Articles
275 Documents
PERAN PENDIDIKAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEBERAGAMAAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
Noor Amirudin
DIDAKTIKA Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.578 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi kekuatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah karena dapat menjadi basis kekuatan spiritual, moral, dan intelektual bagi seluruh civitas akademika. Namun pada kenyataannya belum banyak Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dapat mengimplementasikan cita-cita luhur tersebut. Begitu pula yang terjadi di UniversitasMuhammadiyah Gresik, yang secara intelektual, dapat mencetak mahasiswa yang profesional di bidangnya, namun dalam mewujudkan misi utama Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni dengan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat menjadi basis kekuatan spiritual atau keagamaan dan moral bagi seluruh civitas akademika tidak berjalan dengan baik, sehingga kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengetahui sejauh mana peran pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam meningkatkan perilaku keberagamaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Gresik, serta mengetahui peran pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam meningkatkan perilaku keberagamaan mahasisiwa Universitas Muhammadiyah Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan informasi menerapkanteknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan memiliki peran dalam meningkatkan perilaku keberagamaan mahasisiwa Universitas Muhammadiyah Gresik berupa sikap ta’awun, mempraktekkan ibadah seperti; salat berjamaah di masjid dan do’ado’a dalam sehari-hari, perilaku akhlakul karimah, dan kedisiplinan dalam menjalankan perkuliahan. Pembiasaan yang dilakukan mereka dapat membekas dan dilaksanakannya tanpa paksaan dan dilakukan dari sebuah kesadaran namun juga bisa tidak membekas bila tidak dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Oleh karenanya, pendidikan Al- Islam dan Kemuhammadiyahan harus dilaksanakan secara terpadu dan konsisten.
ANALISIS KECAKAPAN MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH STATISTIKA-1 DENGAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH
admin admin;
Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 20 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.807 KB)
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik profesional adalah kompetensi profesional yang berkaitan dengan penguasaan terhadap materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Mata kuliah statistika 1 merupakan mata kuliah fundamental yang menjadi dasar bagi mata kuliah statistika yang lain. Oleh karena itu, Statistika 1 diambil sebagai obyek dalam pelaksanaan Lesson Study untuk semester ganjil tahun akademik 2013/2014. Agar sukses dalam belajar matematika maka seseorang harus memiliki kecakapan matematika. Kecakapan Matematika (Mathematics Proficiency) menurut Kilpatrick (2001) terdiri dari (1) pemahaman konseptual (conceptual understanding), (2) kelancaran prosedural (procedural fluency), (3) kompetensi strategis (strategic competence), (4) penalaran adaptif (adaptive reasoning) dan (5) disposisi produktif (productive disposition). Sementara itu, pembelajaran Statistika 1 biasanya dilaksanakan dengan berpusat pada siswa (student centered learning) yang biasanya hanya memfokuskan pada kelancaran prosedural dan kompetensi strategis.Oleh karena itu, tim MK Statistika 1 menerapkan model pembelajaran kolaboratif berbasis masalah yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Lesson Study yang diharapkan dapat mengembangkan seluruh bagian dari kecakapan matematis tersebut secara terpadu. Kegiatan LS dilaksanakan selama 4 siklus dan setiap siklusnya dibagi atas plan, do dan see. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi pembelajaran, lembar pengamatan kecakapan matematis mahasiswa. Selain itu, seluruh proses pembelajaran direkam dengan kamera video. Berdasarkan hasil analisa didapatkan bahwa pembelajaran mata kuliah 1 dengan pembelajaran kolaboratif berbasis masalah dilakukan dengan tahapan; 1). Fase 1: membagi tugas, 2). Fase 2: Pembentukan kelompok, 3). Fase 3:Diskusi kelompok, 4). Presentasi kelas. Sedangkan kecakapan matematis mahasiswa secara garis besar meningkat dari sklus yang satu ke siklus yang lain kecuali dari siklus yang ke-2 ke siklus yang ke-3. Desain masalah yang diajukan sangat mempengaruhi bagaimana kecakapan matematis dapat dimunculkan dalam pembelajaran di dalam kelas.
PENGARUH MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR (SELF REGULATED LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI I KEBOMAS
Ismawati Dwi Saputri;
Sarwo Edy;
Midjan Midjan
DIDAKTIKA Vol 26 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (827.54 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v26i2.1467
Motivasi dan kemandirian belajar (self regulated learning) sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Dengan adanya motivasi dan kemandirian belajar peserta didik dapat menyelesaikan tugas tanpa menggantungkan orang lain. Dalam motivasi dan kemandirian belajar terdapat lima faktor didalamnya yaitu self eficacy, intrinsic value, tes anxiety, cognitif strategi use dan self regulation. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kemandirian belajar (self regulated learning) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri I Kebomas.Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII di SMP Negeri I Kebomas yang berumlah 288 peserta didik dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus slovin dengan taraf kesalahan sebesar 5%, maka jumlah sampel sebanyak 167 peserta didik namun dikarenakan ada satu hasil yang tidak valid, maka peneliti hanya mendapatkan 166 sampel. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi dan kemandirian belajar (self regulated learning) dan tes hasil belajar matematika.Hasil perhitungan regresi linier berganda pada masing – masing variabel x memiliki nilai sig 0,000 sehingga sig. <
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN METODE DISKUSI
Umaimah Umaimah
DIDAKTIKA Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.378 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi pada mata kuliah sistim informasi akuntansi untuk meningkatkan kemandirian belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Akuntansi Fakultas ekonomi Universitas Muhammadiyah Gresik bulan September sampai dengan bulan Oktober 2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 (tiga) kelas pagi yang berjumlah 35 peserta. Masing-masing siklus terdiri dari plan, do, see dengan 5 (lima) siklus. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan Analisis data dilakukan sepanjang proses pelaksanaan tindakan yaitu; merumuskan rencana berdasarkan hasil observasi awal terhadap kondisi peserta dalam proses pembelajaran, bertindak sesuai dengan perencanaan, mengamati hasil dari tindakan yang dilakukan, melakukan refleksi dan kemudian merumuskan kembali rencana berdasarkan informasi yang lebih baik. Hasil penelitian adalah dengan metode diskusi, mahasiswa menjadi lebih mandiri yaitu aktif dalam belajar, mempunyai inisiatif yang baik, kreatif, dan berani mengungkapkan pendapat, serta percaya diri. Pada akhirnya mahasiswa menjadi sangat senang dan antusias dalam mengikuti mata kuliah sistim informasi akuntansi, sehingga kompetensi mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SMK AL KARAMAH
Yundaryati Yundaryati;
Suyoto Suyoto
DIDAKTIKA Vol 26 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1079.029 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v27i1.2106
Kemampuan komunikasi matematis diperlukan dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Rendahnya kemampuan komunikasi matematis peserta didik SMK Al Karamah Jombang disebabkan karena peserta didik kurang diikutsertakan dalam pembelajaran atau peserta didik jarang diberikan kesempatan untuk bertanya maupun mengungkapakan pendapat. Pendekatan pembelajaran yang digunakan guru selama ini kurang tepat, sehingga kemampuan komunikasi matematis peserta didik belum mampu tersampaikan. Salah satu model pembelajaran yang cocok adalah pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk melihat apakah terdapat perbedaan pembelajaran tersebut dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari jenis kelamin peserta didik. Jenis eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen Design menggunakan pretes dan postes. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMK Al Karamah Jombang. Sampel yang digunakan sebanyak 1 kelas yang dipilih dengan teknik acak kelas, yaitu kelas XII SMK Al Karamah Jombang dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Analisis data yang digunakan adalah uji Kruskal-Wallis Menurut hasil penelitian dan pembahasan, perhitungan dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, diperoleh nilai H = 1,233 < 7,815. Sehingga dapat diambil keputusan Ho dari hipotesis ini diterima, dengan kata lain bahwa Ha dari hipotesis yang diajukan ditolak maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis yang menggunakan pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) SMK Al Karamah Jombang Tahun Ajaran 2019/2020.
PENANGANAN INSTRUKSIONAL BAGI ANAK LAMBAT BELAJAR (SLOW LEARNER)
admin admin;
Nur Khabibah
DIDAKTIKA Vol 19 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.578 KB)
Each child has a unique and different character. If in one class there are twenty-eight students, then there are twenty-eight different treatments that must be given by an educator. However, such treatment should not cause any jealousy among learners. All children have special needs, but when viewed in general, children with special needs is a child who really needs special handling because of its behavior or deviate from the kids in general. Slow learners child have unique characteristics with a variety of learning problems faced in school. To optimize their potential, it needs a special program designed to suit the educational needs of each individual.
Pengembangan Teori Ring Mobile Application (Terima App): Media pembelajaran berbasis android untuk meningkatkan aksesibilitas pembelajaran Teori Ring
Sri Suryanti;
Deni Sutaji
DIDAKTIKA Vol 25 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.565 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v25i2.883
Pengembangan aplikasi berbasis android sangat berkembang pesat akhir-akhir ini, lebih dari 96% masyarakat Indonesia menggunakan smartphone android. Sedangkan di dunia, lebih dari 80% dari 104 negara menunjukkan bahwa kaum muda menggunakan smartphone android. Permasalahan pembelajaran Aljabar abstrak di Indonesia adalah kurangnya media pembelajaran untuk bidang aljabar abstrak, yang salah satunya adalah Teori Ring. Media pembelajaran untuk mata kuliah Teori Ring selama ini masih sangat terbatas. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan Teori Ring Mobile Application yang merupakan media pembelajaran Teori Ring berbasis android. Hasil validasi media yang dilakukan dalam tiga tahapan yaitu validasi ahli materi, validasi ahli media, dan validasi oleh pengguna, keseluruhan menunjukkan hasil yang positif. Selanjutnya kontribusi media ini dalam meningkatkan aksesibilitas pembelajaran dapat disimpulkan bahwa media ini memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EDUTAINMENT PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP
Ayu Nur Wijayanti;
Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 22 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.194 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v22i2.217
Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran edutainment pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMP. Media pembelajarandiperlukan oleh peserta didik dalam pembelajaran matematika karena karakteristik matematika yang abstrak. Visualisasi merupakan salah satu cara yang yang dapat dilakukan untuk mengkongkritkan sesuatu yang abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi berdampak pada berkembangnya visualisasi dalam bentuk animasi dan suara. Media edutainment merupakan media yang dikembangkan dengan Macromedia Flash 8 dan diharapkan dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan karena unsur gambar, animasi dan suara. Model pengembangan media ini mengacu pada model ASSURE yang dikembangkan oleh Sharon Smaldino, Robert Henich, James Russel, dan Michael Molend. Uji coba terbatas dilaksanakan di kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Gresik dengan jumlah peserta didik sebanyak 24 yang terdiri dari 11 laki-laki dan 13 perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket dan pengamatan sedangkan instrument dalam penelitian ini adalah 1). Lembar angket gaya belajar peserta didik, 2). Lembar angket respon peserta didik, 3). Lembar angket kepraktisan media, 4). Lembar validitas media, 5). Soal tes, 6).Lembar pengamatan aktifitas peserta didik. Hasil analisis menunjukkan persentase akhir dari validator sebesar 82,6%, artinya media tersebut dikatakan sangat valid. Penilaian secara umum validator didapatkan bahwa media pembelajaran edutainment termasuk praktis. Dari hasil uji coba terbatas yang dilakukan menunjukkan bahwa media edutainment efektif karena telah memenuhi 3(tiga) kriteria yang ditetapkan. Demikian desain media pembelajaran edutainment yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif sehingga layak untuk digunakan.
Pengaruh Strategi Inkuiri Terhadap Pengurangan Miskonsepsi Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan
Ismiatin Mafruhah;
Sarwo Edy;
Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.569 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.103
Pemahaman konsep matematika di kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat menunjukkan masih banyak peserta didik yang mengalami miskonsepsi. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengurangi dapat menggunakan strategi inkuiri, dimana peserta didik akan dihadapkan dengan konflik kognitif melalui proses tanya jawab yang dapat peserta didik olah melalui diskusi dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi inkuiri berpengaruh terhadap pengurangan miskonsepsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat, dengan desain eksperimen posttest-only control design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VII di SMP Negeri 1 Duduksampeyan, sedangkan sampel adalah kelas VII G sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan strategi pembelajaran inkuiri dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan strategi pembelajaran ekspositori. Instrumen yang digunakanadalah tes miskonsepsi menggunakan skala Certainty of Response Index (CRI). Analisis data menggunakan uji perbedaan dengan cara membandingkan hasil post test kelompok eksperimen dan kontrol, dengan ketetapan jika kelompok eksperimen lebih baik berarti strategi inqiury dapat mengurangi miskonsepsi peserta didik pada materi bangun datar segiempat. Dengan SPSS 16.0 didapati hasil analisis yang menunjukkan nilai P-value (sig) , berarti menerima hipotetsis penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap pengurangan miskonsepsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Duduksampeyan pada materi bangun datar segiempat.
PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI STATISTIKA KELAS 12 SMA NEGERI 4 BOJONEGORO
Nurul Ilmiyah;
Suyoto Suyoto
DIDAKTIKA Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1284.087 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v27i1.2097
Salah satu ciri matematika adalah menekankan pada proses deduktif aksiomatik yang memerlukan penalaran logis. Penalaran masuk dalam kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, sehingga diharapkan siswa dapat menganalisis suatu permasalahan sebelum mengambil suatu keputusan sebagai bekal untuk menghadapi tantangan perkembangan dan perubahan. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam bernalar belum diperhatikan secara mendalam. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang didesain menurut pandangan konstruktivisme karena menurut pandangan tersebut pembelajaran bertujuan untuk membantu peserta didik untuk membangun konsep-konsep/ prinsip-prinsp matematika dengan kemampuannya sendiri melalui asimilasi dan akomodasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan meningkatkan kemampuan penalaran matematika melalui pendekatan konstruktivisme. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA 2 SMA Negeri 4 Bojonegoro sebanyak 33 orang. Prosesur dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sedangkan instumen penelitian yang digunakan adalah Tes Kemampuan Penalaran (TKP). Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas XII IPA 2 telah memenuhi indicator keberhasilan penelitian setelah siklus kedua, yaitu sebanyak 67% (24 peserta didik) memenuhi kriteria baik dalam bernalar. Keterlaksanaan pembelajaran tergolong baik pada siklus kedua yaitu seluruh pembelajaran terlaksana dengan prosentase 88,5%.