cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
Training For The Prevention of Narcotics Abuse Among Students of Halu Oleo University: Pelatihan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Mahasiswa Universitas Halu Oleo Adius Kusnan; Wa Ode Salma; Asriati Asriati; Amiruddin Eso; Astri Yustina Kambu; Muhammad Zulfikarrahim
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.298 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang806

Abstract

Information is a very important need, the basis for making decisions, one of which is sourced from that information. Kelurahan offices, village offices or other government offices are the requirements for the information needed by the general public. The presence of bulletin boards as a medium for conveying information at the Kelurahan office, village office or other government office is still an important thing that can be used to meet the public's need for information. Digital Information Board (Digital Signage) is one of the electronic media which is currently often used to provide needed information. Digital signage (digital signage) is a one-way digital information service. The purpose of this community service activity is to build a digital information board using an Android TV device. The presence of this Android TV-based digital information board makes it easy for village officials to make digital-based information due to its ease of use which is the same as Android-based mobile devices. Abstrak Informasi merupakan kebutuhan yang sangat penting, dasar dalam pengambilan keputusan salah satunya adalah bersumber dari informasi tersebut. Kantor Kelurahan, kantor desa ataupun kantor pemerintahan lain syarat akan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat umum. Kehadiran papan pengumuman sebagai media penyampai informasi di Kantor Kelurahan, kantor desa ataupun kantor pemerintahan lain hingga saat ini tetap menjadi hal penting yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Papan Informasi digital (Digital Signage) merupakan salah satu media elektronik yang saat ini sering digunakan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Papan pengumuman digital (digital signage) adalah Sebuah layanan informasi berbasis digital satu arah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun papan informasi digital dengan menggunakan menggunakan perangkat android tv. Hadirnya Papan informasi digital berbasis Android TV ini memberikan kemudahan bagi perangkat desa dalam membuat informasi berbasis digital dikarenakan kemudahan penggunaannya yang sama dengan perangkat handphone berbasis android.
Improvement of Clean and Healthy Living Behavior in Coastal Communities in Bajo Indah Village, Soropia District Konawe District: Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masyarakat Pesisir di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Adius Kusnan; Sri Susanty; La Ode Alifariki
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.079 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang807

Abstract

Clean and healthy living behaviors are all health behaviors that are carried out with awareness so that family or family members can help themselves in the health sector and play an active role in health activities in the community. Clean and healthy living behavior (CHLB) needs to be accustomed as a daily activity in life, whether it is done at home or at school. This counseling was carried out by a service team consisting of the Faculty of Medicine, Halu Oleo University together with students and the audience was the community in Bajo Indah Village, Konawe Selatan Regency as many as 40 people. The results of measuring community knowledge show that there are differences in CHLB knowledge before and after counseling. Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dibiasakan sebagai kegiatan sehari-hari dalam kehidupan, baik itu dilakukan di rumah maupun di sekolah. Penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri atas Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo bersama mahasiswa dengan khalayak adalah masyarakat di Desa Bajo Indah Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 40 orang. Hasil penguuran pengetahuan masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan PHBS sebelum dan sesudah penyuluhan.
Efforts to Increase Students' Knowledge through Education about Dengue Fever: Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Edukasi Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue La Ode Alifariki; Adius Kusnan
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.509 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang808

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is also known as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dengue fever (DF), dengue fever (DD), and Dengue Shock Syndrome (DSS). This disease can affect all ages, both children and adults. This community service was carried out with the aim of educating students about the importance of preventing DHF in the school environment. This counseling was carried out by a service team consisting of the Faculty of Medicine, Halu Oleo University along with students with an audience of 30 students from SMPN 20 Kendari. The results of measuring students' knowledge showed that there were differences in knowledge about DHF before and after counseling. Abstrak Demam berdarah dengue (DBD) dise-but juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dengue fever (DF), demam dengue (DD), dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Penyakit ini dapat menyerang semua umur baik anak-anak maupun orang dewasa. PkM ini dilaksanakan bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pencegahan DBD di lingkungan sekolah. Penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri atas Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo bersama mahasiswa dengan khalayak adalah siswa SMPN 20 Kendari sebanyak 30 orang. Hasil penguuran pengetahuan siswa menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan tentang DBD sebelum dan sesudah penyuluhan.
Counseling Counseling on Preventing Stunting Starting from the Family by Improving Nutrition and Sanitation and Complete Immunization in Lanto Jaya Village, Poso Regency: Penyuluhan Cegah Stunting Mulai dari Keluarga dengan Perbaiki Gizi dan Sanitasi serta Lengkapi Imunisasi di Desa Lanto Jaya Kabupaten Poso Lilis Candra Yanti; H. Hatijar; Sri Hardiyanti
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.522 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang812

Abstract

This service aims to provide education to the community about how to prevent stunting starting from the family itself, namely by improving daily food nutrition, improving environmental sanitation and completing child immunization. Stunting is one of the health problems in Indonesia which is still quite high, one of which is the Poso Regency area which also contributes to the incidence of stunting. Stunting is classified as a chronic nutritional problem caused by many factors including economic conditions, maternal nutrition during pregnancy, infant pain, lack of nutritional intake as a toddler. This service has been carried out in Lanto Jaya Village, Poso Pesisir, Poso Regency with counseling methods as well as discussions or questions and answers with participants. The results of the counseling show that the community still does not understand the problem of stunting and the causes of stunting and the future impact on their children if they experience stunting. With this counseling, the community understands better and is very helpful for Puskesmas cadres in providing understanding or knowledge to the community. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana pencegahan stunting yang dimulai dari keluarga sendiri yaitu dengan memperbaiki gizi makanan sehari-hari, memperbaiki sanitasi lingkungan serta melengkapi imunisasi anak. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang masih cukup tinggi, salah satunya daerah Kabupaten Poso juga penyumbang angka kejadian stunting. Stunting tergolong masalah gizi kronik yang disebabkan banyak faktor diantaranya kondisi ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, kurang asupan gizi saat balita. Pengabdian ini telah di lakukan di Desa Lanto Jaya, Poso Pesisir Kabupaten Poso dengan metode penyuluhan serta diskusi atau tanya jawab dengan peserta. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa masyarakat masih kurang paham terkait dengan masalah stunting dan penyebab stunting dan dampak kedepan dengan anak mereka jika mengalami stunting. Dengan adanya penyuluhan ini masyarakat lebih paham serta sangat membantu kader-kader Puskesmas memberikan pemahaman atau pengetahuan kepada masyarakat.
Training and Coaching Strengthening Character Education Based On School Culture InThe Upper Class Of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Tamidung Batang-Batang: Pelatihan Dan Pembinaan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah Di Kelas Atas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Tamidung Batang-Batang Ali Armadi; Muhammad Misbahudholam AR; Kurratul Aini
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.882 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang818

Abstract

The purpose of this service is to equip upper-class students of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam with training and development of strengthening character education (PPK) based on school culture. The method used in this service activity consists of several stages, namely; preparation, implementation, data collection and evaluation. The implementation of strengthening character education is carried out mainly using four (4) ways, namely: 1) Integrating into the curriculum such as the preparation of a Learning Implementation Plan (RPP) for each subject by considering the uniqueness of the identity of the school culture and the surrounding environment and integrating into the construction of teaching materials specifically for each subject that contains references to local culture, 2) Improving the strengthening of school culture-based character education into the learning activity process by integrating it into the curriculum, optimizing local content and classroom management/ management, 3) Strengthening school culture-based character education (PPK) formed through habituation or orientation of daily values, good attitudes of educators, norms, rules, school ecosystems, and school traditions, and 4) Strengthening school culture-based character education with involving or collaborating with the community and through the involvement of existing partners, such as: parents, religious leaders/ leaders, community leaders, educational activists, academics, culturalists, business actors, literati, artists and other related parties. Abstrak Tujuan pengabdian ini adalah membekali siswa kelas atas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam dengan pelatihan dan pengembangan penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kultur sekolah. Adapun Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terdari dari beberapa tahapan yaitu; persiapan, pelaksanaan, pengambilan data dan evaluasi. Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dilaksanakan terutama menggunakan empat (4) cara, yaitu: 1) Mengintegrasikan ke dalam kurikulum seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada setiap mata pelajaran dengan mempertimbangkan keunikan identitas kultur sekolah dan lingkungan sekitarnya dan mengintegrasikan ke dalam konstruksi bahan ajar khusus mata untuk setiap mata pelajaran yang memuat referensi kultur lokal, 2) Meningkatkan penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kultur sekolah ke dalam proses kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum, mengoptimalkan muatan lokal serta pengelolaan/manejemen kelas, 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis kultur sekolah terbentuk melalui kegiatan pembiasaan atau orientasi nilai-nilai sehari-hari, suri tauladan pendidik, norma, aturan, tradisi sekolah dan eksistem sekolah, dan 4) Memperkuat pendidikan karakter berbasis kultur sekolah dengan mellibatkan atau kolaborasi masyarakat serta melalui pelibatan mitra yang ada, seperti: orang tua, pemuka/tokoh agama, tokoh masyarakat, pegiat pendidikan, akademisi, budayawan, pelaku usaha, sastrawan, seniman dan pihak terkait lainnya.
Mendeley Desktop Training as a Reference Tool in Writing Scientific Papers for Comunnity of Literasi Muda Pekanbaru: Pelatihan Mendeley Desktop Sebagai Referensi Alat Dalam Menulis Karya Ilmiah Untuk Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Muthia Anggraini; Virgo Trisep Haris; Alfian Saleh
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.807 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang820

Abstract

Higher education has a target to appear to be the best and advance in the world of education and society. The indicators seen are from the work produced by lecturers and students. Writing that produces scientific work is one of them. partners who are members of the Pekanbaru Young Litersi community have difficulty in making a Final Project which will be published in the form of an article. The difficulty is in managing to reference sources because they are not careful in including citations, and the difficulty in using the Mendeley application. The service team helps partners by providing training on the use of the Mendeley desktop. 31 participants are final year students from the Civil Engineering and Electrical Engineering Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% of participants have not been able to use this application. 67.47% of participants had never heard of Mendeley. 80.64% of participants don't know what Mendeley is. In conclusion, There has been an increase in partner understanding of the Mendeley app and its use. 100% of participants understand and can use the Mendeley application based on the distribution of the questionnaire given. Abstrak Perguruan Tinggi mempunyai target untuk tampil menjadi yang terbaik dan maju dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Indikator yang dilihat adalah dari karya yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Tulisan yang menghasilkan karya ilmiah merupakan salah satunya. Mitra yang tergabung dalam komunitas Litersi Muda Pekanbaru mengalami kesulitan dalam membuat Tugas Akhir yang nanti dipublikasikan dalam bentuk artikel. Kesulitannya adalah dalam mengelola sumber referensi karena kurang teliti dalam mencantumkan kutipan, dan kesulitan menggunakan Mendeley desktop. Tim pengabdian membantu mitra dengan memberikan pelatihan penggunaan Mendeley desktop. Peserta berjumlah 31 orang yang merupakan mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% peserta belum bisa menggunakan aplikasi ini. 67,47% peserta tidak pernah mendengarkan tentang Mendeley. 80,64% peserta belum mengetahui apa itu Mendeley. Kesimpulannya Terjadi peningkatan pemahanan mitra tentang aplikasi Mendeley dan penggunaannya. 100% peserta memahami dan bisa menggunakan aplikasi Mendeley berdasarkan penyebaran kuisoner yang diberikan.
Socialization of Catfish (Clarias sp.) Using Semi-Artificial Spawning in Aras Village, Batu Bara Regency: Sosialisasi Pembenihan Ikan Lele (Clarias sp.) dengan Menggunakan Pemijahan Semi Buatan di Desa Aras Kabupaten Batu Bara Ria Retno Dewi Sartika Manik; Ewin Handoco; Lois Oinike Tambunan; Janwar Tambunan; Sahat Sitompul
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.533 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang822

Abstract

Catfish production from year to year has increased. Catfish production in Indonesia in 2013 reached 758,455 tons. The socialization of catfish hatchery using semi-artificial spawning is aimed at cultivating the community to increase seed yields and carry out catfish hatchery with semi-artificial spawning methods. The method used is the method of presentation and practice. Counseling on catfish spawning with semi-artificial techniques is very useful for groups of fish farmers, this is evident from the enthusiasm of the community who are enthusiastic in participating in the socialization from beginning to end. Abstrak Produksi ikan lele dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Produksi ikan lele di Indonesia pada Tahun 2013 mencapai 758.455 ton. Sosialisasi pembenihan ikan lele dengan menggunakkan pemijahan semi bauta bertujuan agar masyarakat pembudidaya dapat meningkatkan hasil benih dan melaksanakan pembenihan ikan lele dengan metode pemijahan semi buatan. Metode yang digunakan adalah metode presentasi dan praktek. Penyuluhan tentang pemijahan ikan lele dengan teknik semi buatan sangat bermanfaat terhadap kelompok pembudidaya ikan, hal ini terbukti dari semangat masyarakat yang antusias dalam mengikuti sosialisasi mulai dari awal sampai akhir.
Education on Handling Hypertension and Blood Pressure Checks at Petobo Huntara Central sulawesi: Edukasi Penanganan Penyakit Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan darah Di Huntara Petobo Sulawesi Tengah Syafika Alaydrus; Niluh Puspita Dewi; Wayan Wirawan; Ayu Wulandari
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.564 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang823

Abstract

Hypertension is another name for high blood pressure. Blood pressure itself is the force of blood flow from the heart that pushes against the walls of blood vessels (arteries). Hypertension is a condition in which blood pressure is higher than 140/90 mmHG. This counseling was carried out by a team of Stifa Pelita Mas Palu lecturers totaling 4 people assisted by several students and carried out at Banua Huntara Petobo, with a total of 108 participants. Educational results based on discussions show that there are differences in knowledge about hypertension before and after being given education. Abstrak Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri). Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHG. Penyuluhan ini dilakukan oleh tim dosen Stifa Pelita Mas Palu yang berjumlah 4 orang di bantu beberapa mahasiswa dan dilakukan di Banua Huntara Petobo, dengan jumlah peserta sebanyak 108 orang. Hasil Edukasi berdasarkan diskusi menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan tentang hipertensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi.
Training on Submitting Articles Through the Open Journal System (OJS) for the Pekanbaru Young Literacy Community: Pelatihan Submit Artikel Melalui Open Journal Sytem (OJS) Bagi Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri; Winayati Winayati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.125 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang829

Abstract

The Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Higher Education issued regulation no.44 of 2015 concerning national standards of higher education and a circular letter of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Learning and Student Affairs no.B 323/B.B1/SE /2019 regarding the publication of scientific works for Undergraduate Programs, Masters Programs and Doctoral Programs. This explains that academic researchers are required to disseminate it by means of seminars, publications, patents or other means so that research results can be known by the general public. In general, the dissemination of scientific works is done online through the Open Journal System. However, with the increase in information technology so that scientific works produced are prone to plagiarism because of the ease of accessing information. The Young Literacy Community is a community consisting of young researchers or final year students who are conducting research and making scientific papers. Partners have a lack of knowledge about how to submit articles through the Open Journal System (OJS). Universities answer partner problems by providing knowledge about the Open Journal System (OJS). The method used is learning in class lectures, discussions and questions and answers as well as practice/simulation applications. The results obtained by participants were able to increase participants' knowledge of the stages of the process of submitting scientific articles through the Open Journal System (OJS) and tricks in overcoming problems when submitting so that participants are expected to be able to implement the knowledge gained in the implementation of publishing results. participant's research work. Abstrak Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral mengeluarkan peraturan no.44 Tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi dan surat edaran Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral pembelajaran dan Kemahasiswaan no.B 323/B.B1/SE/2019 tentang publikasi Karya ilmiah Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor. Hal ini menjelaskan bahwa para peneliti akademisi diwajibkan untuk menyebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dipatenkan atau dengan cara lain sehingga hasil penelitian dapat diketahui oleh masyarakat umum. Pada umumnya penyebaran karya ilmiah dilakukan secara online melalui sistem Open Jurnal Sistem. Namun dengan meningkatnya teknologi informasi sehingga karya ilmiah yang dihasilkan rawan terjadinya plagiarisme Karena kemudahan dalam mengakses informasi. Komunitas Literasi Muda merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan para peneliti muda atau mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah. Mitra memiliki kedala kurangnya pengetahuan tentang cara mensubmite artikel melalui sistem Open Journal Sytem (OJS). Perguruan tinggi menjawab persoalan mitra dengan memberikan pengetahuan tentang sistem Open Journal Sytem (OJS). Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik/simulasi aplikasi. Hasil yang diperoleh peserta mampu meningkatkan pengetahuan peserta terhadap tahapan proses mensubmit artikel hasil karya ilmiah melalui Open Journal Sytem (OJS) dan trik-trik dalam mengatasi permasalahan pada saat melakukan submit sehingga diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapat dalam pelaksanaan hal melakukan publikasi hasil karya ilmiah penelitian peserta .
Improvement of UD Manjur Makmur's Business through Training and Assistance in the Application of Sari Drink Product Packaging: Peningkatan Usaha UD Manjur Makmur melalui Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Kemasan Produk Minuman Sari Anita Wulandari; Dian Setiya Widodo; Wahyu Kanti Dwi Cahyani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.412 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang840

Abstract

Noni juice is a fermented beverage that is in great demand. Noni juice is a supplement drink for the human body. Noni plant is also known as a medicinal plant. This plant is a shrub native to Tahiti and Hawaii. Noni fruit is efficacious for treating several degenerative diseases such as cancer, tumors, and diabetes. Currently, there are many products that do not have good and attractive packaging so that they are difficult to sell in the market or are not in demand by consumers, especially beverage products. Therefore, the purpose of holding this activity is This community service is to provide assistance and training in the application of product packaging noni juice drink to UD Manjur Makmur partners. The method used is the transfer of knowledge related to the design of attractive packaging labels to business owners. The result of this activity is that partners have additional knowledge related to packaging their products so that they can be better and more attractive and able to make good packaging labels that are easily understood by consumers. Meanwhile, the positive impact that occurred after this activity was carried out was that partners were able to produce higher quality noni juice products. Abstrak Minuman sari buah mengkudu merupakan minuman yang telah di fermenstasikan yang banyak diminati. Sari buah mengkudu merupakan minuman suplemen tubuh manusia. Tanaman mengkudu dikenal juga sebagai tanaman obat. Tanaman ini merupakan tumbuhan perdu yang berasal dari daerah Tahiti dan Hawaii. Buah mengkudu berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, dan diabetes. Saat ini banyak produk‐produk yang tidak memiliki kemasan yang baik dan menarik sehingga sulit laku dipasaran atau tidak diminati oleh konsumen terutama produk minuman, konsumen saat ini sudah dapat membedakan mana produk yang baik dan mana produk yang tidak baik tentunya dilihat dari kemasan yang digunakan. Oleh karena itu, tujuan dari diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan penerapan kemasan produk minuman sari buah mengkudu kepada mitra UD Manjur Makmur. Metode yang digunakan adalah transfer ilmu pengetahuan terkait dengan desain lebel pengemasan yang menarik kepada pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra memiliki tambahan pengetahuan terkait pengemasan produknya agar lebih baik dan menarik serta mampu membuat lebel kemasan yang baik dan mudah dipahami oleh konsumen. Sementara, dampak positif yang terjadi setelah dilakukan kegiatan ini adalah mitra mampu menghasilkan produk minuman sari mengkudu yang lebih berkualitas

Page 8 of 32 | Total Record : 314