cover
Contact Name
Vega Aditama
Contact Email
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6282257017949
Journal Mail Official
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Bendungan Sigura-gura No 2 Malang, Jawa TImur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Infomanpro
ISSN : 24609609     EISSN : 27747956     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Infomanpro Journal is a publication media of research results in the field of Civil Engineering and sub-fields of structure, geotechnical engineering, transportation, construction management, and water resources. This journal is published regularly as much as 2 volumes per year in June and December.
Articles 113 Documents
Regulasi Maintenant Ketebalan Sedimentasi dan Analisis sebaran Kolam Retensi Rolak 70 Dr.Ir.Markhaban Siswanto,ST,.Msi,.MT,.IPM Siswanto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 15 No 1 (2026): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v15i1.12147

Abstract

Sebaran sedimentasi sangat berpengaruh pada penyebaran arus. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui pola penyebaran sedimen yang terjadi. Hasil dari simulasi penyebaran sedimen ini adalah pola sebaran sedimen dengan kondisi saat Sungai mengalami debit puncak di tahun 2022 dan perubahan dasar Perairan. Pada simulasi transpor sedimen ini dipilih modul transpor sedimen karena di wilayah ini memiliki ukuran butir D50 dengan menghitung total load bed thickness sedimen. Sebelumnya, dilakukan pengambilan pada sepuluh titik sampel tanah dasar Sungai pada daerah studi. Diambil rata-rata nilai butiran sedimen untuk memudahkan simulasi transpor sedimen. Hasil dari simulasi moden sedimen pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut.
MANAJEMEN WAKTU PADA KONSTRUKSI RANCANG DAN BANGUN PEMBANGUNAN DI GEDUNG JANTUNG TERPADU RSUD JAYAPURA Ihsanudin Andi Sukirno; Nusa Sebayang; Maranatha Wijayaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 15 No 1 (2026): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v15i1.14054

Abstract

Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan secara terus menerus. Daerah Irigasi Kaubun merupakan salah satu Daerah Irigasi kewenangan pemerintah pusat dengan luas areal baku 1.150 Ha dan areal fungsional 736 Ha yang letak areal kerjanya berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Daerah Irigasi Kaubun memiliki 1 (satu) bendung, 2 (dua) saluran induk. Sementara itu Pemeliharaan jaringan irigasi belum dilakukan secara rutin dan berkala baik oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Akumulasi Sedimen salah satu masalah utama dalam saluran irigasi sekunder dan dapat menyebabkan penyumbatan saluran, penurunan kapasitas aliran air, dan peningkatan kerusakan infrastruktur. Peneltian ini dilakukan dengan mengevaluasi sistem jaringan irigasi dan melihat beberapa faktor yang mengakibatkan kerusakan saluran dengan berpedoman pada peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor: 12/PRT/M/2015 tanggal: 6 April 2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa rekapitulasi Index Kinerja Sistem Jaringan Irigasi didapatkan nilai optimum terbesar pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai 29,01 indeks. Sementara hasil prioritas penanganan utama menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yaitu pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai sebesar 0,462 limiting, dan biaya pemeliharaan rutin maupun berkala pada jaringan daerah irigasi kaubun adalah senilai Rp. 3.753.835.675,00.
STUDI KELAYAKAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) KABUPATEN SUMBA TENGAH Sriliani Surbakti; vega aditama; Nusa sebayang; Krisna Febrian Anugerahputra
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 15 No 1 (2026): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v15i1.19296

Abstract

Timbulan sampah merupakan indikator penting dalam perencanaan sistem pengelolaan persampahan, karena menentukan besarnya beban yang harus ditangani oleh suatu wilayah. Kabupaten Sumba Tengah saat ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah, dimana sistem yang ada belum berjalan optimal. Pengelolaan persampahan baru dilakukan secara terbatas di Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, dan di Waibaku, Kecamatan Katikutana seluas 5 Ha, sementara di desa lainnya masih menggunakan metode sederhana seperti penimbunan dan pembakaran sampah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pekarangan yang luas, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup. Oleh sebab itu diperlukan kajian aspek lingkungan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Pondok. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta sistem pengelolaan yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan TPA yang memenuhi standar pengelolaan lingkungan melalui pendekatan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Hasil kegiatan Studi kelayakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yaitu proses analisis untuk menilai lokasi dan rencana pembangunan TPA di Desa Pondok Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat Kabupaten Sumba Tengah layak dilaksanakan, dimana dinilai dari berbagai aspek, yaitu aspek teknis, aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Hasil dari aspek teknis sudah sesuai dengan lokasi dan desain TPA termasuk didalamnya kondisi tanah, topografi, ketersediaan akses jalan, jarak dari permukiman sudah sesuai sehingga lingkungan masyarakat tidak terganggu, dapat meminimalisasikan polusi pencemaran udara, dan metode pengolahan sampah dilakukan dengn sanitary landfill, dari aspek lingkungan menilai dampak TPA terhadap lingkungan antara lain diminimalisasikan pencemaran air tanah dan air permukaan, tidak terjadi pencemaran udara (bau, gas metana), meminimalkan dampak terhadap flora dan fauna, dari aspek ekonomi dan finansial, yaitu efesiensi pengelolaan sampah jangka Panjang, dari aspek sosial masyarakat bisa menerima, tidak terjadi konflik sosial, dan Aspek kelembagaan dan manajemen yaitu struktur organisasi pengelola TPA sudah ada, ketersediaan sumber daya manusia dan sistem operasional dan pemeliharaanTPA. Dengan adanya studi kelayakan TPA justru dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang aman, efektif, dan ramah lingkungan di Kabupaten Sumba Tengah.

Page 12 of 12 | Total Record : 113