cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
PEMBANGUNAN, MARGINALISASI, dan DISINTEGRASI PAPUA Luis Feneteruma
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i1.1187

Abstract

Maternal Employment and Childcare Arrangements in Indonesia: The Needs for Childcare Support Policies Michelle Andrina
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i2.1244

Abstract

Women need childcare supports to maximize their potential to contribute to their economy. This article aims to investigate childcare arrangement practices among families whose working mothers and identify the necessities to support them in their work lives. This study employs explanatory sequential mixed methodsQuantitative data were collected from Indonesia's Socio-Cultural and Education Module of the 2018 National Socio-Economic Survey. Qualitative data resulted from interviews with working mothers are applied as complementary for the quantitative findings to result contextual understandings concerning necessary supports from the government. Findings show that most families rely on grandparents to supervise the toddlers, while some others trust the older siblings, who possibly not be matured yet. Working mothers require affordable daycare as a safe place for their children as well as to ease their families’ burdens.  As more women become parts of the workforce, it is crucial for the government to provide inexpensive public daycares, especially for families with limited resources. In addition, the government should promote the provision of lactation rooms and child-friendly spaces, launch social media campaigns, and conduct community events to educate society concerning children's rights and safety, equal responsibilities between men and women, and accommodative working arrangements.
Pengaruh Budaya Luar Terhadap Pola Pemukiman Uma dan Kehidupan Sosial Ekonomi Lokal Mentawai Yudas Sabaggalet; Helmi Helmi; Elfindri Elfindri
Masyarakat Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v47i2.1106

Abstract

Keterikatan orang Mentawai pada uma (clan), sebagai komunitas social dan ekonomi potensi bagi mereka untuk berkembang lebih dari sekedar apa yang dihadapinya. Pengaruh budaya luar  terhadap kehidupan social-budaya Mentawai memiliki pengaruh besar.  Dalam Uma terjadi perubahan bentuk lingkungan perumahan dan bentuk rumah yang dibangun oleh Pemerintah dengan gambaran sifat relasi, yang masih bertahan. Dalam ekonomi kondisi seperti ini menjadi terhalang dalam membangun relasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh budaya luar terhadap pola pemukiman dan modal sosial budaya uma dalam ekonomi lokal Mentawai. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Sosiologi dan Antropologi dengan teknik pengumpulan data observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian ini adalah relasi sosial yang  yang saling menguntungkan sebagai modal sosial dapat mempengaruhi tindakan ekonomi. Kehidupan sosial-budaya Mentawai terdapat di uma. Mereka tetap bertahan walaupun terjadi perubahan bentuk lingkungan perumahan dan bentuk rumah yang dibangun oleh Pemerintah dengan gambaran sifat relasi sosial budaya dan ekonomi, yang masih bertahan. Kondisi ini masih berlaku sampai sekarang. Sistem perekonomian masyarakat Mentawai masih pada level ekonomi subsistensi. Anak Mentawai yang tinggal di Desa Madobag dan Matototanan, Kecamatan Siberut Selatan memiliki kebun pisang, talas dan sagu, dan mereka hanya konsumsi sendiri dan tidak proses dijual. Masalah kepercayaan terhadap orang lain selain se-uma dan animo masyarakat dalam membangun jaringan dengan orang lain agak rendah.
MEMBANGUN KAMPUNG ADAT DAN JUGA MELAWAN INVESTASI: ARTIKULASI ADAT DI KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA I Ngurah Suryawan
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i1.1179

Abstract

Artikel ini bertitik tolak dari argumen yang ditawarkan oleh Li (2000) bahwa mengartikulasikan adat sarat dengan berbagai kepentingan sekaligus juga pemihakan. Artikulasi adat di Kabupaten Jayapura menunjukkan dua sisi yang saling bertentangan. Artikulasi adat untuk pembentukan kampung adat berelasi dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk pemberdayaan dan mengangkat jati diri masyarakat adat dengan bekerjasama dengan aktivis dan organisasi masyarakat sipil. Sedangkan artikulasi adat yang dilakukan oleh ORPA (Organisasi Perempuan Adat) Suku Namblong yang berada di bawah DAS (Dewan Adat Suku Namblong) berjuang untuk melawan investasi sawit yang masuk ke wilayah mereka yang sering disebut Lembah Grime, Kabupaten Jayapura. Kedua artikulasi adat tersebut menunjukkan bahwa menggunakan wacana dan praktik adat menjadi sangat lentur dan kompleks. Konteks struktur ekonomi politik kampung juga menjadi tantangan dan berdampak penting bagi artikulasi adat itu diterjemahkan.  Argumen artikel ini adalah perlunya melihat adat sebagai sebentuk gerakan yang di dalamnya kompleksitas, kolaborasi, dan keterlibatan komunitas adat dalam memposisikan dirinya untuk terlibat dalam gerakan sosial yang lebih luas.
KESEJAHTERAAN YANG RETAK: MENGKRITISI UPAYA PEMULIHAN PASCA PANDEMI DARI POSISI INDONESIA SEBAGAI NEGARA KESEJAHTERAAN Gusti Nur Asla shabia; Natasha Devanand Dhanwani; Rewina Ika Pratiwi
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i2.951

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan upaya pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam merespons pandemi Covid-19. Di satu sisi, upaya pemulihan yang dihadirkan menawarkan harapan mengenai pertumbuhan ekonomi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun, di sisi lain program pemulihan tersebut justru mengabaikan fakta bahwa pandemi tidak hanya membawa keterpurukan ekonomi dalam pengertian makro, tetapi juga krisis multidimensi. Melalui metode systematic review, tulisan ini berusaha mengkritisi upaya pemulihan yang dilakukan dan mempertanyakan ulang klaim Indonesia sebagai negara kesejahteraan yang dikontekstualisasikan pada penanganan pandemi, khususnya pada tiga program PEN yakni kesehatan, perlindungan sosial, dan ketahanan pangan. Tulisan ini kemudian berupaya untuk memberikan jawaban yang menitikberatkan pada perubahan pada tataran regulasi dan kemudian bagaimana regulasi tersebut harus mengakomodir aspek kesejahteraan sosial, sehingga resiliensi dapat terwujud.Kata kunci: kesejahteraan sosial, negara kesejahteraan, pandemi Covid-19, pemulihan, resiliensi 
Dari Sagu Ke Beras: Perubahan Kehidupan Sosial Budaya Orang Mentawai Ade Irwandi; Kris Irwandi Saleleubaja
Masyarakat Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v47i2.985

Abstract

Sejak zaman Orde Baru, Mentawai menjadi sasaran program pembangunan hingga sekarang. Salah satunya program berkaitan dengan pangan. Dimana program cetak sawah yang dicanangkan pada tahun 2012 seluas 600 ha harus tercapai. Namun orang Mentawai tidak memiliki pengetahuan tentang pertanian padi-sawah. Sehingga upaya peralihan dari sagu ke beras menjadi pelik. Sagu bukan hanya sebagai pangan namun terkait dengan kehidupan sosial budaya seperti upacara adat dan arat sabulungan. Dengan berubahnya makanan orang Mentawai maka kebudayaannya juga ikut berubah bahkan hilang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-etnografi. Dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan betapa rapuhnya orang Mentawai yang diintervensi melalui program pembangunan seperti relokasi dan pembukaan lahan sawah yang membuat sagu semakin menipis dalam lingkungan mereka. Politik ekologi yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, mengakibatkan ruang-ruang hidup orang Mentawai terganggu dan kian berubah. Sagu yang menjadi makan utama kini digantikan dengan beras yang dilabeli dengan maju dan modern.
MENCIPTAKAN MASA LALU DI KALANGAN ORANG ASMAT, PAPUA BARAT DAYA (MAKINGS OF THE PAST AMONG ASMAT, SOUTHWEST PAPUA) Jaap Timmer
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i1.1176

Abstract

Dalam artikel ini saya mengeksplorasi mobilisasi waktu transendental oleh orang Asmat dengan mempertimbangkan pengalaman mereka dalam konversi agama dan ide tentang perkembangan yang diperkenalkan oleh misionaris Katolik, pemerintah kolonial Belanda, pemerintah Indonesia, dan, yang terbaru, para pendakwah Islam. Saya akan membahas bagaimana waktu transendental yang diajarkan oleh gereja dan negara dimobilisasi oleh Asmat dalam menanggapi harapan masa depan yang menuntut sebuah masa lalu. Dari perspektif beberapa orang Asmat yang baru saja masuk Islam, saya akan menunjukkan bagaimana bagi umat Katolik masa lalu mengungkapkan keajaiban identitas yang kontras dengan bagaimana negara dan gereja menggambarkan masa lalu Asmat sebagai abstraksi yang dapat dibuang.
LEARNING FROM PANDEMIC COVID-19 TOWARD AGEING SOCIETIES IN INDONESIA: BUILDING RESILIENCE WITH ADAPTIVE SOCIAL PROTECTION Sari Seftiani
Masyarakat Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v48i2.1245

Abstract

COVID-19 pandemic reveals how demographic characteristics play an important role to respond the situation that can be useful as a basis of policy making. Demographic aspects associated with the risks of people to expose the Coronavirus. This paper focuses on understanding the COVID-19 pandemic through demographic aspects and how it can be a lesson learned to face the next pandemic in the future, particularly in preparing better approaches towards ageing societies in Indonesia. Using descriptive analyses, data in this paper taken from Statistics Indonesia, Indonesia COVID-19 taskforce, and Social Security Administrator for Health (BPJS Kesehatan). Data reveals that the older a person is, the more vulnerable to have the worse condition when exposed the COVID-19. It is because the increasing of age means the decreasing of physical condition that affect to have chronic diseases which triggers to make the condition becomes worse. The death cases due to COVID-19 are dominated by older people. Almost 50 percent are death on older people who confirmed positive cases. The risk of male to death when exposed by Coronavirus is higher than female. On the other hands, Indonesia is facing the challenge regarding the amount of health workers and bed in the hospital, especially in pandemic situation. In fact, the intensity and frequency of disaster are increasing and at the same time an ageing society lead to the fact that population getting more vulnerable require the comprehensive approach to mitigate and adapt the next disasters. Pandemic COVID-19 becomes a momentum to remind that it is necessary to have better health system and adaptive social protection when the world is getting older.
Strategi Peningkatan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia Fitriani, Desi; Ramdhan, Dadang; Hapsari, Andriyani
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i2.1367

Abstract

Prospective Indonesian Migrant Workers (Pekerja Migran Indonesia/PMI) who will work abroad are required to have working competence. Lacks of such competence on prospective migrant workers will potentially result in issues such as discrimination, exploitation, fraud, unpaid salaries, and human trafficking. This article aims to understand strategies which could be conducted by the government and related stakeholders to improve the competence of prospective migrant workers as well asidentify the success factors, obstacles and challenges in the advancement process. The analysis employs a qualitative approach with the method of a literatures study on articles/journals, books, news, regulations related to migrant workers, documents, and other data from the internet. The type of research used is qualitative with a literature study method sourced from articles/journals, books, news, laws related to migrant workers, documents, and the internet. Findings show that a potential strategy to increase working competences for PMI is a job training which includes language skills and digital literacy, APBD allocation, and Final Debriefing of Departure (PAP). Through developing workers’ competences, it is expected that prospective migrant workers will be able to compete well in the global labor market. 
LUNANG TLA OTA INE: MEMAHAMI KEBUDAYAAN KOMUNITAS ADAT PUNAN ADIU DAN PRAKTIK DISKURSIF PELESTARIAN HUTAN Puji Hastuti
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1232

Abstract

Lunang Tla Ota Ine merupakan falsafah hidup komunitas Punan Adiu di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dalam mengelola hutannya. Secara harfiah, “Lunang Tla Ota Ine” dimaknai oleh komunitas sebagai hutan adalah air susu ibu. Konsep budaya ini mencerminkan pandangan hidup dan hubungan yang mendalam antara komunitas Punan Adiu dengan ekosistem hutan yang menjadi tempat tinggal mereka. Artikel ini menggunakan pendekatan antropologi budaya untuk memahami bagaimana pandangan hidup dan hubungan antara masyarakat Punan Adiu dan ekosistem hutam mereka yang tercermin dalam konsep budaya “Lunang Tla Ota Ine”. Dalam kerangka antropologi budaya, "Lunang Tla Ota Ine" menunjukkan kompleksitas budaya dan ekologi yang tumbuh bersama dalam kehidupan sehari-hari komunitas Punan Adiu. Hutan bukan hanya sekadar sumber daya alam, tetapi juga merupakan aspek kultural dan spiritual yang penting dalam kehidupan komunitas Punan Adiu. Falsafah  Lunang Tla Ota Ine yang dibahas dalam artikel ini meliputi penjagaan hutan melalui hubungan budaya dan lingkungan, peran komunitas adat dalam pelestarian lingkungan, dan peran komunitas adat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Hasilnya, “Lunang Tla Ota Ine” mencerminkan sistem nilai, praktik kehidupan sehari-hari, dan interaksi sosial di antara anggota komunitas Punan Adiu yang tinggal dalam ekosistem hutan secara lintas generasi. Lunang Tla Ota Ine menjadi praktik diskursif pengelolaan hutan dari komunitas adat Punan Adiu berpotensi menjadi pusaka budaya yang menyelamatkan dunia. 

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue