Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Pasundan Journal of Mathematics Education (PJME) merupakan jurnal pendidikan matematika yang dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Pasundan dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI). Jurnal ini menerbitkan penelitian asli atau makalah teoretis tentang pengajaran dan pembelajaran dalam program studi pendidikan matematika tentang masalah sains saat ini, yaitu: Pendidik matematika di tingkat sekolah dasar, menengah dan tinggi; Pengamat dan peneliti matematika; Pembuat keputusan pendidikan di tingkat regional dan nasional. Jurnal ini pun merekomendasikan penelitian tindakan kelas, kualitatif, deskriptif, atau kuantitatif. Penelitian asli disini meliputi penelitian murni (penelitian tindakan kelas) maupun penelitian eksperimen. Sedangkan makalah teoretis meliputi: ulasan buku, laporan singkat (short report), artikel review (review articles), studi kasus (case studies), metodologi (methodology). Jurnal ini adalah jurnal nasional, yang menerbitkan artikel dari penelitian asli dan makalah teoretis tentang semua aspek pendidikan matematika yang nilainya baru. Sehingga jurnal ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan, dapat memberikan informasi tentang perkembangan pendidikan matematika.
Articles
203 Documents
Penggunaan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Dan Pengaruhnya Terhadap Self Regulated Learning Siswa Sekolah Menengah Pertama
Mulyani, Has
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2017): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v7i2.2707
Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan Self Regulated Learning bagi siswa telah banyak disadari dalam pendidikan matematika. Dengan komunikasi yang baik siswa mampu memahami materi matematik dan dengan self regulated learning siswa mampu mandiri dalam pembelajaran matematika. Namun masih minimnya cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan kkeduanya, menjadi ide dasar dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Sampel penelitian kelas VII SMP Pasundan 2 Bandung secara random kelas, terambil kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan VII C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi soal tes kemampuan komunikasi matematis dan angket Self Regulated Learning. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Regulated Learning peserta didik dengan Kemampuan Awal Matematika (KAM) tinggi, sedang dan rendah yang pembelajarannya dengan menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) lebih baik daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Regulated Learning peserta didik yang menggunakan model pembelajaran biasa. Kemudian penelitian ini memberikan gambaran bahwa terdapat korelasi antara kemampuan komunikasi matematis dan Self Regulated Learning. Koefisien korelasi antara keduanya adalah 0,643 dengan kriteria sedang.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Koneksi Matematis Peserta Didik Melalui Problem Based Learning
Setiawati, Keuis Letti
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v4i2.2508
The purpose of this research is to find out the students’ mathematics connection and comprehension ability in which problem based learning is used in learning process to increase the students’ mathematic connection comprehension ability since it is better than conventional method according to the learning class and Early Mathematic Ability(EMA). Besides, the experiment with group design control pretest-posttest and Embedded Conkuren strategy are used as a research method; it is qualitative method utilized into quantitative method. The population of this research is all of the eleventh science students of SMAN 1 Tasikmalaya 2014. Then, it will be selected only two classes which become a sample in this researchaccomplished by using random sampling. Research instrument consists of questions of the students’ mathematic connection and comprehension ability, and the observation sheet of the students and the teacher’s activity. In addition, T test and two ways ANOVA test are used as a quantitative analysis data and it will be continued by using Scheffe test. Analizing qualitatively is accomplished to the students and the teacher’s activity. The acquired conclusion from this research is 1) using problem based learning is better than conventional method to improve the students’ mathematics comprehension ability generally and Early Mathematic Ability(EMA), 2) using problem based learning is better than conventional method to improve the students’ mathematics connection and Early Mathematic Ability(EMA), 3) there is correlation between the students’ mathematics connection and comprehension ability, 4) the students and the teacher’s activity is improve in every meeting in accomplishing mathematics learning by using problem based learning method.
Membangun Kemampuan Komunikasi Matematik dan Nilai Karakter Siswa melalui Bentang Pangajen Berbantuan Phet interactive simulation
Soekisno, Bambang Aryan
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i1.2467
Hasil belajar siswa untuk bidang studi matematika, cukup mengkhawatirkan terutama kemampuan komunikasi matematik bahkan mungkin lebih rendah bila dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Beberapa pelajar tidak menyukai matematika karena matematika penuh dengan hitungan dan miskin komunikasi. Beberapa pelajar juga berpikir bahwa matematika pelajaran yang membosankan, karena penuh rumus dan miskin nilai karakter. Kebanyakan pelajar tidak merasa senang ketika belajar matematika. Bentang pangajen berbantuan Phet interactive simulation adalah sebuah pembelajaran yang menyajikan pembelajaran matematika dengan menyenangkan dan juga membangun keterampilan komunikasi dan nilai karakter. Ada lima langkah dalam pembelajaran dengan bentang pangajen, yaitu bina suasana, bina konsep, bina ingatan, beri bintang, dan beri hikmah. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas pada siswa SMA Negeri 6 Bogor. Keterampilan komunikasi terbangun pada langkah ke tiga sampai lima dari pembelajaran dengan bentang pangajen berbantuan Phet interactive simulation. Adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematik dari setiap siklus, dan nilai karakter siswa terbangun pada langkah ke empat dan lima dari pembelajaran ini.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP
Anggraeni, Yunita;
Nurhasanah, Eneng;
Mubarika, Melinda Putri
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2020): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan kehidupan abad 21, sementara hasil penelitian awal kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk menelaah kemampuan berpikir kritis siswa setelah mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis proyek. Metode Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu sekolah di Kabupaten Sukabumi. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi dan jurnal harian. Hasil penelitian diperoleh adanya peningkatan nilai rata-rata siswa pada tes kemampuan berpikir kritis dengan nilai tiap siklus berturut-turut 67,42; 75,48; 78,97. Tingkat kemampuan berpikir kritis siswa meningkat namun belum signifikan karena perlu adanya pembiasaan dan tidak bisa didapatkan dalam waktu yang singkat. Peningkatan aktivitas siswa didalam kelompok sangat menunjang peningkatan aktivitas berpikir kritis. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran, siswa lebih memahami setiap materi yang diberikan karena siswa sendiri yang menemukan materinya melalui serangkaian proyek menemukan rumus pada materi lingkaran. Kesimpulan penelitian adalah kemampuan berpikir kritis siswa SMP dapat ditingkatkan melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis proyek.
Penerapan Pembelajaran Project-Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMA
., Linda
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2015): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v5i2.2527
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah Project-Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa, untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan Project-Based Learning (PjBL) dan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran Project-Based Learning (PjBL).. Metode penelitian ini adalah metode gabungan (mixed method) dengan Embedded design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 2 Gunungputri Kabupaten Bogor, adapun sampelnya adalah siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Pembelajaran Project-Based Learning dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran ekspositori. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemahaman matematis, pedoman observasi, pedoman wawancara dan skala angket. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data tes awal, tes akhir, dan gain ternormalisasi kemampuan pemahaman matematis, serta terhadap data tes kedua kelompok dilakukan uji perbedaan rerata antara dua populasi dengan uji t. Analisis kualitatif dilakukan untuk menelaah aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran Project-Based Learning dan sikap siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model Pembelajaran Project-Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Project-Based Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori dan Respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Project-Based Learning adalah positif.
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Discovery Learning
Purwaningrum, Jayanti Putri
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2016): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v6i2.2657
Kurikulum 2013 mengisyaratkan pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif tersebut salah satunya yaitu melalui pembelajaran matematika dengan menerapkan discovery learning. Makalah ini merupakan dasar pemikiran bagi pelaksana kurikulum di sekolah agar dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di kelas. Informasi tentang kemampuan berpikir kreatif matematis diperoleh berdasarkan kajian literature. Hasil kajian diharapkan bahwa discovery learning yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Mengembangkan Kemampuan Berpikir Asli Melalui Pembelajaran generative dengan Pendekatan Open-Ended
Haji, Saleh;
., Yumiati
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2011): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v1i1.2364
Abstract This articel explain the result of how to expand thinking indigenously ability as an element of thinking creatively in math learning to junior high school through Generative Learning with Open-Ended Approach (PGPOE). The experiment used quasi experiment with SMP Negeri 17 Pamulang as the subject and formed experimental class and control class. It can be analyzed quantitatively using t-test. The result showed there were significant differences (p-value less than 5%) between the student who were taught with PGPOE and the student who were taught with common learning at thinking indigenously ability. It showed that the student’s thinking indigenously ability who were taught with PGPOE is much better than the student who were taught with common learning. Keywords: Generatif Learning, Open-Ended Approach, Thinking Indigenously. Abstrak. Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir asli sebagai salah satu unsur dalam berpikir kreatif pada pelajaran matematika SMP melalui Pembelajaran Generatif dengan Pendekatan Open-Ended (PGPOE). Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan subjek SMP Negeri 17 Pamulang, serta membentuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p-value kurang dari 5%) antara siswa yang diajar melalui PGPOE dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa pada kemampuan berpikir asli, dan menunjukkan kemampuan berpikir asli siswa yang diajar melalui PGPOE lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa. Kata Kunci: Berpikir Asli, Open-Ended, Pembelajaran Generatif.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Strategi Every One Is A Teacher Here Dengan Pendekatan Metakognitif Siswa SMA
Piadi, Reky
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2017): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran strategi Every One is a Teacher Here (ETH) dengan Pendekatan Metakognitif (PM) dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, ditinjau dari kategori kemampuan awal matematika siswa (unggul dan asor) dan secara keseluruhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed methods tipe embedded design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi Every One is a Teacher Here (ETH) dengan Pendekatan Metakognitif (PM) lebih baik daripada siswa yang menerapkan pembelajaran biasa (PB) berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematika (KAM) (Unggul dan asor, 2) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi Every One is a Teacher Here (ETH) dengan Pendekatan Metakognitif (PM) lebih baik daripada siswa yang menerapkan pembelajaran biasa (PB) secara keseluruhan.
Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Melalui CTL
., Saepuloh
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2014): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v4i1.2500
This study is an experimental study with pretest-posttest control group design that purposes to know: (1) the achieving and improving of students’ motivation and mathematical solving problem with CTL and its differences to the student who get conventionally, (2) the correlation between the achieving and improving of students’ motivation and mathematical solving problem. The population in this study is the students of SMPN 2, one class is given CTL and other class conventionally. The instrument that is used in this study is the ability mathematical problem solving and motivation questionnaires with scale of likert. The data analysis is used quantitative method. The conclusion: (1) there is significance difference of study motivation and the achieving of student mathematical problem solving between CTL and conventional student, (2) there is significance difference the improving of student mathematical problem solving between CTL and conventional student, and (3) there is significance correlation between student motivation and the achieving of students’ mathematical problem solving.
Pendidikan Karakter Melalui Mathematical Habits Of Mind
Susanti, Ely
Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2012): Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Pasundan in collaboration with Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) and Indonesian Mathematics Educators' Society (IMES)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/pjme.v2i1.2465
Pendidikan karakter tidak hanya sekedar mengajarkan sopan santun atau ketaatan dalam menjalankan ibadah tetapi juga pada pembentukan pribadi yang seutuhnya dengan tujuan menyiapkan generasi yang mampu berpikir cerdas serta mampu beradaptasi dalam situasi yang tidak menentu. Pendidikan karakter ini dapat dilakukan melalui pembiasan-pembiasaan. Salah satunya adalah pembiasaan pikiran atau yang dikenal dengan mathematical habits of mind. Makalah ini membahas tentang hakikat pendidikan karakter dan mathematical habits of mind, serta bagaimana hubungan pendidikan karakter dan mathematical habits of mind. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa banyak karakter-karakter yang dapat dikembangkan melalui mathematical habits of mind diantaranya bertanggungjawab, kritis, kreatif dan lain-lain