cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
hariantogp@sttexcelsius.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
hariantogp@sttecelsius.ac.id
Editorial Address
Barata Jaya IV No. 26, 28 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan
ISSN : 26848724     EISSN : 26850923     DOI : https://doi.org/10.51730/ed.v4i2
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi, misiologi, dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2684-8724 (print) dan e-issn: 2685-0923 (online) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Teologi Sistematika dengan pendekatan non-doktrinal Teologi dan Kontekstual Teologi Pastoral dan Etika Pelayanan Gerejawi Teologi dan Etika Kontemporer Misiologi Biblikal dan Praktikal Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga, dan Sekolah Section Policies
Articles 119 Documents
THEOLOGIA SISTEMATIKA SEBAGAI LANDASAN UNTUK EKONOMI BERKELANJUTAN: Theologi Sistematika, Imago Dei, Ekonomi Berkelanjutan, Providensia Allah Alvin Budiman Kristian
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Vol. 8 No. 2 Desember (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v8i2.198

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep theologia sistematika yang dapat menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh karena belum adanya penelitian theologia yang menghubungkan antara konsep theologia sistematika dengan konsep ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi metode Content Analysis yang merupakan teknik evaluasi teks yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan karakteristik pesan yang terkandung dalam teks tersebut. Melalui pandangan teologis tentang penciptaan dan pemeliharaan, keadilan sosial, dan solidaritas, theologia sistematika memberikan landasan yang kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis ke dalam praktik ekonomi, theologia sistematika mendorong terciptanya ekonomi yang tidak hanya berkembang secara ekonomis, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Pada akhirnya penulis menemukan teori yaitu Imago Dei dan mandat pengelolaan sebagai bentuk Pemeliharaan Ilahi menghasilkan ekonomi berkelanjutan. Temuan ini sebagai kontribusi bagi penelitian dosen, mahasiswa, dan praktisi theologia dalam proses membangun ekonomi yang berkelanjutan.
THEOLOGIA SISTEMATIKA BAGI SPIRITUALITAS KAUM MUDA DI ERA DISRUPSI: Kata Kunci: Theologia Sistematika, Spiritualitas, Kaum Muda, Era Disrupsi Shendy Lumintang
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Vol. 8 No. 2 Desember (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v8i2.200

Abstract

This research aims to describe the importance of systematic theology in shaping and strengthening the spirituality of young people amidst the challenges of the disruption era. of young people amidst the challenges of the disruption era. This research uses a qualitative approach with a content analysis research method. Through this research, it was found that systematic theology is a pastoral and teaching guideline for the church. In addition, systematic theology is the foundation of thinking that influences the spirituality of young people in the era of disruption. The results of the study are expected to make a significant contribution to the development of a more effective and relevant spirituality development program for the younger generation in churches and Christian educational institutions.
Kristologi Pohon Yang Berbuah Dalam Setting Dialog Kehidupan Umat Kristen – Islam Di Indonesia: Teologi, Kristologi, Pohon yang Berbuah, Injil Yohanes, Dialog Kristen-Islam. Tumbol, Johana Betris
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.150

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menemukan jembatan guna menceritakan Kristologi dalam dialog Kristen-Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Tahapan yang dilakukan yaitu merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan yang perlu dijawab dalam penelitian, menetapkan judul, kemudian mengumpulkan literatur-literatur yang relevan berupa buku-buku teks dan hasil-hasil penelitian dalam bentuk jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Membuat tinjauan atau review terhadap literatur-literatur tersebut untuk menemukan titik temu Kristologi yang bisa menjadi jembatan bagi dialog umat Kristen-Islam di Indonesia.  Dilanjutkan dengan melakukan sintesis terhadap hasil tinjauan kepustakaan: kristologi, dialog Kristen-Islam, kristologi dalam Alkitab, pohon yang berbuah dalam Alkitab, pohon yang berbuah dalam Alqur’an, dan membuat kerangka kerja yang sistematis berupa setting dialog yang bisa diaplikasikan dalam dialog kehidupan umat Kristen-Islam di Indonesia. Setelah itu penulis menarik kesimpulan. Dari sana menghasilkan sebuah temuan baru berupa konsep “Kristologi Pohon yang Berbuah” yang bisa digunakan dalam dialog kehidupan umat Kristen-Islam di Indonesia.   
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS KEAGAMAAN PADA GENERASI MILENIAL: Kurikulum, Pendidikan Agama Kristen, Identitas Keagamaan, Generasi Milenial. Palempung, Franty F.; Pantow, Anita Grays Freidelien; Nicolaas Sumual, Ferry Jhonny; Mailoor, Anastacia Jennifer Alexandrina
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.210

Abstract

Pendidikan agama Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas keagamaan, terutama bagi generasi milenial yang dihadapkan pada tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial budaya yang cepat. Faktor utama memengaruhi pemahaman ajaran agama oleh generasi ini adalah kurikulum pendidikan agama Kristen. Namun, relevansi dan efektivitas kurikulum tersebut dalam membentuk identitas keagamaan generasi milenial masih menjadi topik yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kurikulum pendidikan agama Kristen dan pembentukan identitas keagamaan generasi milenial. Dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang membahas teori pendidikan agama, karakteristik generasi milenial, serta penerapan kurikulum pendidikan agama Kristen dalam konteks kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan agama Kristen yang bersifat adaptif, relevan, dan kontekstual terhadap dinamika sosial budaya dapat mendukung generasi milenial membangun serta menjaga identitas keagamaan mereka. Sebaliknya, kurikulum yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman atau mengabaikan kebutuhan generasi milenial cenderung menghambat pembentukan identitas keagamaan mereka. Oleh karena itu, penting bagi pengembang kurikulum untuk menciptakan materi dan metode pengajaran yang lebih menarik, aplikatif, dan relevan. Selain itu, peran gereja dan keluarga juga perlu diperkuat mendampingi generasi milenial dalam perjalanan spiritual mereka.
ANALISIS HERMENEUTIK SURAT ROMA 15:1-13 UNTUK STRATEGI KOMUNIKASI MISI LINTAS BUDAYA KONTEMPORER: Lintas Budaya, Komunikasi, Surat Roma, Paulus Nasrul, Nasrul
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Surat Roma 15:1–13 sebagai dasar untuk strategi komunikasi misi lintas budaya dalam konteks pelayanan Kristen masa kini. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) dan analisis hermeneutik terhadap teks Alkitab. Analisis dilakukan secara deskriptif dan sistematis dengan menyoroti dinamika komunikasi yang dilakukan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam konteks multibudaya antara Yahudi dan non-Yahudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surat Roma 15:1–13 menyampaikan prinsip-prinsip komunikasi misi yang berlandaskan keteladanan Kristus. Tiga prinsip utama yang ditemukan yaitu: (1) saling mengasihi dengan kasih agape sebagai dasar komunikasi non-verbal yang kuat, (2) saling melayani sebagai bentuk implementasi teladan Yesus yang datang bukan untuk dilayani tetapi melayani, dan (3) saling menguatkan dan membangun sebagai bentuk komunikasi yang mendorong pemuridan dan pertumbuhan iman
DINAMIKA ROH KUDUS DALAM IMPLEMENTASI AMANAT AGUNG YESUS KRISTUS: Roh Kudus; murid-murid Yesus; Amanat Agung; Gereja Nggebu, Sostenis; Buyung, Raphael
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.217

Abstract

Pentingnya pekerjaan Roh Kudus dalam Amanat Agung yang seyogianya mendapat perhatian yang khusus dari gereja. Mengingat bahwa jantung dan jiwa dari pekerjaan misioner gereja semata-mata terjadi karena faktor Roh Kudus. Roh Pantekosta itu bekerja secara hebat dalam menggerakkan gereja menunaikan Amanat Agung bagi bangsa-bangsa. Tujuan dari diskusi ini agar membangkitkan membali kesadaran gereja agar mengutamakan pekerjaan dan pimpinan Roh Kudus dalam pelayanannya. Metode penelitian ini adalah Biblical research. Hasilnya, menunjukkan bahwa Roh Kudus sebagai penentu tercapainya tujuan Amanat Agung mencapai bangsa-bangsa. Sama seperti Roh Allah yang menginspirasi para nabi, demikian juga Roh yang sama akan meneguhkan gereja dalam mengimplementasikan kerangka kerja Amanat Agung. Kesimpulan, gereja mampu melaksanakan perannya dalam Amanat Agung karena kebergantungan pada pekerjaan Roh Kudus
Refleksi Kegagalan Salomo Sebagai Pembelajaran Pemimpin Masa Kini, Berdasarkan 1 Raja-Raja 11:1-8; 40; 12:1-5: Solomon; Jeroboam; Rehoboam; Failure; Wisdom Pattinaja, Aska
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.218

Abstract

Solomon, was a very wise king on this earth, because of God's grace to him. But ironically, Solomon ended his reign by leaving behind a very wrong and fatal decision, namely the division of the kingdom of Israel 1 Kings 11:1-8; 40; 12:1-5. It turned out that free will, which was not properly controlled, had defeated his wisdom. There is a research gap in discussing Solomon's failure. Previous studies focused more on Solomon's wisdom and success. For this reason, the purpose of this study is to explore Solomon's failures and mistakes, at the end of his life, so that they become important lessons for today's leaders. Based on the method of literature study and exposition, several important things were found from the story of Solomon's failure, namely: first, the comfort of being a powerful and rich king; second, ignoring wisdom leads to wrong decisions; third, making the wrong decision in choosing a life partner has fatal consequences. The results of this study are very important, and serve as a reference for leaders who are entrusted with power and responsibility by God to always walk on the truth.
PERSPEKTIF HERMENEUTIKA TENTANG KESETARAAN GENDER DALAM ETIKA KRISTEN UNTUK MEMBANGUN PERDAMAIAN GLOBAL: Laki-laki, Perempuan, Gender, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Keadilan, Perdamaian Dunia. Bengu, Renny Tade
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.220

Abstract

Abstrak: Kesetaraan gender masih menjadi perhatian internasional dan fokus pada bidang-bidang seperti kemasyarakatan, fiskal, politik, dan spiritual. Ketidakadilan gender tidak hanya menjadi penderitaan individu tetapi juga mengguncang keharmonisan dan kemantapan masyarakat.  Studi ini berupaya mengevaluasi ajaran-ajaran alkitabiah baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sebagai sumber untuk mendukung kesetaraan gender dan mendorong kedamaian global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis hermeneutika dan tematik, mengumpulkan teks-teks dari kitab suci dan teologis komparatif. Data penelitian menunjukkan bahwa perlunya mengintegrasikan hubungan saling melengkapi antara laki-laki dan perempuan dan penerapan kepemimpinan yang melayani, sehingga mendorong perdamaian global yang lebih adil dan terpadu.
STRATEGI KREATIF PENGAJARAN AGAMA KRISTEN UNTUK GENERASI ALFA DI ERA 5.0: Strategi Kreatif; Pendidikan Kristen; Generasi Alpha; Integrasi Teknologi Pattinama, Yenny Anita
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.227

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kreatif dalam pengajaran Agama Kristen untuk Generasi Alfa di era 5.0, di mana teknologi memengaruhi cara belajar mereka. Dengan tujuan meningkatkan minat belajar siswa, pendekatan kualitatif diterapkan melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, aplikasi pembelajaran, dan metode diskusi interaktif secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Siswa merasa lebih terhubung dan antusias saat materi disampaikan dengan cara yang relevan bagi mereka. Inovasi dalam pengajaran Agama Kristen sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Generasi Alfa, yang memiliki karakteristik dan preferensi belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru diharapkan untuk terus beradaptasi dengan metode yang menarik dan kreatif, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih efektif dan bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya eksplorasi lebih lanjut tentang strategi pengajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda.
Makna Frasa "Malaikat TUHAN" dalam Pembuktian Eksistensi Yesus di Perjanjian Lama menurut Keluaran 3:2-14: Studi Eksegesis: Malaikat; Tuhan; Allah; Yesus Sarjono, Moses
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.229

Abstract

Abstrak: Eksistensi Tuhan adalah bagian yang selalu diperdebatkan oleh para ahli dan masyarakat, khususnya mengenai Allah Anak atau yang dikenal sebagai Yesus di Perjanjian Lama. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi perjumpaan Malaikat TUHAN dengan Musa di Gunung Horeb untuk membuktikan eksistensi Yesus. Melalui analisis teks terhadap frase “Malaikat TUHAN” dalam Keluaran 3:2-14 akan membantu menjawab bahwa pribadi Allah Anak dalam Keallahan sudah ada sejak pada mulanya. Oleh sebab itu, peneliti akan mencari tahu makna frasa “Malaikat TUHAN” untuk meningkatkan pemahaman doktrin Allah Anak bagi umat Kristen. Penelitian ini menggunakan studi Eksegesis yang bertujuan untuk menggali makna dari bahasa asli secara historis dan tekstual terhadap pandangan “Malaikat TUHAN”. Hasil studi menunjukkan bahwa “Malaikat TUHAN” adalah pernyataan fisik dari Allah yang berperan penting untuk berkomunikasi dan hadir secara langsung bersama manusia. Hal tersebut, menegaskan bahwa teofani dalam Keluaran 3 merupakan bukti keberadaan oknum kedua dari Keallahan yang tidak dimulai di Perjanjian Baru, tetapi telah aktif bersama Allah Bapa dan Roh Kudus dalam sejarah keselamatan di Perjanjian Lama.

Page 11 of 12 | Total Record : 119