cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta Bypass, Pasir jati, Rangkasbitung, Lebak, Banten, 42317
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
JURNAL AKSIOMA AL-ASAS
ISSN : 27979253     EISSN : 27759881     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jaa
Jurnal Aksioma Al-Asas dikelola Program Studi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI La Tansa Mashiro dan diterbitkan oleh LPPM STAI La Tansa Mashiro. Sejak Volume 1 Nomor 1 Juni 2020, sebagai terbitan perdana, berkala dengan Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 58 Documents
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Pratical Life Montessori Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di kober An Nisa Desri Yanti
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan Practical Life Montessori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus yaitu siklus I terdiri dari 8 tindakan dan siklus II terdiri dari 2 tindakan. Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan adalah observas, dokumentasi, unjuk kerja.Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan analisis statistik inferensial dan analisis deskripsif interaktif. Berdasarkan uji statistik inferensial, kemampuan motorik anak meningkat secara signifikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kegiatan Practical Life dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Kata kunci: kegiatan Practical Life, kemampuan motorik halus, anak usia dini 
Aktivitas Pembelajaran Anak Usia Dini Pada Tema Diriku di Sekolah Robiatul Adawiyah; Yuniar Yuniar
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.740

Abstract

Aktivitas pembelajaran anak usia dini pada tema “diriku” disekolah Aktiviatas yaitu siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin, aktifitas yang timbul dari siswa akan memaksimaksimal aktivitas yang timbul dari siswa juga akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah kepada peningkatan prestasi. pertumbuhan dan perkembangannya. Maka tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperoleh pengetahuan mengenai Aktivitas Pembelajaran Anak Usia Dini Pada Tema “Diriku” yang ada di TK Pembina Cikande dan apa saja  aspek-aspek didalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, tempat penelitain yang dilakukan di TK Pembina Cikande.  Aktivitas pembelajaran pada tema “diriku” diantaranya identitas diri, tubuhku, sungsi anggota tubuh, dan panca indra. Aspek Perkembangan dalam perkembangan anak usia dini, terdapat aspek-aspek yang mengalami perkembangan meliputi perkembangan fisik motorik, agama dan moral, sosial emosional, kognitif, bahasa, dan seni. Menjadi sebuah acuan penilaian anak usia dini kepada 6 aspek tersebut penilaian pada agama adan moral dilihat pada anak berdoa dan sesudah kegiatan, aspek pada sosial emosional, berani memperkenalkan diri, aspek kognitif mampu menyebutkan nama lengkap, aspek bahasa menyebutkan ditail alamat rumah, aspek motorik senam anggota tubuh, aspek seni hasi karya menjiplak tangan.Kata Kunci : Aktivitas Pemebelajaran Anak Usia Dini pada Tema “Diriku”
Pendidikan Islam Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani Dan Implikasinya Di Era Globalisasi Asrowi Asrowi
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v3i2.741

Abstract

Hakikat pendidikan dan pengajaran dalam Islam menurut Nawawi mencakup term ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Pendidikan mencakup transfer of knowledge, transfer of value, transfer of methodology, dan transformasi. Pendidikan mencakup jasmani (praktik/amal), intelektual, mental/spiritual dan berjalan sepanjang hidup dan integral.  Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut memerlukan pemikiran tentang muatan pendidikan Islam. Dari berbagai pernyataan Syekh Nawawi, hal utama yang diberikan dalam proses pendidikan adalah masalah ilmu-ilmu keagamaan yang wajib personal. Sedangkan yang paling utama dari kewajiban personal itu ialah iman tauhid. Sebagai implikasi dari pandangan Syekh Nawawi tersebut tentu terdapat dampak positif edukatif dan juga terdapat dampak negatif edukatifnya. Dampak edukatif positifnya adalah rasa tanggung jawab yang sangat kuat telah menghujam pada pemikiran pendidikannya, dan mengukuhkan rasa tanggung jawab moral. Penghargaannya terhadap persoalan pendidikan Islam sangat tinggi, bahkan menilainya sebagai wujud tanggung jawab keagamaan yang sangat luhur. Tugas mengajar dan belajar tidak sekadar sebagai tugas-tugas profesi kerja dan tugas-tugas kemanusiaan tetapi lebih jauh dari itu yakni sebagai tuntutan kewajiban agama. Tanggung jawab dan kewajiban agama sebagai titik sentral baik dalam kontruksi tataran konsep maupun tataran aplikasi pendidikan. Atau dengan kata lain jika tuntutan tidak sejalan dengan tuntutan keagamaan, maka yang harus didahulukan ialah tuntutan keagamaan.Kata Kunci : Nawawi dan Pendidikan
Upaya Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Mozaik Lita Kurnia; Idah Rosdianti
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i1.923

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui perkembangan motorik halus di Raudhatul Athfal (RA) Al-Khairiyah sebelum dan sesudah menggunakan teknik mozaik. Adapun media yang digunakan dalam teknik mozaik ini yaitu media kertas dan daun kering. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan Desain PTK Model Spiral Kemmis Teggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dalam penggunaan teknik mozaik peneliti memakai media kertas origami pada siklus I dan media daun kering pada siklus II. Peneliti menemukan bahwa kegiatan ini dapat mengembangkan aspek motorik halus seperti menggunakan gunting dengan benar, merobek mengkoordinasikan antara mata dan tangan dan  menempel potongan mozaik dengan rapih; 2) Perkembangan motorik halus pada saat sebelum diberi tindakan terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan mozaik, hal ini terlihat dari hasil memegang gunting belum dikatakan benar dan kegiatan menempel kurang rapih tidak sesuai dengan pola gambar. Tindakan Kelas (PTK) pada kelas B RA Al-Khairiyah kegiatan mengembangkan motorik halus menggunakan teknik mozaik dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdapat dua pertemuan. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian sebelum diberi tindakan atau pra siklus yaitu hanya mencapai 35%; 3). Perkembangan motorik halus pada saat sesudah diberi tindakan terdapat beberapa siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada Siklus I siswa yang mengalami peningkatan mencapai 64% sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan 81% maka dapat dikatakan bahwa penelitian ini dikatakan berhasil sesuai dengan capaian kriteria keberhasilan yaitu 80%.
Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Bermain Operet Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Putra IV Pandeglang Desri Yanti
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i1.919

Abstract

Operet merupakan drama pentas dalam bentuk kecil yang diiringi musik instrumental. Melalui operet anak dapat berkomunikasi dengan temannya sehingga kemampuan sosial emosional anak semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuansosial emosional melalui bermain operet di TK Putra IV Pandeglang. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B usia 5-6 tahun, terdiri dari 8 perempuan 5 laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan setiap siklus. Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan adalah observasi, dokumentasi dan catatan lapangan.Teknik analisis data yang digunakan menggunakan adalahs deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bermain operet dapat meningkatkan kemampuansocial emosional Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuansosial emosional dari data pra Tindakan sebesar 23,08% meningkat menjadi 61,54% pada siklus 1 kemudian pada siklus 2 meningkat secara signifikan sebesar 84,62%.
Pengembangan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Kaduagung Tengah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Robiatul Adawiyah; Takhfadz Ubaidilah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i1.920

Abstract

Desa  Kaduagung Tengah merupakan salah satu desa di kecamatan Cibadak yang hanya memiliki lembaga pendidikan Anak Usia Dini yang terdiri dari 3 unit yaitu PAUD Aisyiyah yang terletak di kampung Kaloncing, PAUD Aisyiyah yang terletak di BTN Mandala dan Madrasah Raudhah yang terletak di BTN Sumur Buang. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Salah satu aspek perkembangan yang dikembangkan adalah aspek perkembangan pendidikan moral. Saat ini urgensi pendidikan karakter kembali menguat dan menjadi bahan perhatian sebagai respon atau persoalan terutama kemerosotan moral peserta didik. Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) adalah pendidikan yang mengembangkan semua dimensi manusia, tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga fisik, emosional, spiritual, kreativitas, dan aspek kecerdasan majemuk lainnya secara holistik dan seimbang melalui pengembangan 9 Pilar Karakter (cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama). Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian  lapangan  (field  research), dengan  pendekatan  kualitatif.  Metode penelitian  ini  digunakan  untuk memaparkan  bagaimana  bentuk  model pendidikan  holistik  berbasis  karakter (PHBK) pada anak usia dini dalam upaya penanaman karakter siswa  di  Sekolah  PAUD Aisyiyah.  Keberhasilan  pengembangan  karakter  dalam  pendidikan  anak  usia dini dapat  diketahui dari  perilaku sehari-hari yang tampak  pada setiap  aktivitas berikut: 1) kesabaran, 2) kesadaran, 3) kejujuran, 4) keikhlasan, 5) kesederhanaan, 6) kemandirian, 7) kepedulian, 8) kebebasan dalam bertindak, 9) kecermatan/ ketelitian, 10) komitmen, 11) mematuhi peraturan, dan 12) menghargai hak dan kewajiban. Adapun model pembelajaran dan pendekatan yang harus dilakukan guru di PAUD Aisyiyah  adalah dengan memberikan contoh dan keteladanan serta mengembangkan sikap karakter dengan cara 1) pengetahuan Spiritual (Nilai Agama); 2) Nilai sosial atau Nilai hubungannya dengan sesama; 3) pendidikan individu; dan 4) memiliki nilai hubungannya dengan lingkungan. Kemudian Ada beberapa strategi dalam pelaksanaan kegiatan pengajaran kepada anak yang dapat di lakukan di PAUD Aisyiyah diantaranya memberikan perhatian, memberikan umpan balik, memberikan contoh, memberikan tugas, membantu memecahkan masalah serta memberikan pengetahuan secara langsung.
PSIKOLOGI DAN AL-QUR’AN ( Solusi Permasalahan Di Era Globalisasi ) Asrowi Asrowi
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i1.921

Abstract

Keberadaan psikologi menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia era baru tekait berbagai permasalahan yang muncul sebagai akibat dari globalisasi, konflik keluarga, budaya, budaya, ekonomi, sosial, bertemunya budaya yang berbeda dan persaingan menjadi salah satu penyebab penyebaran virus kehidupan yang akan mempengaruhi struktur manusia secara universal. Berbagai cara dilakukan oleh para peneliti masyarakat untuk mengatasi permasalahan mental terganngu akibat konflik global tersebut.  Manusia dalam mengatasi permasalahan dan isu-isu yang terjadi di lingkungannya membutuhkan tuntunan dan solusi yang akurat. Dal hal ini Al-Qur'an merupakan pedoman hidup dan solusi untuk mengatasi segala permasalahan jiwa manusia. Oleh karena itu, terjadinya berbagai tekanan kejiwaan diawali dengan komposisi masyarakat yang tidak memiliki keyakinan dan kesabaran. Oleh karena itu, untuk memperoleh kebahagiaan dan ketenangan hidup diperlukan bimbingan rohani melalui pendekatan agama dan Al-Quran.  Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam, wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya sebagai pedoman hidup bagi umat manusia agar bahagia dunia dan akhirat. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mengandung konsep-konsep ajaran dan sistem kehidupan yang luar biasa. Seluruh aspek kehidupan manusia dapat diatur dan diarahkan oleh Al-Qur'an.   Dengan hasil eksperimen komparatif tersebut, dapat diambil kesimpulan awal: bahwa mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perubahan fisiologi dan psikologi manusia. Dengan demikian kemajuan ilmu pengetahuan telah mengungkapkan: bahwa Al-Qur'an diturunkan memiliki kegunaan untuk kemaslahatan manusia, meskipun hanya sekedar mendegarkannya. Kemajuan teknologi telah mendeteksi secara akurat: bahwa mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dapat mengendurkan syaraf-syaraf reflektif, memfungsikan organ-organ tubuh, serta memberikan aura positif pada tubuh manusia
Peningkatan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Usap Abur Anak Usia Dini Siti Erma Maemunah; Ainal Mardiah
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i1.922

Abstract

Motorik halus adalah salah satu perkembangan yang haraus dimiliki sejak anak usia dini, Jika perkembangan motorik halus pada anak berjalan dengan baik maka sangat mudah bagi anak melakukan hal-hal sederhana misalnya menulis mewarnai dengan crayon, menggunting, melipat, menempel dan sebagainya. Perkembangan motoric halus anak merupakan gerakkan anak yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja atau dilakukan oleh otot-otot kecil dan tidak memerlukan tenaga besar, tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat seperti koordinasi mata dan tangan. Untuk menstimulus motorik halus anak usia dini dapat dengan memanfaatkan metode Usap abur seperti yang diberikan pada kelompok A Raudathul Athfal Nadwatul Ulum, Rangkasbitung, Lebak-Banten. Hal ini bertujuan agar peserta didik untuk mengembangkan motorik halus dengan baik, meningkatkan kreatifitas anak dalam berkarya, melatih daya konsentrasi dalam melakukan aktifitas menggambar sederhana (Usap abur) ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas sesuai dengan langkahnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat sebelum diterapkan teknik usap abur dari 15 orang anak di Raudathul Athfal Nadwatul Ulum terdapat 10 orang anak yang memperoleh kriteria mulai berkembang dengan nilai rata-rata 66,6%. Peningkatan motorik halus anak pada siklus I terdapat 11 orang anak yang yang memperoleh kriteria berkembang sesuai harapan 73,33%, dan yang memperoleh kriteria mulai berkembang terdapat 4 orang anak 26,66%. Pada Siklus II dari 15 orang anak terdapat 13 orang anak yang memperoleh kriteria berkembang sangat baik 86,66% dan yang memperoleh kriteria berkembang sesuai harapan terdapat 2 orang anak 13,33% pada siklus ini kemampuan motorik halus anak sudah tercapai yaitu sebesar 84,58% dan pelaksanaan teknik usap abur berjalan dengan baik dan dilakukan sesuai dengan indikator perkembangan.
Peranan Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Di Kp. Pasir Bengkok Maemunah, Siti Erma
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i2.1005

Abstract

Keluarga  merupakan  benih akal penyusunan kematangan individu struktur kepribadian dan karakter anak usia dini.  Anak usia dini  mengikuti orang tua dari berbagai kebiasaan  dan  perilaku dengan demikian keluarga adalah elemen pendidikan lain yang paling nyata, tepat dan amat besar. Keluarga adalah salah satu elemen pokok pendidikan, menciptakan proses naturalisasi sosial, membentuk karakter dan kepribadian anak usia dini serta memberi berbagai kebiasaan baik. Keluarga sebagai tempat bernaung, merupakan wadah penempaan karakter individu anak usia dini. Tanpa adanya peranan orang tua yang membentuk karakter anak, maka, akan sangat mustahil anak tersebut memiliki kepribadian dan karakter yang diharapkan oleh orangtuanya itu sendiri.Kata Kunci : Peranan, keluarga , karakter, Anak Usia dini
Problematika Dosen Ilmu Pendidikan Islam Dalam Membina Perilaku Sosial Mahasiswa Muldiah, Siti
E-JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jaa.v4i2.1006

Abstract

Dosen perlu menyesuaikan metode dan gaya mengajar mereka supaya para mahasiswa dapat memahami pelajaran dengan benar dan baik. Dalam metode ini, dosen dapat mencoba menggunakan berbagai metode mengajar, seperti pembelajaran aktif, kolaboratif, dan integratif. Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang membimbing dan membina mental anak didik sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur'an dan hadits. Perilaku sosial merupakan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan segala perbuatan yang secara langsung berhubungan atau dihubungkan dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Problematika pelaksanaan pendidikan bukan hanya berasal dari satu akar masalah saja, tetapi dari berbagai macam elemen pendidikan. Problematika tersebut diantaranya berasal dari dalam diri mahasiswa, dari orang tua dan lingkungan, dari kemampuan dosen yang masih belum maksimal, dari pihak kampus, dan dari pihak pemerintah. Pendidikan agama harus diajarkan secara terus menerus terutama dalam pembelajaran perilaku anak didik seperti mahasiswa. Agar di dalam dirinya tertanam bagaimana cara bersikap yang baik dan tidak dalam melakukan berbagai hal.Kata Kunci : Problematika Dosen, Ilmu Pendidikan Islam dan Perilaku Sosial Mahasiswa