian otak itu. Bukti ilmiah ini memberikan suatu inspirasi bahwa mengelola pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari pendidikan otak. Ini berarti bahwa setiap hal yang berkontribusi terhadap kinerja positif otak, otomatis berkontribusi dalam pendidikan otak. Kerusakan pada bagianbagian otak yang secara spesifik berhubungan dengan karakter tertentu akan merusak juga karakter itu. Dengan demikian, pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari intervensi positif terhadap otak, seperti nutrisi, antenatal care, musik, meditasi, optimalisasi aging brain, olahraga, dan lain-lain. Manusia tanpa karakter dapat dikatakan sebagai manusia yang memiliki otak tidak optimal, terganggu atau mengalami penyakit.
Manfaat Olahraga Permainan Terpimpin Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Pra-remaja BOEDI DARMA SIDI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.53

Abstract

Integrasi Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kurikulum DIAH HARIANTI
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.54

Abstract

Pemerintah telah menyusun bahan ajar untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa yang kemudian menjadi bahan pelatihan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Progam tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan sarasehan nasional pendidikan budaya dan karakter bangsa. Strategi pengembangan kurikulum untuk dapat mencapai tujuan pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai cara; melalui integrasi muatan pendidikan karakter dalam mata pelajaran yang telah ada di masing-masing satuan pendidikan; melalui muatan lokal; melalui kegiatan Pengembangan Diri. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasionalpada 2010 telah menetapkan bentuk performance dari nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dimulai oleh satuan pendidikan. Bentuk performance tersebut bisa dimulai dari yang mudah dan segera terlihat, baru kemudian dapat dilakukan pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter yang lebih sulit dan kompleks.
Sekolah Madania, Sekolah Inklusif MUHAMMAD WAHYUNI NAFIS
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.55

Abstract

Sekolah Madania yang didirikan antara lain oleh cendekiawan terkemuka Indonesia Dr. Nurcholish Madjid (almarhum) melakukan eksperimen berani dengan menyelenggarakan pendidikan agama yang bersifat inklusif. Sekolah ini menerima murid tanpa membedakan agama, dan pelajaran agama diberikan kepada setiap murid sesuai agama yang dianutnya, dan diberikan oleh guru yang juga seagama dengan agama yang dianut murid. Setiap penganut agama yang ada di Madania disediakan ruang agama yang bisa digunakan untuk belajar agama dan melakukan peribadatan sesuai agamanya. Para murid juga bisa merayakan hari-hari besar agamanya di sekolah dengan dibimbing langsung oleh guru-guru agamanya masing-masing. Sekolah Madania menghargai perbedaan agama dan pemikiran, serta menghormati individu dengan kebutuhan pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang berbedabeda. Selain dari aspek agama dan keyakinan, Madania juga merupakan sekolah penyelenggara layanan inklusif parsial, yang berusaha memfasilitasi kebutuhan siswa Special Educational Needs (SEN), agar mereka dapat memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya
Pendidikan Karakter Melalui Metode Sentra WISMIARTI TAMIN
Jurnal AKRAB Vol. 1 No. 3 (2010): September 2010
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v1i3.56

Abstract

Metode Sentra adalah metode pendidikan yang bertumpu pada konsep bermain sebagai cara mendidik. Sentra adalah wadah yang abstrak tempat guru menyediakan banyak rangkaian kegiatan untuk anak bermain. Ada tujuh sentra yaitu: Sentra Balok, Sentra Main Peran Besar, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Imtaq, Sentra Seni, Sentra Persiapan, dan Sentra Bahan Alam. Tiap sentra mempunyai tujuan yang menjadi “pusat” kegiatan main anak. Banyak teori yang menjadi dasar metode sentra antara lain: bahwa dengan menemukan sendiri pengetahuannya melalui pengalaman bermain yang menyenangkan, pengetahuan itu akan memiliki akar yang kuat di dalam otak, karena menyatu dalam proses perkembangan kemampuan berpikir anak; bahwa karakter anak akan terbangun seiring dengan pengalaman hidup yang dia terima sejak dalam kandungan sampai dewasa.

Page 2 of 23 | Total Record : 224