cover
Contact Name
Paku Kusuma
Contact Email
kalatanda@telkomuniversity.ac.id
Phone
+62 82262130800
Journal Mail Official
kalatanda@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Gedung Bangkit Lt.2 Kawasan Bandung Technoplex Jl. Telekomunikasi no.1 Terusan Buah Batu, Dayeuhkolot, Bandung 40257
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif
Published by Universitas Telkom
ISSN : 14646912     EISSN : 14649329     DOI : https://doi.org/10.25124/kalatanda.v1i2
Core Subject : Humanities, Art,
Terbitan berkala ilmiah Kalatanda adalah jurnal penulisan hasil karya ilmiah yang berbasis penelitian, temuan, dan kebaruan ide dari karya seni atau desain. Tujuan jurnal untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas civitas akademik perguruan tinggi, praktisi, serta peneliti, dan bagi masyarakat umum dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan di ruang lingkup kesenian, desain, dan kebudayaan. Terbitan berkala ilmiah ini diterbitkan sekurang-kurangnya dua edisi tiap volumenya, dengan menggunakan format sesuai standar akreditasi.
Articles 91 Documents
TINJAUAN ESTETIKA ROTAN DAN ECENG GONDOK PADA PRODUKSI KURSI DI DESA TRANGSAN Nurohman Nurohman; Triyono Triyono
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.6493

Abstract

Trangsan Village in Gatak, Sukoharjo Regency, Central Java Province has been the center of the rattan handicraft industry since 1927. Currently it is the largest rattan industry in Central Java. Rattan raw materials imported from Kalimantan and then processed into ready-to-use goods for household needs. The policy to export raw rattan again in order to reduce the level of smuggling makes raw materials difficult to obtain. So that the Trangsan village craftsmen creatively combine materials from water hyacinth to reduce the use of rattan. This creativity is a source of research ideas regarding the aesthetics of combining rattan and water hyacinth materials as the manufacture of chair products. Descriptive qualitative research will describe the findings of applications with aesthetic value and quality. Data collection techniques using observation and interviews, as well as documentation. Data analysis found the conclusion that the aesthetic value of the chairs produced by Trangsan comes from the harmony of the woven layout which creates a sense of pleasure and satisfaction from its customers. Keywords: Rattan and Water Hyacinth, Aesthetic value, Stool products
Perancangan Storyboard pada Animasi Pendek 2D ”Peri Sayur Daun” Winata, Vania Regina; Ramdhan, Zaini; Afif, Riky Taufik
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.3849

Abstract

Masyarakat Indonesia yang gemar mengkomsumsi sayuran dikarenakan menyukai rasanya di kalangan anak muda terbilang tidak banyak, sebagian besar menolak karena belum memiliki pengetahuan kesehatan yang cukup. Penelitian ini mengupas mengenai sayuran daun yang semestinya dikonsumsi oleh remaja. Jenis sayuran daun yang dipilih sebagai obyek penelitian adalah daun singkong, daun kemangi, kelor, dan beluntas. Empat jenis sayuran daun ini kemudian akan diproses menjadi wacana secara visual untuk meningkatkan pengetahuan bagi kalangan anak muda. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah jenis kuantitatif dengan penggalian data melalui adalah survei, angket, dan studi literasi. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan karya storyboard, berfungsi untuk memperlihatkan bentuk atau gambar visual dari cerita agar masyarakat yang melihat mampu menangkap informasi yang ingin diberikan melalui media animasi 2 dimensi. Diharapkan hasil perancangan ini dapat memberikan edukasi dan motivasi terhadap masyarakat muda Indonesia agar peduli dengan lingkungan sekitar dan mengetahui seberapa pentingnya sayuran-sayuran bagi kesehatan perkembangan mereka. Kata Kunci: Animasi Pendek, Sayuran Daun, Storyboard.
PERANCANGANSTORYBOOK SEJARAH HUTAN MATI PAPANDAYAN Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa; Sudaryat, Yayat; Afif, Riky Taufik
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.4086

Abstract

Erupsi Gunung Papandayan tahun 1772 merupakan sebuah bencana alam yang sangat besar. Sebanyak 40 desa dan 2.951 jiwa menjadi korban. Tak hanya itu, erupsi juga menghanguskan ratusan pohon di sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Hutan Mati. Walaupun terlihat suram, keunikan Hutan Mati menjadikannya salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi oleh para pendaki Gunung Papandayan. Untuk memperkenalkan Hutan Mati kepada anak-anak, dibuat perancangan yang ditampilkan dalam media storybook. Karakter dalam cerita dirancang sesuai dengan data terkait Hutan Mati, dengan memperhatikan unsur fisiologi, psikologis, dan sosiologis. Penggabungan genre fiksi sejarahdengan fantasi membuat cerita menjadi informatif dan menarik, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik. Hasil dari perancangan ini adalah storybook yang menggambarkan sejarah terbentuknya Hutan Mati. Melalui perancangan ini, diharapkan anak-anak dapat mengenal dan ikut menjaga keindahan alam yang terdapat disekitar kita. Kata Kunci: Gunung Papandayan, ilustrasi karakter, Storybook, Wisata Hutan Mati.
Perancangan storyboard animasi pendek 2D guna mengenalkan Kerajaan Pagaruyung Rasyada, Latifah; Iskandar, Muhammad; Lionardi, Angelia
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.4134

Abstract

Rumah Gadang is a traditional house of the Minangkabau tribe. Traditional houses are a wealth of objects that can be used as tourism objects. The famous Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung in West Sumatra was formerly the center of government of the Pagaruyung kingdom and became the residence of the royal family. Now this Gadang House is a cultural heritage asset for the Minangkabau tribe and has changed its function as a museum. It's a shame that the prestige of the museum, which is full of history, is getting less and less well-known, as can be seen from visits that only make it a location for selfies without going into and studying the collections contained in the museum. Therefore, a storyboard will be made that introduces the Kingdom of Pagaruyung. Qualitative method research was conducted to find visual ideas that could be adopted as the basis for the design. Data collection used interviews and direct observation. The findings were also strengthened by a literature study targeting youth in West Sumatra. This design is expected to continue into an animated film. Keywords: Pagaruyung Kingdom, Istano Basa Pagaruyung, Storyboard animation
AKTIFITAS WANITA SASAK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA LUKIS Zainudin, Zainudin; Dewobroto, BT.
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.6348

Abstract

Sasak women's activities has variousform of traditional works, such as minsah, weaving, betel nut (Mamaq), and so on. The various activities of Sasak women who were so attractive lately began to disappear; creates an urge to devote and appreciate it in paintings. The method of creating this work goes through several stages, including observing, learning, and concentrating ideas related to the theme raised. Exploration uses two forms, namely visual exploration and conceptual exploration. The source of data in the idea of creation is primary data from direct observation. As for the secondary data from books and the internet. The method of analysis is through a reduction process, the data that has been selected is embodied in a visual form with an initial embodiment through simple sketches. Sketching is done on paper media. The results of the sketches that were made were then sorted and eight sketches were selected according to the theme. The result is eight realist paintings entitled: Minsah, Bait aik, Begutu, Meriap, Nyensek, Nampik, Selling cloth, Mamak. Keywords: Sasak women’s activities, Painting, Realism.
Evolusi Diri dalam Karya Fotografi Konseptual Menggunakan Media Tape Art Sari, Nesthi Rasika; Endriawan, Didit; Rachmawanti, Ranti
KalaTanda Vol 3 No 2 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i2.6409

Abstract

Seperti makhluk hidup pada umumnya manusia juga mengalami evolusi baik secara fisik maupun juga non fisik. Hal ini menjadi sebuah gagasan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir yang berjudul “Evolusi Diri Dalam Karya Fotografi Konseptual Menggunakan media Tape Art” bertujuan untuk menvisualisakan evolusi dalam diri dengan penggabungan media tape art membentuk fotografi konseptual. Latar belakang penulis mengambil tema ini dikarenakan setiap individu manusia melewati kesulitan dalam perubahan dirinya yang baru sekaligus dapat menjadi pengingat untuk penulis sendiri. Teknik fotografi yang akan diperlihatkan pada fotografi konseptual ini yaitu backlight dengan cahaya yang diarahkan pada belakang objek juga media tape art sehingga hasil yang dihasilkan akan lebih berfokus pada gestur dan satu warna serta memperlihatkan tape art dengan cahaya yang diarahkan pada belakang objek tersebut.
Redesign Bandung Creative Hub dengan Pendekatan Kebudayaan Sunda "Ngariung" Sastrawinata, Devina; Murdowo, Djoko; Hanafiah, Ully Irma Maulina
KalaTanda Vol 3 No 2 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i2.6446

Abstract

Seni dan budaya ialah hal yang lahir dari hasil karya tangan manusia dalam kreativitas. Dengan berkembangnya sektor seni dan budaya di Bandung yang ditunjukkan oleh keberadaan komunitas sektor seni, maka diperlukanlah Art Center (Creative Hub) sebagai wadah untuk masyarakat seni tersebut. Redesign Bandung Creative Hub dilakukan dengan latar belakang Bandung yang memiliki kebutuhan akan space kreatif dan tempat kumpul para masyarakat ekonomi kreatif, sehingga diperlukan redesign untuk memaksimalkan keberadaan Bandung Creative Hub sebagai fasilitas ekonomi kreatif. Redesign digunakan dengan pendekatan arsitektur kontemporer dimana desain difokuskan kedalam tujuan dan kegunaan dari masing-masing fasilitas serta memenuhi suasana yang diinginkan. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah melalui survey secara online dan offline, wawancara dan kuisioner kepada pengunjung maupun masyarakat yang pernah mendatangi Bandung Creative Hub sebelumnya. Redesign dibuat dengan fokus untuk menata ulang zoning, blocking, tata ruangan bangunan, aspek persyaratan umum ruangan serta menambahkan fasilitas yang diperlukan dan memaksimalkan fasilitas hingga mencapai standar yang seharusnya.
Kehidupan Malam "SULANJANA" dalam Fotografi Konseptual Menggunakan Lenticular Printing Baskara, Bayu Tri; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
KalaTanda Vol 3 No 2 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i2.6466

Abstract

Karya tugas akhir ini adalah bentuk karya yang salah satunya merespon mengenai fungsi fotografi yang sudah bukan sekedar alat dokumentasi, melainkan bisa digunakan sebagai medium untuk berekspresi seperti layaknya seni yang lain. Salah satunya penyampaian ekspresi dalam fotografi dokumenter dengan media Lenticular Printing. Fotografi konseptual kali ini mengangkat sebuah keresahan sosial yang ada di Kota Bandung khususnya Jalan Sulanjana. Keresahan yang dimaksud adalah banyaknya tempat hiburan malam yang dihiasi dengan adanya perbedaan latar belakang sosial. Perbedaan latar belakang sosial ini adalah para pekerja yang tidak hanya bekerja sesuai aturan yang ada. Melainkan, para pekerja yang hadir di sekitaran Jalan Sulanjana harus mampu menangani beberapa problematika yang hadir di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
TINJAUAN ESTETIKA ROTAN DAN ECENG GONDOK PADA PRODUKSI KURSI DI DESA TRANGSAN Nurohman, Nurohman; Triyono, Triyono
KalaTanda Vol 3 No 1 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.6493

Abstract

Trangsan Village in Gatak, Sukoharjo Regency, Central Java Province has been the center of the rattan handicraft industry since 1927. Currently it is the largest rattan industry in Central Java. Rattan raw materials imported from Kalimantan and then processed into ready-to-use goods for household needs. The policy to export raw rattan again in order to reduce the level of smuggling makes raw materials difficult to obtain. So that the Trangsan village craftsmen creatively combine materials from water hyacinth to reduce the use of rattan. This creativity is a source of research ideas regarding the aesthetics of combining rattan and water hyacinth materials as the manufacture of chair products. Descriptive qualitative research will describe the findings of applications with aesthetic value and quality. Data collection techniques using observation and interviews, as well as documentation. Data analysis found the conclusion that the aesthetic value of the chairs produced by Trangsan comes from the harmony of the woven layout which creates a sense of pleasure and satisfaction from its customers. Keywords: Rattan and Water Hyacinth, Aesthetic value, Stool products
Perancangan Prototype Website Fellow Coffee Alkayyis, Muhammad Ibrahim; Rahman, Yanuar; Yudiarti, Diena
KalaTanda Vol 3 No 2 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i2.6513

Abstract

Semakin ketatnya persaingan antar pelaku UMKM menyebabkan banyak perusahaan tidak dapat mengembangkan dan mempertahankan usahanya. Salah satunya disebabkan oleh pelaku usaha yang tidak beradaptasi dengan pasar, kurangnya inovasi produk/jasa, kegiatan promosi konvensional dan digital yang kurang efektif, tidak memanfaatkan internet sebaik mungkin. Fellow Coffee merupakan sebuah usaha kecil menengah yang bergerak dalam bidang kuliner yang berbasis di kota Manado Sulawesi Utara. Pada tahun 2019 dimasa pertumbuhan Fellow Coffee memiliki berbagai kendala yang salah satunya merupakan kurangnya exposure untuk memperkenalkan Fellow Coffee di kalangan anak muda terkhususnya. Sehingga pihak Fellow Coffee membuat media Instagram dan website sebagai media informasi meskipun website tersebut masih belum maksimal dalam fitur-fiturnya. Metode penelitian yang akan digunakan merupakan metode kualitatif, metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan hasil yang mendalam. Sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan pengumpulan survei. Perancangan prototype website ini bertujuan untuk membantu Fellow Coffee untuk memiliki usaha yang profesional dengan cara merancang website sebagai media penyampaian informasi dan manajemen coffee shop.

Page 4 of 10 | Total Record : 91