Articles
63 Documents
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PKH DALAM KOMPONEN KESEJAHTERAAN SOSIAL (KELOMPOK LANJUT USIA DAN DISABILITAS BERAT)
Kumala, Sheila Andriani
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.7717
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program di bawah tanggung jawab kementerian sosial guna mempercepat penanggulangan kemiskinan yang ada di Indonesia. Sebelumnya terdapat dua komponen dalam program ini yaitu untuk pendidikan dan kesehatan. Namun, untuk lebih menyasar berbagai lapisan masyarakat pada tahun 2016, cakupan komponen ini diperluas dengan adanya tambahan komponen kesejahteraan sosial yaitu diperuntukkan bagi para lansia dan penyandang disabilitas berat. Tentu saja dalam pelaksanaannya masih mengalami kendala baik itu dari data yang belum terintegrasi dengan baik, masih terdapat KPM yang belum tepat sasaran, keterlambatan penyaluran bantuan, perbedaan pemhaman serta belum tercapainya tujuan yang ingin direncanakan. Terlebih lagi masih minim literatur yang membahas secara mendalam mengenai komponen baru yang ada di PKH ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan teori efektivitas program untuk mengukur sejauh mana program ini efektif dalam mengentaskan kemiskinan bagi para komponen kesejahteraan sosial. Adapun hasil yang didapatkan adalah dimana sebelumnya komponen ini mempunyai program sendiri bernama ASPDB dan ASLUT dan ketika melebur kedalam PKH membuat sasaran dan cakupan KPM PKH semakin meningkat serta masih terdapat beberapa kendala yang muncul dalam pelaksanaannya sehingga membuat pelaksanaannya kurang efektif.
SEJARAH KONTROVERSIAL PASCA KEMERDEKAAN DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA CALON GURU SEJARAH UNNES
fitrianto, robby fajar
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.6713
ABSTRAKSejarah kontroversial menjadi isu hangat dalam pembelajaran sejarah di tingkat satuan sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Narasi akan sejarah kontroversial juga merupakan isu hangat yang masih dikaji oleh para sejarawan dan peneliti hingga saat ini. Sebagai seorang mahasiswa calon guru sejarah, sudah sepatutunya untuk bisa memahami akan sejarah kontroversial. Perspektif mahasiswa akan narasi sejarah sendiri tentu menjadi fokus yang menarik untuk dikaji, hal ini diperlukan guna melihat bagaimana narasi sejarah yang ada dibangun dalam pemikiran mahasiswa calon guru sejarah. Dalam menilai perspektif mahasiswa calon guru sejarah sendiri dilakukan penelitian dengan desain kulaitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan studi pustaka Berdasarkan hasil penelitian sendiri nampak bahwasanya sejarah kontroversial sendiri mendapat perhatian khusus dikalangan mahasiswa calon pendidikan sejarah. Hal ini ditujukan dengan pemahaman mereka akan konsep sejarah kontroversial itu sendiri serta urgensi yang ada dalam pembelajaran sejarah kontroversial. Urgensi akan pembelajaran sejarah kontroversial yang ada tentunya harus diimbangi dengan upaya untuk menghadirkan pembelajaran sejarah kontroversial di kelas. Pada akhirnya peran guru begitu sangat besar dalam mengemas pembelajaran sejarah kontroversial yang ada, agar para siswa mampu memahami akan aspek-aspek dan konsep kontroversial dalam narasi-narasi kesejarahan yang ada di Indonesia.Kata Kunci: Sejarah Kontroversial, Perspektif Mahasiswa, Pembelajaran sejarah.
PERAN PEMERINTAH DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI PANTAI LAI LAI BISSI KOPAN KOTA KUPANG
Pullu, Dita Anita
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.8650
Penelitian ini merupakan salah satu kasus yang diambil di Pantai Lai Lai Bissi Kopan Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pemerintah dalam penataan pedagang kaki lima di Pantai Lai Lai Bissi Kopan Kota Kupang. Jenis penelitian yan digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu periode pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Peran pemerintah sebagai perencana penataan telah dilakukan dengan baik namun hingga saat ini belum ada kebijakan untuk melakukan penatan terhadap pedagang; (2) peran pemerintah sebagai pelaksana penataan belum dilaksanakan dengan baik dikarenakan hingga saat ini belum ada instruksi atau perintah dari pihak pemerintah kepada dinas-dinas mana yang ditetapkan untuk bertanggung jawab dalam pelaksanaan penataan terhadap para pedagang kaki lima di kawasan pantai Lai Lai Bissi Kopan;(3)peran pemerintah sebagai pengawas penataan belum dapat dikatakan baik hal ini dikarenakan belum ada dinas yang ditugaskan sebagai penanggung jawab yang jelas sehingga pengawasan terhadap pedagang hanya dilakukan oleh pihak kelurahan setempat yang mengawasi kebersihan kawasan pantai Lai Lai Bissi Kopan.kata kunci: peran pemerintah, penataan pedagang kaki lima
NILAI MORAL PANCASILA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DI ERA GLOBALISASI
Salsabila, Khoirun Nisa;
Habibah, Siti Maizul
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.7278
Pancasila merupakan filsafat bangsa dan negara republik Indonesia yang mengandung arti sebuah kehidupan bangsa, negara, dan masyarakat pada dasarnya memiliki nilai-nilai di dalamnya terkandung tujuan. Pada era globalisasi ini, bagaiaman anak-anak sampai orang dewasa bisa menumbuhkan nilai moral pancasila di kehidupan era globalisasi ini dan sudahkah tujuannya bermedai sosial untuk hal yang positif bagi diri sendiri maupun berbangsa. Pada zaman ini pastinya negara lebih maju dari zaman sebelumnya yang salah satunya teknologi yang berkembang pesat di era globalisasi termasuk medai sosial saat ini, karena sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat, dengan adanya media sosial sekarang apakah kita sudah dengan bijak menggunakannya? Contohnya tidak menyebar luaskan berita hoax, bullying, menyebar ucapan kebencian, mengunggah foto maupun video yang tidak bermanfaat. Karena saat ini banyak sekali pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab pada saat melakukan hal yang tidak senonoh atau hal yang tidak bermanfaat, yang tujuannya pun tidak jelas atau hanya ingin menyebar kebencian dan hujatan kepada orang lain.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA DI INDONESIA: DATA PISA
Rokhim, Hanif Nur;
Dhewantoro, Happri Novriza Setya;
Suranto, Suranto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.8399
The study of family environment and school environment in relation to academic achievement is a topic that is often discussed. The quantitative research method in this study is secondary data analysis using data from the 2018 Program for International Student Assessment (PISA). This research was conducted in Indonesia with 8,268 respondents who filled out the questionnaire. The results of this study indicate that: (1) Family environment has a positive influence on student academic achievement. (2) Family environment has a positive influence on student academic achievement (3) Family environment and school environment together have a positive influence on student academic achievement. These findings explain that the family environment and school environment are important factors in shaping student academic achievement in Indonesia.
Dampak Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa
Saputra, M. Edi
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9288
Salah satu tujuan dari program MBKM adalah meningkatkan kompetensi hard skills dan soft skills mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program MBKM dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti program MBKM di beberapa kampus sekitar Yogyakarta serta akademisi yang terlibat dalam program tersebut. Objek penelitian ini adalah program MBKM dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dan akademisi menyadari keberadaan program MBKM. Sebelum adanya program MBKM, beberapa kampus di Yogyakarta sudah memiliki program serupa. Mahasiswa dan akademisi yang terlibat dalam program MBKM berpendapat bahwa program ini dapat meningkatkan soft skills, hard skills, serta kompetensi sebagai bekal mahasiswa untuk kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi akademisi. Dengan demikian, program MBKM diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif.
Fenomena Culture Shock Dan Strategi Adaptasi Lintas Budaya Pada Era Digital
chairunnisa, chai
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9291
Fenomena culture shock telah menjadi tantangan utama dalam interaksi lintas budaya, khususnya di era digital yang ditandai oleh intensitas komunikasi global. Artikel ini membahas dampak dan strategi adaptasi lintas budaya dalam menghadapi culture shock di era digital. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai manifestasi culture shock yang terjadi baik dalam interaksi langsung maupun virtual. Perbedaan nilai, norma, dan pola komunikasi antar budaya sering kali memicu stres dan kebingungan, terutama dalam konteks platform digital seperti media sosial dan forum daring. Kemajuan teknologi mempercepat keterbukaan budaya tetapi juga meningkatkan risiko ketidaksesuaian budaya yang mendalam, yang disebut sebagai virtual culture shock. Fenomena ini ditandai oleh kesalahpahaman komunikasi, ekspektasi budaya yang berbeda, serta kesenjangan dalam literasi teknologi. Faktor-faktor seperti literasi budaya, dukungan sosial daring, dan persepsi individu terhadap budaya baru memainkan peran signifikan dalam keberhasilan adaptasi. Artikel ini menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan Digital Cultural Intelligence (DCI), dukungan sosial daring, dan pelatihan budaya virtual untuk membantu individu mengatasi culture shock. Strategi ini berkontribusi pada peningkatan
KETANGGUHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Rahma, Hanum Lauditta;
Habibah, Siti Maizul
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9061
The era of disruption that occurred globally had affected all human life in various fields, both in the economic, social, cultural, political, educational and other fields. Pancasila as the basis of the state and as the nation's view of life, must not be abandoned in order to achieve the values of the precepts contained in Pancasila. Pancasila holds an important role to be a filter of new values by applying the values of Pancasila in all aspects of life. The research method used in this article is qualitative research and library research method. The industry 4.0 with all the disruptions that follow needs to be addressed critically by living the values as one of the foundations that are maintained in the disruption of the industry 4.0.
REFORMASI SEKOLAH MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC)
Istiqomah, Annisa;
Widiyanto, Delfiyan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9327
Indonesia menduduki posisi terendah dari 79 negara peserta PISA tahun 2018. Rendahnya hasil asesmen PISA di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi kompetensi siswa. Kajian yang dilakukan PISA 2018 melalui angket siswa dan angket sekolah menunjukkan beberapa faktor sebagai berikut: faktor internal (misalnya: ketangguhan/daya tahan, sifat kompetitif, motivasi diri dalam belajar, dan lain sebagainya), faktor eksternal (misalnya, lingkungan belajar yang baik di sekolah atau di rumah, praktik mengajar yang dilakukan guru, serta kelengkapan sarana belajar, dan lain sebagainya). Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengkaji alternatif solusi dalam mengatasi rendahnya hasil asesmen PISA bagi Indonesia melalui pembenahan sekolah dengan mengembangkan model pembelajaran kolaboratif berbasis lesson study for learning community dengan menggunakan pendekatan teori ZPD Vygotsky dan Scaffolding Brunner. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk memperkuat permasalahan yang diteliti dan menjadi dasar dalam memberikan berbagai argumentasi mengenai reformasi sekolah melalui pengembangan model pembelajaran kolaboratif berbasis Lesson Study for Learning Community (LSLC). Sumber penelitian yang digunakan meliputi jurnal, buku, artikel, laporan penelitian, dan sebagainya yang terkait dengan model pembelajaran kolaboratif berbasis Lesson Study for Learning Community (LSLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu rendahnya hasil asesmen PISA untuk Indonesia dapat diatasi dengan melakukan upaya reformasi sekolah melalui pengembangan model pembelajaran kolaboratif Lesson Study for Learning Community (LSLS).
Implementasi Problem Based Learning (PBL) dengan Media Film pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
rahmayanti, esty
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9130
Salah satu keterampilan abad 21 yang sangat perlu dimiliki oleh mahasiswa sebagai bekal dalam menghadapi tantangan global adalah kemampuan berpikir kritis. Namun masalah yang terjadi adalah mahasiswa saat ini seringkali hanya melakukan proses belajar sampai pada level mengingat atau memahami saja terhadap materi-materi perkuliahan yang mereka dapatkan di kelas. Tidak jarang mahasiswa bahkan hanya terfokus pada satu pokok bahasan yang menjadi tugas individu ataupun kelompok yang diberikan dosen. Mahasiswa juga cenderung lebih banyak menerima begitu saja materi yang diberikan oleh dosen tanpa mempertimbangkan dengan lebih cermat, sehingga kurang mendorong mahasiswa berpikir kritis. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Problem-Based Learning (PBL) dengan media film merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menangani masalah-masalah yang realistis, untuk merumuskan ide dan mengembangkan keterampilan penalaran, menekankan belajar sebagai proses yang melibatkan pemecahan masalah sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis. Implementasi PBL dengan media film dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bertujuan untuk mengembangkan berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta memiliki semangat kebangsaan yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata Kunci : Problem Based Learning, berpikir kritis, PKn.