cover
Contact Name
Delfiyan Widiyanto
Contact Email
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Phone
+6287838875519
Journal Mail Official
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kalacakra
Published by Universitas Tidar
Core Subject : Education, Social,
We publish origin article research, review article, and case study Sosial Sciences and education. The scope of Journal Kalacakra are : Social Sciences; Culture; Citizenship; Character; Pancasila; Defending the Country; Education; (learning strategies, assessment, and evaluation of learning)
Articles 63 Documents
Korelasi Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Pemahaman Identitas Nasional dan Sikap Nasionalisme Agus Widodo; Suratman Suratman; Nur Salim
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5310

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu keterampilan penting di abad 21. Kebijakan pendidikan nasional mendorong setiap jenjang lembaga pendidikan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Semua mata pelajaran diharuskan untuk menjalankan programini. Pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran wajib di Indonesia dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi menjadi bagian dari mata pelajaran yang diwajibkan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kemampuan berpikir tingkat tinggi pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan pemahaman identitas nasional dan sikap nasionalisme.  Metode penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari nilai akhir mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Data pemahaman identitas nasional dan sikapnasionalisme diperoleh dari angket. Subjek penelitian sebanyak 47 dengan subjek mahasiswa yang menempuh mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang sangat kuat antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan pemahaman identitas nasional. Kedua, tidak ada korelasi antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan sikap nasionalisme. Ketiga, ada korelasi yang cukup kuat antara pemahaman identitas nasional dengan sikap nasionalisme.
Umat Hindu Diwilayah Jawa Sebagai Kelompok Minoritas dalam Mewujudkan Integrasi Nasional Welling Yonado; Irawan Hadi Wiranata
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.4616

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui keadaan di mana umat hindu di wilayah jawa dapat beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap agama mayoritas masyarakat Indonesia khususnya di jawa, sehingga dapat mewujudkan integrasi nasioanal yang memiliki rasa toleransi yang tinggi antarumat beragama guna mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Pentingnya integrasi sosial merupakan hal utama dalam mewujudkan persatuan  dengan upaya pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial masyarakt multikultural dengan kelompok minoritas didalamnya. Metode penulisan artikel ini menggunakan kajian kepustakaan atau library research dengan hasil yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari artikel ilmiah, jurnal, dan media masa online. Kemudian data yang diperoleh dikumpulkan dan diolah menggunakan teknik dokumentasi dan identifikasi fakta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan umat hindu jawa yang memiliki kelompok kecil atau  minoritas mampu dalam mewujudkan integrasi nasional yang adaptif dengan kelompok mayoritas, Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi nasional akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Dengan demikian terwujudnya integrasi nasional anatara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas dimaknai  sebagai suatu proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial sehingga dapat menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
Multikulturalisme : Identitas Budaya Individu di Luar Negeri (Studi Pada Siswa Sekolah Indonesia Singapura, Ltd.) Dewi Ika Sari
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.4913

Abstract

Studi ini berfokus menguji identitas budaya individu anak usia sekolah yang tinggal diluar negara asal mereka selama tahun-tahun perkembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan wawancara secara mendalam terhadap 10 siswa di Sekolah Indonesia Singapura dan dengan berbagai pengalaman antarbudaya digunakan untuk mengeksplorasi persepsi mereka tentang identitas, rasa memiliki, dan multikulturalisme. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung memiliki banyak identitas budaya atau identitas multikultural, daripada identitas budaya yang membingungkan. Siswa tidak pernah kehilangan identitas budaya asalnya, tetapi mengadopsi yang baru dan berhasil menggantikan keduanya. Kompetensi komunikasi antarbudaya mempromosikan kemampuan individu untuk mengintegrasikan perbedaan budaya untuk mengubah diri menjadi orang multikultural yang tahu bagaimana menumbuhkan banyak identitas budaya. Mereka telah mengintegrasikan elemen-elemen berbeda dari masing-masing budaya, sehingga membentuk satu identitas multikultural yang mereka patuhi secara konsisten terlepas dari negara, konteks, dan budaya tempat mereka berada.Kata Kunci : Multikulturalisme, Identitas Budaya 
Implementasi Pembinaan Karakter pada Mahasiswa Ida Asmarani; Putri Andriani; Windi Kartika Sari
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5145

Abstract

Pendidikan karakter ialah sebuah proses untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan suatu model karakter. Sistem pendidikan tinggi harus selalu dievaluasi untuk mengikuti perkembangan zaman dan perubahan sikap atau perilaku mahasiswa. Dalam rangka meningkatkan daya saing untuk menghadapi era globalisasi disemua bidang, mahasiswa dituntut untuk memiliki persyaratan keterampilan dalam hal kecerdasan intelektual (kognitif) dan kebiasaan (etika). Peran perguruan tinggi, pemerintah serta masyarakat sangat diperlukan dalam upaya membangun karakter mahasiswa dan keberadaan suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimilikinya. Kebudayaan, lingkungan akademik memakai seluruh aspek-aspeknya, regulasi, sistem pendidikan tinggi dan lingkungan sosial memiliki peran masing-masing dalam pembentukan karakter mahasiswa Indonesia yang lebih baik. Pembinaan karakter berguna untuk memperbaiki perilaku serta karakter mahasiswa. pendidikan karakter yang sudah diberikan juga menjadi sebuah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan pembinaan karakter pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah cara pembentukan karakter mahasiswa dan implementasi pembinaan karakter pada mahasiswa.
IMPLEMENTASI DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG DEMOKRATIS Widiawati Widiawati; Irawan Hadi Wiranata
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i1.5578

Abstract

Hak asasi manusia dan demokrasi merupakan konsepsi kemanusiaan dan relasi sosial yang dilahirkan dari sejarah peradaban manusia di seluruh penjuru dunia. Hak asasi manusia dan demokrasi juga dapat dimaknai sebagai hasil perjuangan manusia untuk mempertahankan dan mencapai harkat kemanusiaannya, sebab hingga saat ini hanya konsepsi hak asasi manusia dan demokrasilah yang terbukti paling mengakui dan menjamin harkat kemanusiaan. Konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia dalam perkembangannya sangat terkait dengan konsepsi negara hukum. Dalam sebuah negara hukum, Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Peraturan perundang-undangan yang berlaku menjadi rujukan untuk menegakkan pelaksanaan hak asasi manusia secara demokratis. Hal ini tidak menghalangi kebebasan manusia dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, seseorang harus menyadari dan menghormati hak-hak orang lain yang didukung oleh tingkat intelektual, moral, dan kesadaran sosial yang tinggi didalam diri agar dapat memelihara dan membangun masyarakat yang demokratis. Dalam konteks inilah adanya Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Indonesia di harapkan mampu membangun masyarakat yang demokratis. Metode yang di gunakan dalam artikel ini berdasarkan analisa dari kajian pustaka dengan model deskriptif di dukung dengan buku dan jurnal yang relevan. Tujuan kajian ini, Diharapkan mampu memberikan solusi dalam membangun nmasyarkat yang demokratis dan dapat menciptakan masyarakat yang berjiwa sosial yang tinggi. Demokrasi dalam suatu negara hanya akan tumbuh subur apabila dijaga warga negara yang demokratis.
Urgensi Penguatan Identitas Nasional dalam Menghadapi Society 5.0 di Era Globalisasi Aulia Zulfa; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6267

Abstract

Seiring perkembangan zaman, tentu keadaan suatu negara semakin berubah. Apalagi di tengah era globalisasi yang mana segala arus penyebaran informasi dan kebudayaan dapat dengan mudah diakses. Globalisasi tak akan terlepas dari perkembangan teknologi yang sangat berkaitan erat dengan era society 5.0. Dalam menghadapi society 5.0, Indonesia tentu harus siap dengan segala dampak di masa mendatang. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak negative dan mengatasi tantangan ini adalah dengan penguatan Identitas Nasional. Identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang penting dalam mencapai tujuan negara. Artikel ini akan membahas Urgensi Penguatan Identitas Nasional dalam Menghadapi Society 5.0 di Era  Globalisasi dengan metode analisis dan kajian literatur dari berbagai sumber
Penekanan Penyebaran Hoax di Media Sosial Sebagai Upaya Meningkatkan Persatuan Negara Indonesia Khoirunnisa Ilmas huroh
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6377

Abstract

Merajalelanya berita palsu atau informasi tidak benar di media sosial seolah-olah benar membuat banyak masyarakat kebingungan bahkan sebagian besar percaya. Adanya berita palsu di media sosial yang tersebar luas menimbulkan banyak spekulasi baru ataupun ujaran kebencian terhadap individu atau lembaga-lembaga tertentu. Hal ini dapat memecah persatuan Negara Indonesia. Oleh sebab itu, harus dilakukan penekanan penyebaran hoax di media sosial sebagai upaya meningkatkan persatuan Negara Indonesia. Penelitian ini akan mengeksplorasi dan menjelaskan penekanan penyebaran hoax di media sosial sebagai upaya dalam meningkatkan keutuhan dan persatuan Negara Indonesia. Metode analisis deskriptif diperlukan dalam pembuatan penelitian ini dengan menyebarkan kuisioner untuk mendapatkan informasi dari responden. Sumber data yang digunakan diperoleh dari artikel berita, jurnal ilmiah, dan hasil kajian. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya penekanan penyebaran hoax di media sosial menjadi salah satu cara agar dapat meningkatkan persatuan Negara Indonesia. 
Analisis Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia Sebagai Unsur Identitas Nasional Adela Ogya Gavrila
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6379

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting yang berfungsi sebagai penghubung antar individu. Bahasa terlahir sebagai sebuah budaya dari suatu kelompok masyarakat karena biasanya bahasa akan digunakan oleh kelompok tertentu dalam berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu fungsi bahasa yaitu sebagai identitas suatu entitas. Tak terkecuali bahasa Indonesia, bahasa Indonesia termasuk dalam salah satu elemen Identitas nasional selain batas negara, lambang negara, bendera, dan lain-lain. Akhir-akhir ini, eksistensi bahasa Indonesia dalam penggunaannya di media sosial cukup memprihatikan. Adanya globalisasi membuat eksistensi bahasa Indonesia cukup terancam karena tidak adanya batas antara negara dalam transfer budaya. Selain itu, munculnya eksklusivitas dalam penggunaan bahasa asing mengakibatkan banyak generasi muda yang cenderung menggunakan Bahasa ‘campuran’ dalam bersosial media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di era globalisasi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil yang ditemukan oleh penulis adalah eksistensi bahasa Indonesia di era sekarang ini mulai menurun karena adanya pandangan bahwa bahasa asing lebih penting. Hal ini menjadi tugas bagi pemerintah untuk memperhatikan eksistensi bahasa Indonesia supaya generasi muda tidak melupakan identitas nasional bangsanya.
Peran Guru PPKn dalam Sosialisasi Tata Tertib pada Siswa SMPN 03 Teluk Keramat Hardiyanti Hardiyanti; Mashudi Mashudi; Shilmy Purnama
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengenai peran Guru PPKn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa SMPN 03 Teluk Keramat, untuk memahami hambatan Guru PPKn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa, untuk memahami solusi Guru PPKn didalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa. jenis penelitian ini yaitu menggunakan deskriptif kualitatif.pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan tekhnik wawancara, observasi dan teknik dokumentasi. Subjek yang diperoleh berdasarkan data yang didapat dari penelitian ini adalah Guru ppkn, Kepala sekolah dan Siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive dan snawbal. Data yang dikumpulkan akan dianalisis kembali menggunakan data yang bersifat induktif/kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan didapatkan menunjukan bahwa di SMPN 03 Teluk Keramat peran guru yaitu sebagai a. Guru berperan sebagai inisiator, b. Guru berperan sebagai motivator, c. Guru berperan sebagai pembimbing, d. Guru berperan sebagai evaluator. peranan guru ppkn dalam sosialisasi tata tertib selain sebagai pengajar didalam kelas Guru ppkn juga berperan diluar jam pelajaran selesai yang dimana Guru ppkn selalu mengingatkan mengenai sosialisasi tata tertib sekolah, membimbing siswa dan juga mengawasi terhadap tingkah laku yang dilakukan siswa disekolah serta ikut memberikan sanksi ringan, dalam sosialisasi tata tertib Guru PPKn selalu memberikan arahan dan menerapkan  tata tertib yang sudah di tempel di dalam kelas maupun di papan pengumuman. Faktor penghambat peran Guru ppkn dalam sosialisasi tata tertib siswa SMPN 03 Teluk Keramat ialah Faktor Internal dan Faktor Ekternal. Solusi Guru ppkn dalam mensosialisasikan tata tertib pada siswa yaitu dengan cara Pembagian tata tertib sekolah, pengawasan tata tertib sekolah, pemberian sanksi tata tertib sekolah.
DINAMIKA DAN KRISIS TOLERANSI DI INDONESIA DALAM ERA DISRUPSI Filza Marnia Hazwani; Matang Matang
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v3i2.6153

Abstract

Dengan perkembangan zaman yang memasuki era disrupsi, perubahan yang terjadi lebih cepat dari sebelumnya dan tidak dapat dikendalikan pada akhirnya berdampak pada dinamika toleransi di Indonesia. Memasuki era disrupsi dimana salah satu perubahan terbesar adalah keberadaan media sosial. Namun, meski media sosial bisa menjadi alat pemersatu yang kuat, media sosial juga bisa menjadi penyebab banyaknya isu intoleransi yang beredar dan berdampak pada ideologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana toleransi di Indonesia pada gangguan zaman khususnya di media sosial, menunjukkan bagaimana zaman gangguan sangat berpengaruh pada dinamika toleransi di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari literatur-literatur yang terkait atau berhubungan dengan toleransi dan era disrupsi yang kemudian dianalisis muatan isinya. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada era disrupsi menjadi penyebab sikap toleransi generasi penerus bangsa serta memudarnya nilai ke-bhinekaan pada masyarakat. Karena dengan perkembangan digitalisasi, informasi apa saja dapat diakses oleh siapa saja. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia. Isu isu hoaks dan provokasi secara mudah bisa di temukan di media sosial dan dapat menjerat para pengguna yang tidak bijak dalam bermedia sosial. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak lagi menghargai dan menerima keragaman yang ada di Indonesia.