cover
Contact Name
Riki Ruspianda
Contact Email
r.ruspianda@gmail.com
Phone
+6281374246124
Journal Mail Official
jurnalplanologidansipil@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi Jl. Gatot Subroto KM. 7 Jake, Telukkuantan Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS)
ISSN : -     EISSN : 26562960     DOI : -
Jurnal Planologi dan Sipil (JPS) menerbitkan naskah ilmiah berupa hasil penelitian maupun artikel studi kepustakaan pada bidang ilmu : 1. Perencanaan Wilayah dan Kota yang meliputi : Ilmu Perencanaan, Ilmu Wilayah, Tata Ruang, Pengembangan wilayah/Kawasan, Tata Guna Lahan, Perkotaan, Perdesaan, Ilmu Lingkungan, Geografi dan Pemetaan. 2. Teknik Sipil mencakup beberapa bidang ilmu yaitu : Ilmu Struktur, Sumberdaya Air, Arsitektur, Transportasi, Manajemen Proyek, Jalan raya, dan Geoteknik.
Articles 103 Documents
ANALISIS PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) BINA MARGA 2017: da Ruas Jalan Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi Sarwedi Sarwedi; Iwayan Dermana; Ade Irawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i2.4666

Abstract

Perencanaan perkerasan kaku menggunakan metode manual sesuai dengan pedoman Desain Perkerasan Bina Marga 2017 bertujuan untuk menentukan ketebalan pelat beton yang optimal berdasarkan kondisi lalu lintas dan karakteristik tanah. Metode ini meliputi analisis beban, penghitungan tebal perkerasan, serta evaluasi material yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan manual efektif dalam merancang perkerasan yang tahan lama dan ekonomis. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi performa perkerasan kaku, seperti jenis kendaraan dan kondisi tanah.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI: (Studi Kasus Daerah Irigasi Desa Simandolak, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi) Seprinaldi Seprinaldi; Surya Adinata
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i2.4667

Abstract

Terganggunya atau rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada, sehingga mengakibatkan efesiensi dan efektifitas irigasi menjadi menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan maka akan berdampak pada penurunan produksi pertanian. Pada daerah irigasi Simandolak mengalami masalah kekurangan air disebabkan karena banyaknya kerusakan saluran–saluran irigasi yang menyebabkan pengairan pada daerah-daerah irigasi kurang optimal ini menyebabkan pendangkalan pada saluran-saluran oleh manusia dan bangunan itu sendiri dan pendangkalan pada bagian bendung suplai irigasi yang diakibatkan oleh sedimentasi yang sangat tinggi sangat mempengaruhi ketersediaan kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi Simandolak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan air irigasi didaerah irigasi Sungai Desa Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Data-data digunakan dalam perhitungan kebutuhan air irigasi yaitu data curah hujan dan skema/layout jaringan irigasi. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis curah hujan dan perhitungan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh luas wilayah daerah irigasi desa Simandolak sebesar 976 ha dengan kebutuhan air irigasi pola tanam padi-padi dimulai awal pengolahan lahan awal bulan Januari minngu ke-2 maka pada perhitungan kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 347,50 l/dtk kebutuhan maksimum terjadi pada bulan April minggu ke-1.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) BINA MARGA 2017: (Studi Kasus Pada Ruas Jalan Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi – Kantor Bupati) Tomi Apriadi; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i2.4668

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pembangunan daerah. Ruas jalan Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi – Kantor Bupati merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan, namun kondisi eksisting jalan ini masih berupa tanah bercampur batu yang tidak layak untuk digunakan, terutama pada saat musim penghujan dan kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tebal perkerasan yang diperlukan pada ruas jalan Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi – Kantor Bupati berdasarkan metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Bina Marga 2017, sehingga mampu menahan beban lalu lintas sesuai dengan umur rencana 20 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer berupa hasil survei Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan data sekunder seperti nilai California Bearing Ratio (CBR) dari penelitian sebelumnya. Proses perhitungan dilakukan menggunakan metode MDP Bina Marga 2017 yang mempertimbangkan berbagai parameter, termasuk pertumbuhan lalu lintas, Vehicle Damage Factor (VDF), dan nilai kumulatif beban sumbu standar ekivalen (CESAL). Berdasarkan perhitungan, diperoleh tebal lapisan perkerasan lentur sebagai berikut: AC-WC setebal 40 mm, AC-BC setebal 60 mm, AC Base setebal 80 mm, dan lapisan pondasi agregat kelas A setebal 300 mm.Perkerasan lentur yang direncanakan menggunakan metode MDP Bina Marga 2017 diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan dan mendukung kelancaran lalu lintas pada ruas jalan Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi – Kantor Bupati selama umur rencana 20 tahun..
ANALISIS KANDUNGAN LUMPUR DAN ORGANIS PADA PASIR KULIM - DURI Adiprastya Pras; Zaharani Yusno; Arvin Arvin; Wan Ramli; Apriadi Yunarto; Raffi Kuswandi
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v7i2.4754

Abstract

Kadar lumpur merupakan salah satu parameter yang penting dalam menentukan kelayakan agregat halus untuk konstruksi beton. Menurut SNI 03-1750-1990, batas maksimum kadar lumpur pada agregat halus adalah 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lumpur pada pasir yang berasal dari daerah Kulim Duri. Metode pengujian dilakukan di laboratorium dengan pendekatan statistik uji t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar lumpur dari pasir Kulim Duri berada di bawah ambang batas 5%, sehingga pasir tersebut layak digunakan sebagai agregat halus dalam pekerjaan konstruksi.
ANALISIS SPASIAL PENETAPAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN MELALUI INTEGRASI LBS, LSD, RTRW, DAN RDTR DI KABUPATEN DELI SERDANG Rahmad Dian; Iswandani Lingga; Dessy Eresina Pinem; Mas Pratono
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5947

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan peruntukan kawasan tanaman pangan serta menyusun rekomendasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan sintesis spasial yang mengintegrasikan Lahan Baku Sawah (LBS), Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) melalui teknik overlay, gap analysis, interpretasi citra satelit, dan verifikasi lapangan untuk menghasilkan rekomendasi LP2B yang selaras dengan kondisi eksisting dan kebijakan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian spasial antar instrumen yang ditandai oleh perbedaan luasan dan delineasi kawasan pertanian. Proses sintesis spasial menghasilkan rekomendasi LP2B seluas 26.821,36 ha, yang terdiri atas 26.403,49 ha (98,44%) berdasarkan hasil identifikasi kondisi eksisting dan 417,87 ha (1,56%) kawasan LP2B yang telah ditetapkan dalam RDTR. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sintesis spasial mampu menghasilkan rekomendasi LP2B yang lebih konsisten dengan kondisi eksisting dan kebijakan tata ruang, sehingga dapat menjadi dasar dalam evaluasi RTRW, RDTR, serta penyusunan kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH KEMACETAN LALU LINTAS TERHADAP MOBILITAS MASYARAKAT DI KAWASAN PERKOTAAN Gandy Melcania Pranata; Elpi Riska; Harry Bangun Soaloon; Susri Melvira; Mutiara; Della; Melia Nurafni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5951

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama di kawasan perkotaan yang berdampak pada menurunnya mobilitas masyarakat, meningkatnya waktu tempuh, biaya transportasi, konsumsi bahan bakar, serta pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kemacetan lalu lintas, mengkaji dampaknya terhadap mobilitas masyarakat, serta mengidentifikasi upaya yang dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat kemacetan di kawasan perkotaan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan peraturan perundang-undangan yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan menginterpretasikan temuan-temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan kapasitas infrastruktur jalan, rendahnya penggunaan transportasi umum, hambatan samping, serta lemahnya manajemen lalu lintas merupakan faktor utama penyebab kemacetan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan efisiensi perjalanan, peningkatan biaya operasional kendaraan, berkurangnya produktivitas masyarakat, serta meningkatnya emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan transportasi umum yang terintegrasi, penerapan sistem transportasi cerdas, peningkatan manajemen lalu lintas, dan kebijakan transportasi berkelanjutan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN SENTAJO - TERATAK AIR HITAM) Ilham Risfandi; Surya Adinata; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, tingkat, serta penyebaran kerusakan perkerasan jalan dengan menggunakan metode Bina Marga pada ruas jalan Sentajo – Teratak Air Hitam sepanjang 2,5 km. Metode ini menilai kondisi jalan berdasarkan identifikasi jenis kerusakan, tingkat keparahan, dan luas kerusakan yang terjadi pada segmen jalan tertentu. Data penelitian ini diperoleh melalui survei lapangan berupa pengamatan visual dan pengukuran dimensi kerusakan, serta pengambilan data lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada hari dan jam-jam sibuk pengguna jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang dominan meliputi retak kulit buaya sebanyak 2 titik, lubang sebanyak 12 titik, dan retak memanjang sebanyak 2 titik, dengan tingkat keparahan bervariasi. Berdasarkan perhitungan nilai kondisi jalan menurut metode Bina Marga, diperoleh UP untuk ruas jalan Sentajo – Teratak Air Hitam adalah 12. Untuk jalan dengan nilai UP > 7 masuk kedalam program pemeliharaan rutin.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN IMAM MUNANDAR BERDASARKAN PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA (2014) Fangky William Putra; Chitra Hermawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas Jalan Imam Munandar di Kota Teluk Kuantan berdasarkan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas jalan, derajat kejenuhan (Degree of Saturation/DS), serta tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) pada kondisi aktual di lapangan. Data primer diperoleh melalui survei volume lalu lintas, hambatan samping, dan pengukuran geometrik jalan, sedangkan data sekunder bersumber dari instansi terkait dan PKJI 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas ruas Jalan Imam Munandar adalah sebesar 2.179,872 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,61. Berdasarkan klasifikasi tingkat pelayanan, ruas jalan ini termasuk dalam kelas B, yang berarti arus lalu lintas masih dalam kondisi stabil dan relatif lancar. Meskipun demikian, aktivitas parkir di badan jalan serta hambatan samping lainnya perlu dikendalikan agar kinerja jalan tetap optimal di masa mendatang.
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI DESA PETAPAHAN KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Andika Inzagi; Ade Irawan; Chitra Hermawan
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5281

Abstract

Evaluasi kinerja jaringan irigasi merupakan langkah penting untuk memastikan efisiensi distribusi air menuju lahan pertanian serta menjaga keberlanjutan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan irigasi dengan menggunakan parameter-parameter utama seperti efisiensi jaringan, kehilangan air, , dan ketepatan waktu pengairan. Metode yang digunakan meliputi, pengamatan kondisi fisik saluran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja jaringan irigasi secara umum masih perlu perbaikan, dengan efisiensi rata-rata mencapai 75%, yang dipengaruhi oleh faktor kebocoran dan pengelolaan yang kurang optimal. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pemeliharaan saluran, optimalisasi pembagian air, dan peningkatan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan jaringan irigasi dapat berfungsi lebih efektif dan meningkatkan produktivitas pertanian.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN JARAK MENGGUNAKAN THEODOLITE DAN WATERPASS PADA BIDANG MIRING (SLOPE)DI DANAU WISATA KOTO KARI Asrigo aidil rades; Ade Irawan; Iwayan Dermana
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Planologi dan Sipil, Agustus 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jps.v8i2.5282

Abstract

Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi namun juga mengalami musim kemarau, sehingga diperlukan sistem irigasi yang efektif untuk mendukung produktivitas pertanian. Pengukuran daerah irigasi menjadi aspek penting dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan sistem irigasi, meliputi penentuan batas wilayah, kontur lahan, serta posisi bangunan irigasi. Theodolite digunakan untuk mengukur pergeseran horizontal dan vertikal, sedangkan waterpass digunakan untuk mendeteksi perubahan elevasi atau beda tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil pengukuran menggunakan theodolite dan waterpass pada daerah irigasi Danau Wisata Koto Kari, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dengan kondisi medan miring. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Data primer diperoleh melalui pengukuran langsung pada enam titik patok menggunakan theodolite dan waterpass, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait. Analisis data meliputi perbandingan hasil pengukuran jarak dan beda tinggi, perhitungan luasan poligon tertutup, serta evaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran, seperti kondisi alat, teknik pengukuran, lingkungan, topografi, dan keterampilan operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rata-rata pengukuran jarak antara theodolite dan waterpass sebesar 0,0241 m, sedangkan selisih rata-rata beda tinggi sebesar 0,2128 m. Theodolite menunjukkan akurasi yang lebih baik pada jarak panjang, sementara waterpass lebih efektif untuk jarak pendek. Luasan daerah irigasi yang diperoleh berkisar 1,76 hektar dengan selisih hasil yang relatif kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua alat dapat digunakan secara komplementer sesuai kebutuhan akurasi dan kondisi lapangan.

Page 10 of 11 | Total Record : 103