cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
Effort to Prevent COVID-19 STIKES Samarinda (STIKSAM) by Distributing Hand Sanitizer in Air Hitam Village of Samarinda City: Upaya Pencegahan COVID-19 STIKES Samarinda (STIKSAM) dengan Menyalurkan Hand Sanitizer di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda Eka Siswanto Syamsul; Supomo; Achmad Kadri Ansyori
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.338 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang338

Abstract

Due to the COVID-19 pandemic outbreak, the availability of handwashing products in Samarinda City has become a rare item. The purpose of this activity is to prevent COVID-19 through the use of Hand Sanitizer. This method in this service includes several stages, namely preparation that includes the preparation of tools and materials, the production process with the stages of mixing materials into hand sanitizer products, and the packaging process that is inserting the finished hand sanitizer into small bottles measuring 20 ml, 100 ml and Container 5 L, as well as labelling the brand hand sanitizer, and subsequently the distribution process in RT 27, 28 , 29 and 30 Black Water Village. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) and Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) make hand sanitizer in accordance with WHO regulations, hand sanitizer distribution process in rt 27, RT 28, RT 29 and RT 30 Black Water Village and COVID-19 referral hospital (AW Hospital. Sjahranie and I.A. Moeis Hospital) went smoothly. Mayor of Samarinda H. Syaharie Ja'ang appreciated and reviewed the activities of Hand Sanitizer making at STIKES Samarinda campus. Abstrak Akibat wabah pandemi COVID-19 ketersediaan produk pencuci tangan di Kota Samarinda menjadi barang langka. Tujuan kegiatan ini yaitu melakukan upaya pencegahan COVID-19 melalui penggunaan Hand Sanitizer. Metode pada pengabdian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan yang meliputi penyiapan alat dan bahan, proses produksi dengan tahapan pencampuran bahan-bahan menjadi produk hand sanitizer, dan proses pengemasan yaitu memasukan hand sanitizer yang sudah jadi ke dalam botol-botol kecil berukuran 20 ml, 100 ml maupun Dirigen 5 L, serta labelling merek hand sanitizer, dan selanjutnya proses pendistribusian di RT 27, 28, 29 dan 30 Kelurahan Air Hitam. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) membuat hand sanitizer sesuai ketentuan WHO, proses pendistribusian hand sanitizer di wilayah RT 27, RT 28, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Air Hitam dan Rumah sakit rujukan COVID-19 (RSUD AW. Sjahranie dan RSUD I.A. Moeis) berjalan dengan lancar. WaliKota Samarinda H. Syaharie Ja’ang mengapresiasi dan meninjau kegiatan pembuatan Hand Sanitizer di kampus STIKES Samarinda.
Strategies to Increase Income for Small and Medium Micro Businesses in the Middle of Pandemic COVID-19 in Mojokerto: Strategi Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Tengah Pandemi COVID-19 di Mojokerto Ika Widiastuti; Pandu Adi Cakranegara
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.314 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang341

Abstract

This article is motivated by COVID-19, which can affect the economy and MSMEs of the Mojokerto community. The research objective was to determine the community's strategies in Watespinggir Hamlet Mojokerto to survive and still earn income during the pandemic. The research method is descriptive qualitative, and the authors collect data by conducting interviews, discussions with business actors, and seeking information from other article sources. The results showed that business actors' efforts to increase an income such as studying more details about the technology, providing exemplary service to consumers, paying attention to the quality of goods to be sold to consumers. Also, selling products using e-commerce, adding services to consumers, digital marketing and optimizing marketing relationships with consumers, maintaining products, and protecting existing customers. Abstrak Artikel ini dilatarbelakangi oleh COVID-19 yang dapat mempengaruhi perekonomian dan UMKM masyarakat Mojokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh masyarakat di Dusun Watespinggir Mojokerto supaya dapat bertahan dan tetap mendapatkan penghasilan selama pandemi. Metode penelitian ialah kualitatif deskriptif, penulis mengambil data dengan melakukan wawancara, diskusi dengan pelaku usaha dan mencari informasi dari sumber artikel lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelaku usaha guna meningkatkan suatu pendapatan seperti mempelajari lebih detail tentang teknologi, memberikan pelayanan yang baik untuk konsumen, memperhatikan kualitas barang yang akan dijual ke konsumen. Selain itu, penjualan produk dengan menggunakan e-commerce, penambahan layanan terhadap konsumen, digital marketing serta mengoptimalkan hubungan pemasaran dengan para konsumen, dan mempertahankan produk serta menjaga pelanggan yang sudah ada.
Empowerment of a Family Creative Economy through the Utilization of Natural Materials to be a Hand Sanitizer for COVID-19 Prevention: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Keluarga Melalui Pemanfaatan Bahan Alami Menjadi Hand Sanitizer untuk Pencegahan COVID-19 Wahyu Utami; Karisma Ayu Ningtyas; Vira Safitri; Endang Mawarti; Lilla Puji Lestari
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.253 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang342

Abstract

The KKNT-KK activity of the Urip Sumoharjo Group purpose to provide public understanding of the importance of 3M in preventing the spread of the corona virus. As well as improving community skills in the use of natural ingredients for the manufacture of hand sanitizers. The method used in this activity is education and socialization of the application of 3M for the prevention of the corona virus, practicing how to make hand sanitizers from natural ingredients. The targets in this KKNT-KK activity are the people of Kalijaten Village, Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency, especially mothers. The result of this activity is that the community has begun to understand the importance of 3M, and can utilize natural ingredients for the manufacture of hand sanitizers. Abstrak Kegiatan KKNT-KK Kelompok Urip Sumoharjo ini bertujuan untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya 3M untuk mencegah penyebaran virus corona. Serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alami untuk pembuatan hand sanitizer. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dan sosialisasi penerapan 3M untuk pencegahan virus corona, mempraktekkan cara pembuatan hand sanitizer dari bahan alami. Sasaran dalam kegiatan KKNT-KK ini yaitu masyarakat Kelurahan Kalijaten Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo khususnya para ibu-ibu. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat mulai paham tentang pentingnya 3M, serta bisa memanfaatkan bahan alami untuk pembuatan hand sanitizer.
Socialization of the Utilization of Seaweed and Diversification of Its Processes as Functional Food in an Effort to Increase the Immune System during the COVID-19 Pandemic: Sosialisasi Pemanfaatan Rumput Laut dan Diversifikasi Olahannya Sebagai Pangan Fungsional dalam Usaha Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh di Masa Pandemi COVID-19 Warsidah; Dzul Fadly; Arman Amran
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.635 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang346

Abstract

Seaweed or known as macroalgae, is one of the marine commodities with valuable economic potential for domestic and foreign markets. West Kalimantan, especially on Lemukutan Island, is one of the cultivation centers for Eucheuma cottoni and E.spinosum. The use of seaweed as a functional food in various kinds of preparations has not been implemented optimally. This PKM activity aims to socialize the use and consumption of seaweed and diversify its processing in an effort to improve the immune system, especially during the Covid19 pandemic. A total of 256 participants stated that they were ready to attend the webinar, which was delivered in an online form distributed by the organizing committee. Socialization activities are carried out online with the material presented related to seaweed and its various preparations and its function as food in improving health status through repair, restoration, or enhancement of the immune system, so it is very important to socialize consumption and utilize this food as a defense agent for the body during pandemic Covid19 or after. The results of the evaluation of PKM activities through the pretest and posttest shows that the participants' knowledge regarding the material presented has increased from 40-50% to 80-90%, for that it is still expected that there will be similar activities with a wider target object in West Kalimantan which can improve the welfare of society in general. Abstrak Rumput laut atau dikenal sebagai makroalga merupakan salah satu komoditas perairan laut yang memiliki potensi ekonomi yang sangat bernilai baik untuk pasaran domestic maupun pasaran mancanegara. Kalimantan Barat khususnya Pulau Lemukutan merupakan salah satu sentra budidaya Eucheuma cottoni dan E.spinosum. Pemanfaatan rumput laut ini sebagai pangan fungsional dalam berbagai macam olahan belum dilaksanakan secara optimal. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memasyarakatkan pemanfaatan dan konsumsi rumput laut serta diversifikasi olahannya dalam usaha untuk meningkatkan system kekebalan tubuh terutama di masa pandemic Covid19. Sebanyak 256 peserta menyatakan siap hadir di acara webinar yang disampaikan dalam form online yang dibagikan oleh panitia pelaksana kegiatan. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara online dengan materi yang disampaikan terkait rumput laut dan aneka olahannya serta fungsinya sebagai bahan pangan dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui perbaikan, pemulihan atau peningkatan system kekebalan tubuh, sehingga sangat penting untuk mensosialisasikan konsumsi dan memanfaatkan pangan ini sebagai agen pertahanan tubuh dalam masa pandemic Covid19. Dari hasil evaluasi kegiatan PKM ini melalui pretest dan post test menunjukkan pengetahuan peserta terkait materi yang disampaikan mengalami peningkatan dari 40-50% menjadi 80-90%, untuk itu masih diharapkan adanya kegiatan-kegiatan serupa dengan obyek sasaran yang lebih luas dalam wilayah Kalimantan Barat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Socialization and Training of Making Educational Game Tools from Waste in Tunggilis Village: Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif dari Sampah di Desa Tunggilis Rianti; Imas Masitoh; Teti Anggi Andriani; Ida Solihat; Dwi Istrianti
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.823 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang776

Abstract

This community service activity aims to raise awareness of the residents of Tunggilis Village on the importance of proper waste sorting, selection and management. In addition, this activity also aims to increase the knowledge, skills and creativity of housewives and PAUD teachers in making APE and being able to implement it in learning according to aspects of child development. The method used in this PKM is Participatory Action Research (PAR), namely first, providing material about waste and APE using the lecture method, to provide education about waste, waste problems, types of waste and how to sort and select waste that can be used as APE. Second, the manufacture of APE using the training method in the form of direct practice of making APE using the tools and materials that have been prepared. Third, implementing a monitoring method for PAUD teachers in making APE and implementing it as a learning medium in their respective schools. As a result of this community service activity, PAUD teachers can make their own APE, and implement it in teaching and learning activities in their respective institutions. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para warga Desa Tunggilis akan pentingnya pemilahan, pemilihan dan pengelolaan sampah yang benar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta kreatifitas para para ibu rumah tangga dan guru PAUD dalam membuat APE dan mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran sesuai aspek perkembangan anak. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yaitu pertama, memberikan materi tentang sampah dan APE menggunakan metode ceramah, untuk memberikan edukasi tentang sampah, permasalahan sampah, jenis-jenis sampah dan bagaimana memilah dan memilih sampah yang bisa dijadikan APE. Kedua, pembuatan APE dengan metode latihan berupa praktek secara langsung membuat APE menggunakan alat dan bahan yang sudah dipersiapkan. Ketiga, melaksanakan metode monitoring kepada guru-guru PAUD dalam membuat APE dan mengimplementasikan sebagai media pembelajaran di sekolah masing-masing. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para guru PAUD dapat membuat APE sendiri, dan mengimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga masing-masing.
Assistance for Increasing Farmers' Capacity in Processing Coconut Fruit into Virgin Coconut Oil (VCO) in Emplak Village Kalipucang District Pangandaran Regency: Pendampingan Peningkatan Kapasitas Petani Dalam Pengolahan Buah Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) Di Desa Emplak Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran Jenal Abidin; Asep Dudi Rianto; Aang Andi Kuswandi; Yayat Hidayat; Noer Ayunda Novalinda
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.212 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang778

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) is one of the processed products from coconuts that has high economic value. As one of the villages in Pangandaran Regency that produces a lot of coconut agricultural products, it is necessary to have a wider use of coconut itself. The benefit of community service from this program is to increase people's understanding, especially farmers or producers of virgin coconut oil (VCO). The goals to be achieved in processing coconuts into virgin coconut oil (VCO) are to increase the income obtained by the community because they have been able to process coconuts into virgin coconut oil (VCO), and to increase people's knowledge and skills in processing coconuts into virgin coconut oil (VCO). The training was held in February 2022 in Emplak Village, Kalipucang District, Pangandaran Regency. The implementation method used is divided into three stages, namely the coordination, preparation and training stages. The results of this community service have succeeded in training the community in Emplak Village to make virgin coconut oil (VCO) well. In addition, other results obtained from this service are high participant responses. This can be seen from their attendance and enthusiasm in participating in the training. The community has additional skills in utilizing and processing local natural resources (coconuts). Abstrak Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) adalah salah satu produk olahan dari buah kelapa yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebagai salah satu desa di Kabupaten Pangandaran yang menghasilkan banyak hasil pertanian buah kelapa maka perlu adanya pemanfaatan lebih luas dari kelapa itu sendiri. Manfaat pengabdian masyarakat dari program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para petani atau penderes terhadap minyak kelapa murni “virgin coconut oil (VCO)”. Tujuan yang ingin dicapai dalam mengolah buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO) adalah untuk mingkatkan pendapatan yang diperoleh masyarakat karena telah mampu mengolah buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO), dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO). Pelatihan dilaksanakan pada bulan Februari 2022 di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Metode pelaksanaan yang digunakan dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap koordinasi, persiapan dan pelatihan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini berhasil melatih masyarakat di Desa Emplak membuat virgin coconut oil (VCO) dengan baik. Selain itu hasil lainnya yang diperoleh dari pengabdian ini yaitu respon peserta tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran dan antusias mereka dalam mengikuti pelatihan. Masyarakat memiliki keterampilan tambahan dalam memanfaatkan serta mengolah sumber daya alam lokal (buah kelapa).
Use of Excel Software for Graphing for PAUD Luwu Timur Teachers: Penggunaan Perangkat Lunak Excel Untuk Pembuatan Grafik pada Guru PAUD di Luwu Timur Rusli; Abdul Rahman; Hastuty; Sitti Masyitah Meliyana R.; Ranak Lince
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.135 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang793

Abstract

The training aims to provide insight, abilities, and skills of PAUD Luwu Timur teachers in graphing using excel software. The method used is to conduct lectures, practice, and discussions between teachers and the implementation team. The result of this training is that the teachers are skilled and proficient in using Microsoft excel features in drawing graphs or charts, including Bar charts, Scatter, Line charts, and Pie, the teachers are also pleased and interested in using the features possessed by Microsoft Excel.
Action Program and Socialization of Plastic Waste Hazards for Health and Environment in Tanjung Kramat, Gorontalo Intan Manyoe; Siti Suhartini S. Napu; Supriadi Supriadi; Taufik Hidayansya; Hisanari Sugawara
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.586 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang780

Abstract

The Tanjung Kramat area is one of the areas on the southern coast of Gorontalo which is polluted by plastic waste. Activities are needed to increase public knowledge. The purpose of community service is to socialize the dangers of plastic waste to health and the environment and to carry out an action program to clean up the coastal and marine environment. Methods are identification and survey, socialization, and action program. The results show that through socialization and action programs there is a change in mindset and attitude patterns in the community. The community admitted that they only got knowledge about plastic waste during socialization activities. People expressed concern about the dangers of plastic waste. In the community action program, they no longer burn plastic waste. The community said that they could reduce the use of plastic waste, for example by replacing plastic shopping bags with shopping bags made of woven rattan. This community service is the first step for reducing the use of plastic waste in the Tanjung Kramat area.
Recitation, Sports, and Reading: Building Housewives' Hopes Through a Digital-Based Al-Qura'n Education Park in Panrengnge, Sidrap: Mengaji, Olahraga, dan Membaca: Membangun Asa IRT Melalui Taman Pendidikan Al-Qura’n Berbasis Digital di Dusun Panrengnge Kabupaten Sidrap Syafruddin Side; Sri Indriani; Armalinda Mohammad Adam; Puspitasari; Arika Dwi Angraeni Rasida; Ahmad Ali Ramli
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.448 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang799

Abstract

Mengaji, Olahraga, dan Membaca: Membangun Asa IRT Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an Berbasis Digital atau disingkat dengan MOM Digital merupakan program yang dirancang untuk membantu ibu rumah tangga khususnya ibu rumah tangga di Dusun Panrengnge Kabupaten Sidrap untuk meningkatkan kemampuan mengaji, minat baca, dan kesadaran ibu rumah tangga dalam menjaga kebugaran jasmani melalui olahraga. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem virtual-digital yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp, Zoom Meeting, MyQuran, dan Youtube. MOM Digital ini memiliki beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan secara blended, yaitu kombinasi antara online dan offline. Adapun tahap kegiatan program ini adalah persetujuan dengan stakeholder, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Untuk tahap sosialisasi dilakukan secara online dan offline, pelatihan dilakukan secara offline dengan melakukan pertemuan tatap muka di Dusun Panrengnge Kabupaten Sidrap yang tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemudian untuk tahap pendampingan dan evaluasi dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom Meeting, MyQuran, dan Youtube.
Utilization of Solar Street Lights as Lighting Facilities in Tourist Places: Pemanfaatan Lampu Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya Sebagai Sarana Penerangan di Tempat Wisata Ari Fadli; Daru Tri Nugroho; Arief Wisnu Wardhana; Gito Sugiyanto; Hari Prasetijo; Widhiatmoko Herry Purnomo
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.35 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang801

Abstract

Hutan Pinus Limpakuwuswhich is located on the southern slope of Mount Slamet is located at an altitude of about 750 meters above sea level (MDPL). The Limpakuwus Pine Forest has limited access to electricity from the PLN network, so there are still many locations at night or cloudy skies, so these locations have limited access, this causes the manager to use generators to turn on the lights in order to provide the electricity needed for electricity. provide information on the location in the Limakuwus Pine Forest tourist spot. The interview and survey method started this service activity, the interview aimed to determine the need for the number of spots (spots), to get lighting and a survey to determine the location of the lamp installation. equipment, and manufacture of solar powered PJU light poles and their installation. The results of these activities include increasing knowledge, skills of residents in the field of fabrication and installation of solar-powered PJU lamps with the installation of 2100Lm 20 Watt LED lights, 5V/40Watt Solar Panels and 3.2V/32 Ah batteries at predetermined locations, as well as increased ease of use. running activities at night at that location. Abstrak Hutan Pinus Limpakuwus yang berada di lereng selatan Gunung Slamet itu berada pada ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut (MDPL). Hutan Pinus Limpakuwus memiliki akses listrik terbatas dari jaringan PLN, sehingga masih banyaknya lokasi yang malam hari atau kondisi langit mendung, maka lokasi tersebut memiliki akses yang terbatas hal ini menyebabkan pihak pengelola menggunakan genset guna menghidupkan lampu dalam rangka menyediakan sarana kebutuhan listrik yang digunakan untuk memberikan penerangan pada lokasi di tempat wisata Hutan Pinus Limakuwus tersebut. Metode wawancara dan survey mengawali kegiatan pengabdian ini, wawancara bertujuan untuk menentukan kebutuhan jumlah titik (spot), untuk mendapat penerangan dan survey guna menentukan lokasi pemasangan lampu Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: survey lokasi, identifikasi dan solusi masalah, perencanaan kegiatan, perhitungan kebutuhan bahan dan peralatan, dan pembuatan tiang lampu PJU bertenaga surya dan pemasangannya. Hasil kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan, ketrampilan warga di bidang fabrikasi dan instalasi lampu PJU bertenaga surya dengan terpasangnya lampu LED 2100Lm 20 Watt, Solar Panel 5V/40Watt dan battery 3.2V/32 Ah pada lokasi yang telah di tentukan sebelumnya, serta peningkatan kemudahan dalam menjalankan aktivitas dimalam hari pada lokasi tersebut.

Page 7 of 32 | Total Record : 314