cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
srisuryanti@umg.ac.id
Phone
+6281280297873
Journal Mail Official
didaktika@umg.ac.id
Editorial Address
Faculty Teacher Tranining and Education, Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101 GKB Kebomas Gresik Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan
ISSN : 16934318     EISSN : 26218941     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/didaktika
Core Subject : Education,
didaktika Jurnal Pemikiran Pendidikan memuat hasil penelitian dibidang pendidikan, baik pendidikan matematika, pendidikan bahasa inggris maupun pendidikan dasar
Articles 275 Documents
Strategi Pembelajaran Speaking Mahasiswa Di Tingkat Universitas Yuli Astutik; Choirun Nisak Aulina
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.004 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.107

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah kegiatan yang dipilih dan digunakan oleh pembelajar untuk mencapai pemahaman dan tujuan darisuatu materi. Demikian juga dalam belajar bahasa Inggris, pembelajar atau peserta didik harus memiliki strategi atau cara tentang bagaimana belajarbahasa secara efektif dan efisien. Banyak strategi pembelajaran bahasa (language learning strategy) yang dikemukakan para ahli, khususnya dalam pembelajaran speaking antara lain: strategi kognitif, strategi afektif dan strategi sosial. Dari ketiga strategi tersebut, strategi sosial seringkali tidak digunakanoleh pembelajar yang memiliki kategori rendah pada pembelajaran speaking. Mereka cenderung pasif, tidak mau bertanya dan tidak percaya diri. Untuk itu,pada penelitian ini penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang seberapa jauh penggunaan strategi sosial pada mahasiswa kategori rendah (low level students), mahasiswa kategori sedang (middle level student), dan mahasiswa kategori tinggi (high level student) dalam pembalajaran speaking padamatakuliah speaking for daily communication pada program studi pendidikan bahasa Inggris semester 1. Metode penelitian yang digunakan pada penelitianini adalah kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan serta memaparkan data yang didesain atau dirancang tidak menggunakan datastatistik. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penitian ini adalah observasi dan interview. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa LLS samasekali tidak menggunakan strategi sosial pada kelas speaking for daily for Communication, MLS menggunakan strategi sosial hanya pada beberapa aspekdan HLS menggunakan semua aspek strategi sosial dengan baik.
PENERAPAN STRATEGI PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS SMA PGRI MEGALUH JOMBANG MATERI NILAI MUTLAK Yayuk Setyaningsih; Aslih Maulana
DIDAKTIKA Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.665 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v27i1.2101

Abstract

Pada umumnya tidak semua siswa mampu memahami suatu materi dengan membaca buku teks. Biasanya guru selalu memerintahkan siswa untuk membaca materi dari buku teks guna meningkatkan pemahamannya. Banyaknya materi dan adanya keterbatasan waktu juga merupakan penyebab guru memerintahkan siswa untuk membaca sendiri materi tersebut dari buku. Berdasarkan tentang penerapan strategi belajar PQ4R guna meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa dalam mempelajari materi nilai mutlak dengan pengajaran langsung. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X IPS semester 1 di SMA PGRI Megaluh Jombang yang berjumlah 30 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 kali siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap rencana, tindakan/observasi, refleksi dan revisi. Data untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai kuis pada setiap akhir siklus. Kemudian nilai ini dianalisis dengan batas ketuntasan dan ketercapaian IPK. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas siswa. Penilaian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian memberikan simpulan bahwa penerapan strategi belajar PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa dengan rata-rata nilai tertinggi dicapai pada siklus II yaitu sebesar 91,3 dengan ketuntasan klasikal 100%. Sedangkan aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dengan rata-rata tertinggi sebesar 3,43 pada siklus II.
SOCRATES' ANAMNESIS OF THE CHILD'S UNCONSCIOUS MEMORY TO NATURE AND ROUSSEAU'S HUMAN DEVELOPMENT IN WORDSWORTH'S POEMS admin admin; Rohmy Husniah
DIDAKTIKA Vol 18 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.92 KB)

Abstract

Childhood experience toward nature is important in shaping one's development of understanding life therefore this research is conducted. The purposes of this research are to describe how the anamnesis arouse the speaker's mind to recollect his childhood memory in “The Intimations Ode” and “My Heart Leaps up when I Behold” and to describe the way the speaker sees the nature from his childhood memory to his adult in those two poems. The scope of the study is two of Wordsworth poems analyzed by using the theory of anamnesis stated by Socrates and the theory of human development stated by Rousseau. Anamnesis is a form of remembrance enabling man to perceive certain permanent, even eternal, truths once he remembers to remember them, and through their recollection raise them once again to conscious significance. Rousseau states the human's development in five stages of life; infancy, the age of nature, pre-adolescence, puberty, and adulthood. These two theories are applied because content of the two poems are about recollecting the speaker childhood experience (anamnesis) and about growing (human's development). The limitations of the study are the data are taken from two of Wordsworth poems and only the stanza(s) which have natural terms according to Wordsworth are analyzed. The methodology of the research is as follows: after doing the close reading, the poems are classified based on Wordsworth's natural terms, then paraphrasing, interpreting the poems based on the two theories by Socrates and Rousseau, and the last is concluding the result. The findings show that the speaker of the poem thrills and understands life by activating his imagery and recollecting the experience with nature, it means that the speaker does anamnesis to find the truth. The phases of life in “The Intimations Ode” are in lines with Rousseau's theory those are from the age of nature until adulthood; whereas in “My Heart Leaps Up When I Behold” the speaker's life of stages begins from the age of nature until he becomes old, the old age is not stated in Rousseau's theory. As the conclusion, anamnesis brings the speaker into three phases of thinking; the loss of vision (the difference feeling of seeing the same nature between the speaker's childhood and adulthood), the nature of the loss (the reason why the loss happens), and the acceptance. Five stages of life of the narrator are commenced from the age of nature, pre-adolescence, puberty, adulthood, and old age. The old age is a stage creating by Wordsworth for Rousseau does not mention the old stage. Rousseau only stated one's life development until the age of twenty five. The suggestion is that the further researchers to analyze other poems of Wordsworth and the other romantic poets' works as most of their poems are also about nature.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Mega Ayu Dwi Astutik; Sarwo Edy
DIDAKTIKA Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.164 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i1.696

Abstract

NCTM merumuskan lima standar kemampuan matematika yang harus dimilikipeserta didik, salah satunya yaitu kemampuan pemecahan masalah matematika. Untukmeningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik diperlukaninovasi dalam pembelajaran terutama mengenai model pembelajaran yang dapatmengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Salah satumodel pembelajaran yang diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuanpemecahan masalah matematika peserta didik yaitu model pembelajaran Think AloudPair Problem Sloving (TAPPS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakahmodel pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) berpengaruh terhadapkemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni (True Experimental)dengan desain “Posttest Only Control Design”. Sampel penelitian ini adalah peserta didikkelas VIII-D (kelas eksperimen) dan VIII-C (kelas kontrol). Metode pengumpulan datayang digunakan adalah metode dokumentasi dan tes dengan instrumen penelitian lembartes kemampuan pemecahan masalah matematika.Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh nilai rata-rata kemampuanpemecahan masalah matematika peserta didik dengan model pembelajaran TAPPSsebesar 58 dan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didikdengan model pemebelajaran kooperatif sebesar 46. Hasil uji t dua sampel independen(Independent-Sampel t Test) juga menunjukkan bahwa nilai sig = 0,042 < 0,05, artinyaH ditolak dan H diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranThink Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) berpengaruh terhadap kemampuanpemecahan masalah matematika peserta didik.
ANALISIS KEMANDIRIAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENERAPAN MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN admin admin; Sri Uchtiawati; Sarwo Edy; ZAINUL MA'ARIF
DIDAKTIKA Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.708 KB)

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran yang memfokuskan pada kemampuan bertanggung jawab dan kemandirian bagi mahasiswa pada mata kuliah Metodologi Penelitian, yang dilakukan oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran melalui analisis permasalahan dan kajian literatur sebagai dasar teori, dan mekanisme proses pembelajaran melalui kooperatif, yang dilakukan oleh mahasiswa prodi pendidikan matematika semester 6. Pencapaian tujuan ini dilakukanmelalui Lesson study.Pembelajaran yang dilakukan secara kooperatif, memberikan potensi untuk meningkatkan kemampuan bertanggung jawab, serta kemandirian, yang dilakukan melalui pembuatan makalah, yang mengkaji permasalahan dan pendalaman teori matakuliah metodologi penelitian di semester genap tahun 2013/2014. Kegiatannya meliputi kajian tentang Variabel, hipotesis, eksperimen, Ex post Facto, dengan kegiatan yang dilakukan secara mandiri dan berkelompok, dan selanjutnya mempresentasikan hasil dan kemudian di evaluasi. Kegiatan ini berlangsung dalam 4 (empat) siklus pada satu semester.yang masing-masing siklus meliputi Plan, Do, See.Pada kegiatan Plan, pada kegiatan Do mahasiswa melaksanakan proses pembelajaran bersama dosen model dan diobservasi oleh 2 orang dosen yang tergabung dalam Tim. Pada akhir pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan See, yang merupakan kegiatan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan dipimpin oleh moderator, dan memberikan kesempatan pertama pada dosen model, sedangkan hasil pembahasan dipergunakan untuk memperbaiki Satuan Acara Perkuliahan pada plan dan dilakukan do pada siklus berikutnya.Data tentang temuan aktivitas dalam pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa setelah dianalisis menunjukkan bahwa ada peningkatan ‘tanggung jawab dan kemandirian’ pada mahasiswa terhadap mata kuliah Metodologi Penelitian yang didasarkan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan diskusi dan presentasi, melalui Lessonstudy, mahasiswa bersemangat untuk belajar, kemandirian mahasiswa dapat dikembangkan dengan mememberikan tugas terstruktur, tanggung jawab yang dikembangkan nanpak pada saat presentasi makalah, dilakukan evaluasi untuk merngukur kemampuan penguasaan materi, dilakukan motivasi untuk membaca literatur.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Geogebra Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Pada Persamaan Garis Lurus di SMPN 2 Peukan Safriati, Safriati
DIDAKTIKA Vol 27 No 2 (2021): Online First
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v27i2.2069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berbasis discovery learning berbantuan Geogebra yang efektif dalam meningkattkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMP. Kriteria efektif bersandar pada teori intervensi pembelajaran yang meliputi adanya peningkatan capaian hasil belajar setelah intervensi, adanya respon positif siswa dan guru terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan, keterlibatan (engagement) siswa yang tinggi dalam pembelajaran, serta diperoleh lebih dari 75% siswa mencapai skor 75 dari skala 100 dalam tes pemahaman konsep matematika. Peningkatan pemahaman konsep matematika diselidiki melalui indeks gain ternormalisasi. Peningkatan pemahaman konsep matematika dideskripsikan dengan bersandar pada statistik deskriptik. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang memiliki karakteristik efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa SMP sehingga siap untuk disebarluaskan. Disarankan agar guru lebih diberi kesempatan untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika sehingga dapat di harapkan siswa memperoleh kemampuan pemahaman konsep yang lebih tinggi lagi.
Pengaruh Kemampuan Spasial Terhadap Kemampuan Geometri Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Swasta Di Kecamatan Kebomas Gresik admin admin; Ary Hidayah Putri
DIDAKTIKA Vol 23 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.88 KB)

Abstract

Atas dasar permasalahan yang ditemukan di SMP swasta maupun negeri di kecamatan kebomas bahwa masih banyak peserta didik yang sulit dalam menyelesaikan soal matematika terutama pada materi geometri. Berdasarkan sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial, oleh karena itu, kemampuan spasial sangat berperan penting dalam pembelajaran tentang geometri ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan spasial terhadap kemampuan geometri. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di Kecamatan Kebomas yang berjumlah 78 siswa. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik proporsional simple random sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode tes dengan melakukan 2 tes. Dari hasil uji F tersebut terlihat nilai pada kolom sig. yaitu 0,000 sehingga sig. < á, (á = 0,05). Maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh antara kemampuan spasial terhadap kemampuan geometri pada taraf sig. 0,05. Persamaan regresi Y atas X: Y = 0,513+0,892 Xi . Tanda (+) pada koefisien X menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap kenaikan Y, artinya untuk kenaikan satu satuan nilai tes kemampuan spasial maka akan menaikkan nilai tes kemampuan geometri sebesar 0.892. Koefisien korelasi R = 0.910, termasuk korelasi kuat. Berdasarkan koefisien korelasi tersebut, maka koefisien determinasi : R2= 0.829 (Tabel Model Summary), artinya : sekitar 83 % kemampuan spasial mempengaruhi kemampuan geometri, 17 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
KOMUNIKASI MATEMATISPESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS Olivia Maghfiroh; Sarwo Edy; Midjan Midjan
DIDAKTIKA Vol 24 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.492 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i2.338

Abstract

Kemampuan komunikasi dan penalaran matematis merupakan dua hal yang pentingdalam pembelajaran matematika. Komunikasi matematis adalah kemampuan peserta didikdalam mengungkapkan ide atau gagasan secara tertulis melalui gambar, diagram, atau bendanyata dengan menggunakan bahasa, simbol, gambar, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan komunikasi matematis tulis peserta didik ditinjau berdasarkan tingkatkemampuan penalaran matematis tinggi, sedang, dan rendah.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian yang digunakanadalah 6 peserta didik kelas XI MIA 5 SMAN 1 Kebomas tahun pelajaran 2016/2017.Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan penalaran matematis dan tes komunikasimatematis. Tes kemampuan penalaran matematis ini diberikan terlebih dahulu untukmenentukan kategori tingkat kemampuan penalaran matematisnya.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi matematis tulis pesertadidik yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dalam menyelesaikan persoalanaplikasi integral pada daerah luas subjek HM adalah subjek dapat memberikan ide denganmenuliskan langkah-langkahnya menggunakan konsep aplikasi integral pada daerah luas secararuntut, jelas, dan sistematis sehingga menghasilkan jawaban yang benar tetapi pada aspekmenggambar subjek dapat menggambar kedua kurva yang diketahui dan tidak memperhatikantitik perpotongannya. Sedangkan pada subjek MAH dapat menuliskan ide yang sama dengansubjek HM tetapi subjek salah memfaktorkan batasnya. Peserta didik dengan kemampuanpenalaran matematis sedang pada subjek MDR juga dapat menuliskan ide yang sama dengansubjek HM tetapi terdapat kesalahan dalam menguadratkan salah satu sukunya. Sedangkan padasubjek RA ide yang dituliskan sama dengan subjek HM tetapi terdapat kesalahan dalammenyederhanakan pecahan di akhir jawabannya. Peserta didik dengan kemampuan penalaranmatematis rendah pada subjek MTFW adalah subjek menuliskan konsep tidak sesuai denganaplikasi integral tetapi menggunakan konsep lain yaitu rumus volume balok. Sedangkan padasubjek NALR, subjek menuliskan langkah-langkahnya menggunakan konsep integral namunterdapat banyak kesalahan dalam menuliskan model matematikanya.
THE IMPLEMENTATION OF CODE SWITCHING FOR MIXED-ABILITY ESP CLASSES Maulida Yuniswati
DIDAKTIKA Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.32 KB)

Abstract

Code switching is the alternation between two or more languages in a speaker's speech(Yamat et.al, 2011:19). It is believed that code switching occurs naturally as an indicator ofbilingualism. Classroom code switching starts to gain importance in language learningclasses (Chowdhury, 2013:42) and becomes a controversial issue in the EFL classes. Thelanguage teachers who support classroom code switching in the EFL classes consider that itfacilitates the continuity of the speech. It also serves as an aid to transfer meaning andcommunicative purpose. On the other hand, the ones who against the application of codeswitching in classrooms view a mother tongue as interference which hampers the learningenvironment. It makes the students become less interested in listening to the targetlanguage and gain low English proficiency. However, from several notable papers underclassroom code switching, it can be concluded that code switching as one of scaffoldingactivities does assist the students in learning English. Code switching plays an importantrole both as the facilitative and the affective function.
VALIDITY AND RELIABILITY ANALYSIS OF ASSESSMENT FOR CUSTOMER SATISFACTION AT UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH GRESIK Khoirul Anwar; Maulidiyah Amalina Rizqi
DIDAKTIKA Vol 22 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.58 KB)

Abstract

This study is aimed at analyzing validity and reliability of service questionnaires tomeasure the level of customer satisfaction at the University of Muhammadiyah Gresik.There were three questionnaires to be developed for services; at units and university level,at Study Program services, and at services of learning evaluation by lecturers. By usingquantitative descriptive analysis of SPSS application, the results showed that the averagevalues of Cronbach alpha for the three types of the questionnaires were 0.778 to 0.806,0.874 to 0.884, 0.964 to 0.966, and in consecutive, their r values were 0.806, 0.884, and0.966. Thus three of these questionnaires fulfilled the validity and reliability for bothCornbach alpha and r value that was already above 0.3 or approaching one. Therefore, thethree questionnaires are acceptable to explore customer satisfaction data used at theUniversity of Muhammadiyah Gresik.

Page 6 of 28 | Total Record : 275