cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta, By pass, Rangkasbitung Tlp/Fax: +6252 207163/ 206794
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies
ISSN : 23376104     EISSN : 27213579     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jad.v9i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah ini dikelola Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Lebak, Banten. Jurnal ini merupakan perubahan dari Jurnal Al-Hadloroh (ISSN 2067-5606). Sejak Volume 1 Nomor 1 Maret 2013, sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi Jurnal Aksioma Ad-Diniyah. Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Visi Aksioma ad-diniyyah menjadi jurnal terakreditasi dalam pendidikan agama islam. Dengan tujuan : (1) Membantu penyebaran informasi pendidikan agama islam. (2) Mendukung penelitian di bidang pendidikan agama islam. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pada bidang pengajaran agama islam; pendidikan agama islam dan akhlak tasawuf.
Articles 146 Documents
Prinsip-Prinsip Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. Asrowi Asrowi
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.179 KB) | DOI: 10.55171/jad.v7i1.281

Abstract

 Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Sifatnya mutlak dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa adalah banyak ditentukan oleh maju mundurrnya bangsa itu dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Pendidikan Islam adalah pengembangan pikiran manusia dan penataan tingkah laku serta emosinya berdasarkan agama Islam dengan maksud merealisasikan tujuan Islam dalam kehidupan individu dan masyarakat. Pendidikan Islam bertolak dari pola pikir tentang padunya aspek teoritis (prinsip-prinsip) dengan aspek praktis prinsip diartikan sebagai permulaan, yang dengan suatu cara tertentu melahirkan hal-hal yang lain yang keberadaannya tergantung dari pemula itu. Jadi, jika kita berbicara tentang prinsip pendidikan, maka pelaksanaannya menggariskannya. Ajaran Islam  yang sarat dengan konsep atau prinsip tertentu yang mendasari prilaku yang diharapkan. Pendidikan Islam memberikan kontribusi terhadap pendidikan agar terlealisasi-kannya tujuan prinsip itu tersebut.
Konsep Pendidikan dalam Persfektif Al-Quran surat Al-A’raf Ayat 157 Pupu Mahpudin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.65 KB) | DOI: 10.55171/jad.v2i1.236

Abstract

Masalah pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan manusia seutuhnya, karena kemampuan, kecerdasan dan  kepribadian suatu bangsa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan yang ada sekarang ini. Bahkan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa banyak ditentukan oleh pendidikannya.Seiring berjalannya waktu, terjadi problem-problem yang mengiringi proses pendidikan. Salah satu problem dalam dunia pendidikan adalah Dichotomy dalam ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Akibat dari dichotomy ilmu  tersebut memunculkan pandangan yang  tidak seimbang antara keduanya, ada yang  lebih mengutamakan ilmu agama dan terdapat pula yang lebih mementingkan  ilmu umum, hasilnya lahir  kepribadian-kepribadian yang kurang utuh pada hakikatnya. Al -qur’an sebagai kitab petunjuk telah memberikan arahan-arahannya kepada manusia dalam segala aspek dalam kehidupan ini, tidak terkecuali petunjuknya dalam hal dunia pendidikan.Oleh karenanya, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan yang terdapat dalam al-qur’an dengan menggunakan pendekatan metode tafsir maudhu’I yang di jelaskan secara  deskriptif analitis dan didukung oleh data-data baik yang bersifat primer maupun  sekunder. Setelah mengadakan penelitian, penulis menemukan prinsip-prinsip yang ditawarkan al-qur’an dalam pendidikan, yaitu : Tauhid, Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa setiap anak lahir diatas fitrah aqidah tauhid dan condong terfitrah mengenal penciptanya yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi wujud, tidak menyekutukanNya dan tidak menyembah kepada selainNya. Maka pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai tauhid pada peserta didiknya. Tauhid sebgagai prinsip pendidikan berilmplikasi pada: 1. Tauhid Membentuk Kepribadian Utuh. 2. Tauhid Membentuk Kepribadian Terbuka. 3. Tauhid Membentuk Kepribadian Berani. 4. Tauhid Membentuk Kepribadian Bebas. 5. Tauhid Membentuk Kepribadian Optimis
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dan Tasawuf dalam Kitab Nashoihul ‘Ibad Karya Syaikh Nawawi Albantani dan Implementasinya pada Pondok Pesantren Tradisional Pakih, Hoirul
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.619 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i2.302

Abstract

Nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf yang terdapat di dalam Kitab Nashaihul ibad untuk diimplementasikan di Pondok Pesantren Assayfiyah terdapat beberapa nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf yaitu, nilai beriman kepada Allah SWT, nilai keutamaan mencari ilmu dan mendapat ilmu yang bermanfaat, nilai kesabaran , nilai zuhud, nilai dzikir kepada Allah SWT, nilai bersikap lemah lembut, nilai keutamaan diam, nilai larangan meremehkan, nilai tawadhu’, nilai wara’ dan nilai qana’ah. Untuk mengimplementasikan nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf di Pondok Pesantren Assayfiyah, maka santri Assayfiyah dibiasakan untuk senantiasa melakukan nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf seperti zuhud, qana’ah, wara’ dan lain – lain untuk diterapkan di kehidupannya sehari – hari. Kemudian diberikan pengajaran tentang betapa pentingnya memiliki nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf tersebut, disertai dengan adanya kepengawasan dan peraturan yang ketat di pondok pesantren Assayfiyah menerapkan kedisiplinan pada santri. Faktor – faktor yang mendukung pada proses implementasi nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf di Pondok Pesantren Assayfiyah adalah pondok pesantren Assayfiyah sarana dan prasana cukup menunjang dalam pembelajaran santri, Terciptanya lingkungan yang kodusif dalam menumbuhkan kepribadian yang Ibadurrohman pada santri, Peran orang tua dalam proses internalisasi nilai – nilai Pendidikan Akhlak dan Tasawuf dalam kitab Nashaihul ‘Ibad berjalan dengan baik dan maksimal, Kemampuan para pengajar/Ustadz dalam mengkaji kitab Nashaihul ‘ibad dan para santri mempunyai semangat untuk mengaji kitab Nashaihul ‘Ibad. Sedangkan Faktor – faktor yang Menghambat pada proses implementasi nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf di Pondok Pesantren Assayfiyah adalah, Masih ada santri yang kurang disiplin, Masih ada santri belum mengimplementasikan nilai – nilai pendidikan akhlak dan tasawuf tersebut, Pengelolaan Manajemen yang kurang optimal
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan di Madrasah Tsanawiah (MTs) Al-Hidayah Cibadak-Banten Wiwin Nurhanah Wiwin Nurhanah
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.571 KB) | DOI: 10.55171/jad.v4i1.252

Abstract

Implementation of education in the era of regional autonomy especially madrasah not experiencing autonomy as well as schools under the Ministry of National Education. Because madrassas are under the auspices of the Ministry of Religious Affairs, and the Department of Religion is an Un-Autonomous Department. So the madrasas have structural constraints and are in problematic situations. The purpose of this study is to know whether Implementation of School Based Management Able to Improve the Quality of Education Institution in MTs Al-Hidayah Cibadak. The method used is qualitative research methods with research procedures that produce descriptive data in the form of written words and oral from the people and observed behavior. The results of this study were 1) In the beginning before MBS was applied in MTs Al Hidayah, the curriculum used was KTSP. But the implementation has not been implemented properly because the school has not understood the importance of the curriculum. However, after the implementation of SBM, curriculum management can work well and smoothly because teachers understand the importance of the curriculum and know how to apply it. 2) Prior to the implementation of SBM, the number of educators reached 14 people but most of them have not the status of S-1 education. However, after the implementation of MBS the number of educators increased to 17 people and has the status of S-1 education is only a few teachers who have not been because they are still studying. 3) Before the implementation of SBM, the number of students is only 9 people. However, after the application of MBS the number of students increased drastically to 143 students by 2016. In addition, the number of student activities held. 4) Prior to the implementation of SBM, the existing finance in MTs Al Hidayah only came from private foundations. However, after the implementation of SBM get assistance from the government in the form of BOS. Although the funds are not sufficient, but it is very helpful school finance. 5) Prior to the implementation of SBM, the existing suggestions and infrastructure included only 2 classrooms, 1 tolilet, and school cafeteria. However, after the application of MBS, the facilities and infrastructures increased to 5 (five) units of study, 1 (one) office / teacher room, 1 unit of headmaster room, 1 (one) multipurpose hall unit, 1 school cafeteria unit, 2 (two) student toilet units, 2 (two) teacher restroom units, 1 (unit) school equipment warehouse, 1 (one) school kitchen unit, volleyball field, basketball court and soccer field. 6) Before and after the MBS was implemented in MTs Al Hidayah Cibadak, the relationship between the school and the community never changed, always prioritizes cooperation and always supports school programs.Penyelenggaraan pendidikan di era otonomi daerah khususnya madrasah tidak mengalami otonomi seperti halnya sekolah-sekolah di bawah Departemen Pendidikan Nasional. Karena madrasah berada dibawah naungan Departemen Agama, dan Departemen Agama adalah Departemen yang tidak diotonomikan. Sehingga madrasah mengalami kendala struktural dan berada dalam situasi problematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Mampu Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan di MTs Al- Hidayah Cibadak. Metode yang digunakan adalah  metode penelitian kualitatif dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Hasil dalam penelitian ini adalah 1) Pada awalnya sebelum MBS diterapkan di MTs Al Hidayah, kurikulum yang digunakan adalah KTSP. Tetapi pada pelaksanaannya belum diterapkan dengan baik karena pihak sekolah belum memahami pentingnya kurikulum. Tetapi, setelah diterapkannya MBS manajemen kurikulum dapat berjalan dengan baik dan lancar karena para guru sudah memahami pentingnya kurikulum dan tahu cara penerapannya. 2) Sebelum diterapkannya MBS, jumlah tenaga pendidik mencapai 14 orang tetapi kebanyakn belum berstatus pendidikan S-1. Tetapi, setelah diterapkannya MBS jumlah tenaga pendidik bertambah menjadi 17 orang dan sudah berstatus pendidikan S-1 hanya beberapa guru saja yang belum karena masih menempuh pendidikannya. 3) Sebelum diterapkannya MBS, jumlah siswa hanya 9 orang. Tetapi, setelah diterapkannya MBS jumlah siswa meningkat drastic menjadi 143 siswa pada tahun 2016 ini. Selain itu, banyaknya kegiatan-kegiatan siswa yang diselenggarakan. 4) Sebelum diterapkannya MBS, keuangan yang ada di MTs Al Hidayah hanya bersumber dari yayasan pribadi. Tetapi, setelah diterapkannya MBS mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa BOS. Walaupun dana tersebut tidak mencukupi sepenuhnya, tetapi sangat membantu keuangan sekolah. 5) Sebelum diterapkannya MBS, saran dan prasarana yang ada hanya meliputi 2 ruang kelas, 1 tolilet, dan kantin sekolah. Tetapi, setelah diterapkannya MBS sarana dan prasarana tersebut bertambah menjadi 5 (lima) unit ruang belajar, 1 (satu) unit ruangan kantor/ruang guru, 1 (satu) unit ruang kepala madrasah,  1 (satu) unit ruangan serbaguna (aula), 1 (satu) unit kantin sekolah, 2 (dua) unit toilet murid, 2 (dua) unit toilet guru, 1 (unit) gudang peralatan sekolah, 1 (satu) unit dapur sekolah, lapangan volley, lapangan basket dan lapangan bola. 6) Sebelum dan setelah MBS diterapkan di MTs Al Hidayah Cibadak, hubungan antara sekolah dengan masyarakat tidak pernah berubah, selalu mengutamakan kerjasama dan selalu mendukung program-program sekolah.
Manajemen dan Kinerja Karyawan ditinjau dalam Persepektif Islam Noorma Yunia
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.021 KB) | DOI: 10.55171/jad.v5i1.273

Abstract

Coreresponding Author:noorma@gmail.com  Bekerja adalah suatu bentuk ibadah yang dilakukan di dunia. Bekerja dengan etika kerja yang benar sesuai ajaran islam merupakan syarat mutlak untuk dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kinerja karyawan STAI La Tansa Mashiro ; Bagaimana kepedulian pimpinan terhadap karyawan di STAI La Tansa Mashiro dan kinerja  dalam perspektif Islam. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang.Penelitian deskiriptif memusatkan perhatian pada masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa STAI La Tansa Mashiro dalam pembagian tugas atau pekerjaan sudah dibuat aturannya yang jelas, walau pada kenyataannya masih tumpang tindih dalam melaksanaakan pekerjaan dengan bagian lainnya dan masih adanya rangkap posisi atau bagian, dimana dengan begitu masih tumpang tindih tugasnya; STAI La Tansa Mashiro sudah menerapkan peraturan yang mengarahkan karyawannya untuk berprilaku sesuai dengan ajaran-ajaran islam, salah satunya dengan mengharuskan karyawannya mengikuti kegiatan pembacaan Asmaul Husna sebelum mulai bekerja dan diharapkan para karyawan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari Dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yang sesuai dengan ajaran islam diantaranya pembuatan aturan yang jelas, pembagian tugas yang sesuai dan adanya penilaian kinerja untuk mengetahui hasil kinerja yang telah dilakukannya
Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter di MTS Al Mizan Pandeglang Aris Salman Alfarisi
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.709 KB) | DOI: 10.55171/jad.v8i2.417

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mizan Rangkasbitung dengan tujuan untuk mengetahui apa saja problematika guru dalam membentuk karakter peserta didik di MTs Al-Mizan Rangkasbitung  beserta solusinya, untuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang problematika guru Pendidikan Agama Islam di MTs Al-Mizan Rangkasbitung, hal ini sebagai kajian guru Pendidikan Agama Islam untuk memahami peserta didik agar dapat menilai dan mengevaluasi hingga menginformasikan hasil tersebut kepada MTs Al-Mizan bagaimana program dan proses guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik di MTs Al-Mizan berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang problematika guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk tujuh karakter, yaitu: karakter Sopan santun, Berpenampilan baik, Religius, Jujur, Disiplin, Kreatif dan Tanggung jawab.Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah guru yang bertugas mengampu mata pelajaran Agama Islam. Salah satu tugas penting guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah membuat peserta didik belajar dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif. Problematika Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Al-Mizan yaitu: Tertutupnya peran orang tua tentang karakter anak sebelum memasukkan anak nya ke MTs Al-Mizan dan Lemahnya kemampuan peserta didik dalam membaca tulis Arab (Al-Qur’an). Solusi dalam mengatasi problematika guru ini, Peserta didik harus lebih rajin dan semangat dalam membaca dan menulis tulisan Bahasa Arab. Guru agar senantiasa lebih meningkatkan kualitasnya serta menjadi teladan dan contoh kepada peserta didik. Sehingga peserta didik akan melihat dan mencontoh pula apa yang dilakukan oleh guru tersebut. Orang tua hendaknya membantu mendukung segala kegiatan sekolah untuk turut serta menciptakan peserta didik yang baik dari segi kognitif dan afektifnya, Begitu pula dengan hal yang berkaitan dengan karakternya
Pengaruh Motivasi Teman Sebaya dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar PAI Asep Saefullah
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.249 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.294

Abstract

Motivasi merupakan keadaan dinamis dalam diri yang mendorong seseorang berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Motivasi dalam diri seseorang ada yang kuat dan ada juga yang lemah. Kuat dalam arti tidak memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar dirinya, sebaliknya jika lemah memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar, supaya dapat menggerakkan motivasi itu, disebut motivasi ekstrinstik. Dalam kegiatan belajar pelu adanya motivasi baik dari luar maupun dari dalam. Dari luar contohnya adalah motivasi teman sebaya, motivasi teman sebaya dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa contohnya dalam diskusi kelompok dimana terjadinya interaksi antar siswa. Minat belajar juga sangat dibutuhkan oleh siswa karena siswa yang tidak mempunyai minat dalam belajar  akan mudah menyerah dalam belajar dan cenderung rendah dalam prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Seberapa besar tingkat motivasi teman sebaya. 2). Seberapa besar tingkat minat belajar siswa. 3). Seberapa besar tingkat hasil belajar PAI siswa. 4). Pengaruh motivasi teman sebaya terhadap hasil belajar siswa. 5). Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. 6) Pengaruh motivasi teman sebaya dan minat belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas IX SMPN Karangtanjung.  Penelitian ini menggunakan metode Korelasi dan Regresi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri sekecamatan Karangtanjung sejumlah 406 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 100 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Uji coba instrumen dilakukan pada 32 siswa kelas IX SMP Negeri Karangtanjung. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach’s. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis meliputi uji regresi sederhana dan uji regresi ganda, model persamaan regresi, uji signifikansi regresi, pengujian korelasi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan pengujian signifikansi korelasi. Hasil penelitian : 1). Tingkat Motivasi Teman Sebaya berada pada kategori baik rata-rata mencapai 75 %. 2) Tingkat Minat belajar berada pada kategori tinggi rata-rata mencapai 77 %. 3). Tingkat Prestasi belajar PAI berpusat pada kategori tidak baik rata-rata mencapai 73 %. 4). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas IX SMP Negeri Karangtanjung, jika nilai Motivasi Teman Sebaya naik satu satuan maka Prestasi Belajar PAI akan naik. 5). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas IX SMP Negeri Karangtanjung, jika nilai Minat Belajar naik satu satuan maka Prestasi Belajar PAI akan naik. 6). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Teman Sebaya dan Minat Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar PAI IX SMP Negeri Karangtanjung
Pengembangkan Kecerdasan Emosional dengan Metode Contextual Teaching Learning pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di MTs.Nurul Athfal Sumur Panjang Cikulur-Lebak Aris Salman Al Farisi
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.755 KB) | DOI: 10.55171/jad.v3i2.247

Abstract

The view of all people Intellectual Intelligence (IQ) is seen as a factor supporting a person's success in achieving his goals but in reality many people are not successful in his life but he has a high Intellectual Intelligence. Conversely not a few people who do not have high Intellectual Intelligence to be a successful person. In this period Intellectual Intelligence (IQ) is not accompanied by Emotional Intelligence (EQ), so that it is not balanced because Emotional Intelligence will be felt more quickly (real) than Intellectual Intelligence that is not felt directly (abstract). The purpose of this study was to determine the knowledge of Emotional Intelligence with the Contextual Teaching Learning (CTL) method; to improve Emotional Intelligence with the Contextual Teaching Learning (CTL) method. ; get data about student achievement in the subjects of Aqidah Akhlak in MTs. Nurul Athfal Sumur Panjang-Cikulur. This study uses classroom action research (Classroom Action Research), this study has a qualitative basis. According to Hopkins (1993: 44) formulate classroom action research as research that combines research procedures with substantive action, an action taken in the discipline of inquiry, or someone's attempt to understand what is happening, while being seen in a procedure of improvement and change. The results of the study explain that the emotional intelligence of students in the MT. Nulul Athfal Sumur Panjang, Cikulur-Lebakter is good, this is indicated by the mean value of 82.55. Emotional intelligence of students at MT. Nulul Athfal Sumur Panjang Cikulur-Lebak has been well proven Pandangan semua orang Kecerdasan Intelektual (IQ) dipandang sebagai faktor penunjang kesuksesan seseorang dalam meraih cita-citanya akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang tidak berhasil dalam kehidupannya akan tetapi ia memiliki Kecerdasan Intelektual yang tinggi.Sebaliknya tidak sedikit orang yang tidak memiliki Kecerdasan Intelektual yang tinggi menjadi orang yang sukses.Dalam masa ini Kecerdasan Intelektual (IQ) tidak di iringi dengan Kecerdasan Emosional (EQ) maka tidak seimbang dikarnakan Kecerdasan Emosional akan lebih cepat terasa (real) dibandingkan dengan Kecerdasan Intelektual yang tidak dirasakan langsung (abstrak). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan Kecerdasan Emosional dengan metode Contextual Teaching Learning (CTL); untuk meningkatkan Kecerdasan Emosional dengan metode Contextual Teaching Learning(CTL). ;mendapatkan data tentang prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Nurul Athfal Sumur Panjang-Cikulur.Penelitian ini mengunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) maka penelitian ini bersipat kualitatif. Menurut Hopkins (1993: 44) merumuskan penelitaian tidakan kelas sebagai penelitian yang mengombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang di lakukan dalam disiplin inkuiri, atau usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlihat dalam sebuah prosedur perbaikan dan perubahan. Hasil penelitian menerangkan bahwa kecerdasan emosional siswa di MTs.Nurul Athfal Sumur Panjang Cikulur-Lebaktergolong baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata meannya 82,55. Kecerdasan emosional siswa di MTs.Nurul Athfal Sumur Panjang Cikulur- Lebak sudah berjalan dengan baik terbukti padakegiatan wawancara, dengan berbagi masalah yang di alami siswa, mampu mengendalikanya baik dalam saat belajar; Ada     pengaruh               Metode Contextual Teaching Learning (CTL) dalam meningkatkan Kecerdasan Emosional siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa di MTs.Nurul Athfal Sumur Panjang Cikulur-Lebak. Hal ini terbukti        pada hasil Observasi tingkah laku siswa dari setiap siklus mengalami perubahan
EKSISTENSI KIAI TERHADAP KEGIATAN KEAGAMAAN DI CIGOONG UTARA KECMATAN CIKULUR KAB. LEBAK Mumu Zainal Mutaqin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.247 KB) | DOI: 10.55171/jad.v8i1.412

Abstract

Fenomena dan wacana kegiatan keagamaan di masyarakat memang sangat penting, sebab   masyarakat sangat membutuhkan bimbingan agama dalam kegiatan keagamaan yang kaffah.  Maka dari itu ketika di dalam suatu masyarakat itu terdapat Kiai, seorang kiai harus bisa membina masyarakat setempat serta  bisa mengadakan kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran keagamaan di masyarakat. Seperti kegiatan pengajian bersama masyarakat setempat. demi tercapainya masyarakat yang paham terhadap kegiatan keagamaan.Perumusan dalam penelitian ini adalah, (1). Bagaimana eksistensi Kiayi di Masyarakat Ciparanje Desa Cigoong Utara kec, Cikulur kab. lebak?, (2). Bagaimana kegiatan keagamaan  masyarakat di  Ciparanje Desa Cigoong Utara kec, Cikulur kab. lebak?, (3). Bagaimana upaya Kiai terhadap Masyarakat dalam Meningkatkan aktivitas Keagamaan  di Ciparanje Desa Cigoong Utara kec, Cikulur kab. Lebak? Sedangkan perumusan dalam penelitian ini adalah, (a). Untuk mengetahui eksistensi Kiai di Masyarakat Ciparanje Desa Cigoong Utara Cikulur Kab. Lebak. (b). Untuk mengetahui aktivitas keagamaan di masyarakat Ciparanje Desa Cigoong utara Cikulur Kab. Lebak. (c). Untuk mengetahui upaya Kiai terhadap Masyarakat dalam Meningkatkan aktivitas Keagamaan  di Ciparanje Desa Cigoong Utara kec, Cikulur kab. lebak.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penedekatan kualitatif studi kasus. Kemudian dari data dan sumber data yang sudah diperoleh dengan menggunakan tekhnik observasi, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi dianalisis secara mendalam dengan lebih mengedapankan materi kasus temuan. Selanjutnya dari materi temuan kasus yang ada diupayakan adanya solusi awal sebagai salah satu bentuk alternativ solusi dan dideskripsikan dengan uraian analisis statistika.            Hasil penelitiannya yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu, (1) Pemahaman masyarakat akan pentingnya kegiatan keagamaan di masyarakat Ciparanje sebelum diadakannya kegiatan pengajian masih banyak yang tidak paham akan hal tersebut. (2) Upaya seorang kiai dalam meningkatkan kegiatan keagamaan di masyarakat Ciparanje desa Cigoong Utara Kec. Cikulur Kab. Lebak - Banten.
UPAYA ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT PENDIDIKAN ISLAM Iwan Setiawan
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.628 KB) | DOI: 10.55171/jad.v1i2.154

Abstract

The research objective is the efforts of parents in educating early childhood education in Islam. Method in this study is a qualitative method that results in early childhood education in Islam Islamic view of the role of educational attainment that the Islamic religion in particular to foster awareness in children from an early age through various examples of habituation, a story, a good example of the elderly and teachers were then given an explanation and understanding in accordance with the level of thinking about the norms and values of society and religion, including the efforts of parents; educate children with Hiwar (dialogue), educating children with the story, the parable, by example, by training and practice, with 'ibrah and mauizhah, with targhib and Tarheeb.

Page 2 of 15 | Total Record : 146