cover
Contact Name
Agus Riyanto
Contact Email
aagusriyanto105@gmail.com
Phone
+6281227115446
Journal Mail Official
stikesbh03@gmail.com
Editorial Address
STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 RT. 012 RW. 002 Kebun Tebeng, Ratu Agung Bengkulu 38227 Telp./Fax. 0736-23422, Website : stikesbhaktihusada.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Mitra Raflesia (Journal of Health Science)
Core Subject : Health,
MITRA RAFLESSIA Journal of Health Science is an international, open access, peer reviewed and evidence-based scientific journal published by STIKES BAKTI HUSADA BENGKULU. The Journals mission is to promote excellence in nursing and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication. This journal is indexed or abstracted by Google Scholar
Articles 203 Documents
PENGARUH INTERVENSI KELOMPOK SWABANTU (SELF HELP GROUP) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA LANSIA Sesra, Sesra; Sabri, Rika; Banowo, Agus Sri; Neherta, Meri; Andri, Chairul; Tasman, Tasman
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.270

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan populasi lansia membuat berbagai masalah kesehatan diantaranya adalah: hipertensi, jantung, diabetes mellitus, stroke, rematik dan cidera. Hipertensi menempati urutan pertama dengan prevalensi hipertensi global sebesar 22% dari seluruh penduduk dunia. Wilayah Asia tenggara termasuk Indonesia berada di posisi ke-3.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelompok swabantu terhadap kepatuhan minum obat hipertensi pada lansiaMetode:Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasy Experimental With Control Group Design dengan populasi lansia hipertensi di Kabupaten Solok. Sampel dalam penelitian ini sesuai kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 36 orang yang terdiri atas 18 orang kelompok intervensi dan 18 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan karakteristik responden paling banyak berjenis kelamin perempuan, status menikah dan lama menderita hipertensi 5-10 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan p value kepatuhan = 0,000.Kesimpulan: Intervensi kelompok swabantu efektif meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia. Kelompok swabantu direkomendasikan menjadi intervensi keperawatan untuk meningkatkan kepatuhan sehingga tekanan darah dapat terkontrol.Kata Kunci : Kepatuhan, Lansia, Kelompok Swabantu ABSTRACTBackground: The increase in the elderly population creates various health problems if they do not get good welfare. Diseases commonly experienced by the elderly are non-communicable diseases, degenerative in nature, caused by age such as hypertension, heart disease, diabetes mellitus, stroke, rheumatism and injuries. Hypertension ranks first in health problems in the elderly. Global prevalence of hypertension is 22% of the world's population. The Southeast Asia region including Indonesia is in 3rd position.Purpose : This study aims to determine the effect of self-help groups on adherence to taking hypertension medication in the elderlyMethods: This research is a type of quantitative research using a Quasy Experimental With Control Group Design. This research was conducted on elderly people with hypertension in Solok Regency. The sample in this study according to the inclusion and exclusion criteria was 36 people consisting of 18 people in the intervention group and 18 people in the control group. Sampling using purposive sampling technique. Collecting data through a survey using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately with the paired sample t-test.Results: The results of the univariate analysis showed that most of the respondents were mostly female with married status and 5-10 years and had suffered from hypertension for 5-10 years. The results of bivariate analysis showed p value = 0.000Conclusion: Self-help group intervention is effective in increasing adherence to taking hypertension medication in the elderly. Self help groups can be recommended as a nursing intervention to improve medication adherence so that blood pressure can be controlled.Keyword: Adherence, Erderly, Self help group 
HUBUNGAN KADAR ZAT BESI SERUM DENGAN KONSENTRASI ZAT BESI ASI IBU MENYUSUI DI KABUPATEN SELUMA Ariana, Rika; Flora, Rostika; Sitorus, Rico Januar; Zulkarnain, Mohammad; Hasyim, Hamzah; Fajar, Nur Alam; Ermi, Nurmalia; Jasmine, Annisah Biancika; Aguscik, Aguscik; Ikhsan, Ikhsan; Slamet, Samwilson; Purnama, Yetti; Sulung, Neshy
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.289

Abstract

Background: Maternal iron status affects infant neurocognitive development. When the maternal iron intake and status are disturbed, it can lead to iron deficiency which can lead to anemia if not treated.  Anemia in breastfeeding mothers has a negative impact on the quality and volume of breast milk, including the availability of iron in breast milk. This study aims to analyze the relationship between serum iron levels and breast milk iron concentration in breastfeeding mothers in Seluma Regency. Methods: This study was an analytic survey, cross-sectional design, conducted in Seluma Regency in 4 (four) public health center working areas, namely Rimbo Kedui Public Health Center, Talang Tinggi, Tais, and Masmambang. Respondents were 124 breastfeeding mothers of children aged 0-24 months who were taken by proportional consecutive sampling. Venous blood and breast milk samples were collected for iron level measurement. Iron measurement was done using the spectrophotometric method. Data on characteristics were obtained using a questionnaire. Furthermore, the data were analyzed univariately and bivariately. Results: The results of measuring iron levels showed that 38.7% of mothers had iron deficiency and 15.3% of mothers had low breast milk iron levels. The bivariate test results showed 25% of mothers who experienced iron deficiency had low breast milk iron levels. (p=0.034, OR= 3.28; CI= 1.190-9.071). Conclusion: There is a significant relationship between serum iron levels and breast milk iron levels in breastfeeding mothers. It is necessary to educate mothers regarding the prevention of iron deficiency during pregnancy and breastfeeding so that the quantity of breast milk iron can meet the needs of children during breastfeedingKeyword : Breast milk, Iron Deficiency, Breast milk Iron Level, Iron
ANALISIS KELENGKAPAN BERKAS KLAIM RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Putri, Liza; Heltiani, Nofri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.263

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Klaim BPJS adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Klaim BPJS yang tidak layak untuk rawat jalan dan rawat inap di  Harapan dan Doa Kota Bengkulu selama 1 tahun (2022) sebanyak 67 berkas   rawat jalan dan 205 berkas untuk rawat inap. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota BengkuluMetode : Menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview yang diambil dari 4 informan. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil : Hasil penelitian diperoleh untuk rekapitulasi pelayanan masih terdapat hal- hal yang perluh diperbaiki antara lain banyak perawat dan juga DPJP yang masih sering salah dalam mengisi tanggal masuk perawatan dan tanggal keluar, berkas yang tidak terisi diagnosa penyakit dan perlu konfirmasi lagi dengan dokter yang menangani pasien tersebut selain itu untuk berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang perluh diperbaiki oleh pihak rumah sakit mulai dari diagosa dari dokter yang tidak tepat, perbedaan koding antara rumah sakit dan koding BPJS dan hasil pemeriksaan penunjang yang tidak ada berkasnya.Simpulan : Kesimpulan yang di dapat adalah Prosedur pengajuan klaim untuk poin rekapitulasi pelayanan dan berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang masi perlu di perbaiki lagi oleh pihak rumah sakit. Saran bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu untuk memperkuat kerja sama dengan dokter dan perawat agar tidak terjadi kesalahan penulisan data pasien dan untuk BPJS agar lebih memperbanyak pelatihan mengenai pengajuan klaim BPJS kesehatan dengan pihak Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota BengkuluKata Kunci: Klaim BPJS, Rawat Inap, Rumah Sakit, BPJS Kesehatan ABSTRACTBackground : BPJS claims are submissions for the costs of treating BPJS participant patients by the hospital to BPJS Health, carried out collectively and billed to BPJS Health every month. BPJS claims that are not eligible for outpatient and inpatient care at Harapan and Doa Bengkulu City for 1 year (2022) are 67 files for outpatient care and 205 files for inpatient care. Method : This study aims to analyze the procedures for filing claims for the Health Social Security Administering Body (BPJS) at Inpatient Hope and Prayer Hospitals in Bengkulu City using qualitative methods with in-depth interviews taken from 4 informants. Results : Checking or checking the validity of the data using source triangulation and method triangulation. The research results obtained for the recapitulation of services there are still things that need to be corrected, including many nurses and also DPJP who are still often wrong in filling in the date of admission and date of discharge, files that do not contain disease diagnoses and need confirmation again with the doctor who treats these patients besides that for patient support files and other evidence of services there are still things that need to be corrected by the hospital starting from the diagnosis from the doctor who is not right, the difference in coding between the hospital and the BPJS coding and the results of supporting examinations where there is no file. Conclusion : The conclusion that can be obtained is that the procedure for submitting claims for service recapitulation points and patient support files and other evidence of services there are still things that still need to be improved by the hospital. Suggestions for Hope and Prayer Hospital of Bengkulu City to strengthen cooperation with doctors and nurses so that there are no errors in writing patient data and for BPJS to increase training on filing BPJS health claims with Harapan and Prayer Hospital in Bengkulu CityKeywords: BPJS Claims, Hospitalization, Hospitals, BPJS Health
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RS KOTA BENGKULU Miranda, Tenike Gita; Sari, Lezi Yovita
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.331

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Melitus (DM) atau yang umunya dikenal penyakit kencing manis adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Kencing manis atau DM disebabkan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif. Ada 2 tipe diabetes melitus yaitu diabetes tipe I/diabetes juvenile yaitu diabetes yang umumnya didapat sejak masa kanak-kanak dan diabetes tipe 2 yaitu diabetes yang didapat setelah dewasa (Kemenkes RI, 2013).Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan desain kasus kontrol (case control study) yaitu untuk mengetahui apakah satu atau lebih faktor merupakan faktor risiko dari satu situasi masalah. Dalam hal ini faktor yang dapat dioperasionalkan menjadi variable independen dan situasi masalah dioperasionalkan menjadi variabel dependen (Buchari Lapau, 2015). Dalam menilai hubungan paparan penyakit dengan membandingkan kelompok kasus dengan kelompok control berdasarkan status paparannya (Bhisma Murti, 2003).Hasil : Variabel yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah umur (p=0,019), riwayat keluarga (p=0,007), IMT (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), pola makan tinggi gula (p=0,000) dan pola makan rendah serat (p=0,018).  Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah jenis kelamin, obesitas sentral dan merokok.  Variabel dominan berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah aktivitas fisik (OR= 4.367), orang yang aktivias fisiknya kurang berpeluang 4,3 kali menderita DM tipe 2 dari pada orang yang aktivitas fisiknya cukup setelah di kontrol variabel umur, IMT, pola makan tinggi gula dan riwayat keluarga.Simpulan: Disarankan untuk melakukan promosi kesehatan tentang penyakit DM tipe 2, dan beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit DM tipe 2 seperti melakukan aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan dan mengurangi konsumsi gula berlebih. Disarankan juga, agar melalukan pemeriksaan gula pada pasien yang berumur > 40 tahun.Kata Kunci: Diabetes, Obesitas, Merokok, Aktivitas Fisik  ABSTRACTBackground: Diabetes Mellitus (DM) or commonly known as diabetes mellitus is a metabolic disease that is a set of symptoms that arise in a person due to an increase in blood glucose levels above normal values. Sinusitis or DM is caused by impaired glucose metabolism due to insulin deficiency both in absolute and relative terms. There are 2 types of diabetes mellitus, namely diabetes type I/juvenile diabetes, which is diabetes that is generally acquired since childhood and type 2 diabetes, which is diabetes acquired after adulthood (Kemenkes RI, 2013).Methods: The type of research used is an observational analytic study with a case control study that is to determine whether one or more factors are risk factors of a problem situation. In this case the operable factor becomes an independent variable and the problem situation is operationalized into a dependent variable (Buchari Lapau, 2015). In assessing the relationship of disease exposure by comparing case groups with control groups based on exposure status (Bhisma Murti, 2003).Results: Variables associated with type 2 DM incidence were age (p=0.019), family history (p=0.007), BMI (p=0.000), physical activity (p=0.000), high-sugar diet (p=0.000) and low-fiber diet (p=0.018). Variables unrelated to the incidence of type 2 DM were gender, central obesity and smoking. The dominant variable associated with the incidence of type 2 DM was physical activity (OR = 4,367), people whose physical activity was less than 4.3 times more likely to suffer from type 2 DM than people whose physical activity was sufficient after controlling for variables such as age, BMI, high-sugar diet and family history. Conclusion: It is recommended to carry out health promotion about type 2 DM disease, and some risk factors associated with type 2 DM disease such as doing enough physical activity, maintaining weight and reducing excess sugar consumption. It is also recommended that a sugar test be performed in patients > 40 years of age.Keywords: Diabetes, Obesity, Smoking, Physical Activity
ANALISIS KADAR Immunoglobulin G Dan Immunoglobulin M TERHADAP PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RS. HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.414

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Agent penularannya yaitu nyamuk betina yang terinfeksi terutama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar IgG dan IgM pada penderita Deman berdarah dengue (DBD) di RS. Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diolah secara analisis univariat dan bivariate. Gambaran dari hasil Immunoglobulin G dan Immunoglobulin M yang diperoleh yaitu 5 sampel (16,7%) dengan hasil Immunoglobulin G(-) dan Immunoglobulin M(+),15 sampel (38,4%) dengan hasil Immunoglobulin G(+) dan Immunoglobulin M (-),11 sampel (31,2%) dengan hasil Immunoglobulin G(+) dan Immunoglobulin M (+),6 sampel (14,2%) dengan hasil Immunoglobulin G (-) dan IgM (-). Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat hasil IgG (-) dan IgM (+) pada 5 sampel (28%), serta hasil IgG (+) dan IgM (-) pada 10 sampel (42%) dan 15 (37%). sampel. Dengan IgG (-) dan IgM (-). Berdasarkan jenis kelamin, 15 orang (73,8%) berjenis kelamin laki-laki dan 45 orang (26,3%) berjenis kelamin perempuan. Diketahui nilai X2 yang dihitung dari hasil statistik chi-square = 45,3> X2 tabel =5,954 dengan nilai r = 0,000 (< 0,05). Simpulan : Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, IgG dan IgM pada pasien DBD paling banyak ditemukan berdasarkan hasil analisa serologi IgG (+) dan IgM (-) dengan penyakit DBD sekunder, dan terdapat pada pasien lainnya. Penderita demam berdarah lebih sering adalah laki-laki dibandingkan perempuan.Kata Kunci : DBD, Analisis Kadar IgG, Analisis Kadar IgM.  ABSTRACTBackground : DHF is one of the health problems in Indonesia The number of sufferers tends to increase and the spread becomes wider. Dengue virus infection can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The transmission agent is infected female mosquitoes, especially Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes through the bite of an infected mosquito. This study aims to analyze IgG and IgM levels in dengue hemorrhagic fever (DHF) sufferers in hospitals. Hopes and Prayers of the City of Bengkulu. Methods : This research uses descriptive analysis research with a literature study approach. Data were processed using univariate and bivariate analysis. An overview of the Immunoglobulin G and Immunoglobulin M results obtained were 5 samples (16.7%) with Immunoglobulin G(-) and Immunoglobulin M(+) results, 15 samples (38.4%) with Immunoglobulin G(+) and Immunoglobulin results M (-), 11 samples (31.2%) with results of Immunoglobulin G (+) and Immunoglobulin M (+), 6 samples (14.2%) with results of Immunoglobulin G (-) and IgM (-). Results Based on the results obtained, there were IgG (-) and IgM (+) results in 5 samples (28%), as well as IgG (+) and IgM (-) results in 10 samples (42%) and 15 (37%). sample. With IgG (-) and IgM (-). Based on gender, 15 people (73.8%) were male and 45 people (26.3%) were female. It is known that the value of X2 calculated from the results of the chi-square statistic = 45.3> > X2 table =5,954 with a value r = 0,000 (< 0,05). Conclusion : Results: Based on the research results, IgG and IgM in dengue fever patients were mostly found based on the results of serological analysis of IgG (+) and IgM (-) with secondary dengue fever, and were found in other patients. Dengue fever sufferers are more often men than women.Keywords: DHF, IgG Level Analysis, IgM Level Analysis
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMP NEGERI 05 KOTA BENGKULU Mufqi, Iguh Al; Pratiwi, Bintang Agustina; Kosvianti, Emi; Wati, Nopia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu merilis bahwa kelurahan pagar dewa merupakan salah satu wwilayah rawan penyalahgunaan narkoba. SMPN 5 Kota Bengkulu terletak di pagar dewa, hasil observasi menemukan rendahnya pemahaman siswa tentang NAPZA. Untuk itu penelitian ini melihat pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa tentang penyalahgunaan NAPZA.Metode : Bentuk penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dan jumlah sampel 1.023 peserta, dari data tersebut di dapatkan 52 sampel dengan menggunakan metode random sampling dan pengumpulan data di ambil menggunakan rancangan One Group Pretest Postest. Penelitian ini dilakukan pada Agustus – September 2022. Tes Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menentukan normalitas data; namun, hasil tes ini mengungkapkan data yang menyimpang, yang mengharuskan penggunaan uji Wilcoxon.Hasil : Rata-rata pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebesar 4,65 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 7,67. Terdapat pengaruh edukasi menggunakan video terhadap pengetahuan siswa.  Kesimpulan : Media edukasi video sangat tepat digunakan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang NAPZA.Kata Kunci : NAPZA, Edukasi Video, Pengetahuan, Siswa ABSTRACTBackground: The National Narcotics Agency of Bengkulu Province reported that Pagar Dewa Village is one of the areas prone to drug abuse. SMPN 5 Kota Bengkulu is located in the vicinity and observations have revealed a low understanding of students regarding drugs. Therefore, this study aims to examine the influence of education through video media on students' knowledge about drug abuse. Method: This study utilized a quantitative approach with a pre-experimental design and a sample size of 1,023 participants. Out of the data obtained, 52 samples were selected using the random sampling method, and data collection was conducted using the One Group Pretest-Posttest design. This research was conducted in August – September 2022. The Kolmogorov-Smirnov test was employed to assess the data's normality. However, the test results indicated abnormal data, necessitating the use of the Wilcoxon test. Results: The average knowledge score before education was 4.65, which increased to 7.67 after education. There is a discernible influence of educational videos on students' knowledge. Conclusion: Video educational media is highly suitable for enhancing adolescents' understanding of drugs. Keywords: NAPZA, Video Education, Knowledge, Students
DETERMINAN PENGGUNAAN JAMBAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM STBM DI KECAMATAN BINGIN KUNING BENGKULU TAHUN 2023 Dahril, Dahril; Pansori, Hartian; Theresia, Yunita; Rohani, Tuti; Suwono, Iman
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.334

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang:  Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang mencegah kontak antara manusia dan tinja, mencegah kontaminasi kebadan air, dan mencegah bau yang tidak sedap. Data WHO 2020 sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BABS, lebih dari 370 balita di Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BABS. Data Desa ODF di Kabupaten Lebong sebanyak 11,54 %, hal ini masih jauh dari target nasional yaitu sebesar 60%. Survei pendahuluan yang dilakukan dari 15 responden sebanyak (73,33%) responden yang tinggal di Daerah Aliran Sungai melakukan BABs. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning Bengkulu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Kecamatan Muning Agung Kabupaten Lebong sebanyak 3.344 kepala keluarga. Jumlah sampel sebanyak 97 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independent dengan dependent menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan (Pvalue 0,001) , pengetahuan (Pvalue 0,000), kepemilikan jamban (Pvalue 0,000), sikap (Pvalue 0,000), perilaku (Pvalue 0,000)  dengan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning  Bengkulu.Hasil : Tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan (Pvalue 0,339)  dengan penggunaan jamban dalam pelaksanaan program STBM di  Kecamatan Bingin Kuning  Bengkulu.Simpulan: Masukan kepada pihak Dinas Kesehatan untuk meningkatkan intervensi di masyarakat melalui program STMB dan meningkatkan pemicuan di masyarakat agar menjadi Desa ODF.Kata Kunci : Penggunaan Jamban, Program STBM, dan Determinan. ABSTRACTBackground: A healthy latrine is a fecal disposal facility that prevents contact between humans and feces, prevents contamination to water bodies, and prevents unpleasant odors. WHO 2020 data as many as 55 million people in Indonesia still behave defecation, more than 370 toddlers in Indonesia die due to bad behavior defecation. ODF Village data in Lebong Regency is 11.54%, this is still far from the national target of 60%. The preliminary survey conducted from 15 respondents as many as (73.33%) respondents living in watersheds defecated. The purpose of the study was to determine the determinants of the use of latrines in the implementation of the STBM program in Bingin Kuning District, Bengkulu. Methods: This research is a Quantitative research with Cross Sectional Study design. The population in this study is 3,344 households in Muning Agung District, Lebong Regency. The number of samples was 98 households. The sampling technique uses Stratified Random. The analysis used is univariate analysis to describe the characteristics of each research variable. Bivariate analysis to see the relationship between independent and dependent variables using Chi-Square. The results showed that there was a relationship between education (Pvalue 0.001), knowledge (Pvalue 0.000), latrine ownership (Pvalue 0.000), attitude (Pvalue 0.000), behavior (Pvalue 0.000) with the use of latrines in the implementation of STBM programs in Bingin Kuning Bengkulu District. Results:  There is no relationship between the role of health workers (Pvalue 0.339) and the use of latrines in the implementation of the STBM program in Bingin Kuning District, Bengkulu. Conclusion: Input to the Health Office to improve intervention in the community through the STMB program and increase triggering in the community to become ODF Village.Keywords: Use of Latrines, STBM Program, and Determinants.
PROFIL KADAR CD4 PASIEN HIV KOINFEKSI TB PARU DI UNIT PERAWATAN INTERMEDIET PENYAKIT INFEKSI (UPIPI) RSUD DR. SOETOMO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019 Pranaya, Azhraa Qinan; Hasan, Helmia; Bramantono, Bramantono
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i2.327

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : CD4 adalah komponen sistem imun manusia yang berperan sebagai pelindung dari infeksi yang menyerang tubuh. Menurut beberapa penelitian, pasien HIV/ AIDS yang memiliki kadar CD4 yang rendah dapat menaikkan risiko terkena koinfeksi penyakit menular, salah satunya yaitu; Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran kadar CD4 pasien HIV koinfeksi TB Paru di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo periode Januari – Desember  2019.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif yang menggunakan rekam medik pasien. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive non probability dengan metode pengambilan total sampling. Variabel yang diamati antara lain; usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pekerjaan, status perkawinan, faktor risiko penularan dan kadar CD4 pasien.Hasil : Pada penelitian ini, dari 45 subyek pasien HIV- TB Paru, terdapat 33 pasien subyek yang ter- inklusi. Dari 33 subyek tersebut, didapatkan kelompok usia didominasi oleh kelompok usia 26 – 35 (36,36%) dan jenis kelamin terbanyak didominasi oleh laki – laki (66,67%). Lalu, untuk tingkat akhir pendidikan pasien yaitu didominasi oleh kelompok dengan tingkat pendidikan akademi/ Perguruan Tinggi (PT) (36,37%). Untuk status pekerjaan pasien didominasi oleh kelompok dengan status bekerja (72,72%). Kadar CD4 pasien yang paling banyak dialami oleh subyek yaitu kelompok pasien < 200 sel/ µmL dengan persentase 87,88%.Simpulan : Kadar CD4 pasien yang paling banyak dialami oleh subyek yaitu kelompok pasien < 200 sel/ µmL dengan persentase 87,88%.Kata Kunci : HIV, Lung TB, CD4
ANALISIS PENGGUNAAN PRE EXPOSURE PROPHYLAXIS (PrEP) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA LELAKI SEKS LELAKI: A LITERATUR REVIEW Yuliarni, Yuliarni; Sitorus, Rico Januar; Misnaniarti, Misnaniarti; Zulkarnain, Mohammad; Syakurah, Rizma Adlia; Najmah, Najmah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.395

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Salah satu program pencegahan terbaru terhadap HIV yang dilakukan oleh pemerintah sesuai rekomendasi WHO adalah terapi pemberian ARV Profilaksis sebagai tambahan dari upaya program pencegahan komprehensif untuk mengakhiri epidemi HIV pada tahun 2030. Seiring meningkatnya penggunaan PrEP di kalangan populasi LSL, kejadian IMS mulai menjadi perhatian.Metode : Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penggunaan PrEP dengan kejadian Infeksi Menular Seksual. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui  pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini.Hasil : Dari hasil telaah literatur, penggunaan PrEP mempengaruhi prilaku seksual pasangan LSL seperti hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Perubahan prilaku ini dapat meningkatkan kejadian IMS di kalangan populasi LSL. Akan tetapi tidak ada hubungan antara penggunaan PrEP dengan meningkatnya kejadian IMS di kalangan populasi LSL.Kesimpulan : Dari analisis yang dilakukan terhadap hubungan  penggunaan PrEP dengan kejadian IMS pada  7 artikel yang ditelaah, penggunaan PrEP tidak berhubungan secara langsung dengan meningkatnya kejadian IMS. Meskipun PrEP telah berkontribusi terhadap perubahan perilaku seksual di kalangan LSL, dampaknya terhadap kejadian IMS masih belum pasti. Meningkatnya jumlah bakteri IMS di kalangan LSL terjadi sebelum meluasnya penggunaan PrEP dan PrEP tidak menyebabkan epidemi IMS saat ini. Kata kunci: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Infeksi Menular Seksual ABSTRACTBackground : One of the latest HIV prevention programs undertaken by the government as recommended by WHO is prophylactic antiretroviral therapy in addition to comprehensive prevention program efforts to end the HIV epidemic by 2030. As PrEP use increases among the MSM population, the incidence of STIs begins to become a concern. Method : Referring to the literature study approach in the last 6 years (2018-2023) this study aims to study the relationship between PrEP use and the incidence of Sexually Transmitted Infections. This study was designed to conduct a literature review using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) method. This research was conducted through searching articles sourced from Google scholar and Pubmed. Original research articles published over the past six years from 2018-2023 are the criteria included in this writing. Results : From the results of a literature review, PrEP use affects the sexual behavior of MSM couples such as sexual intercourse without using a condom. These behavioral changes can increase the incidence of STIs among the MSM population. However, there was no association between PrEP use and an increased incidence of STIs among the MSM population.Conclusion : From an analysis of the relationship between PrEP use and the incidence of STIs in the 7 articles reviewed, PrEP use was not directly associated with an increased incidence of STIs. Although PrEP has contributed to changes in sexual behavior among MSM, its impact on the incidence of STIs remains uncertain. The increasing number of bacterial STIs among MSM occurred before the widespread use of PrEP and PrEP did not cause the current STI epidemic. Keywords: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Sexually Transmitted Infections 
HUBUNGAN SARANA AIR BERSIH DAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PAGARDIN DAN TANJUNG DALAM KECAMATAN ULOK KUPAI BENGKULU UTARA Oeisselita, Meike Mirlansari; Widada, Agus
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i1.389

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Argamakmur Bengkulu Utara bulan Agustus, sebanyak  dua ratus dua belas dari sepuluh desa balita dengan kasus stunting. Faktor penyebab stunting  dapat terjadi dari berbagai aspek salah satunya adalah sarana air bersih, dan kepemilikan jamban sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting.Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif analitik, dengan desain case control. Sampel yang dibutuhkan adalah enam puluh balita, yang terdiri dari tiga puluh kelompok kasus dan tiga puluh kelompok kontrol. Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan ceklis. Analisis data menggunakan uji statistik chi square.Hasil analisis bivariat ada hubungan sarana air bersih dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi ρ value 0,039 < 0,05 dengan OR = 3,45 (CI = 95% 0,100 – 0,837). Dan tidak ada hubungan jamban dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi  ρ value 0,068 > 0,05, dengan OR = 0,328 (CI = 95% 0,113 – 0,949).Diharapkan bagi masyarakat untuk selalu mejaga dan merawat sumur serta jamban keluarga  agar dapat memenuhi kriteria sehat dan memenuhi syarat.Kata Kunci : Sarana Air Bersih, Jamban, Stunting