cover
Contact Name
Aflahun Fadhly Siregar
Contact Email
Aflahun.92@gmail.com
Phone
+6281375989766
Journal Mail Official
somasi@ceredindonesia.or.id
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Somasi (Sosial Humaniora Komunikasi)
ISSN : -     EISSN : 27236641     DOI : -
Jurnal SOMASI dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi karya ilmiah kepada para akademisi dan praktisi yang berminat di bidang Sosial Humaniora dan Komunikasi
Articles 187 Documents
PENGGUNAAN MULTIPLE ACCOUNT DI INSTAGRAM TERHADAP MANAJEMEN SELF DISCLOSUR Kaila Natania; Hudi Santoso; Leonard Dharmawan
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan multiple account di Instagram terhadap manajemen self-disclosure pada pengguna Generasi Z. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 67 responden yang memiliki lebih dari satu akun Instagram. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji linearitas, dan regresi linier sederhana untuk melihat hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara penggunaan multiple account dan kemampuan mengelola keterbukaan diri. Semakin sering individu menggunakan akun ganda, semakin baik mereka dalam menyesuaikan informasi pribadi yang ditampilkan pada ruang publik maupun ruang privat. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan dramaturgi yang menjelaskan bahwa pemisahan akun utama dan akun kedua merupakan strategi sadar dalam memenuhi kebutuhan ekspresi diri, interaksi sosial, serta pengaturan identitas digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai bagaimana fitur multiple account berperan dalam pengelolaan privasi dan self-disclosure di media sosial.
SIMPLISIA TANAMAN DALAM BIDANG PERTANIAN: KAJIAN LITERATUR Risnawati; Fitria; Muhammad Alqamari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1701

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai posisi, pengolahan, standardisasi mutu, dan potensi ekonomi simplisia nabati dalam sektor pertanian di Indonesia. Kajian literatur naratif dilakukan terhadap sepuluh sumber utama yang terdiri atas artikel penelitian empiris, laporan pengabdian kepada masyarakat, dan pedoman teknis nasional yang terbit antara tahun 2011 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa simplisia berfungsi sebagai komoditas pertanian bernilai tambah yang menghubungkan kegiatan budi daya di lahan dengan industri obat tradisional, dengan tanaman rimpang famili Zingiberaceae mendominasi baik pasokan hasil budi daya maupun perdagangan di pasar tradisional. Mutu produk ditentukan oleh rangkaian terpadu antara praktik budi daya yang baik, tahapan penanganan pascapanen (sortasi, pengerikan, perajangan, pengeringan di bawah suhu 60°C, penggilingan, dan penyimpanan), serta parameter mutu terstandar seperti kadar air, yang menurut beberapa pengujian gravimetri terbukti dapat dipertahankan di bawah ambang batas 10% sesuai persyaratan farmakope nasional. Pengolahan simplisia berbasis masyarakat dan pemasaran digital, seperti produksi serbuk kunyit, terbukti mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga, meskipun ketergantungan musim dan pasokan dari tumbuhan liar yang sebagian berstatus konservasi masih menjadi kendala utama. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan sumber bahan baku berbasis budi daya, standardisasi pascapanen, dan akses pasar menjadi kunci untuk memposisikan simplisia sebagai komoditas pertanian yang berkelanjutan.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIANJUR MULA MULA KABUPATEN SAMOSIR Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila; Reyza Suwanto Sitorus; Hilda Julia; Nursamsi; Rahmat Suryanto Pirngadi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1702

Abstract

Keberlanjutan usahatani merupakan aspek penting dalam pembangunan pertanian karena dipengaruhi oleh faktor- faktor keberlanjutan. Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, sebagai salah satu sentra budidaya bawang merah, masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kondisi empiris di lapangan yang didukung oleh berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani bawang merah dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga bawang merah dan biaya usahatani), faktor sosial (penyerapan tenaga kerja dan motivasi petani), faktor ekologi (kondisi tanah dan irigasi air), serta faktor kelembagaan (keikutsertaan penyuluhan dan kelompok tani). Sinergi antar faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, kapasitas petani, efisiensi usaha, serta mendukung keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir.
STRATEGI KEBIJAKAN PENINGKATAN HARAPAN LAMA SEKOLAH DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Meylina S. Depari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1710

Abstract

Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2025 berada pada peringkat 33 dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara dengan capaian hanya 12,66 tahun, jauh di bawah rata-rata provinsi (13,50 tahun) dan nasional (13,30 tahun). Akar masalah utama adalah pandangan masyarakat bahwa pendidikan formal tidak memberikan keterampilan praktis untuk mencari nafkah, yang berkontribusi terhadap masih tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 8.620 anak usia 7-18 tahun. Menggunakan metode analisis kebijakan kualitatif dengan pendekatan problem structuring (metode USG/Urgency-Seriousness-Growth), makalah kebijakan ini merumuskan tiga alternatif kebijakan berdasarkan Teori Modal Manusia (Becker, 1964) dan Teori Determinasi Diri (Ryan & Deci, 2000): (1) penguatan pendidikan vokasi dan keterampilan terintegrasi; (2) perlindungan sosial dan subsidi pendidikan; serta (3) layanan psikososial dan pengembangan motivasi belajar. Hasil skoring oleh keyperson menunjukkan Alternatif 1 memperoleh skor tertinggi (66), diikuti Alternatif 2 (62) dan Alternatif 3 (59). Dengan mempertimbangkan kewenangan kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta ketersediaan sumber daya daerah, makalah kebijakan ini merekomendasikan Penguatan Program Pendidikan Vokasi dan Keterampilan Terintegrasi melalui Optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai intervensi utama.
MENGATASI LONJAKAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL AKIBAT PERNIKAHAN TANPA PERSIAPAN DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PADA TAHUN 2024 DAN 2025 Jhonniaman Sitepu
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1711

Abstract

Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi lonjakan kasus Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dari 145 kasus (2023) menjadi 447 kasus (2024) atau naik hampir tiga kali lipat, kemudian turun menjadi 323 kasus (2025) namun masih jauh di atas baseline (tahun 2023). Policy paper ini bertujuan mengidentifikasi akar masalah lonjakan KEK dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang konkret. Metode yang digunakan meliputi analisis kebijakan terhadap dokumen peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah, penentuan prioritas masalah dengan metode USG yang melibatkan 5 key person, serta pemilihan alternatif kebijakan menggunakan kriteria Dunn (efektivitas, efisiensi, dampak jangka panjang). Hasil analisis menunjukkan bahwa akar masalah adalah belum adanya regulasi yang mewajibkan pelaksanaan persiapan pernikahan sebagai syarat mutlak untuk menikah, sehingga Calon Pengantin tidak patuh terhadap pelaksanaan persiapan pernikahan. Kebijakan Penerbitan Standar Persiapan Pernikahan Calon Pengantin dan Sanksi Administratif yang Tegas terpilih sebagai prioritas utama dengan skor tertinggi (74 poin). Rekomendasi kebijakan yang diajukan kepada Bupati Serdang Bedagai adalah penerbitan Peraturan Bupati tentang Standar Persiapan Pernikahan Calon Pengantin, yang mewajibkan pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LiLA) minimal 23,5 cm, Hemoglobin minimal 12 gr/dL, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 18,5–24,9 sebagai syarat mutlak penerbitan buku nikah dan akta nikah.
PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Eriek Maniur Lumban Tobing
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1712

Abstract

Pembangunan lazimnya memiliki sejumlah indikator dan target. Namun pencapaian target indikator tidak menutup kemungkinan munculnya permasalahan pembangunan lainnya. Permasalahan yang muncul sering disebabkan oleh perencanaan pembangunan yang tidak memanfaatkan data kependudukan. Berdasarkan hasil USG yang dilakukan terhadap 5 ahli, ternyata selain hambatan tersebut, masih terdapat permasalahan lainnya yaitu data kependudukan Kabupaten Serdang Bedagai yang tidak akurat. Agar data kependudukan semakin akurat, diperlukan suatu partisipasi masyarakat secara aktif untuk memperbarui data kependudukannya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai harus mampu mengubah perilaku pasif masyarakat dengan suatu kebijakan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependuduk secara konsisten dan berkelanjutan.
Persepsi Petani Dalam Melakukan Konservasi Tanah dan Air dengan Sistem Rorak pada Perkebunan Kopi Arabika di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Prima Prasasti Pratama; Mawar Indah Br. Perangin-angin; Rahmi Eka Putri
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1713

Abstract

Prima Prasasti Pratama, Nirm. 01.02.21.252. Persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 75%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika secara simultan antara lain pendidikan formal (X1), pengalaman bertani (X2), ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), Ketersediaan saprodi (X7), dan lingkungan sosial (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika antara lain pengalaman bertani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X8). Sedangkan variabel pendidikan formal (X1) ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), ketersediaan saprodi (X7) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y).