cover
Contact Name
Joni Setiawan
Contact Email
setiawanjoni@yahoo.com
Phone
+628151657716
Journal Mail Official
redaksi.dkb@gmail.com
Editorial Address
Balai Besar Kerajinan dan Batik Jl. Kusumanegara No 7 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH
ISSN : 20874294     EISSN : 25286196     DOI : http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v37i1
Majalah Ilmiah : Dinamika Kerajinan dan Batik (DKB) adalah jurnal ilmiah untuk mempublikasikan hasil riset dan inovasi di bidang kerajinan dan batik. Ruang lingkup DKB adalah meliputi aspek bahan baku perekayasaan teknologi, proses produksi, penanganan limbah dan desain kerajinan dan batik. Jurnal ini diperuntukkan bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi industri kerajinan dan batik. Majalah Ilmiah : Dinamika Kerajinan dan Batik (DKB) is a scientific journal publishing research and innovation in field of handicrafts and batik. The scope of DKB is include raw materials, production processes, waste treatment and designs in handicrafts and batik sector. The journal is intended for researchers, scholars and practitioners from handicraft and batik.
Articles 295 Documents
Tekno Ekonomi Uji Coba Alat Pembuat Kancing Tempurung Endang Pristiwati; Evi Yuliati Rufaida
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No 19 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i19.1094

Abstract

Tempurung kelapa mempunyai sifat fisik yang menarik dan cocok dimanfaatkan menjadi produk kerajinan khususnya kerajinan perhiasan atau perabot busana. Salah satu barang kerajinan yang dapat dibuat dari tempurung kelapa adalah kancing baju untuk busana ataupun kancing untuk asesoris tas. Pembuatan kancing tempurung dengan menggunakan alat hasil rekayasa Balai Besar Industri Kerajinan dan Batik yang terdiri dari 3 unit alat, yaitu alat pengeplong, alat pelubang dan alat bubut. Untuk mengetahui kelayakan operasional dari alat tersebut maka perlu dilakukan uji coba dan analisa secara tekno ekonominya.Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa 1 jam dapat membuat kancing tempurung sebanyak 12,43 set. Kapasitas produksi perhari sebanyak 87 set kancing tempurung rangkap dengan tenaga kerja 5 orang. Alat hasil rekayasa tersebut akan mencapai efektifitas dan efisiensi dengan spesialisasi dalam proses produksinya, yaitu 1 orang spesialisasi dalam proses plong dan bur dan 4 orang spesialisasi dalam pembubutan. Perhitungan ekonomi uji coba a/at tersebut sebagai berikut : - Total modal Rp. 4.752.150,- - Biaya produksi Rp. 6.426.050,-- Jumlah produksi 6.525 set per 3 bulan - Harga jual perset sekitar Rp. 1.350 .-- Hasil penjualan per 3 bulan Rp. 8.808. 750,- - Keuntungan sebelum pajak Rp. 2.382. 700,- - Prosentase keuntungan 50,14 % - Waktu pengembalian modal 5,6 bulan - Prosentase batas rugi laba 65,2 %- Harga jual perset sekitar Rp.1.350 ,-Tempurung kelapa mempunyai sifat fisik yang menarik dan cocok dimanfaatkan menjadi produk kerajinan khususnya kerajinan perhiasan atau perabot busana. Salah satu barang kerajinan yang dapat dibuat dari tempurung kelapa adalah kancing baju untuk busana ataupun kancing untuk asesoris tas. Pembuatan kancing tempurung dengan menggunakan alat hasil rekayasa Balai Besar Industri Kerajinan dan Batik yang terdiri dari 3 unit alat, yaitu alat pengeplong, alat pelubang dan alat bubut. Untuk mengetahui kelayakan operasional dari alat tersebut maka perlu dilakukan uji coba dan analisa secara tekno ekonominya.Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa 1 jam dapat membuat kancing tempurung sebanyak 12,43 set. Kapasitas produksi perhari sebanyak 87 set kancing tempurung rangkap dengan tenaga kerja 5 orang. Alat hasil rekayasa tersebut akan mencapai efektifitas dan efisiensi dengan spesialisasi dalam proses produksinya, yaitu 1 orang spesialisasi dalam proses plong dan bur dan 4 orang spesialisasi dalam pembubutan. Perhitungan ekonomi uji coba a/at tersebut sebagai berikut : - Total modal Rp. 4.752.150,- - Biaya produksi Rp. 6.426.050,-- Jumlah produksi 6.525 set per 3 bulan - Harga jual perset sekitar Rp. 1.350 .-- Hasil penjualan per 3 bulan Rp. 8.808. 750,- - Keuntungan sebelum pajak Rp. 2.382. 700,- - Prosentase keuntungan 50,14 % - Waktu pengembalian modal 5,6 bulan - Prosentase batas rugi laba 65,2 %- Harga jual perset sekitar Rp.1.350 ,-
Seni Ukir Tradisional Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Batik Khas Baturaja Irfa'ina Rohana Salma
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 31, No 2 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i2.1070

Abstract

ABSTRAKPada saat ini kota Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan belum mempunyai motif batik khas daerah. Oleh karena itu perlu diciptakan desain motif batik khas daerah yang sumber inspirasinya digali dari kekayaan seni tradisional daerah setempat yaitu seni ukir. Tujuan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik yang unik, kreatif dan inovatif yang mempunyai ciri khas kota Baturaja. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, pengamatan mendalam terhadap motif-motif ukir, pengkajian sumber inspirasi, pembuatan desain motif, dan perwujudan menjadi batik. Dari penciptaan seni ini berhasil dikreasikan 5 (lima) motif batik yaitu Bungo Nan Indah, Embun Nan Sejuk, Air Nan Segar, Kotak Nan Rancak, dan Ceplok Nan Elok.Kata kunci: seni ukir tradisional, inspirasi, penciptaan, batik khas BaturajaABSTRACTAt this time Baturaja City, of Ogan Komering Ulu, of South Sumatra does not have the local typical motif of batik. It is therefore necessary to create a local distinctive motif designed by the source of excavated area inspiration of the wood carving as it is the wealth of the traditional of the local art. The purpose of the creation of this art is to generate a unique, creative and innovative motif that has characteristics as Baturaja. The method used are the data collection, deep insight of carved motifs, assessment of the inspiration sources, making it into the design motifs, and emboding them into batik. From the creation of this art works has give 5 (five) motifs those are Bungo Nan Indah, Embun Nan Sejuk, Air Nan Segar, Kotak Nan Rancak, and Ceplok Nan Elok.Keywords: traditional wood carving, inspiration, creation, unique batik of Baturaja
Analisa Pengaruh Soda Abu terhadap Pelorodan Lilin Batik dan Kekuatan Tarik Kain Batik Sutera Tri Haryanto; Dwi Suheryanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v25i1.1024

Abstract

Proses pelorodan (pelepas lilin) Iilin pada kain batik sutera umumnya dapat menggunakan kanji dan waterglas. Penggunaan kanji biasanya digunakan pada kain katun. Jika digunakan pada kain sutera hasilnya kurang sempurna dan menyebabkan kain sutera berkerut. Sedangkan penggunaan waterglass dapat memberikan hasil yang diketahui dapat menurunkan kekuatan tarik kain sutera tersebut.Tujuan penelitian ini adalah menguji pelorodan Iilin dengan zat kimia yang lain yaitu soda abu (Na2CO3) sekaligus terhadap kekuatan tarlk kain batik hasil pelorodan tersebut. Pada penelitian proses pelorodan ini digunakan berbagai konsentrasi soda abu. Sedangkan kain sutera yang dipakai sebagai sampel yang diuji adalah jenis T 54 dengan pewarnaan menggunakan zat warna lndigosol Green IB.Penelitian memberikan hasil bahwa nilai rata-rata konsentrasi soda abu yang meningkat memberikan kekuatan arah lusi yang meningkat diikuti pula meningkatnya arah pakan. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah prosentasi berat Iilin yang terlorod menunjukan hasil similar, yaitu meningkat sesuai dengan meningkatnya konsentrasi soda abu yang digunakan. Ternyata dari hasil analisa dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap uji kekuatan tarik terhadap penggunaan konsentrasi soda abu pada proses pelorodan. Akan tetapi diperoleh hasil bahwa soda abu dengan konsentrasi 1 g/l dapat digunakan untuk pelorodan batik dan nilai yang lebih ekonomis. Kata kunci: kain batik sutera; kekuatan tarik; lilin batik; pelorodan; soda abu
LIMBAH KERTAS DUPLEX UNTUK BAHAN CANTING CAP BATIK Nurohmad Nurohmad; Edi Eskak
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 36, No 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i2.4968

Abstract

Limbah kertas kemasan yang paling banyak ditemui adalah jenis duplex. Bentuk lembaran dan ketebalan kertas duplex mempunyai kesamaan dengan plat tembaga sebagai bahan utama canting cap batik. Tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan limbah kertas duplex untuk pembuatan canting cap batik. Metode yang digunakan adalah pengumpulan dan analisis data, perancangan, pembuatan canting cap, uji pencapan, dan uji pewarnanaan batik. Hasilnya limbah kertas duplex dapat dimanfaatkan untuk membuat canting cap batik dan digunakan untuk proses batik cap.
Kesiapan Teknologi, Kelayakan Ekonomi dan Administrasi IKM Mainan di Yogyakarta Joni Setiawan; Alva Edy Tontowi; Anna Maria Sri Asih
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 32, No 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i2.1363

Abstract

ABSTRAKMainan anak mempunyai pangsa pasar yang besar, dengan populasi anak usia  sampai 14 tahun sebesar 28,7 % dari proyeksi penduduk Indonesia tahun 2015 mencapai 73,2 juta jiwa. Dalam berbagai penelitian menunjukkan baik mainan lokal maupun impor terdapat hal-hal yang mengancam kesehatan dan keselamatan anak. Sehingga pemerintah menerbitkan Permenperin No 24 Tahun 2013 tentang pemberlakuan wajib SNI Mainan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai profil IKM mainan di Yogyakarta. Penilaian melalui 3 pendekatan yaitu kesiapan teknologi dianalisis menggunakan metode teknometrik, kelayakan ekonomi diperhitungkan dengan analisis benefit to cost ratio dan kesiapan adminsitrasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa jumlah  IKM di Yogyakarta yang memenuhi persyaratan ijin industri sebesar 44,4%, persyaratan merek sebesar 22,2% dan kombinasi keduanya sebesar 16,7% dari total IKM. Untuk kesiapan teknologi 16,7% IKM mempunyai TCC kurang dari 0,3 (teknologi tradisional), 77,8% IKM mempunyai TCC antara 0,3 hingga 0,7 (teknologi semi modern) dan 5,5% IKM mempunyai TCC lebih dari 0,7 (teknologi modern). Kelayakan ekonomi persentase IKM yang memenuhi kelayakan ekonomi sebesar 61%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa IKM di DIY siap secara teknologi dan ekonomi, namun belum siap secara administrasi. Kata Kunci: SNI, mainan, IKM, sertifikasi, teknometrik ABSTRACTThe toys have a large market share, with a population of children aged up to 14 years 28.7% of the projected population of Indonesia in 2015 reached 73.2 million people. On various studies indicate both local and imported toys are threatening the health and safety of children. So the government published Permenperin No. 24/2013 concerning the implementation of mandatory Indonesian National Standard (SNI) for Toys. This study aims to assess the readiness of SMIs toys in Yogyakarta. Readiness assessment through three approaches are, readiness of technology using technometric, the calculated economic feasibility analysis of benefit to cost ratio and administration assessed. The results obtained showed that the number of SMIs in Yogyakarta which meet the requirements of industry license by 50 %, brand requirements by 22,2% and the combination of 16.7% of the total SMI. For technology readiness 16.7% of SMIs have TCC less than 0.3 (traditional technologies), 77.8% of SMIs have a TCC between 0.3 to 0.7 (semi modern technology) and 5.5% of SMIs have TCC is more than 0.7 (modern technology). Economic feasibility percentage of SMIs that meet the economic feasibility of 61%. It can be concluded that SMIs in DIY are technologically and economically ready, but not administratively.  Keywords: SNI, toys, SMIs, technometric, sertification
PENGAPLIKASIAN TEKNIK BATIK DAN PEWARNA ALAMI MAHONI PADA KAIN TENUN GEDOG TUBAN BERTEKSTUR Fajar Ciptandi; Salsa Rosyidah; Azkia Amalia Budiarti
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.6430

Abstract

Pada penelitian terdahulu tahun 2018 kain tenun gedog telah dikembangkan dengan menciptakan berbagai variasi tekstur pada permukaannya. Namun, penelitian tersebut belum dilanjutkan pada proses pembatikan dan pewarnaan sebagaimana tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Tuban. Peningkatan inovasi pada kain tenun gedog bertekstur ini dilakukan dengan melanjutkan pada tahap menghias kain menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan alami.  Metode yang digunakan adalah eksperimentatif dengan membagi pada 3 proses eksperimen, yaitu: pertama, eksperimen penerapan teknik batik menggunakan canting pada permukaan kain tenun gedog bertekstur dan mencoba dua jenis perintang warna yaitu malam dan parafin; ke dua, eksperimen komposisi motif dengan menyesuaikan kondisi permukaan kain yang bertekstur; dan ke tiga eksperimen ekstraksi pewarna alami mahoni dan pewarnaan kain dengan teknik pencelupan dingin dan menerapkan variabel berupa waktu pencelupan dan fixasi basa menggunakan Al2(SO4)3 dan netral menggunakan FeSO4. Seluruh eksperimen yang telah dilakukan ini menghasilkan wujud visual kain tenun gedog dengan estetik visual yang baru.
Front Matter Vol 38 No 1 Tahun 2021 Joni Setiawan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.7094

Abstract

WORK ETHIC AND PRODUCTIVE BEHAVIOR OF FOOTWEAR CRAFTSMEN IN BOGOR DISTRICT Arfian Arfian; Anissa Lestari Kadiyono; Marina Sulastiana; Diana Harding
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.6297

Abstract

Footwear product is one of the superior products of Bogor Regency, which is distributed in 3 Subdistricts namely Ciomas Subdistrict, Tamansari Subdistrict, and Dramaga Subdistrict, and this sector has the potential to absorb labor, so as to reduce unemployment and affect the community economy. This needs special attention from the central government and regional governments to improve the footwear craftsman business. Factors that encourage increased productive behavior include the Work Ethic. The purpose of this study was to determine the effect of Work Ethic on Productive Behavior in Footwear Craftsmen in Bogor Regency. The sample of this study was 316 footwear craftsmen taken in 3 species. Quantitative research methods with data analysis techniques using LISREL SEM to test the hypothesis. The results showed that the Work Ethic affected the Productive Behavior of footwear craftsmen in Bogor Regency.
INOVASI DESAIN MOTIF PARANG: STUDI KASUS KOLEKSI MUSEUM BATIK DANAR HADI Guntur Guntur
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.6355

Abstract

Tulisan ini membahas tentang inovasi desain motif parang Batik Danar Hadi. Batik Danar Hadi adalah salah satu produsen dan sekaligus museum di Surakarta yang dikenal secara lokal, nasional, dan bahkan internasional. Inovasi desain motif adalah keniscayaan bagi pelaku industri batik. Sebagai produsen batik Danar Hadi melakukan kreasi dan inovasi desain motif. Salah satu diantaranya adalah inovasi desain motif parang. Inovasi desain motif parang juga dimungkinkan karena kekayaan koleksi Museum Danar Hadi sebagai sumber rujukan atau referensi visual. Dua belas jenis motif parang yang dijadikan sampel penelitian menunjukkan bahwa inovasi desain motif parang terjadi pada beberapa aspek, yakni vokabuler visual, nomenklatur motif parang, pola pembagian bidang parang, pola warna, dan teknik pembuatan.
Back Matter Vol 38 No 1 Tahun 2021 Joni Setiawan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i1.7095

Abstract


Filter by Year

1987 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 41, No 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 40, No 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 40, No 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 39, No 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 39, No 1 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 38, No 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 38, No 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 37, No 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 37, No 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol 36, No 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol 36, No 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol 35, No 2 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol 35, No 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol 34, No 2 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 34, No 1 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol 33, No 2 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 33, No 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 32, No 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 32, No 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 31, No 2 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 31, No 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 30, No 2 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 30, No 1 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 32, No 2 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 31, No 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 28, No 1 (2011): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 27, No 1 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 28 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 24 (2007): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 23 (2006): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik No 21 (2004): Dinamika Kerajinan dan Batik No 19 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik No 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik No 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik No 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik No 7 (1987): Dinamika Kerajinan dan Batik More Issue