cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta Bypass, Pasir jati, Rangkasbitung, Lebak, Banten, 42317
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
JURNAL AKSIOMA AL-ASAS
ISSN : 27979253     EISSN : 27759881     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jaa
Jurnal Aksioma Al-Asas dikelola Program Studi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI La Tansa Mashiro dan diterbitkan oleh LPPM STAI La Tansa Mashiro. Sejak Volume 1 Nomor 1 Juni 2020, sebagai terbitan perdana, berkala dengan Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 58 Documents
Analisis Buku “Belajar Membaca Dengan Mudah Dan Menyenangkan” Karya Tethy Ezokanzo Sebagai Buku Bacaan Untuk Anak Usia Dini Robiatul Adawiyah; Khilda Fithriyani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.642

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji konten (Isi) yang disajikan dalam Buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan” karya Tehty Ezokanzo menjadi mudah dan menyenangkan (2) Mengkaji aspek perkembangan anak usia dini yang terdapat didalam Buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan”. (3) Mengetahui unsur-unsur belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan bagi anak usia dini. Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis dan studi Pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, penelaahan, catat dan pengamatan yang difokuskan pada buku “Belajar Membaca dengan Mudah dan Menyenangkan” Karya Tethy Ezokanzo. Memilih buku untuk mengajari anak membaca sesuai dengan tumbuh kembang anak usia dini Penulis akan menggambarkan konten apa saya yang terdapat di dalam buku tersebut yang dipadukan dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku yang di analisis terdiri dari sampul buku yang menarik dengan visualisasi warna dan gambar yang mewakili isi dalam buku. Buku yang di peruntukan untuk anak usia dini agar dapat belajar membaca dengan mudah dan menyenangkan. Konten (isi) buku penuh dengan gambar dan setiap bunyi huruf memiliki warna yang berbeda-beda, yakni buku yang terdapat gambar dan aneka warna, karakter dari buku ini yaitu setiap bunyi huruf diberi warna yang berbeda sehingga membantu titian ingatan. di desain fullcolor yang dilengkapi petunjuk penggunaan untuk orang tua, guru atau orang dewasa. Buku ini disertai dengan kegiatan bermain, latihan, berimajinasi dan berkreasi melalui kegitan mewarnai, menulis, permainan roadmap dan gambar. Di dalam buku tersebut terdapat beberapa aspek perkembangan belajar anak usia dini diantaranya kognitf, motorik halus, bahasa dan seni. Bahwa buku ini memiliki kriteria buku anak usia dini yang menarik dan juga terdapat beberapa aspek perkembangan. Oleh karena itu, menurut peneliti buku ini direkomendasikan untuk anak usia dini usia 5-6 tahun. lebih bersifat stimulasi atau memberi rangsangan untuk membangkitkan daya tarik anak terhadap membaca pemulaKata Kunci : Membaca, Anak Usia Dini. Buku karya Tethy Ezokanzo
Logico Mathematical Learning Dalam Mengenal Angka 1-20 Melalui Permainan Balok Angka Pada Anak Usia Dini Siti Erma Maemunah; Farhatunnisa Farhatunnisa
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.638

Abstract

Mengenal angka bagi anak adalah pelajaran yang lebih menyulitkan. Sebagian besar guru menggunkaan metode pembelajaran klasikal, adapun media pembelajaran yang digunakan hanya Lembar Kerja Siswa LKS dan menulis yang ada di papan tulis, sehingga membuat anak tidak tertarik dalam kegiatan belajar berlangsung. Oleh karena itu banyak dari sebagian anak TK A kurang dalam mengenal angka 1-20. Maka dalam penelitian ini akan diupayakan peningkatan kemampuan mengenal angka 1-20 melalui Permainan Balok Angka pada Anak Usia Dini kelas A di TK Islam Miftahul Ula Cipanas, Lebak-Banten. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Tahapan pada Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan peneliti terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranya observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan pembahasan yang telah dilakukan tingkat ketuntasan mengenal angka pada siklus I dan siklus II Siklus I sebeasr 39% (belum berkembang) dengan nilai rata-rata 69,75% (baik) dan siklus II sebesar 89 % (Berkembang Sesuai Harapan) dengan nilai rata-rata 89,51% (baik). Selain dari ketuntasan belajar, dapat dilihat dari observasi kegiatan guru dan siswa. Hasil dari observasi siklus I pertemuan pertama sebesar 73,21 (cukup) sedangkan siklus I pertemuan kedua sebesar 75,00 (cukup), siklus II pertemuan pertama sebesar 89,29 (baik) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 92,86 (sangat baik), Untuk observasi siswa pada siklus I pertemuan pertama sebesar 60,29 (cukup) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 61,76 (cukup), siklus II pertemuan pertama sebesar 83,82 (baik) sedangkan siklus II pertemuan kedua sebesar 86,76 (baik). Dengan demikian penggunaan balok angka bias meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-20.Kata Kunci : Guru, Kemampuan Mengenal Angka, Permainan Balok Angka
Kemampuan Komunikasi Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Bercerita Buku Bergambar Asrowi Asrowi; Fenty Fahriyani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.639

Abstract

Salah satu tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi anak usia 4-5 tahun sebelum menggunakan metode bercerita buku bergambar di RA An-Najat II Lebak, Banten. Kemampuan komunikasi anak harus distimulus sejak dini, yaitu sejak usia prasekolah, yang selanjutnya anak memberikan ketrampilan kepada anak untuk berbahasa dan berkomunikasi dengan baik dan benar kepada semua orang menggunakan prinsip yang berpedoman pada perkembangan dan kesesuaian karakteristik anak. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan penelitian tindakan kelas (PTK) atau yang lebih dikenal dengan Class Room Research, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi anak kelompok A di RA An-Najat II sesudah menggunakan metode bercerita buku bergambar mengalami peningkatan yaitu ”Berkembang Sesuai Harapan (BSH)”. Hal itu terbukti dari 10 anak kelompok A diRA An-Najat II, yang kemampuan berbicaranya mencapai kriteria berkembang sangat baik (BSB), 8 anak kemampuan berbicaranya berada pada kriteria mulai berkembang (MB) dan 2 anak.Kata kunci: Komunikasi anak usia dini, buku cerita.
Smart Parenting Dalam Mengasah Hafalan Al-Quran Anak Usia Dini Desri Yanti; Nawal Fauziyyah Al ‘Afuw
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.640

Abstract

Memperkenalkan Al-Qur’an pada anak usia dini merupakan langkah awal yang tepat dilakukan, dimana anak masih memiliki daya ingatan yang kuat sehingga mampu mengingat banyak informasi. Orang tua konsisten dalam melakukan bimbingan hafalan Al-Quran anak mampu mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan studi fenomenologi, karena desain ini merupakan pengungkapan terhadap pengalaman parenting pola asuh orang tua dalam mengasah hafalan anak usia dini. Pendekatan fenomenologi berhubungan dengan pemahaman tentang kehidupan keseharian. Pola asuh yang digunakan dalam mengasah hafal Al-Quran usia dini, yaitu pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis. Strategi yang digunakan orang tua dalam mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini yaitu membuat jadwal dalam menghafal, memberikan fasilitas pada anak, lingkungan yang mendukung, dan konsisten sesuai apa yang dijalani. Jenis pola asuh yang dapat mengembangkan kemampuan mengasah hafalan Al-Quran anak usia dini yaitu pola asuh otoriter orang tua menerapkan  keputusan tunggal terhadap apapun kegiatan anak termasuk dalam proses menghafal Al-Quran serta orang tua cenderung mempunyai target kepada anak yang anak wajib ikuti. Anak sudah distimulus sejak bayi oleh orang tuanya,sehingga apapun keputusan orang tua mereka ikutin tanpa mereka merasa terbebani dan pola asuh demokratis dimana dalam hal ini ketika anak sedang tidak bersemangat menghafal Al-Quran, maka mereka tidak akan memaksa anak dan akan memaklumi kondisi tersebut, lebih mengembangkan lagi pengetahun tentang pengasuhan anak. Orang tua semakin dikembangkan dan diberi wawasan tentang pengasuhan maka akan lebih mengetahui dan memahami cara mendidik anak-anak mereka di usia dini, Saat mengasah hafalan Al-Quran baiknya orang tua memperhatikan semua perkembangan anak bukan sekedar nilai agama moral tetapi perkembangan-perkembangan yang lainnya. menjadikan peneliti sebagai tolak ukur terhadap pola asuh anak yang baik, dan dalam menerapkan pola asuh yang baik agar bisa menciptakan smart parenting dalam pengasuhan tetap memperhatikan perkembang-perkembangan pada anak.Kata Kunci : Pengasuhan Cerdas, Hafalan Al-Quran, Anak Usia Dini
Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak Al-Hidayah Rangkasbitung, Lebak-Banten Lita Kurnia; Ana Khoeriah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.641

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sejauh mana anak dapat menjaga lingkungan dengan adanya Pemanfaatan Water Bottle Recycling Pada Pembelajaran Anak Usia Dini di TK Al-Hidayah. (2) Untuk mengetahui sejauh mana guru lebih kreatif dalam pengelolaan daur ulang sampah ini dapat menarik minat anak untuk melakukan pembelajaran. (3) Untuk mengetahui perkembangan kreatifitas anak dalam menciptakan karya yang dapat menarik dan bermanfaat. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif yaitu suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara yang difokuskan pada pemanfaatan Water Bottle Recycling pada pembelajaran anak usia dini. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Water Bottle Recycling dapat dijadikan sebagai Media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan botol air minum bekas yang didaur ulang dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran atau alat permainan edukatif (APE). Dalam penggunaan media hasil dari Pemanfaatan Water Bottle Recycling peneliti menemukan bahwa penggunaan media ini dapat mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak di TK Al-Hidayah seperti pada aspek nilai agama dan moral, kognitif, fisik motorik, seni, sosial emosional dan seni. Sedangkan pada aspek perkembangan belajar anak usia dini di TK Al-Hidayah pada media hasil Water Bottle Recycling seperti Media Pot Tanaman, Media Pesawat Mainan dan Media Hiasan Jendela, menunjukan bahwa perkembangan anak usia dini di TK Al-Hidayah lebih banyak berada pada penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).Kata Kunci : Water Bottle Recycling, Pembelajaran Anak Usia Dini
Kaidah Dan Faidah Al-Qasam (Sumpah) Dalam Al-Qur’an Nurul Huda
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i1.669

Abstract

Manna’ Khalil al-Qatthan membagi faidah qasam berdasarkan mukhathab-nya menjadi tiga kategori; mukhathab khali al-dhihn, mukhathab mutaraddid, dan mukhathab munkir. Bagi mukhathab jenis pertama (khali al-dhihn), yaitu orang yang hatinya masih netral (tidak yakin dan tidak mengingkari), maka al-qasam tidak terlalu dibutuhkan, karena padanya cukup diajukan kalam ibtida’i (berita tanpa taukid atau sumpah). Untuk mukhathab kategori kedua (mutaraddid), yang hatinya diselimuti keragu-raguan terhadap ada tidaknya kebenaran, maka padanya perlu diajukan penguat (taukid atau sumpah) yang biasa disebut thalabi (kalimat bertaukid) untuk mensirnakan keragu-raguannya. Dan mukhathab kategori ketiga (munkir), yang menolak berita kebenaran, maka padanya wajib diberi penguat atau sumpah, supaya keingkarannya lenyap. Penguat ini disesuaikan dengan kadar keingkarannya, baik lemah maupun kuat. Biasanya, model penguat seperti ini disebut inkari (berita yang diperkuat sesuai kadar keingkarannya). Kata kunci: al-qasam, fi’l al-qasam, muqsam ‘alaih, muqsam bih, adawat al-qasam. 
Hubungan Antara Problem Solving Terhadap Penyesuaian Diri Narapidana Anak Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Rangkasbitung Siti Erma Maemunah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.742

Abstract

Penjara merupakan tempat penghukuman bagi pelaku kejahatan yang melanggar hukum pidana. Penjara adalah tempat dimana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan.  Saat masuk penjara narapidana anak akan kehilangan keluarga, kehilangan kesempatan untuk bermain dengan teman-teman sebaya, kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah, kurangnya stimulasi, serta dapat membuat narapidana anak mengalami gangguan pada psikisnya. Permasalahan ini akan menyulitkan untuk dapat dihadapi terutama saat mereka berada di dalam penjara. Saat masuk penjara, narapidana anak harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan penjara, baik dengan pihak penjara, narapidana lain, peraturan dan tata tertib, serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di penjara. Untuk menyesuaikan diri dengan permasalahan dan situasi tersebut, narapidana anak membutuhkan problem solving untuk mendukung penyelesaian masalah yang mereka hadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara problem solving terhadap penyesuaian diri pada narapidana anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara antara problem solving dan penyesuaian diri pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Rangkasbitung dengan tingkat korelasi sebesar +0,473. Berdasarkan hasil penelitian dapat diartikan bahwa narapidana anak yang memiliki kemampuan problem solving yang baik mampu menyesuaikan diri dengan baik di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Rangkasbitung.Kata Kunci : Problem Solving, Penyesuaian Diri, Narapidana anak
Hubungan Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Prestasi Siswa Asmani asmani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v1i1.733

Abstract

Prestasi yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk prestasi belajar siswa. Salah satu faktor yang cukup kuat dalam mempengaruhi prestasi tersebut adalah aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran ketika berlangsung. Jika aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama islam dengan baik maka dengan sendirinya prestasinya pun akan baik. Berbeda di lokasi penelitian penulis bahwa para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pendidikan agama islam sudah terbilang cukup baik akan tetapi hasil yang dicapai belum optimal (maksimal).Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenal : Untuk mengetahui aktivitas belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Leuwidamar, Untuk mengetahui prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Leuwidamar dan Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara aktivitas belajar dengan prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Leuwidamar. Hubungan antara aktivitas belajar pendidikan agama islam dengan prestasi siswa. Yang menjadi dasar asumsi penelitian ini adalah, bahwa aktivitas belajar pendidikan agama islam yang dilaksanakan di sekolah akan berhubungan dengan prestasi siswa. Penelitian ini bertolak dari asumsi bahwa tinggi rendahnya prestasi siswa akan bergantung pada aktivitas belajar PAI siswa itu sendiri. Dengan demikian bahwa keterkaitan variabel X dengan variabel Y sangat baik. Hipotesis yang digunakan oleh penulis ialah semakin baik hubungan antara aktivitas belajar pendidikan agama islam akan semakin tinggi hasil belajar yang dicapai siswa, sebaliknya semakin rendah atau semakin jelek aktivitas belajar pendidikan agama islam maka semakin jelek juga hasil belajarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena masalah yang diteliti sedang terjadi. Sedangkan untuk memperoleh data yang diperlukan, digunakan teknik observasi, wawancara, angket dan tes. Adapun untuk menganalisis data yang diperoleh, digunakan analisis statistik korelasi setelah terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap kuantifikasi variabel hubungan antara aktivitas belajar pendidikan agama islam dengan prestasi siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini memiliki korelasi 0,70. Angka tersebut berada pada interval 0,40 – 0,70 berarti sedang atau cukup. Artinya hubungan antara aktivitas belajar Pendidikan Agama Islam dengan prestasi siswa di SMP Negeri 2 Leuwidamar memiliki korelasi yang kuat. Sedangkan sumbangan variabel X terhadap variabel Y sebesar 70 %, berarti 30 % lagi sumbangan dari faktor lainnya.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, PAI, Prestasi
Analisis Emosi Anak Usia Dini Dalam Mengikuti Kegiatan Senam Sehat Gembira Pada Kelas B di Raudhatul Athfal Al-Falah Rangkasbitung Lita Kurnia; Vira Anggraeni
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.743

Abstract

Di Raudhatul Athfal (RA) Al Falah terdapat anak yang dalam emosinya belum berkembang sesuai harapan, seperti anak masih merasa malu, lesu, sedih, dan marah ketika mengikuti kegiatan senam, sehingga ketika anak mengikuti gerakan senam akan terhambat seperti anak sulit menggerakkan badan, anak enggan mengikuti gerakan senam, serta berdiam diri pada saat kegiatan senam yang mengarah pada perkembangan emosi anak. Salah satu kegiatan yang mengarah pada perkembangan emosi anak ialah kegiatan senam yang di lakukan di sekolah dengan tema yang menyenangkan, contohnya senam sehat gembira. Sehingga dengan mengikuti kegiatan senam sehat gembira emosi anak akan berkembang misalnya dari emosi anak yang sedih menjadi senang atau gembira. Kegiatan senam yang di laksanakan di sekolah dilakukan dengan cara baris-berbaris dengan posisi anak yang lebih tinggi berada di posisi paling belakang sedangkan posisi anak yang kurang tinggi berada pada posisi yang paling depan. Pada anak yang berada di posisi paling depan anak merasa malu berada pada barisan paling depan, sehingga menyebabkan anak enggan untuk mengikuti gerakan senam dan hanya berdiam diri. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui emosi anak usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Al Falah ketika mengikuti kegiatan senam sehat gembira. (2) Untuk mengetahui gerakan senam sehat gembira yang di lakukan di dalam kelas di RA Al Falah. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif. Deskriptif Kualitatif merupakan cara untuk menyusun data atau informasi yang telah dikumpulkan peneliti dengan hasil akhir dalam bentuk tulisan. Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara yang difokuskan pada emosi anak usia dini dalam mengikuti kegiatan senam sehat gembira. Pada aspek perkembangan emosi anak usia dini di RA Al Falah dalam mengikuti kegiatan senam, menunjukkan bahwa perkembangan emosi anak lebih dominan pada penilaian Berkembang sesuai Harapan. Kata Kunci : Emosi Anak Usia Dini, Perkembangan Emosi, Senam Irama, Senam Sehat Gembira.
Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak Hubungannya Dengan Perilaku Siswa Didi Maksudi; Asmani Asmani
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v1i2.734

Abstract

Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan salah satu upaya untuk membentuk siswa yang berperilaku baik. Seyogyanya dalam proses pembelajaran aqidah akhlak aspek penting yang diterapkan oleh guru sebagai standar kompetensi yaitu perilaku baik siswa dalam kesehariannya. Tercipta atau tidaknya perilaku siswa yang baik akan bergantung dan dipengaruhi oleh proses pembelajaran itu sendiri, jika proses pembelajaran tersebut baik maka hasilnya pun akan maksimal. di lokasi penelitian penulis, proses pembelajaran aqidah akhlak berjalan dengan baik bahkan siswanya pun kelihatan semangat dalam menerima materi pembelajarannya, tapi ternyata masih ada siswa yang cenderung berperilaku kurang terpuji, baik terhadap guru maupun teman sekelasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran aqidah akhlak di MTs Rofi’atul fikri Sajira dan bagaimana perilaku siswanya, serta seberapa besar hubungan antara proses pembelajaran aqidah akhlak dengan perilaku siswa. Yang menjadi dasar asumsi penelitian ini adalah, bahwa jika proses pembelajaran aqidah akhlak dilaksanakan dengan sebenarnya, akan berdampak positif terhadap siswa, dalam kata lain semakin baik kualitas proses pembelajaran aqidah akhlak tersebut, maka semakin baik pula perilaku siswanya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah terdapat hubungan antara proses pembelajaran aqidah akhlak dengan perilaku siswa (Ha). Dan tidak terdapat hubungan antara proses pembelajaran aqidah akhlak dengan perilaku siswa (Ho). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena masalah yang diteliti sedang terjadi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan angket.  Adapun untuk menganalisis data yang diperoleh, digunakan analisis statistik korelasi setelah terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap Kuantifikasi variabel proses pembelajaran aqidah akhlak dan variabel perilaku siswa. Hasil pengolahan data menujukan bahwa kualitas proses pembelajaran aqidah akhlak perilaku siswa sangat signifikan artinya terdapat hubungan yang kuat. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,82. Angka ini berada pada rentang interval 0,70 – 90 yang berarti korelasi tinggi. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Adapun derajat hubungan proses pembelajaran akhlak akhlak dengan perilaku siswa yaitu sebesar 43 %, berarti masih terdapat faktor lain sekitar 57 % lagi yang dapat mempengaruhi prilaku siswa.Kata Kunci : Akidah Akhlak, Perilaku Siswa