Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi, misiologi, dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2684-8724 (print) dan e-issn: 2685-0923 (online) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Teologi Sistematika dengan pendekatan non-doktrinal Teologi dan Kontekstual Teologi Pastoral dan Etika Pelayanan Gerejawi Teologi dan Etika Kontemporer Misiologi Biblikal dan Praktikal Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga, dan Sekolah Section Policies
Articles
114 Documents
IMPLEMENTASI AMANAT AGUNG BERDASARKAN INJIL MATIUS 28:18-20 BAGI PEMUDA KRISTEN DI GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA
Urbanus Toher;
Muner Daliman;
Hestyn Natal;
David Ming
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Vol. 7 No. 2 Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v7i2.148
Every follower of the Lord Jesus is commanded by the Great Commission to go and make followers of Jesus in every nation. Evangelism on a mandate is what this is. However, a large number of God's churches or followers are not committed to executing the evangelistic mandate, which is God's plan to lead everyone to faith in Jesus. Even when discussing evangelism, it seems to be a tough and unpleasant endeavor; it has been demonstrated that evangelical sermons or seminars are not well received; some even contend that evangelism is solely the responsibility of pastors and other members of the clergy. This essay aims to clarify the significance of the great commission in relation to Christians' participation in the effort to plant a new church. The author writes descriptive prose using this technique. The goal of this paper is to: First, emphasize the value of evangelism in local churches; Second, emphasize the significance of every believer's involvement in starting a new church; and Third, encourage every youth to have a clear vision to always be consistent in the church of GKI Indonesia
TINJAUAN TERHADAP TEOLOGI POSKOLONIAL: SIGNIFIKANSINYA DALAM PENGGUNAAN BUDAYA LOKAL DALAM BERGEREJA DI GEREJA INJIL BORNEO KAWASAN KOTA MARUDU, SABAH, MALAYSIA
Mailin Magau;
Ana Budi Kristiani
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Vol. 7 No. 2 Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v7i2.149
ABSTRAK: Teologi poskolonial sebagai cara berfikir yang melampaui konsep berfikir kolonial, tidak sekadar kritik atas pandangan kolonial terhadap teks, tetapi mencoba mengurai makna teks menjadi lebih konteksyual. Peneliti melakukan tinjauan terhadap teologi poskolonial dan signifikansinya dalam pengunaan budaya lokal dalam bergereja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian penelitian kualitiatif, yaitu pendekatan yang diabnagun diatas landasan filasafat atau [aradigma fenomologi, dengan mengunakan penelitian secara ilmiah, bersifat terbuka, dan kontekstual. Responden dalam penelitian ini adalah pastor-pastor dan pemimpin-pemimpin gereja dari gereje Sidang Injil Borneo Kawasan Kota Marudu, Sabah, Malaysia yang terdiri dari 20 orang. Setelah dilakukan penelitian lapangan terhadap responden maka terlihat hasil bahwa kebanyakan responden setuju Teologi poskolonial berdasarkan Alkitab, karakteristik teologi poskolonial adalah mengkaji refleksi penjajahan, strategi poskolonial adalah rekonstruksi hermeneutik secara benar dan teologi poskolonial adalah memperbaiki tefsir kolonial dalam upaya pencarian identitas. Kata Kunci: Teologi Poskolonial, Pengunaan budaya lokal dalam bergereja.
PEMAHAMAN TENTANG MAKNA KETAATAN BERIBADAH BERDASARKAN IBRANI 10:22-25
Darwis Lodowich Laana;
Suryowati Wang
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Vol. 7 No. 2 Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v7i2.151
Worship is a privilege for believers, in which Jesus himself is the intermediary between man and God. Obedience of worship is a must as an expression of gratitude and obedience to Allah. However, at this time worship is no longer something that is considered sacred but is only limited to routines where the congregation gathers and worships without understanding the true meaning of worship. This study aims to provide answers regarding the meaning of obedience and worship How understanding of the meaning of worship based on Hebrews 10: 22 – 25. This research uses the literature review method which is a systematic method followed by exegesis. The results of the study show that obedience to worship is an attitude of obedience and a sign of respect in humbling oneself as an expression of gratitude to God and; the meaning of worship in Hebrews 10:22-25 consists of facing God, holding fast to the confession of hope, caring for one another and advising one another.
KISAH PARA RASUL 15-16 SEBAGAI CERMINAN TANTANGAN MISI DI INDONESIA
Saul Arlos Gurich;
Paulus Dimas Prabowo
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.118
Abstrak: Gereja memiliki tanggung jawab untuk mengemban misi Allah bagi segala bangsa. Dalam praktiknya, ditemui beragam tantangan yang berpotensi menghambat laju pelaksanaan misi tersebut. Fakta ini juga dijumpai di Indonesia. Kisah Para Rasul 15-16 memuat beragam tantangan yang dihadapi misi gereja di awal kekristenan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja tantangan misi yang mencerminkan konteks Indonesia. Dengan metode analisis tematis, ditemukan bahwa Kisah Para Rasul 15-16 menunjukkan adanya delapan tantangan misi. Tantangan-tantangan tersebut meliputi: dinamika intraiman (15:1-35), dinamika intern tim (15:36-41), kultur-religi (16:1-3), geografi (16:4-8), multikulturalisme (16:9-15), okultisme (16:16-18), aksi massa (16:19-22a), dan aksi penguasa (16:22b-40). Apabila diperbandingkan dengan kondisi yang ada di Indonesia, maka dapat disimpulkan bahwa tantangan misi dalam Kisah Para Rasul 15-16 mencerminkan tantangan misi di Indonesia.
PEMBINAAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN PENGARUHNYA BAGI PERTUMBUHAN KEROHANIAN JEMAAT DEWASA AWAL DI GKA TRENGGALEK
Rosnila Hura;
Zavadya Putri;
Imelda Abia;
Jernih Lawolo,
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.120
Perkembangan teknologi digital mempengaruhi hampir semua orang, termasuk setiap pendeta dan jemaat di gereja. pengaruh perkembangan tersebut membawa beberapa dampak bagi jemaat gereja, baik dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga kegiatan pengenalan, bimbingan dan arahan dalam mengetahui manfaat menggunakan teknologi juga dibutuhkan oleh setiap jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bahwa pembinaan teknologi digital bagi jemaat dapat menumbukan kerohanian jemaat karena jemaat dapat memanfatkannya dengan hal-hal rohani. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data diperoleh melalui pemberian angket kuesioner dengan informan yang telah ditentukan sejak awal penelitian. Dari hasil penelitian lapangan, dapat disimpulkan bahwa sebelum diberikan pembinaan penggunaan teknologi jemaat menggunakan HP, SmarttPhone masih kurang digunakan untuk menambah pertumbuhan kerohanian jemaat, namun setelah ada pergerakan pembinaan maka jemaat mengalami pemahaman dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang menumbuhkan kerohanian jemaat. Bimbingan yang disediakan oleh Gereja akan terus menerus dilakukan, gereja perlu menunjukkan perannya sebagai duta pendidikan yang mampu menjaga nilai-nilai Kristiani di era perkembangan teknologi digital.
INTERNALISASI KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA KONSELOR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KONSELING
Ester Widiyaningtyas;
Stevanus Parinussa;
Fransiska Wahyu Fridawati
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.128
Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasi kemampuan dan motivasi kerja sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi kajian literatur, sedangkan teknik analisis data digunakan analisis isi. Untuk mengukur validitas kajian dan kesesuaian informasi dalam analisis data, maka dilakukan pengecekan literatur yang direkomendasikan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terinternalisasinya kemampuan dan motivasi kerja konselor secara signifikan yang mencakup: 1) Meningkatnya kualitas pelayanan konseling yang maksimal memberikan rasa kepuasan kepada konseli, 2) Kinerja konselor dengan dukungan kemampuan dan motivasi kerja yang prima menghasilkan pelayanan konseling berkualitas, 3) Kualitas konselor memiliki tuntutan kompetensi tinggi, dan berbagai aspek kriteria dalam kehidupannya.
TANTANGAN ORANG TUA SEBAGAI PENDIDIK MENURUT ULANGAN 6:1-9 DALAM MENDIDIK IMAN ANAK DALAM ERA DIGITAL 4.0
Yudi Handoko;
Areyne Christi
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.130
Abstrak: Orang tua tidak hanya melahirkan dan membesarkan anaknya, Allah memberikan perintah kepada orang tua untuk mendidik anaknya. Orang tua tidak hanya mendidik dengan mengasihi anak, orang tua juga perlu mendidik anak-anaknya untuk mengasihi Allah. Orang tua harus melakukan perannya sebagai pendidik dalam mendidik iman anak agar tetap percaya kepada Allah, terutama saat ini telah memasuki era digital dimana anak lebih bergantung kepada peralatan-peralatan yang canggih. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan orang tua sebagai pendidik menurut Ulangan 6: 1-9 dalam mendidik iman anak di era digital 4.0. metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian yaitu: para orang tua memahami bahwa peran seorang pendidik yang bertugas mendidik iman anak-anaknya, agar anak-anaknya dapat mengenal Allah dan mengasihi Allah. Para orang tua mengerti bahwa harus hidup menjadi teladan bagi anak-anak sehingga semua hidup takut akan Tuhan, harus setia berpegang pada firman dan menghidupi firman Tuhan.
REMAJA DAN TUJUAN HIDUP SESUAI KEHENDAK ALLAH
Ivan Ferianto Efendi;
Samuel Herman;
Yanto Paulus Hermanto
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.145
Periode remaja dipandang sebagai masa transisi penting dalam perkembangan individu, sebuah stasiun dalam perjalanan menuju identitas diri yang matang. Selama fase transisi menuju dewasa, wajar bagi remaja untuk menghabiskan waktu dalam introspeksi, mempertimbangkan masa depan, dan mencari peluang yang sesuai untuk menemukan tujuan dan panggilan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana setiap remaja dapat mengetahui tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kualitatif dengan teknik tinjauan literatur. Pemilihan metode ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami secara mendalam konsep tujuan hidup remaja dalam perspektif agama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan hidup remaja yang sesuai dengan kehendak Tuhan dapat dibantu melalui penerapan tiga Prinsip Kompas yang diusulkan oleh Kevin Brennfleck. Prinsip ini memberikan panduan konkrit bagi remaja untuk memahami dan merumuskan tujuan hidup mereka dengan mempertimbangkan nilai-nilai spiritual dan kehendak Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran detail tentang bagaimana remaja dapat menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan melalui pendekatan kualitatif dan tinjauan literatur. Dengan fokus pada aspek spiritual dan nilai-nilai agama, penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih konkrit dan relevan bagi remaja dalam menghadapi tantangan mencari tujuan hidup yang bermakna dan sesuai dengan kehendak Tuhan.
TERAPI REALITAS : UPAYA MEMAHAMI SELF-CONCEPT PADA MUDA-MUDI DALAM PELAYANAN GEREJA
Keris Handika;
Petrus Yunianto
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.152
Creativity is very inherent in young people, therefore it is not surprising that young people are very necessary for progress in various things, one of which is the Church becoming better, service is something fundamental in everyday life as a believer to do what God wants through service in the form of a way of life to the surroundings, and also to nature which has been created by God. It's just that there are still so many people who don't want to give themselves to do service for God either in the church or in the environment around them. An incorrect self-concept hinders young people from carrying out services. Therefore, the author helps readers how to deal with self-concept well by using descriptive qualitative methods. The author tries to describe the sources received to be continued in this writing so that readers understand how self-concept through reality therapy is one of the right solutions to understand the concept. self. So the aim of this research is to make readers understand the importance of a correct self-concept for young people to provide service.
MENINGKATKAN KESTABILAN KESEHATAN MENTAL DAN SPIRITUAL UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP MODERN DALAM PERSPEKTIF KRISTEN
Junardi Saleleubaja;
Sugeng Santoso
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Vol.8 No.1 Juni (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51730/ed.v8i1.158
This article aims to explore the importance of enhancing the balance of mental and spiritual health in facing modern life's challenges, with an emphasis on the Christian perspective. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review, analyzing literature related to mental and spiritual health from a Christian perspective. The findings indicate that mental health in Christianity is not only related to emotional and psychological stability but is also integrated with spiritual health. Spiritual health is defined as a deep relationship with God, which provides strength and direction in facing challenges. The interaction between mental and spiritual health shows that these two aspects influence and support each other. This article also highlights the life challenges faced in the Christian context and proposes practical strategies to enhance the stability of mental and spiritual health through prayer, meditation, and Bible reading. This study offers the perspective that improving the stability of mental and spiritual health is essential in Christian life, especially in facing the challenges of modern times.