cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Kesadaran Masyarakan dalam Efektivitas Penggunaan Media Sosial Untuk Pengenalan Culture di Indonesia Sulistyarini; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4834

Abstract

Abstrak Teknologi merupakan suatu alat yang banyak di gunakan sekarang ini sesuai dengan perkembangan zaman, dalam penggunan tekonlogi berbagai macam cara dalam pengembangan tersebut, agar berguna untuk dimiliki. Kehadiran teknologi memungkinkan seseorang untuk saling berinteraski dan berkumunikasi dalam media sosial tanpa memperdulikan batas waktu. Kemudahan penggunan tekonlogi ini membuat perkembangnanya semakin cepat seiring berjalannya waktu. Indonesia adalah negara dengan lebih dari 260 suku dan budaya. Keragaman budaya yang kaya dari bangsa yang beragam ini telah membuatnya mendapatkan julukan 'Gudang Dunia'. Kebudayaan merupakan aspek penting dalam membangun identitas suatu bangsa. Sangat penting untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai unik yang membuat setiap negara unik. Media sosial telah menjadi alat yang berguna untuk mempromosikan kesadaran budaya di kalangan masyarakat umum. Penggunanan media sosial adalah cara terbaik untuk menyebarkan kesadaran tentang budaya di kalangan masyarakat umum. maka dari itu artikel ini akan membahas mengenai bagaimana media sosial dan masyarakat saat ini dan juga bagaimana media sosial membawa perubahan terhadap budaya yang perlahan memudar dan kini di gantikan dengan budaya yang bisa di katakan lebih populer. Metode yang digunakan untuk penelitian kali ini yaitu deskriftif kualitatif dengan tujuan yaitu bisa menjadi informasi seputar topik yang bisa menjadi bahan untuk memperbanyak pengetahuan. Kata kunci: Media Sosial, Masyarakat, Budaya
Kedudukan Islam Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Asiyah; Musaddad Al Basry; Fakinah Herliani; Mubarik; Absor
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4838

Abstract

Abstract The relegion of Islam in Indonesia has been around for a long time since Islam came to Indonesia. Since then, Islam has taken root in Indonesian society. The coming of the Netherlands to Indonesia, although initially acknowledging the existence of Islamic law in the community, has been hampered in its development due to the interests of colonialism. Efforts to restore the position of Islam continued before and after independence. The Indonesian constitutional system relies on Pancasila and the 1945 Constitution. The ideology of Pancasila rests on the Almighty God, and this indicates that there is an obligation on the part of the Indonesian people to carry out God's commands according to Islam to apply Islamic shari’a. Thus Islamic law has a position in the national legal system and can contribute to the development of national law. Keywords: Islam, Constitutional System, Indonesia
Tinjauan Yuridis Eksekusi Barang Sitaan Berstatus Sewa Menyewa Perkara Tindak Pidana pada Putusan Pengadilan yang Telah Inkracht Menurut Sistem Peradilan Pidana di Indonesia Basrawi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4840

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang barang sitaan yang menjadi objek eksekusi pada putusan Pengadilan yang telah inkracht menurut sistem peradilan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang telah inkracht Perkara Nomor: 115/Pid.B/LH/2020/PN.Unh dengan amar putusan menyatakan bahwa sejumlah barang bukti dirampas untuk Negara dan selanjutnya akan dilaksanakannya eksekusi, tetapi setelah dilaksanakannya eksekusi terdapat fakta hukum bahwa salah satu barang bukti yang dieksekusi masih berstatus sewa menyewa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa upaya hukum yang dilakukan selaku eksekutor putusan yang telah inkracht antara lain: (a) Pelacakan aset, (b) Perampasan aset, (c) Pelelangan. Adapun tinjauan yuridis barang sitaan yang berstatus sewa menyewa yang telah menjadi objek eksekusi perkara tindak pidana pada putusan yang telah inkracht menurut sistem peradilan pidana di Indonesia, yaitu: Dalam kasus ini pelaksanaan putusan Pengadilan/eksekusi harus tetap dilaksanakan. Dimana Jaksa berdasar pada Pasal 270 KUHAP walaupun terdapat barang sitaan yang statusnya masih sewa menyewa, Kejaksaan tetap melaksanakan putusan pengadilan tersebut jika pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa, yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya. Kata Kunci: Eksekusi, barang Sewa-menyewa, Putusan inkracht Abstrack This research examines confiscated goods that are the object of execution in Court decisions that have been inkracht according to the judicial system in Indonesia. This research uses normative juridical research methods. In the implementation of an inkracht court decision Case Number: 115/Pid.B/LH/2020/PN.Unh with the verdict stating that a number of evidence is confiscated to the State and then execution will be carried out, but after the execution there are legal facts that one of the executed evidence is still in lease status. Based on the research results obtained, it shows that the legal efforts made as the executor of the inkracht verdict include: (a) Asset tracking, (b) Asset seizure, (c) Auction. The juridical review of confiscated goods with lease status that have become the object of execution of criminal cases in inkracht decisions according to the criminal justice system in Indonesia, namely: In this case, the implementation of the court decision/execution must still be carried out. Where the Prosecutor is based on Article 270 of the KUHAP even though there are confiscated goods whose status is still leased, the Prosecutor's Office continues to carry out the court's decision if the implementation of a court decision that has obtained permanent legal force is carried out by the prosecutor, for which the clerk sends a copy of the verdict to him. Keywords: Execution, Leasehold goods, Inkracht verdicts
Pengembangan Modul Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Remaja Generasi Z Lilis Suryani Naibaho; Dyoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4841

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan dengan banyak masalah karena masa remaja masa proses pertumbuhan dari remaja menuju dewasa. Sanagat dibutuhkan penangan dan penjagaan yang ekstra supaya remaja tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas. banyak sekolah di daerah Jawa barat yang belum memiliki guru Pendidikan agama Kristen, bahkan yg mengajar agama krsiten guru bidang study yang beragama Kristen, sehingga Pendidikan agama Kristen tidak tersampaikan dengan baik dan banyak sekolah yang memberikan kepercayaan kepada gereja untuk memberikan pengakaran tetapi gereja tidak memiliki modul pembelajaran, gereja hanya memakai khotbah pada hari minggu sebagai bahan ajar pada remaja, generasi Z, supaya remaja atau generasi Z tidak terpokus pada smartphone saja. Dengan adanya modul pembelajaran remaja, generasi Z bisa belajar tentang Firman Tuhan dan kebenara-Nya sebagai bahan ajar. Penelitian ini menggunakan Desain penelitian Research and Development (RnD). RnD merupakan aktivitas riset dasar untuk mendapatkan informasi kebutuhan pengguna (need assessment), kemudian dilanjutkan kegiatan pengembangan (development) untuk menghasilkan produk dan mengkaji keefektifan produk tersebut Kata Kunci: Pengembangan Modul Pembelajaran, Pendidikan Agama Kristen Remaja, Generasi Z Abstract Adolescence is a very vulnerable period with many problems because adolescence is a period of growth from adolescence to adulthood. It is very necessary to handle and extra care so that teenagers do not fall into promiscuity. Many schools in West Java do not have Christian religious education teachers, even those who teach Christianity are Christian study teachers, so Christian religious education is not delivered properly and many schools trust the church to provide roots but the church does not have a module. In learning, the church only uses sermons on Sundays as teaching materials for teenagers or Generation Z, so that teenagers or Generation Z are not focused on smartphones. With the learning module, youth and generation Z can learn about God's Word and His truth as teaching materials. This research uses Research and Development (RnD) research design. RnD is a basic research activity to obtain information on user needs (needs assessment), followed by development activities to produce products and assess the effectiveness of these products. Keywords: Development of Learning Modules, Youth Christian Religious Education, Generation Z
Penanganan Konflik Batas Wilayah Antara Kabupaten Tana Toraja Dengan Kabupaten Toraja Utara di Provinsi Sulawesi Selatan Andi Moh Ghalib; Anang Puji Utama; M Adnan Madjid; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4844

Abstract

Abstrak Konflik Batas Wilayah antara Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Toraja Utara yang merupakan daerah pemekaran terdeteksi di tiga titik yaitu di daerah Bira’ perbatasan antara kelurahan Sarira Kecamatan Makale Utara (Tana Toraja) dengan Desa Tadongkon Kecamatan Kesu (Toraja Utara), kemudian Daerah Se’ke, Bontongan Perbatasan antara Kelurahan Sarira Kecamatan Makale Utara ( Tana Toraja ) dengan Desa Langda Kecamatan Sopai (Toraja Utara), Serta di Kecamatan Kurra (Tana Toraja) dengan Kecamatan Awan Rante Karua (Toraja Utara). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Toraja Utara. Pengumpulan data yang dilakukan ialah menggunakan studi pustaka. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling yang kemudian melakukan Analisis data menggunakan mode 1 interaktif yang menjelaskan bahwa teknik analisis terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batas wilayah yang terjadi lebih disebabkan karena belum diterimanya alternatif pemecahan masalah yang diusulkan yakni Kebijakan Satu Peta (One Map Policy). Dari melihat kenyataan praktis, teridentifikasi beberapa penyebab konflik terkait batas wilayah ini yaitu faktor Yuridis, Ekonomi, Kultural, Politik & Demografi, Sosial, dan Pemerintahan. Langkah yang telah dilakukan yaitu melaksanakan peninjauan bersama wilayah berbatasan antara kedua daerah yang difasilitasi oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan dengan menghadirkan Kementerian Dalam Negeri sebagai peninjau dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai pihak yang berkompoten dalam pemetaan batas wilayah. Dengan proses penanganan tersebut kedua daerah telah bersepakat menerima hasil apapun keputusan pemerintah provinsi bersama dengan pemerintah pusat dengan tetap memperhatikan hal-hal yang menjadi keberatan dan keinginan dari setiap daerah. Kata Kunci: Penanganan konflik, batas wilayah Abstract Boundary conflicts between Tana Toraja Regency and North Toraja Regency, which are newly established areas, have been detected at three points: in the Bira' area, which is the border between Sarira Village, North Makale District (Tana Toraja), and Tadongkon Village, Kesu District (North Toraja); in the Se'ke area, Bontongan, which is the border between Sarira Village, North Makale District (Tana Toraja), and Langda Village, Sopai District (North Toraja); and in Kurra District (Tana Toraja) with Awan Rante Karua District (North Toraja). This research utilizes a qualitative approach located at the border between Tana Toraja Regency and North Toraja Regency. The data collection method employed is literature review. The sampling technique used is purposive sampling, and the data analysis is conducted using interactive mode 1, which consists of data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that the boundary conflict is mainly caused by the lack of acceptance of the proposed problem-solving alternative, namely the One Map Policy. Based on practical observations, several causes of the boundary conflict have been identified, including juridical, economic, cultural, political and demographic, social, and governance factors. The steps taken include conducting a joint survey of the border area between the two regions facilitated by the South Sulawesi Provincial Government, with the Ministry of Home Affairs as the surveyor and the Geospatial Information Agency (BIG) as the competent party in boundary mapping. Through this handling process, both regions have agreed to accept whatever decision is made by the provincial and central governments, while still considering the objections and desires of each region. Keywords: Conflict resolution, boundary disputes
Kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat Mendukung Peran Indonesia Sebagai Leading Sector Dalam Pembentukan Asean Counter Terrorism And Peacekeeping Task Force Yulian Tri Saptono; I Gede Sumertha; Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4846

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang peran Association of South East Asian Nations (ASEAN) dalam menangani masalah keamanan di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam mengatasi ancaman terorisme yang semakin meningkat. Pembentukan ASEAN pada tahun 1967 didasari oleh keinginan untuk melakukan kerjasama di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keamanan. Namun, prinsip non-intervensi masih menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Meskipun ASEAN telah mengadakan berbagai pertemuan dan menghasilkan beberapa kesepakatan, tetapi kasus terorisme masih sering terjadi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2003 Indonesia mengajukan saran kepada ASEAN untuk membentuk ASEAN Peacekeeping Force, namun hal ini tidak mendapat perhatian khusus di antara anggota ASEAN itu sendiri. Baru-baru ini, terjadi serangkaian bom dan serangan teroris di Indonesia yang semakin menguatkan tuntutan untuk ASEAN agar berperan lebih besar dalam menyelesaikan masalah ini. ASEAN diharapkan dapat makin memperkuat kerjasama antar anggotanya khususnya dibidang keamanan kawasan untuk mengatasi tantangan transnasional yang semakin kompleks dan Indonesia dapat berperan sebagai leading sector dalam agenda pembentukan Counter Terrorism and Peacekeeping Task Force di kawasan ASEAN. Kata kunci : ASEAN, Kerjasama, Kontraterorisme, Indonesia, Leading sector. Abstract This research discusses the role of the Association of South East Asian Nations (ASEAN) in addressing security issues in the Southeast Asian region, particularly in dealing with the increasing threat of terrorism. The formation of ASEAN in 1967 was driven by the desire to cooperate in various fields, including economy and security. However, the principle of non-intervention remains a constraint in its implementation. Despite ASEAN holding various meetings and producing several agreements, terrorism cases still frequently occur in the region. Therefore, in 2003, Indonesia proposed the establishment of an ASEAN Peacekeeping Force, but this did not receive significant attention among ASEAN members themselves. Recently, there have been a series of bombings and terrorist attacks in Indonesia, further emphasizing the demand for ASEAN to play a larger role in resolving this issue. ASEAN is expected to strengthen cooperation among its members, particularly in the field of regional security, to address increasingly complex transnational challenges, and Indonesia can take the lead in the establishment of the Counter Terrorism and Peacekeeping Task Force within the ASEAN region. Keywords : ASEAN, Cooperation, Counter-terrorism, Indonesia, Leading sector.
Pengaruh Kinerja Personel Tim SAR TNI-AU pada masa Tanggap Darurat Gempa Bumi Kab. Cianjur Moh Agus Priono; Anwar Kurniadi; Sugimin Pranoto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4847

Abstract

Abstrak Qistina: Gempa bumi adalah fenomena alam yang berpotensi mengakibatkan kerusakan fisik dan kehilangan nyawa. Dalam keadaan darurat seperti ini, performa tim SAR TNI-AU memiliki pengaruh langsung terhadap efektivitas dan efisiensi upaya penyelamatan, seperti yang terjadi pada masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Respons cepat dan tepat dari tim SAR TNI-AU dalam situasi darurat seperti gempa bumi dapat berdampak langsung pada keselamatan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan personel dalam menghadapi situasi tanggap darurat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan analisis dokumen yang mendalam. Secara umum, TNI-AU berhasil mencapai efektivitas dan efisiensi dalam upaya penyelamatan selama masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, termasuk dalam hal penanganan korban yang cepat dan tepat, koordinasi dengan lembaga terkait, pemantauan informasi terkini, serta ketersediaan alat-alat dan dukungan alutsista. Hasil pelatihan SAR yang diterapkan oleh TNI-AU terbukti memberikan hasil yang positif, terlihat dari tindakan langsung yang dilakukan dalam waktu singkat setelah terjadinya bencana gempa bumi. Kata Kunci: Gempa Cianjur, Tim SAR TNI-AU, Evaluasi Kinerja
Penguatan Karakter Kebhinekaan Global Melalui Budaya Sekolah Refa Annisa Yudha; Syifa Siti Aulia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4853

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi sekolah yang peserta didiknya berasal dari berbagai daerah dengan berbagai keanekaragaman suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat, bahkan ada peserta didik yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan karakter kebhinekaan peserta didik melalui budaya sekolah di SMP MBS Prambanan Yogyakarta. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Budaya sekolah di SMP MBS Prambanan Yogyakarta yang berkaitan dengan kebhinekaan global yaitu budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun), penggunaan bahasa indonesia dalam berinterkasi dan berkomunikasi, Rolling tempat duduk yang rutin dilakukan setiap hari. (2) Penguatan karakter kebhinekaan global pada aspek mengenal dan menghargai budaya di SMP MBS Prambanan Yogyakarta dilakukan melalui seminar kebudayaan, Program International Sister School, Program unggulan Amal Bakti Santri (ABAS), perlombaan budaya, melalui projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, melalui pelajaran PPKn. (3) Penguatan karakter kebhinekaan global pada aspek komunikasi interkultural peserta didik dalam berinteraksi di SMP MBS Prambanan Yogyakarta dilakukan dengan penyamaan penggunaan bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab dalam berinteraksi dan berkomunikasi. (4) Karakter kebhinekaan global pada aspek refleksi dan tanggung jawab peserta didik terhadap pengalaman implementasi karakter kebhinekaan global dilakukan melalui pengimplementasian kurikulum merdeka, acara ramah tamah forum disksui, dengan adanya ujian bahasa, adanya penugasan dari IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dalam bidang bahasa sebagai pengawas. Kata Kunci: Penguatan Karakter, Kebhinekaan Global, Budaya Sekolah
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Ansori Budi Cahyana; Maximus Gorky Sembiring; Ety Syarifah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4855

Abstract

Abstract Teachers are the spearhead of the success of the education process in schools, so that in carrying out their duties, teachers are required to have complete and adequate competence. The mandatory competencies that a teacher must have to support their performance are pedagogic competence and professional competence. This study aims to analyze whether or not there is a relationship between pedagogic competence and professional competence with teacher performance. This research was conducted on elementary school teachers in Secang District, Magelang Regency with a population of 239 teachers. The sample used is the total population of 239 teachers. The independent variable in this study is pedagogic competence and professional competence, while the dependent variable is teacher performance. The measurement of the variables was carried out using a Likert scale. Data analysis was performed using multiple linear regression with the help of SPSS 22 software. From the regression coefficient values ​​for pedagogic competence and professional competence, multiple linear regression equations can be made as follows Y=26.185+0.350(X1)+0.549(X2)+e. Based on the results of the t-test, it was found that there is a relationship between pedagogic competence and teacher performance with a significance value of pedagogic competence variable of 0.000 < 0.05, there is a relationship between professional competence and teacher performance with a significance value of professional competence variable of 0.000 < 0.05. Based on the results of the F test, it was found that there was a relationship between pedagogic competence and professional competence together with the performance of elementary school teachers in Secang District, Magelang Regency with a significance value of 0.000 < 0.05 for the F test. The value of the coefficient of determination (R2) in this study was 45.2%, while the remaining 54.8% was influenced by other factors outside of this study. Keywords: Pedagogic Competence, Professional Competence, Teacher Performance
Pengaruh Citra Merek, Kepercayaan Merek, dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Handphone Vivo di Yogyakarta Azam Fajrul Faizy; Muinah Fadhilah; Nonik Kusuma Ningrum
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4857

Abstract

Abstract The growth in cellular usage is very rapid, and of course, this is an opportunity for smartphone or smart cellular business people. Smartphone or smart cellphone manufacturers are required to continue to innovate and develop their products so that they are in demand by the public. This study aims to determine the effect of brand image, brand trust, and product design on purchasing decisions among Vivo cellphone consumers in the city of Yogyakarta. A sample of 100 respondents was taken using a purposive sampling technique. Data were collected by questionnaire as a data collection method. The data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis, prerequisite analysis test, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and coefficient of determination. The results of this study are: Brand image, brand trust, and product design both partially and simultaneously have a positive and significant effect on purchase decisions for Vivo Mobile consumers in Yogyakarta City.. Keywords: Brand Image, Brand Trust, Product Design, Purchase Decision. Abstrak Pertumbuhan penggunaan seluler sangat pesat, tentunya menjadi peluang bagi pelaku bisnis Smartphone atau seluler pintar. Produsen Smartphone atau seluler pintar dituntut untuk terus berinovasi dan mengembangkan produknya, sehingga diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Citra Merek, Kepercayaan Merek serta Desain Produk terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Handphone Vivo di Kota Yogyakarta.Sampel diambil sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner sebagai metode pengambilan data. Teknik Analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Kuantitaif, Uji Prasyarat Analisis, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Hipotesis, dan Koefisien Determinasi. Hasil dari penelitian ini adalah : Citra Merek, Kepercayaan Merek serta Desain Produk baik secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Handphone Vivo di Kota Yogyakarta Kata Kunci: Citra Merek, Kepercayaan Merek, Desain Produk, Keputusan Pembelian. Handphone