cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
HUBUNGAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Yatri Hilinti; Mepi Sulastri; Ronalen Br Situmorang; Lezi Yovita Sari
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.205

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Stunting menjadi suatu permasalahan dalam kesehatan karena berhubungan dengan risiko terjadinya suboptimal perkembangan otak, sehingga terjadi  keterlambatan pada perkembangan motorik dan terhambatnya pertumbuhan mental. Hal ini menjadi ancaman serius bagi keberadaan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Data Riskesdas tahun 2017 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 29,6%, meningkat menjadi 30,8%, di tahun 2018 kemudian menurun menjadi 27,7% di tahun 2019. Angka tersebut masih jauh dari standar WHO yaitu dibawah 20%. Masih tingginya angka stunting diindonesia menjadi perhatian penting bagi pemerintah. Dari beberapa penelitian didapatkan faktor penyebab stunting salah satunya yaitu tidak menerapkan ASI Eksklusif pada Bayi. Maka peneliti termotivasi melakukan penelitian tentang hubungan riwayat ASI Eksklusif terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu.Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Desain penelitian ini dilakukan degan melakukan observasi pada semua variabel, baik variabel independen (riwayat ASI Eksklusif) maupun variabel dependen (stunting) dalam waktu yang bersamaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 222 orang balita di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.Hasil : Penelitian menunjukkan hasil bahwa 46 (63,9%) responden tidak ASI eksklusif dan mengalami stunting. Sedangkan dari 29 (19,6%) responden dengan ASI eksklusif dan mengalami stunting. Dari uji statistik dapat diketahui bahwa p-value = 0,000 atau lebih kecil dari nilai α (0,05).Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu. Dilihat dari nilai RP = 3,261 yang dapat diartikan bahwa responden yang tidak ASI eksklusif berpeluang 3,261 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan responden yang ASI eksklusif.Kata Kunci : Asi Eksklusif, Stunting ABSTRACTBackground: Stunting is a health problem because it is associated with the risk of suboptimal brain development, resulting in delays in motor development and stunted mental growth. This is a serious threat to the existence of children as the next generation of the nation. Riskesdas data in 2017 shows the prevalence of stunting in Indonesia reached 29.6%, increased to 30.8%, in 2018 and then decreased to 27.7% in 2019. This figure is still far from the WHO standard, which is below 20%. The high rate of stunting in Indonesia is an important concern for the government. From several studies, it was found that the factors causing stunting, one of which was not applying exclusive breastfeeding to infants. So the researchers were motivated to conduct research on the relationship of exclusive breastfeeding history to the incidence of stunting at the Sawah Lebar Health Center Bengkulu.  Methods: This type of research is quantitative using an analytical survey method with a cross sectional approach. The design of this study was carried out by observing all variables, both the independent variable (history of exclusive breastfeeding) and the dependent variable (stunting) at the same time. The sample in this study amounted to 222 children under five in the work area of the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City.Results: The study showed that 46 (63.9%) respondents were not exclusively breastfed and experienced stunting. Meanwhile, out of 29 (19.6%) respondents with exclusive breastfeeding and experiencing stunting. From the statistical test, it can be seen that the p-value = 0.000 or less than the value of (0.05).Conclusion: It can be concluded that there is a significant relationship between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Sawah Lebar Health Center Bengkulu. Judging from the value of RP = 3.261 which means that respondents who are not exclusively breastfed have a 3,261 times higher chance of experiencing stunting compared to respondents who are exclusively breastfed.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting  
EFEKTIVITAS LARUTAN CABAI RAWIT SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP KEMATIAN LALAT RUMAH Dewi Musvitasari; Devita Sari; Yusup Saktiawan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.146

Abstract

Lalat rumah dapat menjadi vektor yang efisien karena tubuhnya mudah ditempati bakteri, spora dan cacing pada bagian mulut dan keenam kakinya, sehingga mudah menyebarkan agen penyakit. Lalat rumah sering hinggap pada makanan, dan berjalan pada peralatan makanan seperti sendok, piring serta perkakas lainnya.Hal itu selain meningkatkan bakteri yang menempel di tubuhnya, lalat juga mengeluarkan kotoran pada setiap tempat yang dihinggapinya.Metode  Penelitian ini adalah True Eksperimental  dengan pendekatan Posttest Only Control Group. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 5 kelompok,  p4 kelompok yang diberi perlakuan dan satu kelompok kontrol. Sampel pada penelitian ini adalah Lalat rumah(Musca domestica) yang masing-masing berjumlah 5 ekor. Analisa data penelitian menggunakan One Way Anova  untuk mengetahui efektivitas larutan cabai rawit terhadap kematian lalat.Berdasarkan hasil analisa statistilk α = 0.05 dan hasil nilai signifikan p = 0.000, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya efektivitas larutan cabai rawit terhadap kematian lalat. Untuk itu disarankan agar penelitian ini dikembangkan dan menjadi salah satu alternatif insektisida alami yang aman.Kata Kunci :efektivitas, larutan cabai rawit, lalat.
MANAJEMEN NUTRISI PADA IBU HAMIL TM II DENGAN KEKURANGAN ENERGI KERONIK DI PMB “E” KOTA BENGKULU Herlinda Herlinda; Iin Nilawati; Eka Septiani
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.213

Abstract

Background: Comprehensive midwifery care is midwifery care on an ongoing basis from pregnancy to family planning as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Pregnancy is a unique natural condition because during pregnancy the mother will experience changes in anatomy and physiology. The care provided aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby.Method: This type of research is descriptive with a case study method. In Mrs. R, G2P1A0 18 weeks pregnant with KEK with lila 23 cm, will be given comprehensive care with Nutrition Management.Results: The results of the care given to Mrs. R during pregnancy was Mrs, R had visited 6 times, the quality of ANC services obtained met the 10 T standard. In the second trimester of SEZ pregnancy, complementary midwifery care was provided, namely Nutrition Management. Finally, the mother's weight increased and Lila increased to 23.7 cm, which means she experienced an increase of 0.7 cm.Conclusion: From the results of the care provided, it can be concluded that the nutritional management given to Mrs. R has an effect on the incidence of SEZ on Mrs. R
KUALITAS AIR SUMUR BOR PERUMAHAN PABRIK GULA KEBONAGUNG KABUPATEN MALANG Nuning Endah; Irfany Rupiwardani; Misbahul Subhi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.165

Abstract

Banyak penyakit yang disebabkan melalui media air dan menyebabkan kematian, contohnya penyakit diare. Berdasar hasil data, kejadian diare di wilayah Kebonagung masih meningkat dari tahun ke tahun. Sumur bor ditemukan sebagai sumber yang dicurigai menyebabkan pencemaran karena berdekatan dengan resapan septic tank yakni radius<10m, juga berdekatan dengan persawahan (radius < 10m). Selain itu sumur terletak ±1 Km dari pabrik dan masyarakat sekitar masih banyak yang BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel diambil langsung dari air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung dengan menggunakan teknik Non- Probability Sampling dan Purposive Sampling. Ada 3 parameter pengujian yaitu parameter fisik (bau, TDS, kekeruhan, warna, rasa dan suhu), parameter kimia (besi, nitrat, nitrit, pH dan sulfat) dan parameter biologi (E-Coli dan total Coliform). Berdasarkan hasil pengujian kualitas air parameter fisik, kimia dan biologi air sumur bor Perumahan Pabrik Gula Kebonagung pada LABKESDA Kepanjen didapatkan hasil memenuhi syarat standar Permenkes No 32 Tahun 2017. Ketika dilakukan pengurasan tandon akan menurunkan endapan/partikel yang ada pada air. Pemberian desifektan (pemberian kaporit/ klorin) merupakan upaya sanitasi air yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mencemarinya. Untuk itu disarankan pada pemilik atau pengelola sumur bor untuk melakukan pengurasan air sumur bor secara rutin minimal 3 bulan sekali dan pemberian desifektan secara berkala setiap hari.
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DENGAN PEMULIHAN LUKA PERINEUM PBM " R " KOTA BENGKULU Sari Widyaningsih; Dita Selvianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.222

Abstract

Pendahuluan : Luka perineum adalah luka dikarenakan adanya robekan jalan lahir  maupun karena episiotomi pada waktu melahirkan. Dimana wanita yang melahirkan pervaginam sedikit banyak mengalami trauma seperti luka pada perineum akibat episiotomi, ruptur uteri atau laserasi perenium Tujuan penelitian ini adalah  Menganalisis hubungan pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di BPS “ S”  dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang dan diambil secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemenuhan gizi sedangakan variabel terikatnya berupa penyembuhan luke perineum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p-value < 0.05. Hasil dan Pembahasan : Sebagian besar responden (70 %) terpenuhi kebutuhan gizinya dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0.05). Kesimpulan dan saran  : Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor zat gizi yang paling dominan dalam pemulihan luka perineum.  
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU REMAJA TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Dilfera Hermiati; Yance Hidayat; Meri Epriana Susanti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.220

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat yang dikenal dengan nama virus corona baru. Data Menunjukkan bahwa hampir 200 Negara di Dunia sudah terjangkit oleh virus ini termasuk Indonesia. Wabah penyakit ini sangat mengguncang masyarakat dunia, tidak terkecuali masyarakat di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu. Wabah ini menimbulkan rasa gelisah, ketakutan dan ansietas kepada setiap orang termasuk pada remaja. Tingkat kecemasan yang dirasakan akan berpengaruh pada prilaku remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitic. Alasan pemilihan deskriptif analitic, karena penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan tingkat kecemasan dengan perilaku remaja terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota BengkuluHasil : Lebih dari sebagian reponden dengan tingkat kecemasan sedang dan sikap remaja negatif terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan tingkat kecemasan dengan Perilaku remaja terhadap pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu tahun 2021 dapat dilihat dari hasil p value yaitu 0.026.Simpulan : Tingkat kecemasan pada remaja akan berpengaruh pada prilaku remaja sehingga disarankan untuk dapat melakukan pencegahan dengan perilaku yang benar dan menggali informasi yang benar agar tidak terjadi kecemasan serta dapat melakukan vaksinasi sebagai salah satu perilaku pencegahan covid-19.Kata Kunci : Kecemasan, prilaku remaja ABSTRACTBackground: At the beginning of 2020, the world was shocked by the incidence of severe infection known as the new coronavirus. Data shows that almost 200 countries in the world have been infected by this virus, including Indonesia. This disease outbreak has greatly shaken the world community, including people in Indonesia, especially in Bengkulu Province. This outbreak causes anxiety, fear and anxiety to everyone, including teenagers. The level of anxiety felt will affect adolescent behavior.Method: This study uses descriptive analytical method. The reason for the descriptive analytical selection is because this study aims to explore the relationship between anxiety levels and adolescent behavior towards the COVID-19 pandemic in the work area of the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City.Results: More than a few repondents with moderate anxiety levels and negative adolescent attitudes towards the COVID-19 pandemic in the working area of the Sawah Lebar Health Center in Bengkulu City in 2021. The results showed that there was a relationship between the level of anxiety and adolescent behavior towards the Covid-19 pandemic in the work area of the Sawah Lebar Health Center in Bengkulu City in 2021 can be seen from the p value result, which is 0.026.Conclusion: The level of anxiety in adolescents will affect adolescent behavior so it is advisable to be able to carry out prevention with the right behavior and dig up the right information so that anxiety does not occur and can vaccinate as one of the covid-19 prevention behaviors. Keywords : Anxiety, adolescent behavior  
PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM UPAYA MENURUNKAN INTENSITAS NYERI MELALUI TERAPI BENSON DI RUMAH SAKIT TK II DR. AK GANI PALEMBANG Dwi Apriani; Tri Ferianti; Septi Andrianti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.248

Abstract

Abstract Latar Belakang, Appendicitis merupakan suatu keadaan inflamasi pada kuadran kanan bawah rongga abdomen atau lebih dikenal dengan nama usus buntu. Apendiktomi adalah pembedahan atau operasi pengangkatan apendiks yang mengalami peradangan. Pembedahan yang dilakukan memberikan efek nyeri pada pasien. Salah satu Teknik non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri adalah dengan terapi relaksasi Benson. Terapi relaksasi Benson merupakan penggabunggan antara respon relaksasi dan system keyakinan individu/faith factor (difokuskan pada ungkapan tertentu berupa nama-nama Tuhan atau kata yang memiliki makna menyenangkan bagi pasien itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan pendidikan kesehatan dalam upaya menurunkan intensitas nyeri melalui terapi benson pada pasien post operasi apendektomi. Metode Penelitian ini   menggunakan metode deskriptif yaitu pendekatan penerapan terapi dengan Standar Operasional Prosedur. Pengumpulan data diambil dengan metode wawancara dan pengisian kuisioner lembar NRS. Kesimpulan dari penelitian dua pasien menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri. Peneliti mengharapkan terapi Benson dapat meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat dan penerapan ini dapat di terapkan di Rumah Sakit maupun Lingkungan Masyarakat. Kata Kunci : Appendektomi, Nyeri Abdomen, Terapi Relaksasi Benson
GAMBARAN AKTIVITAS ENZIM ALKALIN PHOSPHATASE PADA PENDERITA HEPATITIS B Mardiyansyah Bahar; Mariana Manik
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.143

Abstract

Latar Belakang : Penyakit  peradangan pada sel-sel hati merupakan istilah umum dari Hepatitis. Penyebab hepatitis dapat disebabkan oleh Infeksi (Virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune. Hepatis virus dapat disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV), Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HCV), Hepatitis D (HDV), dan Hepatitis E (HEV) yang mana diantaranya dapat menjadi penyebab penyakit hepatitis (Datin, 2014).Aktivitas enzim alkali fosfatase (alkaline phosphatase/ALP) dan terdapat didalam darah menjadi penanda terjadinya gangguan fungsi hati karena normalnya terdapat didalam sel-sel hati. Kerusakan pada organ hati ini yang akan menyebabkan enzim terlepas ke dalam aliran darah (Ermanita dkk, 2020).   Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel dengan total sampling dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik RSUD dr. M Yunus Bengkulu.Hasil : hasil pemeriksaan aktivitas enzim alkalin phosphatase menunjukkan adanya peningkatan aktivitas enzim alkalin phosphatase pada penderita hepatitis B dengan rata – rata persentase peningkatan sebesar  40,42% dari nilai normalnya.Simpulan : Disarankan agar senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat agar senantiasa dapat terhindar dari penyakit seperti hepatitis.Kata Kunci : Hepatitis B, Alkaline Phosphatase.
ANALISIS KANDUNGAN KLORIN (CL2) PADA BERAS YANG BEREDAR DI PASAR KOTA BENGKULU Agus Widada; Mualim Mualim; Moh Gazali
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.159

Abstract

ABSTRAKUntuk tetap hidup, orang berusaha memenuhi kebutuhan primer mereka. Salah satu kebutuhan utamanya adalah pangan, dan masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokoknya. Energi cukup tinggi untuk memiliki dampak signifikan pada aktivitas fisik dan kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah peningkatan minat pembelian konsumen. Dimana konsumen menginginkan dan memilih beras yang bersih, putih dan licin untuk dikonsumsi. Dimasa sekarang ini, banyak produsen nakal yang menggunakan berbagai cara untuk memperpanjang umur simpan atau perbaiki tekstur, rasa, dan warna dari produk yang dijual khususnya pada beras  putih. Sehingga membuat masyarakat terkecoh tanpa disadari beras yang putih dan licin merupakan ciri fisik beras mengandung klorin.Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini kemudian dianalisisn secara manual dalam bentuk tabel menurut variabel yang diteliti. Berdasarkan data dari hasil uji laboratorium, maka peneliti memberikan kode (+) bila terbukti beras tersebut mengandung klorin dan sebaliknya apabila tidak terbukti diberikan kode (-) dan akan diketahui juga kadar klorin yang terkandung pada beras.Hasil penelitian pemeriksaan kadar klorin pada beras menunjukkan bahwa dari 50 sampel merk beras terdapat 41(82%)  beras positif mengandung kadar klorin dan 9 (18%) beras negatif mengandung kadar klorin.Saran kepada masyarakat yang hendak membeli beras agar lebih berhati-hati dalam memilih beras yang akan dibeli.Kata kunci: Beras, Klorin ABSTRACTTo stay alive, people try to fulfill their primary needs. One of the main needs is food, and Indonesian people make rice as their staple food. Energy is high enough to have a significant impact on physical activity and health. This is related to the increase in consumer buying interest. Where consumers want and choose clean, white and slippery rice for consumption. Nowadays, many rogue producers use various methods to extend shelf life or improve the texture, taste, and color of the products they sell, especially white rice. So that people are misled without realizing that white and slippery rice is a physical characteristic of rice containing chlorine.The type of research used in this research is descriptive research with a quantitative approach. The results of this study were then analyzed manually in the form of tables according to the variables studied. Based on data from laboratory test results, the researcher gives a code (+) if it is proven that the rice contains chlorine and vice versa if it is not proven, it is given a code (-) and the chlorine content in rice will also be known.The results of the examination of chlorine levels in rice showed that from 50 samples of rice brands there were 41 (82%) positive rice containing chlorine levels and 9 (18%) negative rice containing chlorine levels.Suggestions to people who want to buy rice to be more careful in choosing the rice to be purchased.Keywords: Rice, Chlorine
ANALISIS SURVIVAL TERHADAP LAJU KESEMBUHAN PENDERITA COVID-19 DI SUMATERA BARAT Yeffi Masnarivan; Hamidatul Yuni; Yoko Masnarivan M
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.186

Abstract

Latar Belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan 08 April 2022, secara global dilaporkan 494.587.638 kasus konfimasi di 230 negara dengan 6.170.283 kematian (CFR 1,2%). Jumlah kasus COVID-19 terus meningkat di Indonesia. Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari Sabtu tanggal 08 April 2022 menjadi 6.030.168. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 5.798.044, yang meninggal dunia sebanyak 155.556. Sedangkan, di Provinsi Sumatera Barat, kasus pertama dilaporkan pada tanggal 18 Maret 2020. Terhitung hingga tanggal 7 April 2022, ditemukan 103.603 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, dengan 2.328 kematian dan sebanyak 98.602 sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan kasus Covid-19 & analisis survival terhadap laju kesembuhan penderita Covid-19 di Sumatera Barat.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain studi cohort retrospective. Pengambilan data dilakukan menggunakan data sekunder dari dinas kesehatan Provinsi Sumatera Barat bulan Juli 2021–Februari 2022. Variabel independen dari penelitian ini yaitu umur dan jenis kelamin. Sedangkan variabel dependennya adalah laju kesembuhan penderita Covid-19 di Sumatera Barat. Dengan jumlah sampel 397 penderita Covid-19. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan software aplikasi computer. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil : Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, kasus COVID-19 tertinggi terdapat di wilayah Kota Padang. Dari 1000 kasus COVID-19 di Sumatera Barat terdapat 62 pasien yang mengalami kesembuhan lebih cepat dari pada pasien COVID-19 lainnya. Sebanyak 50 % pasien COVID-19 mengalami kesembuhan sebelum hari ke-14. Terdapat perbedaan lama waktu sembuh yang signifikan antara pasien dengan umur > 60 tahun dibandingkan dengan umur < 60 tahun. Tidak terdapat perbedaan lama waktu sembuh yang signifikan antara penderita dengan jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan.Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan lama waktu sembuh pasien COVID-19 di Sumatera Barat.Kata Kunci : Analisis Survival, Laju Kesembuhan, COVID-19.

Page 10 of 21 | Total Record : 203