cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
Perbandingan Jumlah Total Koloni Bakteri Klebsiella Pneumonia Pada Media Nutrient Agar Dan Media Alternatif Bengkuang (Pachyrrhizus Erosus) Bastian Bastian
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.158

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru (alveoli), menyebabkan kematian terbesar pada anak di seluruh dunia. Jumlah kasus pneumonia balita di Provinsi Sumatera Selatan menempati posisi ke-19 sebesar 37, 36%. Salah satu bakteri penyebab pneumonia adalah Klebsiella pneumonia. Diagnostik laboratorium pada bakteri Klebsiella pneumoniae yaitu dapat dilakukan dengan cara isolasi bakteri, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Bakteri Klebsiella pneumonia membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berkembang-biak. Gold standar diagnostik yang digunakan dalam pemeriksaan adalah kultur pada media. Isolasi dapat menggunakan media sintetis dan media alami seperti bengkuang karena memiliki kandungan karbohidrat jenis inulin (Oligosakarida) sebanyak 7,2 gr, vitamin, nutrisi dan lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri. Metode : Jenis penelitian eksperimen murni (true experiment). Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada tanggal 10 januari 2022 - 14 januari 2022 dengan jumlah pengulangan sebanyak 32 pengulanganHasil : Nilai rata-rata jumlah total koloni bakteri Klebsiella pneumonia pada media Nutrient Agar (NA) 198 CFU/mL, dan media alternatif bengkuang (Pachyrrhizus erosus) 234 CFU/mL. Uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p (Sig 2 Tailed) = 0,029.Simpulan : Hasil penelitian yaitu bengkuang (Pachyrrhizur erosus) dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniaKata Kunci : Klebsiella pneumonia, Nutrient Agar dan bengkuang 
ANALISIS PENURUNAN KUALITAS DAN UPAYA PENGENDALIAN CEMARAN AIR SUNGAI RUPIT Mualim Mualim; Riang Adeko
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.261

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Pemakaian air bersih yang tidak memenuhi standar kualitas dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung secara perlahan. Sungai Rupit ialah salah satu sungai utama di Kabupaten Musi Rawas Utara yang tercantum DAS Musi. Sungai Rupit mempunyai debit rata- rata 54, 64 m3/ detik. Sungai Rupit ialah sungai yang melewati  Kecamatan Karang Jaya serta Kecamatan Rupit. Adanya keluhan terkait menurunnya kualitas air Sungai Rupit menjadi landasan dalam melakukan analisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, dan melakukan tindakan pengendalian terhadap cemaran air di sungai Rupit yang perlu dilaksanakan.Metode : Metode yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dimana parameter yang diukur dan dilakukan pengamatan teridiri dari pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform dengan metode pengambilan Purposive sampling.Hasil : Status mutu air sungai Rupit dengan tingkat indeks cemaran yaitu termasuk kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.676 mg/l - 3.268 mg/l dan  dapat dijadikan sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih. Parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat, Fecal Coliform semuanya dibawah baku mutu sungai kelas I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 82 Tahun 2001. Strategi pengendalian pencemaran Sungai Rupit diperlukan adanya pemeriksaan kualitas air sungai secara berkala, sosialisasi dan penegakan hukum bagi yang melanggar peraturan dan perundangan lingkungan hidup walaupun masih masuk dalam standar kualitas mutu air sungai.Simpulan : Cemaran ringan yang merupakan status mutu kualitas air sungai dengan parameter pH, TSS, BOD, COD,DO, Pospat, Nitrat,  Fecal Coliform sehingga masih dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air baku pengolahan air bersih. Selain itu, perlu dilakukannya kesepakatan dan juga penegakan aturan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam rangka pengendalian cemaran air sungai Rupit. Kata Kunci : Kualitas pengendalian air, indeks pencemaran sungai, Sungai Rupit ABSTRACTBackground: The use of clean water that does not meet quality standards can cause health problems, both directly and slowly and indirectly. The Rupit River is one of the main rivers in North Musi Rawas Regency which is included in the Musi Watershed. The Rupit River has an average discharge of 54.64 m3/second. Rupit River is a river that passes through Karang Jaya District and Rupit District. Complaints related to the decline in the quality of the Rupit River water have become the basis for conducting an analysis of river water quality based on the Water Quality Criteria according to Government Regulation Number 82 of 2001, and taking measures to control water contamination in the Rupit Rivers that need to be implemented.Methods: The method used in this research is a descriptive research method in which the parameters measured and observed consist of pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, and Fecal Coliform with a purposive sampling method.Results : The water quality status of the Rupit river with a contamination index level is included in the light pollution category with a value in the range of 0.676 mg/l - 3.268 mg/l and can be used as a source of raw water for clean water treatment. Parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform are all below class I river quality standards, based on Government Regulation Number: 82 of 2001. The Rupit River pollution control strategy requires regular river water quality checks, outreach and law enforcement for those who violate environmental laws and regulations even though they are still included in the river water quality standards.Conclusion: Light contamination which is of the quality status of river water with the parameters pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrate, Fecal Coliform so that it can still be used by the community as a source of raw water for clean water treatment. In addition, it is necessary to make an agreement and also enforce the rules made by the North Musi Rawas Regency government in the context of controlling Rupit river water pollution.Keywords: Water control quality, river pollution index, Rupit River 
KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN PESERTA MANDIRI BPJS KESEHATAN DI KECAMATAN SELEBAR Putri Wulan Dari; Bintang Agustina Pratiwi; Emi Kosvianti; Riska Yanuarti
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya kepesertaan mandiri PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) tidak sejalan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), yang menyebabkan tunggakan iuran meningkat. Analisis variabel-variabel yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS Kesehatan merupakan tujuan utama penelitian iniMetode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengisian kuesioner oleh responden. Populasi  dalam penelitian ini adalah peserta mandiri BPJS Kesehatan yang berobat di Puskesmas Telaga Dewa Kecamatan Selebar dalam 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2022, yaitu 984 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 91 orang. Teknik analisis data yaitu analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan (p-value = 0,180) dan pengetahuan (p-value = 0,663) tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS Kesehatan. Ada hubungan antara jumlah anggota keluarga terdaftar BPJS Kesehatan (p-value = 0,000), pendapatan (p-value = 0,000), dan persepsi (p-value = 0,002) dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan.Simpulan : Kepatuhan pembayaran iuran peserta BPJS mandiri dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota keluarga yang terdaftar, pendapatan dan persepsi.
PENGARUH STRES PSIKOLOGIS TERHADAP KADAR KORTISOL ASI PADA IBU MENYUSUI DI KABUPATEN SELUMA Rosaria, Rini Rosaria; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Sitorus, Rico Januar; Hasyim, Hamzah; Fajar, Nur Alam; Ermi, Nurmalia; Jasmine, Annisah Biancika; Aguscik, Aguscik; Ikhsan, Ikhsan; Slamet, Samwilson; Purnama, Yetti; Sulung, Neshy
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.301

Abstract

Breast milk is the gold standard in infant nutrition, which is the best food for babies compared to formula milk. Apart from containing the necessary nutrients, breast milk also contains various bioactive compounds that can affect the growth and development of the baby. Among these bioactive compounds there is also a glucocorticoid (GC) content, such as cortisol. It is known that cortisol levels are affected by the level of stress experienced by mothers during pregnancy and after childbirth. Purpose: this study aims to analyze the effect of maternal stress on breast milk cortisol levels in breastfeeding mothers in Seluma District. Method : : This research is an analytic survey, cross sectional study, conducted in Seluma Regency. A total of 77 rbreastfeeding mothers of children aged 0-24 months were taken as respondents by random sampling. Breast milk samples were taken to examine breast milk cortisol levels and were measured using the ELISA method. interviews using a questionnaire were conducted to collect data on maternal characteristics, while the stress level data were obtained by conducting interviews using the DASS 42 questionnaire. The data obtained was then processed and analyzed using univariate and bivariate analysis. Results: The results of measuring psychological stress showed that 35.1% of mothers experienced stress, while the results of measuring breast milk cortisol levels showed that 50% of mothers had high cortisol levels. The results of the Mann Whitney test found that there was a significant difference in the average breast milk cortisol levels in mothers who experienced psychological stress and those who did not (201.65 ± 97.82 μ/mL vs 150.32 ± 81.80 μ/mL, p=0.028) . Conclusion: psychological stress affects breast milk cortisol levels in breastfeeding mothers in Seluma Regency. Education related to handling stress in breastfeeding mothers needs to be done so that it does not hinder the breastfeeding process which can have an impact on the health of mothers and children. Keywords: Breastfeeding mothers, breast milk cortisol level, psychological stress
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN GIZI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKA MERINDU KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Jumita, Jumita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Edukasi kesehatan merupakan ilmu yang membantu masyarakat menjadikan gaya hidup masyarakat sehat optimal. Permasalahan gizi pada ibu hamil dapat di atasi dengan pemberian Edukasi Kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dan baik untuk kesehatan ibu dan janinnya. Tujuan penelitian ini mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap pengetahuan gizi dan berat badan pada ibu hamil di Puskesmas Suka Merindu.Metode : Metode penelitian eksperimen dengan rancangan pre-post test control group design, teknik pengambilan purposive sampling dengan jumlah sampel 40 orang ibu hamil pada kelompok perlakuan dan kontrol. Data pengetahuan gizi di peroleh dengan kuesioner, data berat badan menggunakan alat timbangan injak digital, dan Edukasi Kesehatan di berikan selama 8 kali dengan frekuensi 1 minggu 2 kali menggunakan media leaflet dan ceramah.Hasil : Data di analisis menggunakan uji perbedaan paired t-test dan wilcoxon. Hasil uji paired t-test p=0,000 dan uji wilcoxon p=0,000 yang berarti ada perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Kesimpulan : Kesimpulan Edukasi Kesehatan mempengaruhi pengetahuan gizi dan berat badan ibu hamil di Puskesmas Suka Merindu.Kata Kunci : Edukasi Kesehatan, gizi, Energi Kronik ABSTRACT Introduction : Fetal growth is influenced by factors during pregnancy, namely pregnancy complications, malnutrition, and stress conditions in pregnant women. Nutritional problems in pregnant women can be overcome by providing health promotions so that they can increase mother's knowledge about balanced and good nutrition for the health of the mother and fetus. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Health Promotion on knowledge of nutrition and weight in pregnant women at Suka Merindu Health Center.Methods : Experimental research method with pre-post test control group design, purposive sampling technique with a sample of 40 pregnant women in the treatment and control groups. Nutrition knowledge data was obtained by questionnaire, body weight data used digital scales, and Health Promotion was given 8 times with a frequency of 1 week 2 times using leaflets and lectures. Data were analyzed using paired t-test and Wilcoxon's difference test.Results : The results of the paired t-test p = 0.000 and the Wilcoxon test p = 0.000 which means that there is a difference between the treatment group and the control group. Conclusion : Conclusion Health Promotion is effective in influencing knowledge of nutrition and weight of pregnant women at Suka Merindu Public Health Center.Keywords: Health Promotion, nutrition, Chronic Energy
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE BIOFILTER ANAEROB – AEROB Mualim, Mualim; Jubaidi, Jubaidi; Krisdiyanta, Krisdiyanta
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.281

Abstract

Abstract: The content of domestic liquid waste that exceeds quality standards have a negative impact on the environment. Liquid waste treatment is useful for separating or removing dissolved materials or solids in water in order to compromise the next step process of handling liquid waste. The aim of this research was to determine the decrease in domestic liquid waste treatment with the anaerobic-aerobic biofilter method. The type of this research was a quasi-experiment with a Post-Test With control design. Data analysis was carried out by Paired T-Test.The results of the study obtained were BOD, COD and TSS levels before processing the anaerobic-aerobic biofilter method of 33 mg / L, 118 mg / L, and 41 mg / L, exceeding the quality standards of domestic liquid waste, Average levels of BOD, COD and TSS after processing the anaerobic-aerobic biofilter method of 22.6 mg / L; 87.6 mg/L; 19.3 mg/L; and there were differences in domestic liquid waste treatment with anaerobic-aerobic biofilter method for BOD and TSS parameters with p-value = 0.035; 0,002.Treatment of domestic liquid waste using anaerobic-aerobic biofilter method was effective in reducing BOD and TSS levels. Commitment and guidance are needed to the community to carry out domestic liquid waste treatment as an effort to prevent adverse impacts on the environment.Keywords: Domestic Liquid Waste, Anaerobic-Aerobic Biofilter  Abstrak: Kandungan limbah cair domestik yang melebihi baku mutu dapat berdampak buruk pada lingkungan. Pengolahan limbah cair berguna untuk memisahkan atau menghilangkan bahan terlarut atau padatan di air yang dapat membahayakan langkah selanjutnya dalam proses penanganan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan pengolahan limbah cair domestik dengan metode biofilter anaerob-aerob. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen semu (Quasi-experimen) dengan desain Post-Test With control Design. Analisis data dilakukan secara Paired T-Test.Hasil penelitian yang didapatkan yaitu kadar BOD, COD dan TSS sebelum pengolahan metode biofilter anaerob-aerob sebesar 33 mg/L, 118 mg/L, dan 41 mg/L, melebihi baku mutu limbah cair domestik, Rerata kadar BOD, COD dan TSS setelah pengolahan metode biofilter anaerob-aerob sebesar 22,6 mg/L; 87,6 mg/L; 19,3 mg/L; dan ada perbedaan pengolahan limbah cair domestik dengan metode biofilter anaerob-aerob untuk parameter BOD dan TSS dengan nilai p-value= 0,035; 0,002.Pengolahan limbah cair domestik dengan menggunakan metode biofilter anaerob–aerob efektif untuk menurunkan kadar BOD dan TSS. Diperlukan komitmen dan pembinaan kepada masyarakat untuk melakukan pengolahan limbah cair domestik sebagai upaya mencegah dampak buruk pada lingkungan.Kata Kunci: Limbah Cair Domestik, Biofilter Anaerob – Aerob
DETERMINAN IBU TERHADAP KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN ILIR TALO KABUPATEN SELUMA Sari, Lezi Yovita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.268

Abstract

Latar Belakang Pernikahan dini merupakan suatu pernikakan yang dilakukan oleh seseorang yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud tersebut adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Dan dari hasil pengkajian didapatkan bahwa di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu  kejadian pernikahan dini mengalami peningkatan pada tahun 2019-2020 dari 56 menjadi 82. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 19 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui determinan ibu yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Tahun 2021 antara lain adalah  faktor umur, pendidikan, pekerjaan ibu dan budaya.Metode:Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis rancangan penelitian yaitu Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan penentuan sampel menggunakan total sampling.Hasil:Pengolahan data dianalisis secara univariat dengan persentase dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukan faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini adalah pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan budaya.Simpulan: Hasil penelitian ini diharapkan, bagi pihak KUA Kecamatan Ilir Talo khususnya orangtua (keluarga) dapat meningkatkan dukungan dan kepedulian terhadap generasi muda agar menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.   Kata Kunci: Pernikahan Dini, Umur Ibu, Pendidikan Ibu, Pekerjaan Ibu, Budaya.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU Sari, Fikitri Marya; Fauzi, Yusran; Novega, Novega
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.305

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi diabetes pada penduduk 20-70 tahun di 10 negara dengan jumlah penderita tertinggi. Cina, India dan Amerika serikat merupakan negara menempati urutan tiga teratas jumlah penderita diabetes yaitu, sebanyak 116,4 juta, 77 juta dan 31 juta. Sedangkan Indonesia berada di peringkat 7 diantara 10 negara dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 10,7 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pasien dengan kejadian diabetes mellitus di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuesioner pada 50 pasien yang melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap pasien dengan kejadian diabetes mellitus (p<0,05)Simpulan : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada pasien dalam menurunkan angka kejadian diabetes mellitus.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Pengetahuan, Sikap             ABSTRACT  Background: Prevalence of diabetes among people aged 20-70 years in 10 countries with the highest number of sufferers. China, India and the United States are the top three countries in the number of diabetics, namely, as many as 116.4 million, 77 million and 31 million. Meanwhile, Indonesia is ranked 7th out of 10 countries with the highest number of sufferers, which is 10.7 million. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of patients with the incidence of diabetes mellitus at lingkar timur public  Health Center in Bengkulu City.Methods: This study used an analytic survey method with a cross-sectional design. The data used were primary data by distributing questionnaires to 50 patients who had their blood sugar checked while at the Lingkar Timur Health Center in Bengkulu City using an accidental sampling technique. Data analysis used the Chi-Square test.Results: The results showed that there was a relationship between knowledge and attitudes of patients with the incidence of diabetes mellitus (p <0.05)Conclusion: The results of this study are expected to be a consideration for the Public health centre in providing services to patients in reducing the incidence of diabetes mellitus.
KUNJUNGAN POSYANDU TERHADAP KUNJUNGAN BEROBAT DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Yandrizal, Yandrizal; Sarkawi, Sarkawi
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.242

Abstract

Posyandu adalah kegiatan yang dikelola dari, oleh, untuk masyarakat yang berguna untuk memberdayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan posyandu di Kota Bengkulu untuk memberdayakan masyarakat. Metode penelitian  metode kualitatif  dan desain penelitian analitik pendekatan observasional cross sectional untuk metode kuantitatif dengan uji hipotesis.  Posyandu terbanyak ada di Puskesmas Nusa Indah berjumlah 17 unit posyandu dan posyandu paling sedikit di Puskesmas Bentiring dengan 5 unit Posyandu. Posyandu aktif dari swadaya masyarakat 59 unit (26,94 %) dari 219 posyandu. Di Kota Bengkulu sebagian besar selalu melakukan kunjungan posyandu (89,1 %), di Kota Bengkulu masyarakat yang melakukan kunjungan posyandu tidak berobat ke puskesmas (59,7), analisis hubungan antara kunjungan posyandu dengan kunjungan pengobatan puskesmas sebanyak 247 (60 %) tidak melakukan pengobatan dan berobat sebanyak 167 (40 %) yang berarti ada pengaruh antara kunjungan posyandu dengan kunjungan pengobatan di Puskesmas. Kunjungan masyarakat ke Posyandu dapat mencegah penyakit tertentu, sehingga berdampak dan berhubungan dengan kunjungan pengobatan ke Puskesmas di Kota Bengkulu.
STUDI CROSS SECTIONAL TERHADAP HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR PROTEIN TOTAL ASI PADA IBU MENYUSUI Marissa, Febi Marissa; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Ermi, Nurmalia; Jasmine, Annisah Biancika; Aguscik, Aguscik; Ikhsan, Ikhsan; Slamet, Samwilson; Purnama, Yetti; Sulung, Neshy
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.283

Abstract

Background: During breastfeeding, mothers need adequate nutritional intake, including protein intake. Essential amino acids play an important role in the process of breast milk protein synthesis and can increase the production and protein of breast milk.  Breast milk protein is needed to support the growth and development of infants in the early stages of life. This study aims to analyze the relationship between protein intake and breast milk protein levels in breastfeeding mothers. Methods: This study was a quantitative study with a cross-sectional approach conducted in Seluma Regency. The sample used was 77 breastfeeding mothers aged 20-35 years who were randomly selected.  Protein intake was obtained using 3x24 hour food recall, then calculated using the Nutri survey application. Breast milk protein levels were measured using the spectrophotometric method. Characteristic data were obtained through interviews. The data obtained were then processed and analyzed using univariate and bivariate analysis using SPSS version 20. Result: The measurement of protein intake showed that 76.6% of breastfeeding mothers had insufficient protein intake. Measurement of breast milk protein levels showed that 67.5% of breastfeeding mothers had insufficient breast milk protein levels. Statistical test results showed that there was a significant relationship between protein intake and breast milk protein levels in breastfeeding mothers (p=0.007; PR=1.961; CI=1.08-3.56). Mothers who have less protein intake have a 1.96 times greater risk of having low breast milk protein levels. Conclusion: There is a significant relationship between protein intake and breast milk protein levels in breastfeeding mothers (p<0.005).  Education related to protein intake in breastfeeding mothers needs to be done.  Adequate protein intake can produce the needed quality of breast milk to help the optimal growth and development of the baby.Key words: breast milk, breast milk, protein intake, breastfeeding mothers, milk protein levels

Page 11 of 21 | Total Record : 203