cover
Contact Name
Delfiyan Widiyanto
Contact Email
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Phone
+6287838875519
Journal Mail Official
jurnalkalacakra@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kalacakra
Published by Universitas Tidar
Core Subject : Education, Social,
We publish origin article research, review article, and case study Sosial Sciences and education. The scope of Journal Kalacakra are : Social Sciences; Culture; Citizenship; Character; Pancasila; Defending the Country; Education; (learning strategies, assessment, and evaluation of learning)
Articles 63 Documents
Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Nilai-Nilai TIDAR di Lingkungan Kampus Widiyanto, Delfiyan; Wahyono, Hari; Novitasari, Novitasari; Istiqomah, Annisa; Prasetyo, Riyan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v5i2.9199

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of students' attitude aspects after taking project-based Citizenship Education courses. Citizenship Education aims to form good citizens and have ideal young citizen skills. As a form of improving the skills of young citizens with education in a formal environment, it has a greater impact on the internalization of values. This study uses a quasi-experimental research type (quasi-experimental design). This study uses a quasi-experimental design without a control or comparison class. The experimental design used is one group pre-test-post-test. The results of the study show that project-based learning can improve attitudes towards Tidar values. These values are in the form of tough, integrative, dedicated, active, and responsive values. Students' responses to project-based learning are easy and they really like the learning that is carried out. However, the improvement in attitudes towards Tidar values has not been maximized in all indicators, especially in tough and active values. In order to be able to increase all values to the maximum, a more comprehensive project learning evaluation needs to be carried out.
Persepsi Pemilih Pemula terhadap Netralitas Media Massa Televisi Menjelang Pemilu 2024 Izzati, Firda Aulia
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9385

Abstract

Pemilu 2024 di Indonesia menandai momen penting dalam proses demokrasi, di mana pemilih pemula memainkan peran yang semakin signifikan. Persepsi pemilih pemula terhadap netralitas media massa menjadi fokus utama dalam konteks ini. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pemilih pemula, yang biasanya terdiri dari generasi muda yang baru pertama kali terlibat dalam pemilu, memandang netralitas media massa menjelang Pemilu 2024. Berkembangnya teknologi digital dan dominasi media sosial sebagai sumber utama informasi, pemilih pemula mengalami paparan informasi yang terfilter dan sering kali bias. Platform media sosial, dengan algoritma yang menampilkan konten sesuai dengan preferensi pengguna, berpotensi memperkuat pandangan yang sudah ada dan membatasi eksposur terhadap sudut pandang yang berbeda. Pemilu 2024 di Indonesia merupakan momen krusial dalam perjalanan demokrasi, terutama bagi pemilih pemula yang baru pertama kali berpartisipasi dalam proses demokrasi ini. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pemilih pemula memandang netralitas media massa dalam melaporkan isu-isu politik menjelang Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada kelompok pemilih pemula di beberapa kota besar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemilih pemula cenderung skeptis terhadap netralitas media, terutama media yang secara jelas menunjukkan afiliasi politik. Namun, sebagian dari mereka juga mengandalkan media sosial dan platform digital lainnya sebagai sumber informasi alternatif, yang sering kali memperkuat bias yang sudah ada. Temuan ini menyoroti pentingnya literasi media bagi pemilih pemula untuk dapat secara kritis mengevaluasi informasi yang diterima.
Pembentukan Karakter Anak Broken Home melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Novitasari, Novitasari; Yasnanto, Yasnanto; Yazera, Nilam Rizki
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang bagaimana peran sekolah dalam pembentukan karakter anak broken home melalui penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di sekolah dasar kota dan kabupaten Magelang. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah pada dasarnya dapat membentuk karakter siswa termasuk yang berasal dari keluarga broken home. Pengembangan karakter di dalam kelas dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran yang relevan. Pengembangan karakter di luar kelas dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam berbagai kegiatan pengembangan diri, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Nilai-nilai karakter yang baik dibudayakan dan dibiasakan melalui pengondisian, kegiatan rutin, kegiatan spontanitas, dan keteladanan. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran yang besar dalam menerapkan penguatan profil pelajar Pancasila termasuk dalam membentuk karakter siswa. Dalam penerapannya, sekolah mewujudkan dalam bentuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) atau dalam bentuk yang lain yang diintegrasikan dalam kegiatan di dalam atau di luar kelas. Masukan bagi peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian di bidang PPKn khususnya karakter kewarganegaraan dan profil pelajar Pancasila adalah dapat melakukan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh penerapan penguatan profil pelajar Pancasila khususnya projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) terhadap pembentukan karakter siswa di sekolah.
Seni Musik Karawitan Sebagai Sarana Peningkatan Rasa Cinta Tanah Air: Studi Kasus di Omah Seni Melikan Marzuqi, Yasir; Yudhantaka, Risang Arya; Mahendra, Irvan
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9403

Abstract

Fenomena globalisasi yang semakin kompleks telah melahirkan budaya hibrida yang didominasi oleh pengaruh kebudayaan asing. Kondisi ini sering kali menimbulkan krisis identitas budaya lokal dan nasional, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan lunturnya bahkan hilangnya identitas budaya bangsa. Seni musik tradisional karawitan memiliki potensi besar sebagai media untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana seni musik karawitan dalam meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipilih karena dinilai paling relevan untuk mengungkap fenomena secara komprehensif, terutama yang berkaitan dengan aspek sosial, budaya, dan perilaku. Metode studi kasus dipilih sebagai kerangka penelitian untuk menggali dan memahami secara mendalam bagaimana Omah Seni Melikan memanfaatkan seni musik karawitan sebagai sarana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni karawitan memiliki peran strategis dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air. Upaya yang dilakukan oleh Omah Seni Melikan, seperti latihan rutin, pementasan di berbagai acara, dan integrasi lagu perjuangan ke dalam karawitan, menunjukkan bahwa seni ini dapat menjadi medium yang efektif untuk memperkuat rasa nasionalisme. Dengan memahami filosofi, sejarah, dan nilai-nilai yang terkandung dalam seni karawitan, generasi muda diharapkan dapat lebih menghargai dan melestarikan identitas bangsa Indonesia.
Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa dengan Menggunakan Teknik Presentation, Practice, Production (PPP) pada Siswa Kelas X SMKN 1 Siborongorong Gultom, Rut Irmawat
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9404

Abstract

This classroom action research aimed to assess the effectiveness of the Presentation, Practice, and Production (PPP) Technique in enhancing students' speaking skills. The participants included 32 students from the tenth-grade TKJ 2 cohort at SMK N 1 Siborongborong. Analysis of the pre-test results conducted during the pre-cycle indicated that the students' proficiency in narrating experiences was inadequate, with a total pre-test score of 1444 and a mean score of 45.12. Only 6.25% of the students achieved the Standard Minimum Achievement (KKM) threshold set at 72. Data were collected through the implementation of the PPP Technique across two carefully planned cycles, each consisting of two instructional sessions. The outcomes of post-test I revealed a significant improvement in the students' speaking abilities, with a total score of 1596 and a mean of 49.87. In post-test I, 12.5% of the participants reached the KKM. Results from cycle II indicated further progress, with a total score for post-test II of 2276 and a mean score of 71.12. In post-test II, 65.62% of the students achieved the KKM, indicating that the intervention was successful in advancing their speaking skills. Additionally, this research illustrated a positive transformation in learning behavior, attributed to the favorable responses elicited by the techniques employed. In summary, this action study establishes that the PPP Techniques significantly contributed to improving the speaking abilities of tenth-grade students at SMK N 1 Siborongborong, and it is anticipated that these findings will motivate educators in their efforts to teach speaking, particularly in vocational school contexts.
Profil Kualifikasi dan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri 208 Luginasari Kota Bandung Zulisa, Eva; Alam, Faisal; Ahadin, Ahadin; Iqbal, Rahmat; Nabilah, Annisa
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kualifikasi dan kompetensi guru di SD Negeri 208 Luginasari Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis data sekunder, yang diperoleh melalui observasi dan penelitian dokumen sekolah. Data yang dikumpulkan meliputi kualifikasi akademik, kompetensi, dan status kepegawaian guru, yang kemudian dianalisis dengan prosedur analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kualifikasi akademik yang sesuai, dengan mayoritas telah menyelesaikan pendidikan S1. Kompetensi guru terbagi antara guru kelas dan guru mata pelajaran, dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Selain itu, distribusi status kepegawaian menunjukkan variasi antara guru PPPK, PNS, dan Guru Honor Sekolah, yang memengaruhi stabilitas dan motivasi kerja. Penelitian ini menyarankan agar diadakan pelatihan rutin, peningkatan kesejahteraan, dan fasilitas pendukung untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di SD Negeri 208 Luginasari dapat terus berkembang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.This study aims to analyze the qualifications and competency profiles of teachers at SD Negeri 208 Luginasari in Bandung City. The approach used is descriptive, with secondary data analysis obtained through observation and school document research. The collected data includes academic qualifications, competencies, and employment status of teachers, which are then analyzed using the qualitative data analysis model of Miles and Huberman. The results show that most teachers have appropriate academic qualifications, with the majority having completed a bachelor's degree (S1). Teacher competencies are divided between classroom teachers and subject-specific teachers, with work experience of more than five years contributing positively to their ability to address learning challenges. Additionally, the distribution of employment status shows variation among PPPK (contract-based government employees), PNS (civil servants), and honorary school teachers, which influences job stability and motivation.  This study suggests the need for regular training, improved welfare, and supporting facilities to enhance the quality of teaching and learning. With these measures, it is expected that the quality of education at SD Negeri 208 Luginasari will continue to progress in line with the demands of the "Merdeka Curriculum."
Pemanfaatan Media Digital dalam Mendorong Partisipasi Penyandang Disabilitas di Pelaksanaan Pemilihan Umum Arifin, Muhammad Risal
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9367

Abstract

Pelaksanaan pemilihan pemilu (pemilu) menjadi wujud nyata dari demokrasi di suatu negara. Demokrasi memberikan dan menjamin partisipasi aktif dan setara warga negara, yang salah satunya di pelaksanaan pemilu. Dengan begitu, keberhasilan pemilu dapat dilihat dari partisipasi aktif dari masyarakat yang turut menentukan masa depan negaranya, yang dilimpahkan kepada pemimpin yang terpilih. Penyandang disabilitas sebagai bagian warga negara yang tidak terpisahkan, memiliki hak yang sama dan setara untuk berpartisipasi dalam memberikan hak suaranya dalam pemilu. Namun, karena keterbatasan yang dimilikinya, menjadikan mereka sulit dalam mengakses sosialisasi ataupun informasi pemilu yang menjadi pendorong partisipasi mereka dalam pemilu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Penelitian ini mengkaji bagaimana media digital dapat dimanfaatkan dalam mendorong partisipasi penyandang disabilitas di pelaksanaan pemilu 2024. Dengan sifat media digital yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dapat dimanfaatkan untuk mengakses seluruh pemilih, termasuk pada penyandang disabilitas. Dengan desain informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan disabilitas, maka informasi yang disampaikan dapat diterima dan mampu mendorong partisipasi dari penyandang disabilitas. Namun di sisi lain, dalam pemanfaatan media digital masih terdapat tantangan, baik itu kesenjangan digital dan dampak penyebaran hoax. Dengan begitu, diperlukan pengembangan infrastruktur digital agar pemerataan akses internet dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, serta pengawalan media informasi guna mencegah penyebaran hoax, khususnya di tahun-tahun politik.
Implementasi Kurikulum Sekolah Berwawasan Lingkungan Dalam Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan SMPN 23 Semarang Munarun, Ahmad
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9325

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi, serta aktivitas dan perilaku manusia, sering kali berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama melalui polusi yang dihasilkan. Kepedulian terhadap lingkungan dalam konteks pendidikan ditandai oleh sikap yang spesifik, yang dibentuk berdasarkan teori nilai. Mengingat banyaknya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang berujung pada pencemaran dan kerusakan alam, penelitian ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan kepedulian lingkungan, dimulai dari kegiatan di sekolah. Sekolah berfungsi sebagai tempat awal pendidikan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan analisis kuantitatif deskriptif yang melibatkan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ketiga metode ini saling melengkapi dan memiliki kekuatan yang sama dalam penelitian ini. Hasil penelitian di SMP N 23 Semarang menunjukkan pencapaian yang sangat baik, dengan nilai akhir sebesar 94,74. Secara keseluruhan, sekolah telah mendukung kurikulum berwawasan lingkungan yang diterapkan dalam proses pembelajaran, serta partisipasi aktif warga sekolah dalam menjaga lingkungan. Selain itu, terdapat minat dari masyarakat sekolah untuk memotivasi diri sendiri, yang pada gilirannya mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, sekolah dapat mencapai tujuan sebagai institusi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Slacktivism sebagai Bentuk Pendidikan Politik: Studi Kasus Gerakan Sosial Online di Indonesia Amalia, Aida Restu; Aidah, Salwa; Aqida, Alifia; Wahidin, Darto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9426

Abstract

Fenomena Slacktivism menjadi sorotan seiring dengan perkembangan media sosial di Indonesia, di mana aktivisme seringkali dilakukan dengan cara yang minimalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Slacktivism dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam gerakan sosial online. Metode studi pustaka diterapkan dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur dan sumber daring yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Slacktivism berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran politik, meskipun partisipasi aktif dalam gerakan sosial masih tergolong rendah. Akses internet, tingkat pendidikan, dan dukungan komunitas terbukti menjadi faktor signifikan yang mempengaruhi tingkat partisipasi. Temuan ini menunjukkan potensi Slacktivism sebagai alat pendidikan politik, namun juga menekankan perlunya strategi yang lebih efektif untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam gerakan sosial online di Indonesia.
Peran Bawaslu Dalam Menertibkan Pelanggaran Alat Peraga Kampanye Studi Kasus Di Bengkulu Utara Adriadi, Rekho; Azhar, Andi; Matesa, Siska Ayu; Yudha, Romadhona Kusuma
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i1.9429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam penindakan pelanggaran terkait pemasangan alat peraga kampanye pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bengkulu Utara, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan kunci dari Bawaslu dan perwakilan partai politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja Bawaslu yang diukur melalui lima indikator, yaitu kualitas kerja, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan independensi, secara umum sudah efektif. Namun, masih terdapat tantangan dalam menekan tingginya angka pelanggaran, terutama dalam hal kuantitas pelanggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Bawaslu telah berkinerja baik dalam menegakkan peraturan kampanye, namun perlu adanya penegakan hukum yang lebih ketat untuk lebih menekan pelanggaran. Penelitian ini berkontribusi pada wacana yang lebih luas tentang pengawasan pemilu dan peran badan independen dalam memastikan pemilu yang adil dan transparan.Kata Kunci : Pengawasan Pemilu, Bawaslu, Pelanggaran Alat Peraga Kampanye, Bengkulu Utara, Indonesia, Integritas Pemilu