cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Analisis Pelayanan Joumpa PT. Gapura Angkasa dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Husein Sastra Negara Bandung Arifa Haruniawati; Rahimudin Rahimudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3336

Abstract

AbstrakJOUMPA (Your Journey Company) adalah layanan yang dimiliki oleh PT.Gapura Angkasa yang memiliki tanggung jawab sebagai perusahaan pendukung operasional trasnportasi udara dan sebagai perusahaan Ground Handling terbesar di Indonesia. Sebuah layanan VIP yang memberikan pelayanan kemudahan bagi penumpang pesawat terbang di bandara memalui beragam layanan yang diberikan. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian mengenai analisis pelayanan JOUMPA PT.Gapura Angkasa dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Ada tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelayanan yang diberikan oleh JOUMPA PT.Gapura Angkasa di Bandar Udara Internasional Husein Sasstranegara Bandung, untuk mengetahui apa saja faktor yang menghambat petugas JOUMPA PT.Gapura Angkasa dalam melaksanakan pelayanannya di Bandar Udara Internasional Husein sastranegara Bandung dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan petugas JOUMPA PT.Gapura Angkasa dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dimana data diperoleh dari melakukan wawancara, observasi dan ddokumentasi. Terdapat teknik analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data,reduksi data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa penghambat dan kendala yang dialami oleh petuagas saat melakukan pelayanan kepada penumpang. Di antaranya keterlambatan kedatangan penumpang,minimnya fasilitas pendukung dalam pelayanan, kurangnya SDM dan layout bandara yang tergolong kecil.Kata Kunci: Pelayanan, JOUMPA PT.Gapura Angkasa, Meningkatkan, Kepuasan Pelanggan AbstractJOUMPA (Your Journey Company) is a service owned by PT. Gapura Angkasa which has the responsibility as a company supporting air transportation operations and as the largest Ground Handling company in Indonesia. A VIP service that provides convenience services for airplane passengers at the airport hammers a variety of services provided. Therefore, research was carried out on the analysis of JOUMPA PT. Gapura Angkasa in increasing customer satisfaction at Bandung Husein Sastranegara International Airport. There is a goal that will be achieved from this study, namely to find out the services provided by JOUMPA PT. Gapura Angkasa at Husein Sasstranegara International Airport Bandung, to find out what are the factors that hinder JOUMPA PT. Gapura Angkasa in carrying out its services at Husein International Airport in Bandung and to find out the efforts made by JOUMPA JOUMPA PT. Gapura Angkasa in increasing customer satisfaction at Bandung Husein Sastranegara International Airport. The method used in this study is a descriptive qualitative method. Where data are obtained from conducting interviews, observations and documentation. There are data analysis techniques carried out, namely data collection, data reduction, and data presentation. The results of this study show that there are several obstacles and obstacles experienced by the petuagas when performing services to passengers. Among them are delays in the arrival of passengers, the lack of supporting facilities in service, the lack of human resources and the relatively small layout of the airport.Keywords: Service, JOUMPA PT. Gapura Angkasa, Improving, Customer Satisfaction,
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Belajar Ahmad Alfan Rosidi; Mamluatun Nimah; Eka Rahayu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3344

Abstract

AbstrakDi abad ke 21, siswa dituntut untuk menguasai ketiga kecakapan yaitu kualitas karakter, kompetensi dan literasi. Agar kecakapan tersebut dapat tercapai, diperlukan kemampuan berpikir dan bernalar. Kemampuan tersebut berkaitan dengan kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa SMP ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ada enam peserta didik, dua peserta didik dengan gaya belajar visual. Dua peserta didik dengan gaya belajar auditorial. Dua peserta didik dengan gaya belajar kinestetik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya belajar visual mampu mengerjakan soal pisa pada level 3, soal dengan skala menengah. Siswa pada tingkat ini dapat menafsirkan dan menggunakan representasi. Subjek dengan gaya belajar auditorial mampu mengerjakan soal pisa pada level 6, soal dengan skala tinggi. Siswa ditingkat ini telah mampu berpikir dan bernalar secara matematisasi. Subjek dengan gaya belajar kinestetik mampu mengerjakan soal pisa pada level 3, soal dengan skala menengah. Siswa pada tingkat ini dapat menafsirkan dan menggunakan representasi.Kata Kunci: Kemampuan Literasi Numerasi, Gaya Belajar, Siswa SMP AbstractIn the 21st century, students are required to master the three skills, namely the quality of character, competence and literacy. In order for these skills to be achieved, the ability to think and reason is needed. These abilities are related to numeracy literacy skills. This study aims to analyze the numeracy literacy skills of junior high school students in terms of learning styles. This type of research uses a case study method using a qualitative descriptive approach. The subjects in this study were six students, two students with visual learning styles. Two students with auditory learning style. Two students with kinesthetic learning styles. The results showed that subjects with visual learning styles were able to work on Pisa questions at level 3, questions with a medium scale. Students at this level can interpret and use representations. Subjects with auditory learning styles are able to work on Pisa questions at level 6, questions with a high scale. Students at this level have been able to think and reason mathematically. Subjects with kinesthetic learning styles are able to work on Pisa questions at level 3, questions with an intermediate scale. Students at this level can interpret and use representations.Keywords: Numeracy Literacy Ability, Learning Style, Junior High School Students
Analisis Implementasi Pasal 8 Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 3 tahun 2016 Tentang Hak dan Kewajiban Dosen Tetap Bukan PNS (Studi UIN Raden Intan Lampung) Naura Nisrina P; Lintje Anna Marpaung; Erlina B
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3345

Abstract

AbstrakSalah satu hak Dosen Tetap Bukan PNS pada Perguruan Tinggi yaitu memperoleh tunjangan profesi atau sertifikasi dosen. Belum terpenuhinya hak tersebut merupakan suatu perbuatan yang bertentangan dengan kepentingan hukum. Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimana implementasi tentang hak dan kewajiban Dosen Tetap Bukan PNS berdasarkan Pasal 8 Peraturan Menteri Agama nomor 3 Tahun 2016 serta apakah faktor penghambat implementasi tentang hak dan kewajiban Dosen Tetap Bukan PNS berdasarkan Pasal 8 Peraturan Menteri Agama nomor 3 Tahun 2016. Metode penelitian secara yuridis normatif dan empiris, menggunakan data sekunder dan primer, yang diperoleh dari studi kepustakaan dan studi lapangan, dan analisis data dengan analisis yuridis kualitatif. Hasil penelitian membahas implementasi hak dan kewajiban dosen tetap bukan PNS berdasarkan Pasal 8 Peraturan Menteri Agama nomor 3 Tahun 2016 sudah dilaksanakan tetapi belum dilaksanakan secara maksimal dikarenakan terdapat salah satu hak Dosen Tetap Bukan PNS tidak tepenuhi, yaitu pemberian tunjangan profesi atau serdos. Ada 6 (enam) faktor penghambat dari implementasi Pasal 8 Peraturan Menteri Agama nomor 3 Tahun 2016, yaitu anggaran, SK Inpassing, belum tersedianya kuota bagi Dosen Tetap Bukan PNS untuk mengikuti sertifikasi dosen hingga saat ini, tidak adan aturan yang tegas mengenai sanksi atau lainnya yang mengharuskan (memaksa) agar pemberian hak Dosen Tetap Bukan PNS yaitu tunjangan profesi atau serdos, status kepegawaian bagi Dosen Tetap Bukan PNS di Perguruan Tinggi Negeri, dan kebijakan atau kewenagan pimpinan. Saran yang dapat diberikan antara lain kepada Pimpinan UIN Raden Intan Lampung beserta jajarannya hendaknya perlu diperhatikan mengenai kesejahteraan bagi Dosen Tetap Bukan PNS. Kepada Biro Kepegawaian diharapkan akan ada pengaturan mengenai pemberian tunjangan profesi bagi dosen tetap Bukan PNS. Kepada Kepala Bagian Kepegawaian diharapkan Dosen Tetap Bukan PNS bisa diikutsertakan atau bahkan menjadi “prioritas” untuk mengikuti seleksi PNS atau PPPK, sehingga status mereka pada Perguruan Tinggi Negeri lebih jelas dan bisa mendapatkan hak-haknya yang sesuai.Kata Kunci: Implementasi, Hak dan Kewajiban, Dosen Tetap Bukan PNS UIN Raden Intan Lampung AbstractOne of the rights of Permanent Lecturers Not Civil Servants in Universities is to obtain professional allowances or lecturer certification. The non-fulfillment of this right is an act that is contrary to the interests of the law. The problem of this research is: how to implement the rights and obligations of Non-Civil Servant Permanent Lecturers based on Article 8 of the Minister of Religious Affairs Regulation number 3 of 2016 and whether the inhibiting factors for the implementation of the rights and obligations of Non-Civil Servant Permanent Lecturers based on Article 8 of the Minister of Religious Affairs Regulation number 3 of 2016. Research methods are juridically normative and empirical, using secondary and primary data, obtained from literature studies and field studies, and data analysis with qualitative juridical analysis. The results of the study discussed the implementation of the rights and obligations of permanent lecturers who are not civil servants based on Article 8 of the Minister of Religious Affairs Regulation number 3 of 2016 has been implemented but has not been implemented optimally because there is one of the rights of Non-Civil Servant Permanent Lecturers is not fulfilled, namely the provision of professional allowances or serdos. There are 6 (six) inhibiting factors from the implementation of Article 8 of the Minister of Religious Affairs Regulation number 3 of 2016, namely the budget, the Inpassing Decree, the unavailability of quotas for Non-Civil Servant Permanent Lecturers to follow lecturer certification until now, there are no strict rules regarding sanctions or others that require (forcing) the granting of the rights of Permanent Lecturers Not Civil Servants, namely professional allowances or serdos,  employment status for Permanent Lecturers Not Civil Servants in State Universities, and the policy or authority of the leadership. Suggestions that can be given, among others, to the Head of UIN Raden Intan Lampung and his staff should need to be considered regarding welfare for Permanent Lecturers Not Civil Servants. To the Bureau of Personnel, it is hoped that there will be arrangements regarding the provision of professional allowances for permanent lecturers Not civil servants. To the Head of the Civil Service Section, it is hoped that Permanent Lecturers Not Civil Servants can be included or even become a "priority" to take part in the selection of civil servants or PPPK, so that their status at State Universities is clearer and can get their rights accordingly.Keywords: Implementation, Rights and Obligations, Permanent Lecturers Are Not Civil Servants UIN Raden Intan Lampung
Analisis Yuridis Normatif Pelanggar Hak Cipta dan Penegakan Hukum Hak Kekayaan Intelektual (Studi Kasus Polemik Keberadaan Warkopi) Victor Agung Pratama; Agri Chairunnisa Irshad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3346

Abstract

AbstrakMedia sosial tengah dibuat ramai dengan kemunculan tiga orang pria yang memiliki paras serupa dengan personil Warkop DKI. Tiga pria tersebut kemudian membuat trio yang diberi nama Warkopi. Trio Warkopi memiliki acara tersendiri di YouTube dan sudah diundang ke sejumlah acara televisi. Dari kondisi ini, Indro sebagai satu-satunya anggota tersisa dari Warkop DKI menuding Warkopi telah melanggar hak kekayaan intelektual grup legendaris tersebut. Apakah benar Warkopi melanggar hak kekayaan intelektual? Hak kekayaan intelektual yang terkait dengan masalah ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek Dan Indikasi Geografis. Penegakan hukum hak cipta di Indonesia perlu disoroti sebagai bentuk evaluasi atas undang-undang Hak Cipta yang telah ada. Dalam hal ini terdapat frasa “pada pokoknya atau keseluruhannya” yang dimaksudkan untuk kemiripan yang ditimbulkan terhadap merek. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sengeketa yang terjadi antara Warkop DKI dan Warkopi, pelanggaran Hak Cipta yang terjadi dan bagaimanakah penyelesaian sengeketa atas pelanggaran tersebut.Kata Kunci: Hak Cipta, Warkop DKI AbstractSocial media is being made crowded with the appearance of three men who have similar faces to DKI Warkop personnel. The three men then created a trio named Warkopi. The Warkopi trio has its own show on YouTube and has been invited to a number of television shows. From this condition, Indro as the only remaining member of Warkop DKI accused Warkopi of violating the intellectual property rights of the legendary group. Is it true that Warkopi infringes intellectual property rights? Intellectual property rights related to this issue are regulated in the Law of the Republic of Indonesia Number 28 of 2014 concerning Copyright and Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2016 concerning Brands and Geographical Indications. The enforcement of copyright law in Indonesia needs to be highlighted as a form of evaluation of existing Copyright laws. In this case there is the phrase "in essence or in its entirety" which is intended for the similarity caused to the brand. This Scientific Paper aims to find out the dispute that occurred between Warkop DKI and Warkopi, copyright violations that occurred and how to resolve sengeketa for these violations.Keywords: Copyright, Warkop DKI
Pengelolaan Pendidikan Karakter Dalam Membangun Disiplin Peserta Didik di Sanggar Tari Karang Asih Muhammad Alghifari Suryaman; Nia Hoerniasih; Ratna Sari Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3348

Abstract

AbstrakTujuan untuk penelitian ini adalah: (1) Untuk mengatahui perencanaan pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. (2) Untuk mengatahui pelaksanaan pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. (3) Untuk mengatahui hasil pendidikan karakter disiplin di Sanggar Tari Karang Asih. Untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di sanggar tari Karang Asih. Subjek yang dipakai dipenelitian ini yaitu : (1) Sumber informasi yaitu satu orang pengelola sanggar dan satu orang pelatih; (2) Sumber informan yaitu dua orang peserta didik. Data penelitian diperoleh dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan-tahapan penelitian menggnakan tahapan orientasi, eksplorasi, dan member check. Analisis data yang digunakan menggunakan teknik kolesi data, redukasi data, display data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tujuan dari membangun karakter disiplin disanggar tari Karang Asih yaitu untuk melatih atau mengajarkan anak anak tentang tanggungjawab terhadap setiap apa yang mereka lakukan dan setiap apa yang menjadi pilihan mereka harus bisa mempertanggung jawabkannya, Strategi yang digunakan yakni dengan melakukan pendekatan terhadap anak anak. Alokasi waktu yang digunakan untuk pelatihan tari 2 hari yakni hari sabtu sore dan hari minggu pagi. selain itu ada media ajar yang digunakan yaitu infocus, laptop, sound, dan selendang. Metode yang digunakan adalah tutorial, tanya jawab, dan praktek. Hambatan yang dihadapi tidak terlalu serius. Pengentasan hambatan dilakukan dengan berdiskusi atau rembug bersama untuk menemukan jalan keluar secara bersama sama. Selanjutnya, Pelanggaran yang sering terjadi yakni siswa masih ada yang suka terlambat datang 5-10 menit, lalu untuk hukuman bervariasi mulai dari diingatkan, peneguran sampai hukuman yang paling berat yakni tidak diikutsertakan kedalam event tari. Dan untuk Teknik evaluasinya menggunakan Teknik non test, pelatih membersamai kegiatan peserta didik. Dari hasil pengamatan dan pencatatan hasil penilaian menjadi dasar awal untuk Rencana Tindak Lanjut.Kata Kunci: Pengelolaan, Pendidikan Karakter, Disiplin AbstractThe aims of this research are: (1) To know the planning of discipline character education in Karang Asih Dance Studio. (2) To find out the implementation of disciplined character education in the Karang Asih Dance Studio. (3) To find out the results of disciplined character education at the Karang Asih Dance Studio. To answer the formulation of the research problem that has been formulated, the author uses a qualitative approach with a descriptive method. This research was conducted at the Karang Asih dance studio. The subjects used in this research are: (1) The source of information is one studio manager and one trainer; (2) Sources of informants are two dance participants. The research data were obtained from observation, interview, and documentation techniques. The research stages use the orientation, exploration, and member check stages. Analysis of the data used using data collection techniques, data reduction, data display, and verification. The results of the study indicate that the purpose of building disciplined character in the Karang Asih dance studio is to train or teach children about responsibility for what they do and what they choose to be responsible for. The strategy used is to approach children child. The allocation of time used for dance training is 2 days, namely Saturday afternoon and Sunday morning. In addition, there are teaching media used, namely infocus, laptop, sound, and shawl. The method used is tutorial, question and answer, and practice. The obstacles faced are not too serious. Alleviation of obstacles is done by discussing or discussing together to find a way out together. Furthermore, the violations that often occur are that there are still students who like to be late for 5-10 minutes, then the punishments vary from being reminded, reprimands to the most severe punishment, which is not being included in the dance event. And for the evaluation technique using a non-test technique, the trainer accompanies the students' activities. From the results of observations and recording of the results of the assessment, it becomes the initial basis for the Follow-up Plan.Keywords: Management, Character Education, Discipline 
Upaya Bela Negara di Era Society 5.0 Ari Nurhayati; Arifuddin Uksan; Editha Praditya Duarte
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3352

Abstract

AbstrakBela negara berhubungan erat dengan tujuan negara Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 alenia empat. Dalam menjaga kedaulatan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era society 5.0, maka kesadaran akan ilmu pertahanan dan bela negara harus ditanamkan agar setiap warga negara memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme. Bela negara merupakan konsep yang dibuat untuk mempertahankan eksistensi negara agar mampu menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Upaya bela negara merupakan bentuk kerelaan setiap warga negara sebagai pengabdian dan cinta kepada bangsa dan negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang bela negara dalam menghadapi era society 5.0 sebagai upaya dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.Kata Kunci: Bela Negara, NKRI, Society 5.0 AbstractState Defense is closely related to the goals of the Indonesian state as stated in the fourth paragraph of 1945 Constitution. In maintaining national soverignity dan the integrity of the unitary Stae of Republic Indonesia (NKRI) in the era of society 5.0, awareness of the science of defense and state defense must be instilled so that every citizen has an attitude of nationalism and patriotism. State defense is a concept created to maintain the existence of the state in order to be able to face threats,disturbance, obstacles and challenges both coming from within and outside the country. Efforts to defend the country is a form of willingness of every citizen as devotion and love to the nation and state. This paper aims to find out the understanding of state defense in facing the era of society 5.0 as an effort to maintain the integrity and sovereignity of the Indonesian nation and state.Keywords: NKRI, Society 5.0, State Defense
Analisis Hukum Perseroan Terbatas Perorangan Berdasarkan Pasal 109 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Aisha Mutiara Safitri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3364

Abstract

AbstrakPerseroan Terbatas merupakan bentuk usaha yang banyak digunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Perseroan merupakan badan usaha berbadan hukum (legal entity) yang memiliki sifat dan ciri yang berbeda dari bentuk usaha yang lain. Salah satu ciri yang membedakan Perseroan dengan badan usaha lain adalah adanya doctrine of separate legal personality yang intinya bahwa terdapat pemisahan kekayaan antara pemilik atau pemodal (pemegang saham) dengan kekayaan badan hukum itu sendiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai analisis hukum Perseroan Terbatas Perorangan sebelum berlakunya Pasal 109 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Dan, status Badan Hukum Perseroan Terbatas Perorangan menurut Pasal 109 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode pendekatan hukum yuridis normatif untuk menyajikan gambaran nyata permasalahan mengenai perseroan terbatas perorangan sebagai badan hukum di Indonesia dengan membandingkan norma hukum yang terbentuk antara peraturan yang satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian yang didapat adalah perseroan terbatas perorangan sebelum berlakunya Undang- undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dimungkinkan jika perseroan tersebut adalah BUMN atau pelaku pasar modal sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku terhadapnya. Namun demikian, setelah berlakunya Undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bagi pelaku usaha mikro dan kecil dimungkinkan untuk mendirikan perseroan terbatas perorangan. Berdasarkan pasal 109 undang-undang tersebut disebut diuraikan bahwa bentuk perseroan terbatas tidak lagi hanya merupakan persekutuan modal berdasarkan perjanjian yang dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih, melainkan kini dapat dilakukan sepenuhnya oleh hanya 1 orang. Mengenai ketentuan permodalan berdasarkan Pasal 109 undang-undang dihapus ketentuan minimal jumlah modal dasar. Berkaitan dengan pendirian perseroan terbatas perorangan atau badan hukum perorangan, pelaku UMK cukup mengisi format isian pernyataan pendirian dalam bahasa Indonesia, untuk didaftarkan secara elektronik kepada Menteri Hukum dan HAM untuk selanjutnya mendapat sertifikat pendaftaran.Kata Kunci: Perseroan Terbatas, Perseroan Terbatas Perorangan, Badan Hukum Perorangan AbstractLimited Liability Company is a form of business that is widely used throughout the world including Indonesia. The Company is a legal entity that has different properties and characteristics from other forms of business. One of the characteristics that distinguishes the Company from other business entities is the doctrine of separate legal personality, the essence of which is that there is a separation of wealth between the owner or financier (shareholder) and the wealth of the legal entity itself. The formulation of the problem in this study is regarding the legal analysis of Individual Limited Liability Companies before the enactment of Article 109 of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation, and, the status of An Individual Limited Liability Company Legal Entity according to Article 109 of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. The research method used uses the normative juridical legal approach method to present a real picture of the problem regarding individual limited liability companies as legal entities in Indonesia by comparing legal norms formed between one regulation and another. The results of the research obtained are individual limited liability companies before the enactment of Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, it is possible if the company is a state-owned enterprise or a capital market participant in accordance with the provisions of the laws and regulations that apply to it. However, after the enactment of Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, it is possible for micro and small business actors to establish individual limited liability companies. Based on article 109 of the law, it is stated that the form of a limited liability company is no longer just a capital partnership based on an agreement made by 2 (two) or more persons, but can now be carried out entirely by only 1 person. Regarding the provision of capital under Article 109 of the law, the minimum provision of the amount of authorized capital was removed. In relation to the establishment of an individual limited liability company or individual legal entity, MSE actors simply fill in the format of the statement of establishment in the Indonesian, to be registered electronically with the Minister of Law and Human Rights to subsequently obtain a registration certificate.Keywords: Limited Liability Company, Individual Limited Liability Company, Individual Legal Entity
Program Pelatihan E-Commerce Produk Inovasi Olahan Emping Dusun Sengir Desa Kalirejo Kecamatan Kokap Kulon Progo Tri Handoko; Iis Prasetyo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3367

Abstract

AbstrakDusun Sengir Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Terdapat 124 Kepala Keluarga yang penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Terdapat banyak potensi alam Desa Kalirejo yaitu bambu, kayu, melinjo, rempah-rempah seperti lengkuas, jahe, kunyit dan sebagainya. Potensi masyarakat dalam pengolahan emping telah mendapat perhatian dari berbagai pihak yang mengupayakan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan inovasi olahan emping namun masih memiliki kekurangan dalam hal kemampuan pemasaran.. Adapun tahapan dalam kegiatan ini meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi program. Sasaran kegiatan iniyaitu pelaku usaha Rumah Payet Sulam. Peserta yang terlibat merupakan perwakilan dari mitra yang berjumlah 30 Peserta. Dari hasil pemberdayaan yang dilakukan responden berjumlah 30 orang yang secara estafet mengisi dan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang telah disepakati. Untuk itu dilakukan evaluasi pada kondisi awal peserta pelatihan, kondisi selama pelatihan,kondisi akhir pelatihan. Berdasarkan kegiatan pelatihan pemasaran tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa, 1) Pelatihan pemasaran online  pada produk inovasi olahan emping memiliki manfaat bagi para ibu-ibu kelompok emping; 2) Masyarakat kelompok emping membutuhkan pelatihan pemasaran online yang berkelanjutan dapat menunjang penjualan produk emping ataupun hasil bumi lainnya yang dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi; 3) Pemasaran sederhana produk olahan emping dapat didukung dengan bekerjasama dengan para pelaku pasar dan marketing penjualan komersil agar penjualan lebih meluas. Dari berbagai proses yang telah dilaksanakan, disarankan agar masyarakat kelompok emping diberikan pelatihan   pemasaranyang berkelanjutan guna mendukung perekonomian yang lebih baik Masyarakat memerlukan dukungan dari berbagai pihak seperti dinas pariwisata, UMKM, penambahan modal, dan juga stake holder.Kata Kunci: E-Commerce, Inovasi, Emping AbstractSengir Hamlet, Kalirejo Village, Kokap District, Kulon Progo Regency. There are 124 heads of families whose residents make a living as farmers. There are many natural potentials of Kalirejo Village, namely bamboo, wood, melinjo, spices such as galangal, ginger, turmeric and so on. The potential of the community in emping processing has received attention from various parties who seek community empowerment by providing training on emping processed innovations but still has shortcomings in terms of marketing capabilities. The stages in this activity include, the preparatory stage, the implementation stage, the program evaluation stage. The target of this activity is the Business Actors of Rumah Payet Sulam. The participants involved are representatives of partners totaling 30 Participants. These participants are business actors who do not understand and have not implemented online marketing in their business activities. From the results of the empowerment carried out by respondents, there were 30 people who relayed and participated in various agreed training activities. For this reason, an evaluation is carried out on the initial conditions of the trainees, the conditions during the training, the conditions of the end of the training. Based on the marketing training activities mentioned above, it can be concluded that, 1) Online marketing training on emping processed innovation products has benefits for emping group mothers; 2) The emping group community needs online marketing training that can support the sale of emping products or other produce that can be processed into products with high selling value; 3) Simple marketing of processed emping products can be supported by collaborating with market players and commercial sales marketing so that sales are more widespread. From the various processes that have been carried out, it is recommended that the emping group community be given sustainable marketing training to support a better economy The community needs support from various parties such as the tourism office, capital  increase, and also stake holders.Keywords: E-Commerce, Innovation, Emping
Transisi Energi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 dan Konflik Militer Rusia-Ukraina Nurus Shofiyana; Imam Supriyadi; Muhammad Uwais Al Qarni
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3375

Abstract

AbstrakAsia pasifik memegang peranan terbesar dalam menyumbang emisi gobal, tahun 2060 menjadi target Indonesia dalam mencapai komitmen penurunan emisi GRK, Net Zero Emission. Sektor energi menjadi peranan utama dalam menyumbang emisi tersebut. Namun, tahun 2020 secara global, setiap negara terdampak adanya wabah penyakit COVID-19. Indonesia terimbas triple shocks yaitu penurunan permintaan energi, fluktuasi harga energi dunia, dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Selain itu, dampak yang timbul dari adanya konflik militer antara Rusia-Ukraina juga menimbulkan isu krisis energi di beberapa negara. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa yang terjadi dengan tujuan menghasilkan upaya dan perencanaan strategis dalam mendorong percepatan transisi energi dari fosil menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan melihat peluang dari berbagai sisi. Selain itu pemulihan ekonomi dan stabilisasi pertumbuhan ekonomi menjadi syarat utama dalam melangsungkan transisi energi dan EBT diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.Kata Kunci: Transisi Energi, Konflik Militer, Covid-19, Energi Terbarukan, Emisi AbstractAsia Pacific plays the largest role in contributing to global emissions, by 2060 it will be Indonesia's target in achieving its GHG emission reduction commitment, Net Zero Emission. The energy sector plays a major role in contributing to these emissions. However, in 2020 globally, every country was affected by the COVID-19 disease outbreak. Indonesia was affected by triple shocks, namely a decrease in energy demand, fluctuations in world energy prices, and fluctuations in the rupiah exchange rate. In addition, the impact arising from the military conflict between Russia and Ukraine also raises the issue of energy crises in several countries. This research describes and analyzes phenomena, events that occur with the aim of producing efforts and strategic planning in encouraging the acceleration of the energy transition from fossil to New and Renewable Energy (EBT) by looking at opportunities from various sides. In addition, economic recovery and stabilization of economic growth are the main requirements in carrying out the energy and NRE transition are expected to improve the Indonesian economy. Keywords: Energy Transition, Military Conflict, Covid-19, Renewable Energy, Emissions
Upaya Guru Dalam Penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Mata Pelajaran PKn pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Barat Firda Wagola; Aisa Abas; Agus Soumokil
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3379

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kreatif dan menyenangkan Mata Pelajaran PKn, menjelaskan faktor-faktor yang pendukung dan penghambat penerapan pembelajaran kreatif dan menyenangkan mata pelajaran  PKn pada siswa serta bentuk-bentuk Penerapan pembelajaran kratif dan menyenangkan Mata Pelajaran PKn pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Bagian Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni untuk mengungkapkan Upaya Penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Mata Pelajaran PKn Pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Bagian Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa, Guru PKn, dan Kepala Sekolah sebagai informan. Teknik yang digunakan adalah snowball sampling, snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan oleh guru antara lain; guru menggunakan berbagai alat bantu dalam mengajar, guru selalu membangkitkan semangat siswa dalam belajar, guru menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, guru mengatur kelas sebelum memulai pembelajaran serta guru menerapkan cara mengajar yang lebih interaktif. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat  pembelajaran kreatif dan menyenangkan mata pelajaran  PKn meliputi; sifat disiplin yang dimiliki siswa, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, lingkungan belajar sebagai sumber belajar.Kata Kunci: Guru, Pembelajaran Kreatif, PPKn AbstractThis study aims to describe the application of creative and fun learning in Civics Subjects, explain the factors that support and apply creative and fun learning to Civics subjects for students and the forms of application of creative and fun learning in Civics Subjects in Class X students at SMAN 12 Western Spooky. This study uses a qualitative descriptive method, namely to reveal the Efforts to Apply Creative and Fun Learning for Civics Subjects to Class X Students at SMAN 12 Seram Barat. The subjects in this study were students, Civics teachers, and school principals as informants. The technique used is snowball sampling, snowball sampling is a technique of making small samples, then this sample selects many friends to be used as samples so that the number of samples increases. The results of this study indicate that the application of Creative and Fun Learning by teachers, among others; the teacher uses various teaching aids, the teacher always inspires students in learning, the teacher manages the environment as a learning resource, the teacher organizes the class before starting learning and applies a more interactive teaching method. the factors that support and hinder creative and enjoyable learning of Civics subjects include; students' discipline, students' ability to solve problems, classrooms as an attractive learning environment, learning environments as learning resources.Keyword: Teachers, Creative Learning, PPKN