cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
hariantogp@sttexcelsius.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
hariantogp@sttecelsius.ac.id
Editorial Address
Barata Jaya IV No. 26, 28 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan
ISSN : 26848724     EISSN : 26850923     DOI : https://doi.org/10.51730/ed.v4i2
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi, misiologi, dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2684-8724 (print) dan e-issn: 2685-0923 (online) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Teologi Sistematika dengan pendekatan non-doktrinal Teologi dan Kontekstual Teologi Pastoral dan Etika Pelayanan Gerejawi Teologi dan Etika Kontemporer Misiologi Biblikal dan Praktikal Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga, dan Sekolah Section Policies
Articles 119 Documents
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENGAJARAN NILAI KEKUDUSAN DALAM PERJANJIAN LAMA BAGI KEKRISTENAN MASA KINI: Indonesia Zebua, Zunieli; Bambangan, Malik; Karuwehni, Gita Futri
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.232

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji konsep kekudusan dalam Perjanjian Lama dan relevansinya dalam membentuk karakter Kristen di era kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutis dan analisis teologis, studi ini menelusuri perkembangan konsep kekudusan sebagai nilai fundamental dalam spiritualitas alkitabiah dan implementasinya bagi kehidupan beriman masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekudusan dalam Perjanjian Lama bersumber dari karakter Allah sendiri dan diekspresikan dalam tiga dimensi utama: kultis-ritual, etis-moral, dan relasional-komunal. Sebagai cermin karakter Allah, kekudusan memanifestasikan diri dalam pemisahan dari dosa (aspek negatif) dan dedikasi penuh kepada Allah (aspek positif). Studi ini menemukan bahwa di tengah tantangan relativisme moral dan sekularisasi, nilai kekudusan tetap menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter Kristen yang autentik dan transformatif. Implementasi nilai kekudusan dapat diaktualisasikan melalui pengembangan spiritualitas holistik yang mengintegrasikan aspek ritual, moral, dan sosial dalam pendidikan Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pemahaman kekudusan yang komprehensif dan kontekstual dapat memperkuat identitas iman dan meningkatkan efektivitas kesaksian Kristen di tengah masyarakat plural dan sekuler
KERAJAAN ALLAH SEBAGAI REALITAS KEHIDUPAN KRISTEN: EKSPLORASI TEOLOGIS LUKAS 17:21 DAN IMPLIKASINYA BAGI FORMASI IMAN: Kerajaan Allah, Lukas 17:21, Formasi Iman, Spiritualitas Kristen, Misi Gereja. Suryowati; Junias, Resa
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Lukas 17:21 dalam konteks teologis-eksegetis guna memahami makna kehadiran Kerajaan Allah sebagai realitas kehidupan Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis aspek linguistik, historis, dan teologis dari frasa “Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Hasil analisis menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hadir melalui pribadi Kristus dan menuntut respons iman berupa transformasi batiniah, pembentukan komunitas gereja yang profetik, serta keterlibatan misiologis di tengah dunia. Konsep “eskatologi yang diinisiasi” (inaugurated eschatology) menjadi kerangka utama dalam memahami dinamika “sudah” dan “belum” dari Kerajaan Allah. Temuan ini menunjukkan bahwa formasi iman Kristen harus bersifat holistik—mencakup spiritualitas pribadi, etika sosial, dan aksi transformasional dalam masyarakat. Pemahaman ini relevan untuk memperkuat spiritualitas kontemporer yang kritis dan kontekstual.
MENUMBUHKAN KEROHANIAN JEMAAT MELALUI PEMAHAMAN IMAN KRISTEN DALAM ROMA 10: Roma 10:1–17; iman Kristen; Pewartaan Injil; Pembinaan Kerohanian; Gereja Masa Kini. Budiwaluyo, Hari; Ladoe, Tiara; Suriaatmadja, Eddy
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.247

Abstract

Artikel ini mengkaji pemahaman teologis mengenai iman sebagai respons terhadap pemberitaan Injil berdasarkan Roma 10:1–17 dan mengaitkannya dengan strategi pembinaan kerohanian jemaat di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi-kualitatif dengan metode eksegetis terhadap teks Alkitab (Nestle-Aland 28) dan didukung oleh literatur sekunder dari jurnal dan buku akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Paulus membangun struktur argumentatif yang menempatkan iman sebagai hasil dari pendengaran akan Firman Kristus, bukan dari usaha legalistik. Iman melibatkan dimensi batiniah (percaya dalam hati) dan sosial-komunal (pengakuan dengan mulut), serta menekankan universalitas keselamatan dalam Kristus. Temuan ini memberikan dasar teologis dan pastoral bagi gereja untuk mengembangkan pembinaan iman yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Implementasi melalui homili ekspositori, kelompok kecil, media digital, dan praktik pengakuan bersama menjadi kunci dalam memperkuat kehidupan rohani jemaat di tengah tantangan zaman modern
KASIH SEBAGAI DASAR DALAM TRITUGAS GEREJA: Komunitas Kristen Awal; Pertumbuhan; Pembelajaran; Persekutuan; Ibadah; Amanat Agung; Kesaksian; Isu Sosial; Relevansi; Pelayanan; Perubahan Sosial; Kasih Kristen; Keterlibatan Komunitas; Hubungan Harmonis; Garam dan Terang. Woen, Victoria; Sele Barail, Eirene Victoria; Waruwu, Nofaeliza
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i1.248

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kasih sebagai fondasi dalam Tritugas Gereja—kerygma (pewartaan), koinonia (persekutuan), dan diakonia (pelayanan)—dengan menggunakan pendekatan teo-pastoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai pendekatan utama, melalui analisis isi terhadap teks-teks Alkitab, literatur teologis, serta data kontekstual mengenai dinamika pelayanan gereja kontemporer. Pendekatan teo-pastoral dipilih karena mampu mengintegrasikan refleksi teologis dengan praksis pelayanan yang kontekstual dan transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasih (agape) bukan hanya nilai moral, tetapi merupakan dasar teologis yang menyatukan ketiga tugas gereja tersebut. Dalam kerygma, kasih menjadikan pewartaan lebih empatik dan relevan secara eksistensial. Dalam koinonia, kasih memperkuat ikatan persekutuan yang inklusif dan partisipatif. Sedangkan dalam diakonia, kasih melahirkan pelayanan yang tidak hanya karitatif tetapi juga transformatif dan advokatif. Implikasi dari kajian ini adalah bahwa gereja perlu membangun paradigma pelayanan yang berbasis kasih, bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan eksistensinya, tetapi juga sebagai bentuk kesaksian otentik di tengah krisis sosial dan spiritual dunia masa kini.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KASUS PERUNDUNGAN : Pendidikan Agama Kristen, Perundungan, Kurikulum, Tantangan, Solusi Laana, Darwis; Mau, Belinda Mau
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i2.221

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan persoalan serius di lingkungan pendidikan yang berdampak pada kesehatan psikologis, relasi sosial, dan prestasi akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai strategi preventif dalam mencegah perundungan melalui internalisasi nilai-nilai teologis dan pembentukan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research, menganalisis literatur teologi, pendidikan Kristen, dan kajian empiris tentang bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai martabat manusia sebagai gambar Allah (Kej. 1:27), kasih (Mat. 22:39), dan pengampunan (Kol. 3:13) memiliki relevansi signifikan sebagai fondasi etis dalam membangun budaya sekolah yang inklusif dan anti-perundungan. Implementasi PAK yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pembentukan karakter berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkeadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Kristiani dengan pendekatan pedagogis dan psikososial dapat menjadi model preventif yang sistematis dalam mengurangi praktik perundungan di sekolah.
AKU ADALAH AKU MAKNA NAMA ALLAH DALAM KELUARAN 3:1–15 DAN DAMPAKNYA BAGI IDENTITAS DIRI MANUSIA MODERN: Indonesia Christi, Areyne; Putra, Resa Junias; Koe, Steven; Laut, Lettij
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i2.250

Abstract

Artikel ini mengkaji makna teologis nama Allah “Aku adalah Aku” (Ehyeh Asher Ehyeh) dalam Keluaran 3:1–15 serta implikasinya bagi pembentukan identitas diri manusia modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biblika-teologis melalui analisis historis-gramatikal terhadap teks Ibrani dan refleksi teologis-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama Allah tersebut memiliki tiga dimensi utama, yakni ontologis (Allah sebagai keberadaan yang mandiri dan kekal), historis-redemptif (Allah yang bertindak membebaskan dalam sejarah), dan relasional (Allah yang hadir serta setia dalam perjanjian). Dalam konteks modernitas dan pascamodernitas yang ditandai oleh individualisme dan relativisme identitas, teologi nama Allah menawarkan fondasi eksistensial yang kokoh. Identitas manusia dipahami bukan sebagai konstruksi otonom, melainkan sebagai respons terhadap wahyu Allah. Dengan demikian, pengenalan akan Allah sebagai “Aku adalah Aku” memberikan dasar spiritual dan etis bagi pembentukan identitas yang utuh dan bermakna.
TRANSFORMASI MORAL BERBASIS DEEP LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: TELADAN YESUS KRISTUS SEBAGAI GURU DAN PEMIMPIN: Krisis kepemimpinan, transformasi moral, Pendidikan Agama Kristen, deep learning, teladan Yesus, pembelajaran Kristus-sentris. Bengu, Renny Tade
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i2.270

Abstract

Krisis kepemimpinan dan kemerosotan moral di Indonesia menuntut strategi pendidikan yang mampu membentuk karakter dan kepemimpinan yang berintegritas. Penelitian ini mengkaji transformasi moral melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan mengintegrasikan prinsip deep learning dan teladan pengajaran Yesus Kristus. Fokus penelitian adalah pengembangan model konseptual “Deep Learning Kristus-sentris dalam PAK” yang menekankan transformasi moral dan spiritual peserta didik melalui tiga dimensi: Meaningful Learning (pembelajaran bermakna), Mindful Learning (pembelajaran berkesadaran), dan Joyful Learning (pembelajaran yang menggembirakan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan (library research), dengan analisis teks Injil sebagai sumber data primer dan literatur teologis serta pedagogis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dengan pengajaran Yesus dapat dijadikan paradigma pedagogis baru dalam PAK untuk membentuk pemimpin Kristen yang berkarakter, reflektif, dan transformatif, memberikan kontribusi strategis dalam menghadapi krisis moral dan kepemimpinan di Indonesia.
Analisis Kuantitatif Pengaruh Pemahaman Kompetensi Tenaga Pendidik terhadap Kinerja Dosen di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega: Analisis Pemahaman Kompetensi Tenaga Pendidik terhadap Kinerja Dosen di STT Kristus Alfa Omega Semarang Pontonuwu, Williyanto
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i2.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi yang sangat kuat dan membuktikan bahwa pemahaman kompetensi tenaga pendidik sangat mempengaruhi kinerjanya. Peneliti melakukan penelitian di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang dengan metode kuantitatif yang bersifat populasi. Dalam kaitannya sebagai tenaga pendidik, maka kinerja dosen dalam proses belajar mengajar merupakan kemampuan dalam melaksanakan tugasnya sebagai dosen di fakultas yang memiliki keahlian dalam rangka mengembangkan dan mendidik mahasiswa agar tercapainya prestasi mahasiswa yang memuaskan bagi peningkatan mutu lembaga pendidikan. Seorang pendidik disebut berkompeten apabila memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional yang bersifat populasi. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan angket atau kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah adanya korelasi yang sangat kuat antara pemahaman tenaga pendidik terhadap kompetensinya dengan kinerja yang dicapainya sehingga dosen perlu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 10 ayat 1, yaitu meliputi: Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional.
CAHAYA KRISTUS DALAM MITOLOGI BIAK MANARMAKERI: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TENTANG KRISTUS SEBAGAI TERANG SEJATI Korwa, Amida Serlina
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v9i2.276

Abstract

Artikel ini mengkaji relasi antara Cahaya Kristus dan mitologi Manarmakeri dalam konteks teologi kontekstual Papua. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana simbol terang dalam mitologi Biak dapat didialogkan secara kritis dengan Kristologi Injil Yohanes yang menegaskan Kristus sebagai Terang Sejati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan reflektif melalui kajian biblika, teologi kontekstual, serta literatur antropologi Papua. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitologi Manarmakeri merepresentasikan kerinduan eksistensial masyarakat Biak akan pembebasan, pemulihan, dan terang kehidupan, yang dapat dipahami sebagai praeparatio evangelica. Namun demikian, simbol terang dalam mitologi tersebut tidak berdiri sejajar dengan wahyu Alkitab, melainkan menemukan penggenapan dan koreksinya dalam Kristus sebagai Terang Sejati. Kajian ini menegaskan pentingnya dialog inkarnasional yang kritis, kristosentris, dan bebas dari sinkretisme dalam pengembangan teologi kontekstual Papua. The findings indicate that light in the Manarmakeri mythology functions as a symbol of liberation from suffering, cosmic restoration, and hope for renewed life. Light is understood not merely in a physical sense, but also as a spiritual reality that provides direction, meaning, and purpose in life. In the Gospel of John, Christ is understood as the True Light who gives life, overcomes darkness, and reveals the presence of God in the midst of the world. The dialogue between these two understandings reveals points of symbolic convergence, despite fundamental theological differences. This study affirms that Christ cannot be equated with Manarmakeri; however, Christ may be understood as the fulfillment of the deepest meaning of the symbol of light that has long existed within Biak mythology. In this sense, the Manarmakeri mythology can be viewed as a praeparatio evangelica that opens a space for the contextualization of the Gospel. The novelty of this research lies in its integration of Biak local mythology with Johannine Christology, as well as its critique of missionary approaches that negate local culture. This study is expected to enrich Papuan contextual theology and to provide a pastoral foundation for the church in Biak in proclaiming the Gospel in a relevant and grounded manner. Keywords: Light of Christ, Manarmakeri, Contextual Theology, Biak, True Light.

Page 12 of 12 | Total Record : 119